Mauli Kasmi, Mauli
Jurusan Agribisnis Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENDEKATAN PENENTUAN KUOTA KARANG HIAS EKSPOR UNTUK MENUNJANG PEMANFAATAN SECARA BERKELANJUTAN DI SULAWESI SELATAN Kasmi, Mauli; Liuw, Fery A.M.; Santoso, Edy; Ilyas, Moh.
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.762 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v6i2.268

Abstract

Karang keras (Ordo Scleractinia) termasuk hewan yang tercatat dalam CITES (Convention of International Trade in Endangered Species) sebagai hewan yang diperdagangkan untuk memenuhi kebutuhan aquarium rumah tangga di negara-negara maju. Sulawesi Selatan merupakan salah satu sumber karang hias bagi eksportir  Jakarta dan Bali. Ada 11 middleman (supplier) yang tergabung dalam anggota Asosiasi Koral dan Ikan Hias Sulawesi (AKIS) yang memiliki penampungan karang hias dan bermukim di Makassar. Perairan pulau Spermonde Makassar dan Pangkep sebagai konsentrasi penangkapan karang hias di Sulsel. Masalah yang dihadapi dalam perdagangan karang hias adalah penentuan kuota untuk ekspor belum memiliki standar yang lestari bagi kelangsungan populasi, khususnya di kawasan perairan pulau Spermonde Pangkep. Tujuan penelitian adalah mengestimasi dan menganalisis kelimpahan jenis karang hidup dan kondisi tutupan karang sebagai salah satu komponen terpenting dalam penentuan kuota perdagangan untuk dijadikan model penentuan kuota ekspor karang hias dari alam. Metode penelitian observasi dan wawancara terhadap responden dan pengambilan data di instansi atau  perusahaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan jenis dan jumlah yang telah terdaftar dalam kuota koral Sulsel lima tahun terakhir masih layak dimanfaatkan dengan pemanfaatan 2,5% dari jumlah stok karang di alam. Pemanfaatan karang hias di kawasan konsentrasi penangkapan karang hias tutupan karang umumnya masih baik dan jenis-jenis karang hias yang dimanfaatkan umumnya masih diperoleh di ketiga zona reef (flat, cress, dan slope).
STATUS PEMANFAATAN BERDASARKAN UKURAN IKAN HIAS INJEL NAPOLEON POMACANTHUS XANTHOMETAPON DI PERAIRAN SULAWESI SELATAN Kasmi, Mauli
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.126 KB)

Abstract

This research aims at: 1) Determine the utilization of fish in the waters injel napolen South Sulawesi. 2) Knowing the production rate under on sustainability stocks in the waters of South Sulawesi. 3) to analyze the size and age structure of fish in the waters injel napolen South Sulawesi. The basic method used in this research is descriptive and explanatory. Kinds of data in this study based dimensiwaktu, the time series data (time series) and cross section (cross-points) and the weight of the fish length.The Status of analysis is the use of the model to determine the relationship FOX CPUE and effort. The composition of the length and weight of fish length injel napoleon analyzed descriptively in tables and graphs with units or percentages.Injel napoleon fish caught is where 53% of young fish gonadnya undeveloped, 26% female, 14% male and 7% hermaphrodites. While fekunditasnya not be determined because gonadnya undeveloped. Size of the fish were caught ranging in size from 4.3 cm which is dominated by the size of 8.1 to 11 cm (38.4%) and the size from 11.1 to 15 (29.4%). While the size of the largest was 15.1 - 25 cm which is only 6.7%. Length relationships are allometrik weight, growth rate of 0.4934 cm / yr with a maximum length of 41.7 cm at the age of 13 years. Examples of fish obtained 1.5 years old, age of first arrest 151 days and the age of first spawning of 2.5 years.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK HABITAT DENGAN KELIMPAHAN IKAN HIAS INJEL NAPOLEON POMACANTHUS XANTHOMETAPON DI PERAIRAN KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN Kasmi, Mauli; Sulkifli, Sulkifli
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.983 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi dan menganalisis kelimpahan ikan hias Injel Napoleon (Pomacanthus xanthometapon)  berdasarkan kondisi tutupan karang hidup di perairan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Ikan hias Injel Napoleon ini merupakan ikan hias laut termahal. Ikan ini hidup dan berkembang biak di habitat terumbu karang. Keberadaan dan kemunculannya pada habitat terumbu karang ini masih belum diketahui secara jelas. Kerusakan terumbu karang yang terjadi selama ini diperkirakan turut mengancam ketersedian ikan hias ini. Oleh karena itu, informasi kelimpahan kaitannya dengan kondisi terumbu karang (prosentase dan jenis tutupan karang hidup) menjadi sangat penting. Metode penelitian didasarkan pada sampling paralel antara kelimpahan (visual sensus) dan prosentase  tutupan karang hidup (Point Intercept Transect)  di lokasi penelitian. Lokasi penelitian di Perairan Kepulauan Liukang Tumpabbiring dan Kepulauan Liukang Tangaya. Analisis keterkaitan kelimpahan dan tutupan karang hidup dilakukan dengan regresi linier. Hasil kajian menunjukkan bahwa Status tutupan karang di perairan Kepulauan Tuppabiring bentuk reef flat  berada pada kondisi baik (53,50 %), reef cress sedang  (47,28%), dan reef slope  baik (52,78%), sedangkan di perairan Kepulauan Liukang Tangaya yang ditemukan pada bentuk reef flat  berada pada kondisi baik (54,17 %),  reef cress baik  (58,11%), dan reef slope baik ( 60,28%). Kelimpahan ikan Injel Napoleon sebesar 0,0004 ekor/m2 dan standing stock  12.411.333 ekor pada perairan Kepulauan Liukang Tupabbiring sedangkan pada Kepulauan  Liukang Tangaya sebesar 0,016 ekor/m2  dan standing stock 727.718.000.
KARAKTERISTIK HABITAT DAN KELIMPAHAN IKAN HIAS INJEL BATMAN (POMACANTHUS IMPERIOR) DI PERAIRAN KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN Abdullah, Abdullah; Kasmi, Mauli
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.772 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v4i3.122

