aminah hajah thaha, aminah hajah
Jurusan Ilmu Peternakan, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KISAMPANG (Melicope denhamii) DALAM KONSENTRASI RENDAH TERHADAP PERKEMBANGAN STADIUM LARVA-PUPA Aedes aegypti L. thaha, aminah hajah
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.693 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran vektor Dengue Hemmorhagic Fever (DHF) yaitu dengan penggunaan insektisida botani yang dapat mempengaruhi lama perkembangan dan tingkat kematian pradewasa Aedes   aegypti L. Tanaman Kisampang (Melicope denhamii) merupakan salah satu alternatif untuk pencegahan DBD. Tanaman ini mengandung zat-zat aktif yaitu alkaloid dengan komponen utama evodiamine dan rutaecarpine. Tanaman ini juga mengandung minyak atsiri (essential oil), saponin, tanin, dan flavanoid serta senyawa lain yang diduga mempengaruhi tahap perkembangan serangga. Melalui penelitian ini diharapkan bahwa tanaman Kisampang dalam konsentrasi yang lebih rendah dari penelitian-penelitian sebelumnya, masih mampu mempengaruhi tahapan perkembangan dan tingkat kematian nyamuk Aedes  aegypti L. sehingga tanaman ini masih dapat berpotensi sebagai insektisida botani. Dengan adanya upaya ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan vector nyamuk hingga mencapai tingkat dimana penularan virus epidemik tidak terjadi lagi sehingga tercapai peningkatan kesehatan masyarakat dan peningkatan produktifitas ternak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian juvenil hormon asal ekstrak daun Kisampang (Melicope denhamii) terhadap perkembangan pradewasa nyamuk Aedes aegypti L. pada konsentrasi 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan 100 ppm dalam pelarut aquades, metanol dan etanol. dengan lima kali ulangan untuk masing-masing konsentrasi dan pelarut. Pengamatan dilakukan setiap 8 jam sekali. Dari hasil analisis uji statistik ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan, diketahui ekstrak daun Kisampang (Melicope denhamii) mengandung zat-zat yang bersifat Juvenil Hormon (JH) sehingga berpengaruh terhadap Konsentrasi Juvenil Hormon (JH) dalam tubuh Aedes aegypti L, terlihat dari perkembangan waktu yang abnormal dengan adanya penambahan dan pengurangan waktu meskipun tidak memperlihatkan nilai yang signifikan. Diketahui pula bahwa tingkat kematian pada stadium larva dan pupa disebabkan efek insektisida daun Kisampang yang lebih besar dibandingkan efek JH pada tanaman tersebut.Berdasarkan persentase rata-rata keberhasilan larva dan pupa menjadi dewasa melalui interaksi antara daun Kisampang dan pelarut, diketahui bahwa  pada pelarut metanol dan etanol persentase tersebut semakin kecil seiring dengan meningkatnya konsentrasi daun Kisampang dalam pelarut. Meskipun demikian nyamuk yang telah mencapai stadium dewasa secara otomatis telah terpapar ekstrak daun Kisampang yang berarti secara fisiologis tubuh nyamuk tersebut telah tergangggu (abnormalitas).
