0.44
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL GALUNG TROPIKA
Intan Dwi Novieta, Intan Dwi
Prodi Ilmu Peternakan Fapetrik UMPAR
Articles
5
Documents
KUALITAS TAIWAN GRASS (PENNISETUM PURPUREUM CV. TAIWAN) PADA UMUR DEFOLIASI DAN KONSENTRASI EFFECTIVE MICROORGANISMS 4 (EM4) YANG BERBEDA

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pemeliharaan Taiwan grass dan tahap penentuan kualitas Taiwan grass.  Kualitas hijauan berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan analisis proksimat meliputi kadar protein kasar, serat kasar, kalsium dan fosfor. Dilaksanakan dalam bentuk percobaan eksperimen menggunakan Rancangan Faktorial dua faktor dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK).  Faktor pertama yaitu adalah umur defoliasi (P) yaitu 35 hari (P1), 45 hari (P2), dan 55 hari (P3). Faktor kedua adalah konsentrasi EM4 (M) yaitu tanpa pemberian EM4 (M0), 5cc EM4 /liter air (M1), dan 10 cc EM4/liter air (M2). Hasil penelitian menunjukkan umur defoliasi yang baik dilakukan adalah pada umur  55 hari dengan konsentrasi EM4 10 cc. Pada perlakuan tersebut, kandungan protein kasar 11.42; serat kasar 29.41; kandungan Ca (0,37%) dan P (0,29%).  Interaksi antara umur defoliasi (pemotongan) dan konsentrasi EM4 tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas Taiwan Grass.

KANDUNGAN KALSIUM (Ca) DAN FOSPOR (P) KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS ) SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN KONSENTRAT PADA RANSUM TERNAK DENGAN MENGGUNAKAN LAMA PERENDAMAN NaCl YANG BERBEDA

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman NaCl terhadap kandungan kalsium (Ca) dan Fospor (P)pada kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu . TO= kontrol, TI=  perendaman 1 hari, T2= perendaman 3 hari, T3= perendaman 5 hari.  perendaman kacang koro dengan menggunakan lama perendaman NaCl yang berbeda sangat nyata pada taraf 1% (P<0.01). Pada perlakuantanpa perendaman menghasilkan rata-rata kandungan kalsium 0,90%.  Adapun perlakuan padaperendaman 1 hari  dengan rata-rata kandungan kalsium 0,59%. Hal ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kadar kalsium sebanyak 0,31%. Pada hasil perlakuan selanjutnya yaitu perlakuan  perendaman 3 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,61% . Hal ini menunjukkan penurunan kandungan kalsium sebanyak 0,29% dari perlakuan  tanpaperlakuan. Adapun perlakuan perendaman 5 hari menghasilkan rata-rata 0,52%. Hal ini menunjukkan penurunan  kandungan  kalsium sebanyak  0,38%  dari perlakuan T0. perendaman kacang koro dengan menggunakan lama perendaman NaCl yang berpengaruh sangat nyata. Pada T0 tanpa perlakuan menghasilkan rata-rata 1,10%.  Perlakuan perendaman 1 hari rata-rata kandungan fospor 0,83%, ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kadar fospor sebanyak 0,27%. Pada hasil perlakuan selanjutnya yaitu perlakuan perendaman 3 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,78%,. Hal ini menunjukkan penurunan kandungan fospor sebanyak 0,32% dari  tanpaperlakuan. Adapun perlakuan perendaman 5 hari, penurunan  kandungan  fospor  sebanyak  0,33%  dari perlakuantanpaperlakuandengan nilai rata-rata kandungan fospor 0,77%.

ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK ALTERNATIF DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pakan alternatif yang berkualitas untuk ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah pertanian yaitu tongkol jagung. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kandungan nutrisi tongkol jagung setelah difermentasi dengan Aspergillus niger. Penelitian ini merupakan teknologi pakan dengan teknik fermentasi menggunakan mikroorganisme yang selanjutnya dilakukan analisis proksimat, meliputi kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), Kalsium, dan Fosfor. Penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, dengan 4 perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Keberhasilan penelitian ini diharapkan akan dapat diperoleh informasi perlakuan yang paling baik dalam fermentasi pakan dengan Aspergillus niger, dan tersedianya pakan ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah-limbah pertanian untuk menunjang program penyediaan pakan lokal. Selain itu meningkatnya profesionalisme dalam penelitian, pengembangan ilmu dan teknologi serta publikasi ilmiah serta menemukan inovasi teknologi yang dapat dengan mudah diaplikasikan kepada petani dan peternak. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 1% Aspergillus niger dengan fermentasi 8 hari menghasilkan kandungan protein kasar terbaik, yaitu 4,95%. Sedangkan kandungan serat kasar terbaik pada perlakuan fermentasi 4 hari + 1% Aspergillus niger.

