Dhimas Wiratmoko, Dhimas
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

GROWTH PROFILE ANALYSIS OF OIL PALM BY USING SPOT 6 THE CASE OF NORTH SUMATRA

International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.037 KB)

Abstract

Oil Palm (Elaeis guineensis Jack.) is one of the world’s most important tropical tree crops. Its expansion has been reported to cause widespread environment impacts. SPOT 6 data is one of high resolution satellite data that can give information more detail about vegetation and the age of oil palm plantation. The objective of this study was to analyze the growth profile of oil palm and to estimate the productivity age of oil palm. The study area is PTP N 3 in Tebing Tinggi North Sumatera Indonesia.  The method that used is NDVI analysis and regression analysis for getting the model of oil palm growth profile. Data from the field were collected as the secondary data to build that model. The data that collected were age of oil palm and diameters of canopy for every age.   Results indicate that oil palm growth can be explained by variation of NDVI with formula y = -0.0004x2 + 0.0107x + 0.3912, where x is oil palm age and  Y is NDVI of SPOT, with R² = 0.657. This equation can be used to predict the age of oil palm for range 4 to 11 years with R2 around 0.89.

PENGHITUNGAN INDEKS VEGETASI CITRA WORLDVIEW-2 UNTUK ESTIMASI PRODUKSI KELAPA SAWIT

Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 3 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1499.494 KB)

Abstract

Pemanfaatan penginderaan jauh yang diintegrasikan dengan faktor lingkungan untuk estimasi produksi melalui penghitungan index vegetasi Citra Worldview-2 telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh : 1) nilai indeks vegetasi Red Edge Normalized Different Vegetation Index (RENDVI) dan Chlorophyll Index Red Edge (CIRE ); 2) RE hubungan masing-masing nilai indeks vegetasi dengan produktivitas tanaman kelapa sawit; 3) persamaan estimasi produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa penentuan indeks vegetasi RENDVI [(λNIR -λRED EDGE)/(λNIR +λRED EDGE)] dan NIR RED EDGE NIR RED EDGE CIRE = [(λNIR /λRED EDGE)-1]. Estimasi produksi dilakukan NIR RED EDGE dengan regresi linier dan regresi linier berganda. Regresi linier melibatkan produktivitas (kg/ha/bulan) sebagai faktor dependen, sedangkan indeks vegetasi digunakan sebagai faktor independen. Regresi linier berganda digunakan dengan melibatkan faktor vegetatif (umur tanaman, jumlah pohon per ha, dan LAI), faktor lingkungan (persen liat, indeks kesuburan tanah, ketinggian tempat, dan keseimbangan air), dan transformasi indeks vegetasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) hasil transformasi indeks vegetasi RENDVI diperoleh -1 sampai dengan 0,493 dengan rerata 0,30, sedangkan CIRE -1 sampai dengan 1,845 dengan rerata 0,85; 2) Transformasi indeks vegetasi RENDVI dan CIRE memiliki hubungan linier positif dengan produksi dengan nilai hubungan yang rendah (rRENDVI = RENDVI 0,355 dan rCIRE = 0,354). 4). Estimasi produksi yang CIRE diperoleh dari indeks vegetasi RENDVI dan CIRE memiliki hasil yang hampir sama (r=0,763). Akurasi model estimasi menggunakan indeks vegetasi yang diintegrasikan dengan faktor lingkungan diperoleh secara keseluruhan lebih dari 90% pada bulan berjalan.