GAMBARAN KLINIS DAN PREVALENSI SALMONELLOSIS PADA AYAM RAS PETELUR DI DESA TANETE KEC. MARITENGGAE KABUPATEN SIDRAP Thaha, Aminah Hajah
JiiP Vol 3, No 1 (2016): DESEMBER
Publisher : JiiP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salmonellosis atau yang dikenal sebagai penyakit pullorum adalah penyakit bakteri septikemik (Septicaemic bacterial diseases) yang umumnya terjadi pada ayam dan kalkun, disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Penyakit ini merupakan penyebab penularan penyakit secara vertikal dari induk ke anaknya. Vaksin yang diterapkan pada ternak unggas di lapangan saat ini masih belum efektif digunakan untuk penanggulangan penyakit ini. Salah satu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan Salmonella sp. adalah uji aglutinasi serum merupakan salah satu upaya deteksi dini mencari reaktor positif dalam suatu peternakan utamanya breeding. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2016 sampai Juni 2016, pada peternakan ayam ras petelur di Desa Tanete Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi dengan menggunakan desain cross sectional stud. Dari 72 peternakan yang kami kunjungi, seluruh peternakan tersebut menunjukkan tanda-tanda klinis pernah dan sedang terjangkit Salmonellosis. Hasil observasi menunjukkan tanda-tanda klinis berupa diare kapur dengan tingkat kejadian berulang pada layer, diare kapur pada dus DOC, dan penurunan produksi telur. Berdasarkan tanda-tanda klinis dan riwayat penyakit unggas yang dipelihara dari hasil wawancara dengan peternak, diketahui bahwa prevalensi Salmonellosis sebesar 76,39% yang berarti bahwa sebanyak 55 peternakan mulai dari periode starter hingga layer diindikasikan pernah terjangkit pullorum 
Mapping the spread of Avian Influenza Virus in Poultry at Polewali Mandar Regency, 2008-2013 Thaha, Aminah Hajah; Rauf, Juliawati; Bagenda, Isnaniah
Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) VOLUME 2 NO. 1, JANUARY 2018
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jrvi.v2i1.4352

Abstract

The spread of Avian Influenza (AI) virus have a significant impact on the decline in the bird population, economic losses, and food safety. The purpose of this study was to determine level and patterns of distribution AI in chicken at Polewali Mandar Regency, period 2008-2013. The results showed that in 2008 to 2013 cases of poultry deaths by AI has spread in 13 districts of the total 16 districts and 53 villages of the total 167 villages in Polewali Mandar Regency. It shows that 81,25% of district and 31,74% of villages in Polewali Mandar has been infected with AI.? The number of deaths of poultry caused AI period 2008 to 2013 is 49,182. The chicken that are infected native chicken, broiler, ornamental chickens (Philipin), cuckoo, rooster, and ducks. The chicken reared in backyard and commercial poultry sector 3 with the number of chicken are 10-10000. Trend increase in cases of poultry death by AI period 2008 to 2013 in Polewali Mandar generally occurs in January, February, March, July, September, November, and December.
Strategi Pengendalian Dan Pencegahan Penyebaran Virus Highly Pathogenic Avian Influenza Pada Sektor III Dan IV di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat Thaha, Aminah Hajah; Bagenda, Isnaniah
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 4, No 1 (2018): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Polewali Mandar merupakan kabupaten dengan jumlah populasi ternak unggas ayam kampung dan ayam pedaging (broiler) tertinggi di Provinsi Sulawesi Barat yaitu masing-masing sebesar 1.723.253 ekor dan 885.200 ekor. Hal inilah yang menyebabkan angka kematian unggas akibat Highly Pathogenic Avian influenza (HPAI) juga tinggi dibandingkan kabupaten lainnya. Berbagai kendala dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pengendalian dan pencegahan tersebut, sehingga menuntut pemerintah setempat untuk mengambil kebijakan yang efektif dan efisien.         Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi langkah-langkah pengendalian dan pencegahan penyebaran virus Highly Patogenic Avian influenza pada Sektor III dan IV di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Strategi Pengendalian dan Pencegahan Penyebaran Virus Highly Pathogenic Avian influenza pada Sektor III dan IV di Kabupaten Polewali Mandar yang telah diterapkan antara lain (a) Deteksi, Lapor dan Respon (DLR) Cepat, (b) Biosekuriti, (c) vaksinasi, (d) Penataan/Sanitasi Rantai Pasar Unggas, (e) Pengawasan Lalu Lintas Unggas, dan (f) Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).
Pemanfaatan Limbah Pertanian Dalam Mendukung Pengembangan Kawasan Sapi Potong Di Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar Rauf, Juliawati; Thaha, Aminah Hajah
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 4, No 1 (2018): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu daerah jumlah populasi sapi potong tertinggi di Sulawesi Barat. Wilayah ini sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong.  Untuk itu, pihak pemerintah di Provinsi Sulawesi Barat melihat potensi lahan yang yang memadai di Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar untuk pengembangan peternakan sapi potong. Tahap awal yang bisa dilakukan adalah penyediaan pakan untuk keberlangsungan hidup ternak sapi, karena itu hal yang paling pokok dalam pengembangan peternakan khususnya pada ternak sapi adalah ketersediaan  pakan  hijauan.  Namun demikian terkadang ketersediaan pakan berupa hijauan rumput masih sangat terbatas, sehingga dalam pengembangan peternakan sapi dapat diintegrasikan dengan usaha pertanian. Hal ini merupakan salah satu strategi dalam penyediaan pakan ternak melalui optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian dan limbah agroindustri pertanian.