EVALUASI PENURUNAN ANGKA MORTALITAS DAN MORBIDITAS AYAM PEDAGING YANG MENDAPATKAN PENAMBAHAN TEPUNG LEMPUYANG (ZINGIBER AROMATICUM VAL) DALAM RANSUM

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung lempuyang yang berbeda pada ransum  terhadap penurunan angka mortalitas  dan  morbiditas (penyebab penyakit) dari  kematian ayam pedaging tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) dengan  ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan  yaitu P0=kontrol, P1=0,5% tepung lempuyang, P2=2,5% tepung lempuyang, P3=4,5% tepung lempuyang dan P4=6,5% tepung lempuyang.  Angka mortalitas ayam pedaging pada perlakuan P0 (4 ekor),  P1 (2 ekor) P2 (0 ekor) P3 (0 ekor) dan P4 (1 ekor). P0 (control) berpengaruh sangat nyata terhadap perlakuan P1,P2,P3 dan P4. Perlakuan P1 (2 ekor) berpengaruh nyata terhadap perlakuan P0, P2, P3 tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap     perlakuan P4. Persentase morbiditas atau angka serangan penyakit adalah 7 %  (7 ekor dari 90 ekor). Penyakit yang muncul selama pemeliharaan adalah Tetelo (Newcastle Disease) yang pada akhirnya menyebabkan kematian tujuh ekor ayam pedaging. Ayam yang mati akibat penyakit Tetelo (Newcastle Disease) selanjutnya dilakukan bedah bangkai oleh dokter hewan di Dinas Peternakan Kabupaten Sidrap. Berdasarkan hasil penelitian  pemberian tepung lempuyang dalam ransum dengan dosis 2,5% dan 4,5% dapat meningkatkan kekebalan ayam pedaging dengan angka mortalitas 0%.  Sedangkan  Angka mortalitas tertinggi diperoleh perlakuan P0 yaitu 4%, dan Pemberian tepung lempuyang dengan dosis yang tepat dapat meningkatkan kekebalan ayam pedaging.

KANDUNGAN SELLULOSA, HEMISELLULOSA DAN LIGNIN PAKAN KOMPLIT BERBASIS TONGKOL JAGUNG YANG DISUBSTITUSI Azolla pinnata PADA LEVEL YANG BERBEDA

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.184 KB)

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian seperti tongkol jagung menjadi solusi untuk mengatasi masalah pakan. Azolla pinnata juga merupakan salah satu tanaman paku dan dianggap gulma oleh petani. Tanaman ini memiliki potensi sebagai pakan bagi ternak ruminansia, ketersediaan yang tinggi serta kandungan nutrisi yang cukup baik merupakan pertimbangan penggunaannya sebagai pakan ternak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan serat pada pakan yang diberi Azolla pinnata dengan level yang berbeda. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan diulang tiga kali sehingga terdapat 9 satuan percobaan. Peubah yang diamati untuk melihat respon terhadap perlakuan yang diberikan adalah kandungan sellulosa, hemisellulosa dan lignin yang dianalisis menggunakan metode analisis Van-Soest. Hasil analisis ragam pakan komplit berbasis tongkol jagung dengan penambahan Azolla sebagai pakan ternak ruminansia berpengaruh sangat nyata (P>0,05) terhadap kandungan sellulosa, hemisellulosa dan lignin. Kandungan sellulosa yang diperoleh berkisar antara 18,67% sampai dengan 22,42%. Kandungan hemisellulosa pakan komplit berkisar antara 25,60% - 28,40% sedangkan kandungan lignin berkisar antara 8,60% - 9,40%.