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi dan menganalisis kelimpahan ikan hias Injel Batman (Pomacanthus imperior) berdasarkan kondisi tutupan karang hidup di perairan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Metode penelitian didasarkan pada sampling paralel antara kelimpahan (visual sensus) dan prosentase  tutupan karang hidup (Point Intercept Transect)  di lokasi penelitian. Lokasi penelitian di Perairan Kepulauan Liukang Tumpabbiring dan Kepulauan Liukang Tangaya. Hasil menunjukkan  Kepulauan Liukang Tupabbiring mempunyai kelimpahan ikan 0,00005 ekor.m-2 dengan standing stock 138 ekor dan peraiaran Kecamatan Liukang Tangaya sebanyak 0,005 ekor. m-2 dengan standing stock 35.121 ekor. Kelimpahan ikan Injel Batman tidak berkorelasi positif dengan tutupan karang hidup tetapi keberadaannya  dipengaruhi oleh struktur bentuk pertumbuhan karang (karasteristik habitat) yaitu di antara celah karang bercabang, submasive dan masive.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN EKSPOR IKAN HIAS INJEL NAPOLEON POMACANTHUS XANTHOMETAPON DI SULAWESI SELATAN Kasmi, Mauli
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.124 KB)

Abstract

Indonesian ornamental fish export growth between 1987 to 2010 are likely to continue to rise. According AKKII and AKIS (2008), data obtained from the International Trade Center (ITC) shows the average growth of import demand for the country to reach 15% per year. Destination country or the world ornamental fish market, among others the European Union, the USA, Japan, Singapore and Taiwan. The purpose of the study was to determine the factors that affect the demand and supply of ornamental fish exports injel napoleon and to determine the level of supply and demand injel napoleon fish and its relation to the level of utilization. The analysis used is multiple linear regression models of log-log / double logarithmic models or also called constant elasticity using descriptive method. The data in this study based on the dimension of time, namely the time-series data (time series) derived from primary and secondary data from company exporters ornamental fish and ornamental fish business associations. Ornamental fish export price injel napoleon significant negative effect on the demand for ornamental fish export injel napoleon. Ornamental fish export price injel pajamas significant positive effect on the demand for ornamental fish export injel napoleon. The rupiah exchange rate against the dollar has no significant effect terhada p number injel napoleon fish export demand. Ornamental fish export price injel injel napoleon and pajamas as well as the exchange rate against the dollar significantly influence the number of ornamental fish export demand injel napoleon. Napoleon injel supply curve curved reverse (backward bending supply curve) shows that the supply is declining despite rising prices for suspected fish stock decreases.
PENGARUH KEPADATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN HIAS GIRU (Amphiprion clarkii) PADA AKUARIUM Kasmi, Mauli; Yunarti, Yunarti
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.822 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan Giru Amphiprion clarkii. Penelitian ini dapat berguna sebagai sumber informasi mengenai pemeliharaan dan pengembangan ikan hias laut. Metode Penelitian ini menggunakan wadah yang digunakan berupa akuarium ukuran 139 cm panjang total, dan dibagi menjadi 6 unit masing-masing dengan akuarium nya - masing-masing ukuran dari panjang 20 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 20 cm unit. Kapal dilengkapi dengan pompa air untuk media air resirkulasi, unit blower untuk aerasi, dan unit filter. Berdasarkan analisis ragam pertumbuhan berat mutlak bahwa kepadatan yang berbeda memberikan efek yang sangat nyata. Dari hasil uji LSD menunjukkan bahwa perlakuan ikan 1 ekor/liter tidak berbeda nyata (P> 0,05) pada perlakuan ikan 2 ekor/liter, sedangkan perlakuan ikan 2 ekor/liter berbeda nyata dengan perlakuan ikan 3 ekor/liter secara signifikan menuju perlakuan ikan 4 ekor/liter. Selanjutnya, perlakuan ikan 3 ekor/liter tidak berbeda nyata dengan perlakuan 4 ekor/liter. Sedangkan pada pertumbuhan spesifik harian yang kerapatan yang berbeda juga memberikan efek yang sangat nyata. Dari hasil uji LSD menunjukkan bahwa perlakuan ikan 1 ekor/liter secara signifikan berbeda pada perlakuan ikan 2 ekor/liter, ikan 3 ekor/liter, dan ikan 4 ekor/liter. Sedangkan perlakuan ikan 2 ekor/liter tidak berbeda nyata dengan perlakuan ikan 3 ekor/liter. Selain itu, perlakuan ikan 3 ekor/litertidak berbeda nyata dengan perlakuan ikan 4 ekor/liter.
Reproductive biology of Indian mackerel, Rastreliger kanagurta (Cuvier, 1816) in Takalar Coastal Waters, South Sulawesi Kasmi, Mauli; Hadi, Syamsul; Kantun, Wayan
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17, No 3 (2017): October 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.633 KB) | DOI: 10.32491/jii.v17i3.364

