Articles
6
Documents
POTENSI BIOMASSA TERUBUK (SACCHARUM EDULE HASSKARL) SEBAGAI PAKAN UNTUK PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SAPI

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain dikonsumsi sebagai sayuran, terubuk juga mempunyai potensi sebagai pakan. Diharapkan dapat mengatasi kendala utama yang dihadapi petani dalam meningkatkan produktivitas sapi. Ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan sistem usahatani terpadu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi biomassa tanaman terubuk, menganalisis pengaruh pakan dari  limbah terubuk terhadap pertambahan bobot badan sapi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Tadulako Palu. Untuk mengidentifikasi potensi biomassa terubuk yaitu dengan cara menghitung biomassa basah dan kering dengan menghitung luas lahan x jarak tanam x berat segar. Sedangkan analisis laboratorium dilakukan untuk menghitung bahan kering, protein kasar, lemak kasar dan serat kasa. Pertambahan bobot badan sapi dihitung dengan cara menimbang bobot badan sapi sebelum dan setelah pemberian pakan ternak dari terubuk. Hasil penelitian menunjukkan jika ketersediaan limbah terubuk rata-rata sebanyak 11.300 kg/ha maka limbah terubuk mampu memenuhi kebutuhan ternak 4 ekor sapi selama 90 hari. Sedangkan potensi kualitas tanaman terubuk mengandung bahan kering 13%,  protein kasar 3,15% dan lemak kasar 1,28% serta mengandung serat kasar 41, 27% dan BETN 42,41%. Pertambahan berat badan ternak sapi yang diberi terubuk sebanyak 7,5 kg pagi dan sore memberikan pertambahan berat badan 0,03 kg/ekor/hari.

ANALISIS USAHATANI INTEGRASI ANTARA TANAMAN TERUBUK (SACCHARUM EDULE HASSKARL) DENGAN TERNAK SAPI

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman terubuk selain dikonsumsi sebagai sayuran, terubuk juga mempunyai potensi sebagai pakan yang dapat mengatasi kendala utama yang dihadapi petani dalam meningkatkan produktivitas sapi, sehingga dapat diupayakan untuk menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan melakukan usahatani terpadu. Penelitian ini bertujuan : Menganalisis besar pendapatan dari usaha tani integrasi terubuk dengan usaha ternak sapi di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah pada bulan maret - mei 2013. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Jumlah Populasi 30 orang yang terdiri dari 15 petani dan 15 peternak. Data dikumpulkan dengan cara: Untuk Menganalisis pendapatan dari usaha tani integrasi terubuk dengan usaha ternak sapi dengan menggunakan rumus Pd = TR – TC. Hasil penelitian adalah Besar pendapatan dari Integrasi usaha tani terubuk dengan usaha ternak sapi adalah sebesar Rp. 20,605,800/ha/ekor/tahun. 

KOMBINASI PISANG LOWE (MUSA SSP) DENGAN DAGING SAPI DALAM PEMBUATAN NUGGET SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL

Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 2: DESEMBER 2017
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui uji organoleptik dari kombinasi pisang lowe dengan daging sapi dan pengaruh lama pengukusan dalam pembuatan nugget. Analisis data penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap yang disusun dengan 2 faktor, faktor pertama yaitu kombinasi bahan terdiri dari 75 gr pisang lowe + 25 gr daging sapi (N1); 50 gr pisang lowe + 50 gr daging sapi (N2); 25 gr pisang lowe + 75 gr daging sapi (N3), dan faktor kedua yaitu lama pengukusan, terdiri dari 15 menit (P1); 20 menit (P2); dan 25 menit (P3). Perlakuan terbaik berdasarkan penilaian panelis adalah perlakuan 50 gr pisang lowe dikombinasikan dengan 50 gr daging sapi dan lama pengukusan selama 25 menit. Dimana nugget ini memiliki nilai aroma 3,65 dibulatkan menjadi 4 (cukup suka) dan nilai tekstur  3,40 (kurang halus).

