Rossi Hamzah, Rossi
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL EKSTRAKSI SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN DATA SATELIT LANDSAT 8 STUDI KASUS: TELUK LAMPUNG (DEVELOPMENT MODEL OF SEA SURFACE TEMPERATURE EXTRACTION USING LANDSAT- 8 SATELLITE DATA, CASE STUDY: LAMPUNG BAY) Arief, Muchlisin; Adawiah, Syifa W.; Parwati, Ety; Hamzah, Rossi; Prayogo, Teguh
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.585 KB)

Abstract

Teluk Lampung merupakan daerah yang banyak memiliki keramba ikan kerapu, yang mana kualitas dan kuantitas airnya menjadi perhatian utama. Kualitas air ditentukan oleh faktor biologi, kimia, dan fisika. Salah satu parameter fisik adalah temperatur/suhu air. Banyak metode penentuan Suhu Permukaan Laut (SPL) menggunakan data satelit resolusi spasial menengah yang diturunkan dari satu band infra merah. Originality dari penelitian ini menggunakan fungsi yang diperoleh dari hasil korelasi antara temperatur pengamatan dengan temperatur kecerahan dari dua band infra merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pemodelan algoritma baru guna mengestimasi SPL menggunakan band 10 dan band 11 dari data satelit Landsat-8. Algoritma model ekstraksi SPL diperoleh melalui 3 tahapan, yaitu: Pertama melakukan koreksi geometrik dan mengkonversi nilai digital number ke nilai radiansi. Kedua adalah menghitung nilai temperatur kecerahan serta mengamati inteval temperaturnya. Kemudian mengkorelasikan temperatur pengukuran dengan temperatur kecerahan dari band 10 dan band 11, maka diperoleh persamaan polinomial orde 3 dalam 2 dimensi. Ketiga mengkorelasikan temperatur pengamatan in situ dengan temperatur kecerahan dari band 10 dan band 11 secara bersamaan (dalam 3 dimensi). maka diperoleh persamaan fungsi korelasi polinomial orde 3 dalam 3 dimensi. Fungsi untuk estimasi SPL adalah: T(X10,X11).= ?anXn10+bnXn11, yang mana koefisien/konstanta dari setiap orde ditentukan dari perkalian antara hasil perbandingan interval temperatur kecerahan (band 10 dan band 11) dengan konstanta setiap orde dari persamaan polinomial dalam 2 dimensi. Berdasarkan perbandingan antara temperatur hasil perhitungan dengan temperatur pengamatan, model estimasi SPL ini mempunyai kesalahan (RMSE) sebesar 21,15 % atau mempunyai ketelitian/akurasi sebesar 78,85 %.Kata-kunci: Algoritma, Landsat-8, Ekstraksi, Radiansi, Kecerahan temperatur, Polinomial, Suhu permukaan laut, Teluk Betung
PENGEMBANGAN METODE PENDUGAAN KEDALAMAN PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN DATA SATELIT SPOT-4 STUDI KASUS: TELUK RATAI, KABUPATEN PESAWARAN (METHODE DEVELOPMENT FOR SHALLOW WATER DEPTH BATHYMETRIC ESTIMATION USING SPOT-4 SATELLITE DATA, A CASE STUDY: RATAI BAY, PESAWARAN DISTRICT) Arief, Muchlisin; Hastuti, Maryani; Asriningrum, Wikanti; Parwati, Ety; Budiman, Syarif; Prayogo, Teguh; Hamzah, Rossi
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 10 No. 1 Juni 2013
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.22 KB)

Abstract

Pendugaan batimetri perairan dangkal menggunakan data satelit penginderaan jauh semakin umum dilakukan. Namun, ketika metode tersebut diimplementasikan untuk wilayah dengan lingkungan yang berbeda, maka hasilnya menunjukkan adanya penyimpangan. Untuk meminimalkan penyimpangan tersebut, maka dilakukan penggabungan informasi diperoleh dari pengukuran lapangan dengan nilai reflektansi citra satelit SPOT-4. Pada makalah ini diusulkan pengembangan metode pendugaan kedalaman perairan didasarkan pada fungsi korelasi antara nilai kedalaman dari hasil pengukuran langsung menggunakan alat “handheld echo-sounder” dengan penjumlahan resultante nilai reflektansi (band1 dan band3). Algorithma pendugaan batimetri di perairan dangkal di Teluk Ratai terdiri dari metode thresholding dan fungsi korelasi. Nilai threshold (T) untuk kedalaman 0.5 meter ditentukan dari pengamatan grafik fungsi korelasi polynomial ordre lima dan besarnya adalah 0.35
INTERPOLATION METHODS FOR SEA SURFACE HEIGHT MAPPING FROM ALTIMETRY SATELLITES IN INDONESIAN SEAS Hamzah, Rossi; Prayogo, Teguh
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.178 KB)

Abstract

Altimetry satellite data, has a very low spatial resolution for using in determine fishing ground area. With very low spatial resolution is required interpolation method that can mapped Sea Surface Height (SSH) with a good result. SSH data from Global Near Real Time from AVISO, mapped in geographic projection and interpolated with Inverse Distance Weighting (IDW) and Ordinary Krigging method. This interpolation method are expected to know which the good method for mapped SSH data in resulting better information. The results of statistical calculation shows that RMSE value and standar deviations from kriging method is smaller than IDW method.
METODE PENENTUAN TITIK KOORDINAT ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN PELAGIS BERDASARKAN HASIL DETEKSI TERMAL FRONT SUHU PERMUKAAN LAUT Hamzah, Rossi; Marpaung, Sartono; Prayogo, Teguh
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 2 Desember 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.184 KB)

