Mursida Mursida, Mursida
Agroindustri Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
Articles
5
Documents
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING DALAM UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI PELAJARAN EKOSISTEM PADA KELAS X.5 MA NEGERI I METRO LAMPUNG TIMUR

Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2017): BIOEDUKASI, MEI 2017
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of learning model from time to time continue to change. In line with the approach of Constructivism in learning, one of the learning models that is now a lot of response is a model of cooperative learning. Learning model that is applied related to student learning achievement. This study aims to analyze how the implementation of Cooperative Learning Model in an effort to improve learning achievement of learners on the concept of Ecosystem Learning Materials in students class X 5 semester Even East Negeri Lampung Metro Lampung.This research is a Classroom Action Research (PTK) which analyzed qualitatively and quantitatively by using field notes method as the main method, which then method of interview and documentation as supporting method in research. The field note method used by the writer to observe carefully the implementation of the action scenario from time to time, noting all the necessary and happening during the implementation of the action during the learning process using the Cooperative Learning model in MA Negeri I Metro Lampung Timur. Interviews conducted by the authors by interviewing teachers and learners related to the implementation of Cooperative Learning model at MAN I Metro. Documentation used to complement student achievement data and other necessary data. Implementation of Cooperative Learning model can be able to improve student learning achievement. This is evidenced by the increase in the average value of learning achievement of learners from each cycle that is: In the first cycle, learning achievement learners who reached the completeness of 51.71% while unfinished reached 48.25%. In cycle II, learning achievement learners who reach the completeness of 81,58% while learning achievement of unfinished learners reaches 20,67%. In the third cycle, learning achievement of learners who achieve completeness 89.63% while learning achievement of unfinished learners reached 10.34%. Cooperative Learning model applied to Biology subject on the concept of learning material of ecosystem can improve student achievement in class X.5 in MA Negeri I Metro Lampung Timur. Kata Kunci: cooperative learning, Peningkatan prestasi

PENGGUNAAN LAPISAN EDIBEL DARI KARAGENAN SEBAGAI BAHAN PENGAWET IKAN SEGAR

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan lapisan edibel dari karagenan pada ikan segar untuk mempertahankan mutu selama penyimpanan. Pada penelitian ini diterapkan tiga perlakuan (peubah) yaitu;  (1) bentuk ikan segar (utuh dan fillet); (2) Lama pencelupan (1 menit, 3 menit dan 5 menit); (3) Suhu penyimpanan (suhu ruang dan suhu dingin). Setiap peubah dibandingkan dengan kontrol (tanpa lapisan). Pengujian mutu dilakukan pada akhir penyimpanan yaitu 8 jam untuk suhu ruang dan 30 hari untuk penyimpanan suhu dingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan ikan utuh segar (A1) dengan lama pencelupan 5 menit untuk membentuk lapisan edibel (B3) dan penyimpanan suhu dingin (C2) merupakan perlakuan yang terbaik untuk dapat mempertahankan sifat kesegaran ikan. Penggunaan lapisan edibel dari karagenan pada ikan segar dapat mencegah terjadinya penurunan mutu terutama jika dikombinasikan dengan penyimpanan suhu dingin. Hal ini disebabkan karena lapisan edibel dari karagenan mampu mengurangi terjadinya kehilangan air dari daging ikan dan absorbsi air dari udara, penguraian protein, dan oksidasi lemak.Demikian pula dengan nilai pH yang relatif stabil selama penyimpanan.

ANALISA MUTU KIMIA CHITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG WINDU (Penaus monodon) SEBAGAI BAHAN PENGAWET

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menentukan mutu chitosan yang telah dibuat untuk diaplikasikan sebagai bahan pengawet  produk udang beku. serta menetukan konsentrasi chitosan yang terbaik, yang mampu mempertahankan mutu berbagai jenis produk udang selama penyimpanan pada suhu beku. Chitosan  yang dihasilkan, telah memenuhi standar mutu chitosan. Kadar air  sebesar 7,09%, kadar abu sebesar  0,71%,  N-total sebesar 7,17% , Viscositas sebesar 825 cp, warna putih dengan rendemen sebesar  20,45%. Jenis produk udang dan konsentrasi chitosan berpengaruh terhadap mutu udang beku selama penyimpanan. Berdasarkan hasil uji lanjut LSD terhadap  pH,TVB, indol, semuanya berpengaruh sangat nyata (p˂0,05). Konsentrasi terbaik chitosan untuk mengawetkan ke tiga jenis produk udang (head on, head off, dan peeled) adalah 0,15%, baik dari segi efisiensi maupun dari segi  parameter mutu selama penyimpanan satu bulan atau 4 pekan, yaitu total mikroba masih di bawah 5,0 x 105 cfu, pH berkisar 5-7, kadar TVB masih dalam kategori segar yaitu berkisar 10-20 mgN/100 gr, kandungan indol lebih kecil atau sama dengan 10µg/100 gr contoh berarti udang masih sega

