Articles

Food and Feeding Habits of Bilih Fish Mystacoleucus padangensis (Bleeker, 1852) In Naborsahan River, Toba Lake, North Sumatera Suryanti, Ani; Sulistiono, Sulistiono; Muchsin, Ismudi; Kartamihardja, Endi Setiadi
Journal Omni-Akuatika Vol 13, No 2 (2017): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2017.13.2.197

Abstract

The bilih fish Mystacoleucus padangensis did a migration of the lake to the river that empties into the lake to spawn. This study aimed to determine whether migratory fish bilih ate when and what kind of natural foods consumed by bilih fish in it migration habitat. The study was conducted in Naborsahan River, Toba lake, North Sumatra. Sampling was done every 1 hour using Cast net. The results showed that bilih fish keep doing the feeding activity and having diurnal when migrated. The natural food bilih fish in the river and Toba lake was same, it was the phytoplankton of the class Bacilariopiceae. Natural food bilih fish that found in it intestine were phytoplankton include Rhizosolenia, Synedra, Gonatozygon, Closterium, Surirella, Pinnularia, Oscillatroria, Melosira, Gyrosigma, Aulacoseira and Zooplankton among others Creseis, Tubifex and Daphnia. The type of natural food  that  nostly found  in bilih fish intestines were phytoplankton from the genus Synedra Bacilariopiceae with Index of Preporedance (IP) is 97.9 %. Based on the composition of the natural food that was dominated, bilih fish was categorized as the plankton feeder.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI IKAN PAYANGKA (Ophiopcara porocephala) DAN MANGGABAI (Glossgobius giurus) DI PERAIRAN DANAU LIMBOTO SULAWESI UTARA Satria, Hendra; Kartamihardja, Endi Setiadi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.2.3.1996.72-79

Abstract

Ikan payangka dan manggabai adalah ikan asli dan ekonomis penting dari Danau Limboto yang populasinya semakin menurun. Aspek biologi khususnya biologi reproduksi belum diketahui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aspek biologi reproduksi ikan payangka dan manggabai, yang meliputi fekunditas, indeks kematangan gonada, tingkat kematangan gonad, distribusi diameter telur, ukuran ikan mulai matang gonada, waktu dan tempat pemijahan.
KUALITAS AIR, PROOUKTIVITAS PRIMER, DAN POTENST PRODUKST IKAN WADUK DARfuIA UNTUK MENDUKUNG KEHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) YANG DI lNTRODUKSTKAN Tjahyo, Didik Wahju Hendro; Kartamihardja, Endi Setiadi; Purnamaningtyas, Sri Endah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.12.1.2006.1-12

Abstract

Udang galah (Macrobrachium rosernbergii) hidup di dasar perairan sedangkan kondisi kualitas air di dasar perairan waduk pada umumnya rendah sehingga kualitas air akan berpengaruh terhadap kehidupan dan pertumbuhan udang tersebut. Selain itu, ketersediaan makanan dan potensi sumber daya ikan di perairan tersebut akan menentukan keberhasilan penebaran udang galah di Waduk Darma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan kondisi kualrtas air dan potensr sumber daya ikan di Waduk Darma untuk mendukung kehidupan dan pertumbuhan udang galah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dan pengambilan contoh secara strata. Potensi produksi ikan dihitung dari produktivltas primer dan kandungan khlorofifa, sedangkan potensi produksi udang galah dihitung berdasarkan pada kelimpahan biomassa makofita sebagai makanan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Waduk Oarma, baik secara fisik, kimia, dan biologi, mendukung kehidupan dan pertumbuhan udang galah Total potensi produksi ikan dan udang berkisar antara 1 13,47 sampai dengan 306,57 ton per tahun dan minimal mampu mendukung biomassa udang 8,67 ton per tahun atau 723 kg per bulan.
STOCK ENHANCEMENT IN INDONESIAN LAKE AND RESERVOIRS FISHERIES Kartamihardja, Endi Setiadi
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 18, No 2 (2012): (December 2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ifrj.18.2.2012.91-100