Abstract

Information points coordinate of potential fishing zones (PFZ) is required by user that to be more effective in conducting fishing operation. The results of thermal front detection using single image edge detection (SIED) asshape contour lines. This research aims to determine points coordinate for potential fishing zone based on detection of thermal fronts sea surface temperatures.To determine point coordinate performed segmentation on detection result according to size fishnet grid. Contour line contained in each grid is a polygon shape.Centroid of each polygon is point coordinate of PFZ. The result of sea surface temperature data processing from Terra/Aqua MODIS and Suomi NPP VIIRS satellitesindicates that method of determination the centroid of polygon is very effective in determining the point coordinate of PFZ. Using that method the processing stages of satellite data to be faster, more efficient and practical due to the information of PFZ is already as points coordinate.Abstrak Informasi titik koordinat zona potensi penangkapan ikan (ZPPI) sangat diperlukan oleh pengguna agar lebih efektif dalam melakukan operasi penangkapan ikan. Hasil deteksi termal front menggunakan metode Single Image Edge Detection (SIED) dalam bentuk garis kontur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan titik koordinat ZPPI berdasarkan hasil deteksi termal front suhu permukaan laut. Untuk menentukan titik koordinat dilakukan segmentasi hasil deteksi sesuai ukuran fishnet grid. Garis kontur yang terdapat dalam setiap grid merupakan bentuk poligon. Pusat geometri dari setiap poligon merupakan titik koordinat ZPPI. Hasil pengolahan data suhu permukaan laut dari satelit Terra/Aqua MODIS dan Suomi NPP VIIRS menunjukkan bahwa metode penentuan pusat geometri poligon sangat efektif dalam menentukan titik koordinat ZPPI. Dengan menggunakan metode tersebut tahap pengolahan data satelit menjadi lebih cepat, efisien dan lebih praktis karena informasi ZPPI sudah dalam bentuk titik koordinat.
UTILIZATION OF MULTI TEMPORAL SAR DATA FOR FOREST MAPPING MODEL DEVELOPMENT Trisakti, Bambang; Hamzah, Rossi
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.627 KB)

Abstract

Utilization  of  optical  satellite  data  in  tropical  region  was  limited to  free  cloud  cover. Therefore, Synthetic  Aperture  Radar  (SAR)  becomes  an  alternative  solution  for  forest  mapping  in Indonesia due to its capability to penetrate cloud. The objective of this research was to develop a forestmapping model based on multi temporal SAR data. Multi temporal ALOS PALSAR data for 2007 and 2008  were  used  for  forest  mapping,  and  one  year  mosaic  LANDSAT  data  in  2008  was  used  as references  data  to  obtain  training  sample  and  to  verify  the  final  forest  classification.  PALSAR processing was done using gamma naught conversion and Lee filtering. Samples were made in forest and  water  area, and  the  statistical  values  of the  each  object  were  calculated.  Some  thresholds  were determined  based  on  the  average  and  standard  deviation,  and  the  best  threshold  was  selected  to classify forest and water in 2008. It was assumed that forest could not change in 1-2 years period. The classification of forest, water, and the change were combined to produce final forest in 2008, and then it was visually verified with mosaic LANDSAT in 2008. The result showed that forest, water, and the change  could  be  well  classified  using  threshold  method.  The  forest  derived  from  PALSAR  was visually  consistent  with  forest  appearance  in  LANDSAT  and  forest  produced  from  INCAS.  It  has better performance than forest derived from INCAS for separating oil palm plantation from the forest.
FISHPOND AQUACULTURE INVENTORY IN MAROS REGENCY OF SOUTH SULAWESI PROVINCE Marini, Yennie; Emiyati, -; Prayogo, Teguh; Hamzah, Rossi; Hasyim, Bidawi
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.245 KB)

Abstract

Currently, fishpond aquaculture becomes an interesting business for investors because of its profit,  and  a  source  of  livelihood  for  coastal  communities.  Inventory  and  monitoring  of  fishpond aquaculture provide important baseline data to determine the policy of expansion and revitalization of the fishpond. The aim of this research was to conduct an inventory and monitoring of fishpond area inMaros regency of South Sulawesi province using Satellite Pour l’Observation de la Terre (SPOT -4) and Advanced Land Observing Satellite (ALOS) Phased Array type L-band Synthetic Apeture Radar (PALSAR). SPOT image classification process was performed using maximum likelihood supervised classification  method and  the  density  slice  method  for ALOS  PALSAR.  Fishpond  area  from  SPOT data was  9693.58  hectares  (ha),  this  results  have  been  through  the  process  of  validation  and verification by the ground truth data. The fishponds area from PALSAR was 7080.5 Ha, less than the result  from  SPOT  data.  This  was  due  to  the  classification  result  of  PALSAR  data  showing someobjects around fishponds (dike, mangrove, and scrub) separately and were not combined in fishponds area  calculation.  Meanwhile, the  result  of  SPOT -4  image  classification  combined object  around fishponds area.