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING DALAM UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI PELAJARAN EKOSISTEM PADA KELAS X.5 MA NEGERI I METRO LAMPUNG TIMUR

Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2017): BIOEDUKASI, MEI 2017
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of learning model from time to time continue to change. In line with the approach of Constructivism in learning, one of the learning models that is now a lot of response is a model of cooperative learning. Learning model that is applied related to student learning achievement. This study aims to analyze how the implementation of Cooperative Learning Model in an effort to improve learning achievement of learners on the concept of Ecosystem Learning Materials in students class X 5 semester Even East Negeri Lampung Metro Lampung.This research is a Classroom Action Research (PTK) which analyzed qualitatively and quantitatively by using field notes method as the main method, which then method of interview and documentation as supporting method in research. The field note method used by the writer to observe carefully the implementation of the action scenario from time to time, noting all the necessary and happening during the implementation of the action during the learning process using the Cooperative Learning model in MA Negeri I Metro Lampung Timur. Interviews conducted by the authors by interviewing teachers and learners related to the implementation of Cooperative Learning model at MAN I Metro. Documentation used to complement student achievement data and other necessary data. Implementation of Cooperative Learning model can be able to improve student learning achievement. This is evidenced by the increase in the average value of learning achievement of learners from each cycle that is: In the first cycle, learning achievement learners who reached the completeness of 51.71% while unfinished reached 48.25%. In cycle II, learning achievement learners who reach the completeness of 81,58% while learning achievement of unfinished learners reaches 20,67%. In the third cycle, learning achievement of learners who achieve completeness 89.63% while learning achievement of unfinished learners reached 10.34%. Cooperative Learning model applied to Biology subject on the concept of learning material of ecosystem can improve student achievement in class X.5 in MA Negeri I Metro Lampung Timur. Kata Kunci: cooperative learning, Peningkatan prestasi

PELAKSANAAN PENGAJARAN BIDANG STUDI BAHASA ARAB DI MADRASAH DINIYAH AWALIYAH MUHAMMADIYAH KINALI KECAMATAN KUANTAN

SUARA GURU Vol 3, No 4 (2017): Vol. 3 No. 4, Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelajaran bidang studi bahasa Arab di MDA berfungsi sebagai mata pelajaran yang yang memberikan pengetahuan dasar tentang bahasa Arab sebagai alat untuk memahami Alquran karim, Hadist nabi dan kitab-kitab lainnya serta untuk menggunakannya dalam berkomunikasi. Pelajaran bahasa Arab pada MDA berdasarkan kurikulum 1984 menggunakan pendekatan Nazhariyatul Wahdah yaitu suatu Sistem yang saling berkaitan atau berhubungan dan tidak bisa dibagi-bagi menjadi kelompok. Pendekatan Nazhariyatul Wahdah tidak hanya menekankan pelajaran kepada pengetahuan tentang bahasa tetapi menekannya kepada kemampuan menggunakan bahasa baik secara lisan maupun tulisan. Pengajaran bahasa menurut pendekatan Nazhariyatul Wahdah ada beberapa langkah yang harus dilakukan, diantaranya membaca, mufradat/kata-kata sulit, Ansilah/qawa’id, Tadribal/latihan, Tamrinal, Taujamah, Muhadsucah, Insya’. Apabila delapan langkah ini dilaksanakan dengan baik dan sempurna maka pengajaran bahasa Arab akan berhasil dengan baik. Namun, dalam pelaksanaan pengajaran bidang studi bahasa Arab di MDA belum terlaksana dengan baik. Masih terdapat banyak gejala-gejalanya, diantaranya guru kurang mempersiapkan diri sebelum mengajar, kurang berkembangnya cara dan metode mengajar guru, kurang efektifnya evaluasi yang dilaksanakan, guru tidak pernah mengajak murid berbicara dalam bahasa Arab, guru kurang memperhatikan kesiapan murid dalam mengikuti pelajaran baik fasilitas maupun mentalnya, guru hanya memakai satu buah buku pegangan, banyak murid yang tidak menguasai atau menghambat kosa kata yang telah diajarinya. Berdasarkan gejala-gejala tersebut, penulis tertarik untuk melakukan sebuah penelitian dengan judul “Pelaksanaan Pengajaran Bidang Studi Bahasa Arab di Madrasah Diniyah Awaliyah Muhammadiyah Kinali Kecamatan Kuantan Mudik”.