Abstract

A total water surface area of lakes and reservoirs of Indonesia is 2.3 million hectares. To increase fish production in Indonesian lakes and reservoirs, fish stock enhancement were practiced. A review on fish stock enhancement in Indonesian lakes and reservoirs was conducted. Some species used in stock enhancement were reviewed, and the causes of program success or failure were analyzed in an attempt to determine the best approach for future stocking. Since 2000 the success of the project onfish stock enhancement were supported by basic research on diet, ecological niche, life cycle and behavior of the species stocked. Recent successes in fish stock enhancement are mainly determined by species which can be reproduced naturally in the water bodies. Nile tilapia (Oreochromis niloticus), Siamese cat fish (Pangasionodon hypophthalmus) and small carp (bilih, Mystacoleucus padangensis), an endemic species are the species have best performances in the increasing fish productionsignificantly. Milk fish (Chanos chanos) stock enhancement can be used to mitigate the negative impact of cage culture in the reservoir. While grass carp (Ctenopharyngodon idellus) has been successful in controlling aquatic weed, Eichhornia crassipes in some lakes. Management of fish stockenhancement including providing quality and quantity of seeds, regulating of fish catch, developin g of market system, institution and fisheries co-management have supported a steady yearly increase in yield. The governments should take the initiative in protection of genetic diversity, especially in stock enhancement of lakes inhabited by endemic and or threatened species, such as lakes in Sulawesi and Papua Island.
STRUKTUR DAN KEBIASAAN MAKAN KOMUNITAS IKAN DI ZONA LIMNETIK WADUK IR, DJUANDA, JAWA BARAT Kartamihardja, Endi Setiadi; Umar, Chairulwan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.12.3.2006.159-166

Abstract

Waduk Djuanda dengan luas permukaan air maksimum 8.300 ha termasuk perairan yeng subur (eutrolik) dan sebagian besar (80%) dari luas tersebut merupakan wilayah limnetik. Studi struktur, makanan, dan kebiasaan makan komunitas ikan di wilayah limnetik Waduk Djuanda telah dilakukan selama 1 tahun dari bulan April 2003 sampai dengan Maret 2004. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajad stalus struktur komunitas ikan dan peranan dalam memanfaatkan sumber daya pakan yang tersedia.
POPULATION DYNAMICS OF THREE SPECIES OF CYPRINIDS IN KEDUNGOMBO RESERVOIR, CENTRAL JAVA Kartamihardja, Endi Setiadi
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 1, No 1 (1995): (1995)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ifrj.1.1.1995.42-57

Abstract

A study the growth, mortality, exploitation rate and recruitment of three species ofcyprinids (Puntius gonionotus, P. bramoides and Mystacohucts marginatus) was carried out in Kedungombo reservoir, Central Java.
PERTUMBUHAN, MORTALITAS, DAN PENANGKAPAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) YANG DIINTRODUKSIKAN DI WADUK DARMA, JAWA BARAT Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Kartamihardja, Endi Setiadi; Koeshendrajana, Sonny; Satria, Hendra
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.12.2.2006.77-87

Abstract

Waduk Darma dengan luas 400 ha merupakan perairan waduk dengan tingkat kesuburan yang tinggi sehingga waduk tersebut sangat potensial untuk pengembangan perikanan tangkap Penebaran udang galah (Macrobrachium roserbergii) dl Waduk Darma dilakukan untuk memanfaatkan kesuburan perairan yang tersedia.
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN BETOK (Anabas testudineus) DI PAPARAN BANJIRAN LUBUK LAMPAM,KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Prianto, Eko; Kamal, Mohammad Mukhlis; Muchsin, Ismudi; Kartamihardja, Endi Setiadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 6, No 3 (2014): (Desember 2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.6.3.2014.137-146