APLIKASI KOMPOS LIMBAH KULIT BUAH KAKAO DAN JARAK TANAM BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TERUBUK (Saccharum edule Hasskarl)

Jurnal Solum Vol 15, No 1 (2018): JURNAL SOLUM
Publisher : Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cocoa fruit skin is a waste that can cause environmental problems around the plantation. One way to utilize the waste of cocoa fruit skin is made organic fertilizer. The use of different spacing will affect the large number of plant unity area and will indirectly affect the absorption of nutrients, water and other growth factors. The purpose of this study was to determine the effect of composting of cocoa fruit skin waste on the growth of cropped plants (Saccharum edule Hasskarl) with different plant spacing. This field experiment was conducted from July to November 2016 with research location in Kecamatan Luwuk Banggai Regency. The experimental design used was factorial in randomized block design with 2 replications, then there were 18 treatment combinations. In this research the first factor of composition of cocoa fruit skin with cow dung consisting of 3 levels namely: P1 = 50 kg of compost: 10 kg of cow dung; P2 = 50 kg: 30 kg; P3 = 50 kg: 50. While the second factor are plant spacing consisting of 3 levels, namely: J1 = 100 cm X 150 cm; J2 = 100 cm X 100 cm; J3 = 100 cm X 50 cm. Based on the result obtained, It showed that the treatment of 50 kg of cocoa fruit skin compost with 50 kg of cow dung (P3) gave the best shoot effect on 5 weeks after planting (WAP) , to the best plant height that is P2 treatment on 3 (WAP), and the best leaf length is P2 treatment on 2 up to 4(WAP).Key words : Compost, Plant Spacing, Terubuk

ANALISIS KELAYAKAN BISNIS DAN SENSITIFITAS USAHA BUDIDAYA BUAH NAGA (Hylocereus sp.) DI DESA LENYEK KECAMATAN LUWUK UTARA KABUPATEN BANGGAI SULAWESI TENGAH

Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 2: DESEMBER 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.715 KB)

Abstract

Pengembangan komoditas buah naga khususnya buah naga yang ada di Kabupaten Banggai umunya masih menggunakan teknik dan peralatan usahatani yang sederhana serta sistem pemasarannya masih terbatas, sehingga berpengaruh terhadap pendapatan petani. Adapun tujuan penelitian ini adalah : Mengetahui analisis kelayakan bisnis dan analisis sensitifitas usahatani buah naga di Desa Lenyek Kabupaten Banggai. Data yang bersifat kualitatif dianalisis untuk mengkaji aspek non finansial, yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek lingkungan. Sedangkan analisis data secara kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya buah naga. Metode analisis kuantitatif yang digunakan adalah analisis kelayakan finansial berdasarkan kriteria kelayakan investasi, yaitu NPV, IRR, Net B/C dan PP. Selain itu, dilakukan pula analisis sensitivitas untuk melihat sampai berapa besar penurunan jumlah produksi buah naga, serta kenaikan salah satu komponen input yang masih dapat ditoleransi. Berdasarkan analisis kelayakan bisnis pada usaha budidaya buah naga di Desa Lenyek dengan (NPV) sebesar Rp. 213.879.418; (IRR) sebesar 30,6; Net (B/C) yaitu 1,86, dan PP yaitu 36,5 bulan, maka usaha ini layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Penurunan Produksi sebesar 40 % dan Peningakatan Biaya Produksi 30 % analisis sensifitasnya layak namun nilai IRR sangat kecil sedangkan Penurunan Harga Jual sebesar 60 % analisis senfitasnya tidak layak.

PKM Kelompok Usaha Diversifikasi Lowe Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan di Desa Tongkonunuk Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah

Al-Khidmah Vol 1, No 1 (2018): AL-KHIDMAH (Agustus)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.776 KB)

Abstract

Tongkonunuk Village is one of the producers of lowe banana which is a local potential in Banggai Regency. The village is 65 km from the city of Luwuk which is the capital of Banggai Regency, is a center of lowe banana production ranging from 1.3 tons per planting season with a harvest period every 3-4 months. With its natural conditions consisting of 60% plains, 25% hills and 15% mountains which are very potential for food crop cultivation or plantation crops, for example corn, cassava, rice paddy, field rice and lowe banana commodities typical of the Banggai Regency. The objectives of this program are: (1) Availability of equipment that is needed by the community to diversify lowe products; (2) Training and practice of diversifying lowe products, (3) Producing packaging designs to attract consumers, (4) Realizing a professional organizational structure, (4) Establishing a partnership pattern with the Banggai District Cooperatives and SMEs Office, as well as healthy and empowered group management and reliable business bookkeeping.