Muh. Akhsan Akib, Muh. Akhsan
Prodi Agroteknologi Fak. Pertanian, Peternakan dan Perikanan Univ. Muhammadiyah Parepare

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

DINAMIKA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI BIOETANOL DAN DOSIS MIKORIZA Suherman, Suherman; Rahim, Iradhatullah; Akib, Muh. Akhsan; Mustafa, Marlina; Larekeng, Sitti Halimah
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.046 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bioetanol dan mikoriza terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan sebanyak tiga kali, perlakuan pertama adalah bioetanol yang terdiri dari tiga taraf konsentrasi, yaitu 0% (kontrol), 10%, dan 20%. Sedangkan perlakuan kedua adalah mikoriza yang terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa Mikoriza, 4 g.tan-1, dan 8 g.tan-1 yang dilanjutkan dengan uji duncan jika perlakuan berpengaruh nyata. Hasil percobaan menunjukkan tinggi tanaman tertinggi diperoleh dari perlakuan bioetanol 20% dan mikoriza 8 g.tan-1. Analisis ragam jumlah daun berbeda nyata (α=0.05) terhadap interaksi bioetanol dan mikoriza umur 14 hst. Pengamatan ILD diperoleh nilai tertinggi umur 43 hst pada perlakuan bioetanol 10% dan mikoriza 8 g.tan-1, sedang nilai tertinggi LAN umur 43 hst pada perlakuan kontrol, dan nilai tertinggi LTR umur 43 hst pada perlakuan bioetanol 20% dan mikoriza 8 g.tan-1. Hasil produksi tertinggi diperoleh pada perlakuan bioetanol 10% dan mikoriza 8 g.tan-1.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS. L) YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN UBI KAYU (MANIHOT ESCULENTA) PADA WAKTU TANAM YANG BERBEDA Akib, Muh. Akhsan
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.703 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (I) Mengetahui tingkat pertumbuhan tanaman jagung sebagai tanaman tumpangsari dengan waktu tanam yang berbeda pada lahan pertanaman ubi kayu, (II) Mengetahui tingkat produksi tanaman jagung sebagai tanaman tumpangsari dengan waktu tanam yang berbeda pada lahan pertanaman ubi kayu (III) Mengatahui waktu tanam tanaman tumpangsari yang dapat memberikan alternatif yang lebih baik sebagai penyangga produksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan dengan menggunakan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu jagung ditanam lebih awal 5 hari dari ubi kayu (W1), jagung ditanam lebih awal 10 hari dari ubi kayu.(W2), jagung ditanam lebih awal 15 hari dari ubi kayu (W3), jagung di tanam bersamaan dengan ubi kayu / kontrol (W4), jagung ditanam lebih lambat 5 hari dari ubi kayu (W5), jagung ditanam lebih lambat 10 hari dari ubi kayu (W6), jagung ditanam lebih lambat  15 hari dari ubi kayu (W7). Komponen yang diamati adalah komponen pertumbuhan dan komponen produksi. Hasil percobaan yang dilakukan dengan waktu tanamam jagung yang berbeda di simpulkan: (I) Pertumbuhan jagung yang baik di peroleh pada tanaman jagung yang ditanam lebih awal dari ubi kayu. (II) Produksi jagung yang tinggi di peroleh pada waktu tanam tanamam jagung yang di tanam lebih awal dari ubi kayu. (III) Waktu tanam jagung yang dapat menjadi alternatil sebagai penyangga produksi adalah waktu tanam jagung yang di tanam lebih awal 5 hari dari ubi kayu.
APLIKASI TEKNOLOGI PEMANGKASAN DAN DINAMIKA PERTUMBUHAN DAUN KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L) YANG DIBERI MULSA Akib, Muh. Akhsan; Mustari, Kahar; Ilmi, Nur; Rosalina, Resi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.893 KB)

