Budiman Nohong, Budiman
Fakultas Peternakan UNHAS

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KASAR (PK) DAN SERAT KASAR KOMBINASI RUMPUT GAJAH (PANNISETUM PURPUREUM) DAN TUMPI JAGUNG YANG TERFERMENTASI Udding, Ramlah; Nohong, Budiman; Munir, Munir
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.907 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui  pengaruh fermentasi kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp. terhadap kandungan  protein kasar (PK) dan serat kasar (SK). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu R0= kontrol 100% rumput gajah, R1= 90%  rumput gajah + 10%  tumpi jagung  (Trichoderma sp.), R2= 80%  rumput gajah + 20%  tumpi jagung  (Trichoderma  sp.) dan, R3= 70%  rumput gajah + 30%  tumpi jagung  (Trichoderma  sp.). Kandungan  protein kasar kombinasi  rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi tidak berpengaruh nyata, walaupun demikian tetapi tetap mengalami peningkatan kandungan protein kasar. Yang  tertinggi ke terendah adalah R2 (10,00%), R3 (9,98%), R0 (9,85%) dan R1 (9,39%).  Hasil analisis ragam kandungan serat kasar  kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi,  memperlihatkan sangat berpengaruh nyata. Kandungan serat kasar dari yang tertinggi ke terendah adalah R0 (33,99%), R2 (28,01%), R3 (025,27%) dan R1 (24,48%).  Perlakuan R0 berbeda nyata terhadap perlakuan R1, R2 dan R3 tetapi perlakuan R1,R2 dan R3 tidak berbeda nyata. Kandungan protein kasar rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi yang tertinggi adalah 80% rumput gajah + 20% tumpi jagung dan kandungan serat kasar  rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi yang terendah adalah 90% rumput gajah + 10% tumpi jagung.
KANDUNGAN KALSIUM DAN POSPOR KOMBINASI PAKAN RUMPUT GAJAH DAN TUMPI JAGUNG YANG TERFERMENTASI Widyawati, Fitri; Nohong, Budiman; Noevita, Intan Dwi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.712 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengaruh fermentasi kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp. terhadap kandungan  kalsium (Ca) danPospor (P).Penelitian ini dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, 3 ulangan (Gazperz, 1991), sehingga ada 12 satuan percobaan, adapun susunannya sebagai berikut :R0  =  100% Rumput gajah, R1  =  (90% Rumput gajah + 10% tumpi jagung) Terfermentasi, R2  = ( 80% Rumput gajah + 20% tumpi jagung) Terfermentasi danR3  =  (70% Rumput gajah + 30% tumpi jagung) Terfermen. Trichoderma sp yang akan diberikan diaktifkan dulu dengan melarutkannya ke dalam air yang steril dengan volume yang disesuaikan dengan kadar air pakan yang akan difermentasi. Rumput gajah + tumpi jagung dicampur dengan Trichoderma sp sampai merata sesuai perlakuan, lalu difermentasi selama 4 hari. Sampel dari masing-masing perlakuan diambil sebelum dan setelah fermentasi untuk dilakukan analisa kualitas dan  nutrisi fermentasi di laboratorium. Perlakuan fermentasi rumput gajah dan tumpi jagung R0 menghasilkan rata-rata kandungan kalsium (Ca) tertinggi (1,16%) dan (R3) menghasilkan rata-rata kandungan kalsium (Ca) terendah (0,90%). Dari hasil tersebut menunjukan bahwa bahan tanpa perlakuan lebih tinggi   kandungan kalsium (Ca) dibandingkan dengan bahan yang diberikan perlakuan, tetapi hasil tersebut sudah memenuhi kebutuhan pada ternak ruminansia.  Kebutuhan kandungan kalsium (Ca) untuk ternak ruminansia terendah mencapai 0,5%, sementara kandungan fospor (P) fermentasi rumput gajah dan tumpi jagung memperlihatkan rataan tertinggi pada (R0) yaitu (0,68%) dan terendah pada R3 (0,42%), maka dengan pemberian Trichoderma sp. Belum dapat meningkatkan kandungan fospor (P) secara optimal, tetapi Ini sudah dapat memenuhi kebutuhan ternak ruminansia dengan rasio kandungan Ca : P adalah 2 : 1  (Parakkasi 1999).
ANALISIS KANDUNGAN ASAM SIANIDA (HCN) PADA KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS) DENGAN MENGGUNAKAN LAMA PERENDAMAN NaCL YANG BERBEDA Arianto, A; Nohong, Budiman; Nurhaedah, Nurhaedah
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.868 KB)