Abstract

Ikan betok (Anabas testudineus) adalah salah satu jenis ikan ekonomis penting yang dihasilkan dari perairan paparan banjiran. Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji beberapa aspek biologi reproduksi ikan betok di paparan banjiran Lubuk Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir dilakukan pada bulan Nopember 2012-Oktober 2013. Sampel ikan ditangkap setiap bulanmenggunakan alat tangkap jaring dan bengkirai.Analisis data meliputi sebaran frekuensi ukuran panjang, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertamakali matang gonad, potensi reproduksi dan pola reproduksi. Jumlah sampel ikan betok yang diperoleh sebanyak 540 ekor, terdiri dari 187 ekor ikan jantan dan 353 ekor ikan betina, dengan kisaran panjang ikan betina antara 27-224 mm dan ikan jantan antara 48-243 mm. Rasio kelamin ikan jantan dan betina adalah 0,53 : 1. Tingkat kematangan gonad (TKG) ikan jantan dan betina yang paling banyak ditemui adalah TKG I dengan frekuensi tertinggi pada ukuran 116-132 mm dan 114-129 mmmasing-masing berjumlah 34 dan 33 ekor. Perkembangan tingkat kematangan gonad ikan betok dipengaruhi oleh perubahan tinggimuka air secara musiman. Indek kematangan gonad ikan jantan pada TKGIV berkisar 1,3-15,0%dan ikan betina berkisar antara 1,2 17,1%. Ukuran pertama kali matang gonad ikan betina adalah pada panjang total 160 mm dan ikan jantan pada panjang total 177 mm. Fekunditas ikan betok berkisar antara 224–182.736 butir dengan diameter telur berkisar antara 0,465-1,026 mmdengan pola pemijahan secara sebagian. Climbing perch, Anabas testudineus is a dominant commercial fish inhabit floodplain area of Lubuk Lampam, Ogan Komering Ilir Regency. A study aimed to investigate some aspects of the reproductive biology of climbing perch has been conducted at floodplain of Lubuk Lampam, Ogan Komering Ilir regency from November 2012 to October 2013. Fish sampling was conducted every month using nets and bamboo trap. The data analysis includes lenght frequency distribution, sex ratio, the gonado maturity, gonado somatic index, the size at first maturity, fecundity and reproductive patterns. Climbing perch sample amounted of 540 specimen compose of 187 males and 353 females, with the lenght frequency between 27-224 mm (female) and 48-243 mm (male). Sex ratio of the male and female of the climbing perch was 0,53 : 1. The gonado maturity of male and female are mostly at the first level with the highest frequency between 116-132 mm and 114-129 mm, equivalent to 34 and 33 specimen, respectively. The development of gonado maturity of climbing perch was influenced by seasonally of water level fluctuation. Gonado somatic index of maturity of male and female range 1.3-15.0% and 1.2 -17.1%, respectively. The size at the first maturity of the female was 160 mm lenght and of the male was 177 mm lenght. The fecundity ranges 224 to182,736 eggs with the egg diameter ranges 0.465-1.026 mm and the climbing perch was classified into partially spawner.
EVALUASIKEBERHASILANPENEBARANIKANBANDENG(Chanos chanos) DIWADUK IR. H. DJUANDA Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Purnamaningtyas, Sri Endah; Kartamihardja, Endi Setiadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 4 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.3.4.2011.231-237