Abstract

Suatu penelitian telah dilaksanakan selama tiga bulan di lahan sawah petani di desa Panincong, Kec. Marioriawa, Kab. Soppeng, Prov. Sulawesi Selatan, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi teknologi pemangkasan dan dinamika pertumbuhan daun kacang koro pedang (Canavalia ensiformis L) yang diberi mulsa. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial. Faktor pertama adalah pemberian mulsa terdiri dari tiga taraf yaitu: tanpa mulsa, mulsa sekam, mulsa jerami. Faktor kedua adalah pemangkasan yang terdiri dari dua taraf yaitu: tanpa pemangkasan dan pemangkasan daun. Peubah yang diamati adalah: jumlah daun, luas daun, jumlah stomata dilapisan adaxial dan abaxial daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi pemangkasan mempengaruhi dinamika pertumbuhan daun tanaman kacang koro pedang khususnya pada luas daun dan jumlah stomata pada lapisan abaxial dan adaxial daun pada tanaman kacang koro pedang sedangkan pemberian mulsa mempengaruhi dinamika pertumbuhan daun tanaman kacang koro pedang khususnya pada jumlah daun.
UTILIZATION OF VEGETABLE HYDROCOLLOID COMPOUNDS AS EDIBLE COATING MATERIAL TO EXTEND THE SHELF LIFE OF BANANAS MULI (Musa acuminata Linn.) Nurjannah, Desi; Akib, Muh. Akhsan; Ilmi, Nur
Agrotech Journal Vol 3, No 1 (2018): Agrotech Journal (ATJ)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.799 KB)

Abstract

The preserve quality, freshness and extending shelf life of fruit could be done by storing the fruits in the refrigerated room, pressurized room or by modifying the atmosphere of the room. However, this type of storage cost is quite expensive, therefore needed another solution that is fruit coating using edible coating solution made from vegetable hydrocolloids. The aims of this study were to determine the best materials type among the three types of vegetable hydrocoloid materials, namely extract Aloe vera leaves, extract Ceiba pentandra leaves and extract  Abelmoschus manihot leaves that are able to preserve the shelf life of M.acuminata fruit. This research use was a complete randomized design with four treatments, namely;  without edible coating, edible coating of extract Aloe vera leaves, edible coating of extract Ceiba pentandra leaves, and edible coating of extract  Abelmoschus manihot leaves, with three replications. The result showed that the lowest shrinkage percentage was found in edible coating of extract Aloe vera leaves with an average value of 3.43% and the highest was found in treatment without edible coating of 4.37%. At the end of observation the highest sugar content was obtained in edible coating of extract Aloe vera leaves of 20 oBrix while the lowest was in treatment without edible coating that was 16oBrix. In organoleptic test, panelists prefered edible coating of extract Aloe vera leaves with an value range of 4 or 5 equivalented with neutral or likes, and did not like of edible coating of wxtract Abelmoschus manihot leaves  with an value range of 3 or 4 equivalented with slightly dislike  or neutral. Based on the conducted observational, the edible coating of extract Aloe vera leaves was able to preserve the shelf life of M.acuminata fruit up to five days after harvesting
Plant Growth Analysis of Jack Been (Canavalia ensiformis L.) at Different Spacing to Determine the Application Time of Cutback Technology Nurmuliana, N.; Akib, Muh. Akhsan
Agrotech Journal Vol 4, No 1 (2019): Agrotech Journal (ATJ)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe growth of jack bean (Canavalia ensiformis L) is affected by genetic and environmental factors.  One of the environmental factors involved is growing space. Growing space related to each plant of areas occupied is stated by the distance between plants. A Research has been conducted as long three months in dry season with average daily temperature of 25 to 31OC on altitude of 25 to 500 meter, to determine the timing of the application of cutback technology based on an analysis of growth of jack bean plants (Canavalia ensiformis L) in different growth spaces.  The research was conducted in the trial form using a randomized block design. Variables of plants growth analysis observed is leaf area index (LAI), leaf area is computed by gravimetric method; net assimilation rate (NAR), and relative growth rate (RGR) is determined based on the dry weight of plants; in all three rooms grew, namely 75 cm x 100 cm (control), 75 cm × 75 cm and 75 cm × 50 cm, each repeated three times. The result shows that the trend of leaf area index increased at net assimilation rate (g-1.cm-2.week-1) and relative growth rate (g-1.g-1.minggu-1) decreasing at the time the plant to the age 8 weeks after planting.  The best time for the application of reduction technology to jack bean plants (Canavalia ensiformis L) in all tested growing spaces, is recommended when plants are between 7 and 8 weeks after planting