Abstract

Tujuan peneletian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman NaCl yang berbeda terhadap kandungan asam sianida HCN pada kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu. TO= kontrol, TI= perendaman 1 hari, T2= perendaman 3 hari, T3= perendaman 5 hari. Analisis sidik ragam memperlihatkan, perendaman dengan NaCl yang berbeda berpengaruh sangat nyata pada taraf 0,05%. Kandungan rata-rata asam sianida (HCN) tertinggi ke terendah diperoleh dari perlakuan TO (38,27 ppm), T1 (23,32 ppm), T2 (19,99 ppm), T3 (15,46).  Kandungan asam sianida (HCN) yang tebaik diperoleh pada perlakuan perendaman 5 hari dengan rata-rata kandungan HCN 15,46 ppm.
KANDUNGAN KALSIUM DAN FOSPOR KOMBINASI TUMPI JAGUNG DAN JERAMI KACANG TANAH YANG TERFERMENTASI Qadri, Qadri; Semaun, Rahmawati; Nohong, Budiman
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.854 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi kombinasi jerami kacang tanah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp terhadap kandungan kalsium (Ca) dan fospor (P). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu R0=kontrol 100% tumpi jagung, R1= 60% tumpi jagung + 40% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.), R2=70% tumpi jagung + 30% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.) dan, R3=80% tumpi jagung + 20% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.). kandungan kalsium (Ca) kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi tidak berpengaruh nyata. Kandungan kalsium (Ca) dari yang tertinggi ke terendah adalah R2 (0,63%), R3 (0,61%), R0 (0,60%) dan R1 (0,59%). Hasil analisis ragam kandungan fospor (P) kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi, menunjukkan sangat berpengaruh nyata. Kandungan fospor berpengaruh sangat nyata terhadap kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi. Kandungan fospor (P) dari yang tertinggi ke terendah adalah R2 (0,80%), R3 (0,72%), R1 (0,60%) dan R0 (0,40%). Perlakuan R0 berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R1, R2 dan R3. Perlakuan R1 berpengaruh sangat nyata (P>0,01) dengan perlakuan R0 dan R2 namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan R3. Perlakuan R2 berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R0 dan R1 namun tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan R3. Perlakuan R3 tidak berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R1 dan R2 namun berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R0.
Pengaruh Pemberian Bahan Aditif Berbeda terhadap pH dan Kandungan Bahan Kering Silase Sorgum Manis (Sorghum bicolor L.) Mugfira, Mugfira; Nohong, Budiman; nompo, syamsuddin
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorgum memiliki kemampuan untuk tumbuh baik disaat musim hujan maupun kemarau serta memiliki kandungan nutrisi yang hampir setara dengan rumput gajah. Hal ini tentunya dapat menjadi solusi dalam penyediaan pakan hijauan yang tidak kontinyu. Dalam pembuatan silase penambahan bahan aditif diperlukan untuk memperoleh hasil silase yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH dan kandungan bahan kering silase sorgum manis yang diberi bahan aditif berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0: Kontrol, P1: Tepung Sagu 5%, P2: Dedak Padi 5%, dan P3: Dedak Jagung 5%. Sampel dianalisis di Laboratorium untuk mengetahui pH dan bahan kering dari silase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH silase sorgum pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 tidak berbeda nyata (P>0,05). pH dari silase sorgum yang dihasilkan berkisar antara 3,83 ? 3,89 yang berarti merupakan silase dengan kualitas sangat baik. Sedangkan untuk kandungan bahan kering, silase pada perlakuan P0 (kontrol) sangat nyata lebih rendah (P<0,01) dibandingkan P2 dan nyata lebih rendah (P<0,05) terhadap P1 dan P3. Hal ini menunjukkan bahwa silase sorgum manis dengan 13% bx yang dibuat tanpa penambahan bahan aditif cukup layak untuk diterapkan melihat dari pH silase yang dihasilkan merupakan pH dengan kategori sangat baik.
Pengaruh Pemberian Molases dan Gula Pasir Terhadap pH dan Produksi Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureun sp). Wakano, Fahruddin; Nohong, Budiman; Rinduwati, Rinduwati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preservation of forage with silage method has been widely practiced by farmers, one of the factors that influence the success of making silage is the addition of additives, such as molasses. However, molasses is not available in all regions. For that we need a material that can be an alternative substitute for silage, namely granulated sugar, besides having nutritional value that is almost the same as molasses, sugar also contains water soluble carbohydrate (WSC) which is easily utilized by lactic acid bacteria as an energy source during the ensilage process. This study aims to determine the effect of molasses and sugar levels on pH values and dry matter of elephant grass silage. The study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications, namely P1: control, P2: Molases 4%, P3: Sugar 4%, P4: Molases 6% and P5: 6% sugar. So that the total sample unit is 15 units and one unit of fresh material samples. Samples were analyzed in the laboratory to determine the pH value and dry matter of silage. The results showed that the administration of sugar additives at the level of 4% in silage had the same quality as silage which was given molasses at the level of 4%. However, at the level of 6% silage which is given molasses it has better quality than silage which is given sugar. This shows that granulated sugar can be used as an alternative to molasses in making silage.