Abstract

Waduk Ir. H. Djuanda mempunyai potensi pengembangan budi daya ikan yang tinggi, dan pertumbuhan budi daya tersebut berkembang sangat pesat. Perkembangan yang pesat tersebut sangat berdampak pada penurunan kualitas air dan mendorong peningkatan kelimpahan plankton yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pemerintah melakukan penebaran ikan bandeng (Chanos chanos) pada bulan Juli sampai Agustus 2008 sebanyak 2.116.000 ekor benih dalam upaya menanggulangi kelimpahan plankton yang tinggi dan sekaligus meningkatkan produksi ikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan penebaran ikan bandeng di Waduk Ir. H. Djuanda, Purwakarta, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan setiap bulan pada periode bulan Juli 2008 sampai Januari2009. Pengamatan dilakukan denganmetode teratifikasi dengan enamtitik stasiun pengamatan. Evaluasi keberhasilan penebaran ikan bandeng dievaluasi kemampuan memanfaatkan kelimpahan plankton, pertumbuhannya, dan dapat tertangkap kembali.Hasil analisis kebiasaanmakan, ikan bandeng mempunyai kemampuan yang tinggimemanfaatkan kelimpahan plankton di perairan tersebut, dan ikan ini mempunyai laju pertumbuhan yang sangat cepat (K=3.381 dengan L”=45 cm). Ikan bandeng ini dapat tertangkap kembali oleh nelayan setempat pada bulan September 2008 sampai Pebuari 2009 dan juga secara tidak langsung mampu memperbaiki kualitas perairanWaduk Ir. H. Djuanda. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan dampak penebaran ikan bandeng untuk memperbaiki kualitas perairan dan peningkatan kesejahteraan nelayan, maka perlu dilanjutkan penelitian strategi penebaran ikan bandeng dan penguatan kelembagaan nelayan yang ada. Ir. H. Djuanda Reservoir has high potency in developing of fish culture, that the growth has developed very fast. The fast growth of fish culture affected the degradation of water quality and push increasing of plankton abundance. Therefore, government conduct stocking of bandeng on July until August 2008 as much 2,116,000 individual as on effort of overcoming of plankton bloom and increasing of fish production. The aim of this study is to evaluate the successfulness of fish stocking of bandeng (Chanos chanos) in Ir. H. Djuanda Reservoir, Purwakarta, and West Java. The research was conducted every month at period of July 2008 until January 2009. Observation was done by sampling stratification method at 6 point of observation station. Evaluation of successfulness fish stocking base on the ability using of plankton, the growth and percentage of recaptured. The result should that bandeng have high ability inusing of plankton in waters as a feed (97.8%), and this fish had high growth rate (K=3.381 and L”=45 cm). This fish could be recaptured by local fisherman in September 2008 until February 2009. Beside, this bandeng stocking indirectly have been able to improve waters quality of Ir. H. Djuanda Reservoir. Therefore, the effort of increasing impact of bandeng stocking improved waters quality and improvement of fisherman prosperity, thus require to be continued of bandeng stocking and reinforcement institute of local fisherman.
HABITAT PEMIJAHAN DAN ASUHAN IKAN BILIH Mystacoleucus padangensis (Bleeker, 1852) DI SUNGAI NABORSAHAN, DANAU TOBA, SUMATERA UTARA Suryanti, Ani; Sulistiono, Sulistiono; Muchsin, Ismudi; Kartamihardja, Endi Setiadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 9, No 1 (2017): (April, 2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.9.1.2017.33-42

Abstract

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan salah satu ikan dari famili cyprinidae yang melakukan ruaya pemijahan dari danau menuju sungai. Habitat pemijahan dan asuhanikan bilih perlu dikaji sebelum melakukan upaya pemulihan kembali ikan bilih di Danau Toba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui habitat pemijahan dan habitat asuhan ikan bilih. Habitat pemijahan ditentukan berdasarkan jumlah ikan matang gonad dan habitat asuhan diidentifikasi berdasarkan keberadaan juvenil ikan bilih di Sungai Naborsahan, Danau Toba Sumatera Utara. Pengambilan sampel ikan bulanan (April 2013 sampai Mei 2014) dilakukan di enam stasiun yang ditentukan berdasarkan karakteristik sungai dan habitat ikan bilih. Ikan bilih matang gonad (siap mijah) dapat ditemukan di semua stasiun penelitian. Seluruh lokasi penelitian merupakan habitat pemijahan ikan bilih. Juvenil ikan bilih hanya ditemukan di stasiun 3, 4, 5 dan 6. Oleh karena itu, diduga stasiun 1 dan 2 merupakan daerah pemijahan bagi ikan bilih sedangkan stasiun 3, 4, 5, dan 6 merupakan daerah pemijahan sekaligus juga daerah asuhan ikan bilih.Bilih fish (Mystacoleucus padangensis) is a species of the Cyprinidae family that have migration pattern from the lake to the river for spawning purpose. Spawning and nursery ground of bilih fish needs to be assessed before making a recovery effort of bilih fish in Lake Toba. The purpose of this study was to determine the nursery and spawning ground of bilih fish. Spawning ground is determined based on the number of mature gonad fishes and the nursery ground identified based on the presence of juvenile fishes in the Naborsahan River, Toba Lake, North Sumatra. The montly samples (April 2013 to May 2014) were collected from six stations that was determined based on the characteristics of the river and bilih fish habitat . The results showed that the mature gonad fish can be found at all research stations. The entire study sites are spawning habitat of bilih fish. The juvenile  was found at the stations 3, 4, 5 and 6. This phenomena suggests that the stations 1 and 2 possibly were only a spawning ground while the stations 3, 4, 5, and 6 were both the spawning and nursery ground of bilih fish.