Abstract

The objective of this research is to observe reproductive biology of Indian mackerel in Takalar coastal waters through gonad maturity development, the first size of mature gonad, spawning, gonado somatic index (GSI), and fecundity. Sampling was done for eight months started from March to October 2015. Gonad maturity stage was observed morphologically, spawning season focusing on direct observation result toward gonad by identifying Indian mackerel which has spawned.GSI was analyzed based on comparison between gonad weight and Indian mackerel weight while fecundity was observed by gravimetric method. Analysis result shows that Indian mackerel gonad maturity throughout the year with peak occurring in July and August. GSI was around 0,928-4,490. The first size of gonad mature of female Indian mackerel is 21,18 cm and male Indian mackerel is 21,31 cm. Spawning occurs after peak of gonad maturity so next month, value of maturity index decreases slowly and gradually. Indian mackerel has total fecundity around 11.235- 40.878 granule. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengamati biologi reproduksi ikan kembung lelaki di perairan pesisir Takalar melalui perkembangan kematangan gonad, ukuran pertama matang gonad, musim pemijahan, indeks kematangan gonad (IKG), dan fekunditas. Pengambilan sampel dilakukan selama delapan bulan mulai Maret sampai Oktober 2015. Perkembang-an kematangan gonad diamati secara morfologi. Musim pemijahan mengacu pada hasil pengamatan langsung terhadap gonad dengan mendata ikan kembung lelaki yang telah memijah. IKG dianalisis berdasarkan perbandingan antara bobot gonad dan bobot tubuh ikan kembung lelaki, sedangkan fekunditas dihitung dengan metode gravimetrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan kembung lelaki mengalami kematangan gonad sepanjang tahun dengan puncak terjadi pada bulan Juli dan Agustus. IKG berkisar 0,928-4,490. Ukuran ikan kembung lelaki betina kali pertama matang gonad adalah 21,18 cm dan jantan adalah 21,31 cm. Pemijahan terjadi setelah puncak kematangan gonad sehingga pada bulan berikutnya terjadi penurunan nilai indeks kematangan secara perlahan dan bertahap. Ikan kembung lelaki memiliki fekunditas total berkisar 11.235-40.878 butir.
PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN LAUT KABUPATEN POLEWALI MANDAR BERDASARKAN DATA STATISTIK TAHUN 2016 Ridwan, Muhammad; Kasmi, Mauli; Putri, Andi Rani Sahni
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 5, No 10 (2018)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komoditas unggulan sektor perikanan laut merupakan salah satu komoditas strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas perikanan tangkap yang menjadi unggulan di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode pengambilan sampel adalah purposive sampling berbasis data statistik tahun 2016. Analisis yang digunakan dalam peneltian adalah Location Quotient (LQ), dan analisis Specialization Index (SI). Penentuan komoditas unggulan apabila baik nilai LQ maupun SI >1.  Perangkingan komoditas menggunakan indeks komoditi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas perikanan tangkap Kabupaten Polman di Sulawesi Barat yang menjadi unggulan utama adalah ikan teri (Stolephorus Sp), ikan madidihang (Thunnus albacores), ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan ikan biji nangka (Upeneus moluccensis). Diantara keempat komoditas unggulan tersebut, ikan madidihang memiliki nilai LQ dan SI yang paling tinggi yaitu 1.87 dan 10.19. Hasil ini berimplikasi pada pentingnya strategi penangkapan dan pengelolaan ikan tuna madidihang di Kabupaten Polman untuk meningkatkan pendapatan daerah. Kata kunci: Komoditas Unggulan, perikanan laut, LQ, SI dan Kabupaten Polewali Mandar