Abdul Azis Ambar, Abdul Azis
Prodi Agroteknologi Fapetrik UMPAR
Articles
5
Documents
PERAN BERAT MOLEKUL PROTEIN ENZIM EKSTRAKSELULER FUSARIUM OXYSPORUM FS.P. CUBENSE SEBAGAI FAKTOR VIRULENSI PADA TANAMAN PISANG

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to study the role of extracellular enzymes molecule wight on the virulence of Fusarium oxysporum f.sp. cubence (Foc).  The study was conduvted in the glass house, laboratory of plant pathology.  The isoletd used in this research are Bnt 1 and Bnt 2 from Yogyakarta, Btu 3 from Malang, Wsb 3 from Wonosobo, Lmp 3from Lampung and, Kjg 3 from Kalimantan.  Banana cultivar ambon kuning is used as tested plant.  Pathogenicity test is conducted by using hydroponic system.  The plant roots are injured with a needle and then put into filled with sterile water.  The suspension of Foc conodia is added in to plastic cup up to 106 spore/ml in concentration.  Observation of symptom was conducted at 6 week by counting the score of necrotic symptom (RDI/Rhizome Discoloration Index) on banana cob which cut horizontally.  Analysis extracelluler enzymes is done by using sodium dodecyl sulphate polycrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE).The result of pathogenicity test showed that  the virulence of six isolates of Foc is not significantly different.  Est of extracellular enzyme activity on six isolates of Foc showed that there is significant different between extracellular enzymes activity on isolates of Bnt 2, Wsb 3, Lmp 3, Kjg 3, and control but not for isolates of Bnt 1 and Btu 3.  The six isolates have protein variation both amount and type that is probably related to its patogenisity.  The result of SDS-PAGE showed that the six isolates of Foc have same protein pattern at 55,6 kDa.  Protein pattern of Bnt 1, Bnt 2, Btu 3, Wsb 3, and Lmp 3 is laid on 42.84 kDa.  Isolate of Bnt 2 has protein pattern at 36.5 kDa and Btu 3 has protein pattern at 20 kDa.  The protein pattern that approaches to the pattern of polygalacturonase is Bnt 2 at 36.5 kDa molecule wight.

ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PEMANGKASAN

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kacang koro pedang pada berbagai konsentrasi pupuk organik cair (POC) dan waktu pemangkasan.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak tiga kali. Petak utama adalah konsentrasi POC (C) terdiri dari empat taraf, yaitu: 0 ml/l air (C0), 10 ml/l air (C1), 20 ml/l air (C3) dan 30 ml/l air (C4). Sedangkan anak petak adalah waktu pemangkasan terdiri dari tiga taraf, yaitu: tanpa pemangkasan (P0), 30 hari setelah tanam (hst) (P1) dan 60 hst (P2), yang dilanjutkan dengan uji BNT jika perlakuan berpengaruh nyata.Hasil percobaan menunjukkan Indeks Luas Daun (ILD), Laju Asimilasi Netto (LAN), Laju Tumbuh Pertanaman (LTP), dan produksi tertinggi tanaman kacang koro pedang diperoleh pada konsentrasi POC 30 ml/l air. Waktu pemangkasan yang memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan dan produksi tanaman kacang koro pedang adalah 60 hst. Interaksi antara POC dan pemangkasan yang memberikan hasil terbaik adalah konsentrasi POC 30 ml/l air dan pemangkasan saat tanaman berumur 60 hst, dengan produksi 3,9 ton/ha.

IDENTIFIKASI PENYAKIT DUA VARIETAS TOMAT (LICOPERSICON ESCULENTUM MILL.) YANG TERIMBAS ASAM FUSARAT TERHADAP JAMUR PATOGEN DI KABUPATEN SIDRAP

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui indeks luas daun, gejala penyakit yang muncul akibat serangan jamur, persentase penyakit yang muncul akibat jamur, intensitas serangan jamur Fusarium Oxysporum, dan mengetahui  varietas yang tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh jamur. Percobaan dilakukan di kebun petani di Desa Cipo Takari Kabupaten Sidrap, dimulai pada bulan Juni sampai September 2013. Gejala penyakit yang muncul akibat serangan jamur yaitu penyakit bercak daun Alternaria, penyakit bercak daun Cercospora, dan penyakit busuk daun Phytopthora.

PEMANFAATAN AGENSI HAYATI DALAM MENGENDALIKAN PERTUMBUHAN PERAKARAN DAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM CABAI BESAR (Capsicum annum L)

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan perakaran dan intensitas layu fusarium pada tanaman cabai besar yang diberikan perlakuan agensi hayati. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK). Setiap percobaan diulang sebanyak 3 kali yang terdiri atas 12 unit percobaan. Penelitian terdiri dari empat perlakuak, yaitu kontrol (tanpa agensi hayati), pemberian Pseudomonas flourescens, pemberian Trichoderma sp., dan kombinasi P. flourescens dengan Trichoderma sp. Hasil rata-rata persentase serangan layu fusarium tertinggi pada perlakuan kontrol sebesar 21,19% dan terendah pada perlakuan P. flourescens sebesar 2,32%. Untuk pertumbuhan perakaran diperoleh panjang dan berat akar tertinggi pada perlakuan Trichoderma sp. Penggunaan agensi hayati dapat menekan penyakit layu fusarium dan meningkatkan pertumbuhan perakaran tanaman. Untuk menekan serangan penyakit layu fusarium sebaiknya menggunakan P. flourescens, sedangkan untuk meningkatkan pertumbuhan perakaran tanaman menggunakan Trichoderma sp.

VIRULENSI 9 ISOLAT FUSARIUM OXYSPORUM F.SP. LYCOPERSICI DAN PERKEMBANGAN GEJALA LAYU FUSARIUM PADA DUA VARIETAS TOMAT DI RUMAH KACA

Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 2 (2010): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit layu fusarium disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici (Fol), merupakan penyakitpenting tomat. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat virulensi Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici darilokasi berbeda pada varietas Roma dan Money Maker, dan perkembangan penyakit layu fusarium di rumahkaca. Penelitian ini menggunakan suspensi Fol hasil monospora (1 x 107 konidium/ml air steril) dan tomat yangberumur 4 minggu. Akar direndam dalam suspensi Fol selama 30 menit, kemudian di tanam dalam pot yangtelah berisi campuran tanah dan pupuk. Hasil uji virulensi Fol isolat (A1) dan (A2) memperlihatkan virulensitinggi pada 2 varietas tomat yaitu (78%; 75%) untuk Roma dan (92%; 85%) untuk Money Maker. Keduaperlakuan tersebut berbeda nyata dengan kontrol. Rata-rata virulensi isolat Fol pada varietas Roma lebih rendah(< 50%) dibanding varietas Money Maker (> 50%). Hasil ini mengindikasikan bahwa varietas Roma lebih tahandibanding varietas Money Maker. Hasil pengamatan untuk perkembangan gejala layu fusarium di rumah kacaberupa menguningnya kotiledon kemudian kotiledon layu, diikuti mengeringnya ujung daun pertama. Gejalaberlanjut, mengering sampai gugurnya kotiledon yang diiringi dengan awal menguningnya daun, semua ujungdaun kering dan daun menguning, dan akhirnya daun layu. Gejala lain tampak dari penelitian adalah pengerdilantanaman pada kedua varietas.Kata kunci: virulensi fol, perkembangan gejala layu, varietas tomat ABSTRACTFusarium wilt diseases caused by Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici (Fol) as important diseases ontomato. The aim of research was to know the levef of Fol virulence from 9 different origin (Centra Java, SouthSulawesi, and DI. Yogyakarta) and development of fusarium wilt diseases in green house. Monosporic colonysuspension (1x 107 conidia/ml) are used in this research. The test of virulence by pouring the monosporicsuspension of Fol isolates for 30 minutes on both varieties Roma and Money Maker were 4 weeks old. The resultshowed that A1 and A2 isolates more severity (78% and75% on Roma variety) and (92% and 85% on MoneyMaker variety) than other isolates. Amount of virulence showed Roma variety (< 50%) lower than MoneyMaker variety (> 50%). This result indicated that Roma variety more resistant than Money Maker variety. Theobservation of fusarium wilt development showed that early symptom of yellow – wilt cotyledont followed withdry of leaf tip. By the time, development of symptom was cotyledon senesence to followed yellow of leaf and theend wilt. The other symptom was inhibition of plant growth on tomato.Key words: fol virulency, development of wilt symptom, tomato variety