Articles

Found 5 Documents
Search

ALJABAR-C* DAN KEUNIKAN NORM C* Ikhwanudin, Trisno
SCIENCE TECH: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.581 KB) | DOI: 10.30738/science tech.v3i2.1619

Abstract

Misalkan A sebuah aljabar Banach*. A disebut aljabar-C* jika memenuhi identitas: , untuk setiap . Pada tulisan ini akan dibahas sifat – sifat aljabar-C* beserta contoh dan keunikan normnya.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMBANGUN KARAKTER BANGSA Ikhwanudin, Trisno
UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.658 KB)

Abstract

Masyarakat Cirebon sangat familier dengan pesan atau wasiat dari Sunan Gunung Jati. Pesan tersebut berbunyi sebagai berikut: ”Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin”. Dalam artikel ini didiskusikan makna dari pesan atau wasiat tersebut dalam perspektif Pendidikan Matematika dan Pendidikan Karakter. Dalam Pendidikan Matematika pesan ini akan dielaborasi dalam konsep barisan dan formula sedekah sedangkan dalam pendidikan karakter pesan ini akan dilihat dari perspektif sikap spiritual dan sikap sosial. Melalui perspektif ini, pendidikan matematika dan karakter di sekolah diharapkan dapat dikaitkan dengan local wisdom sehingga kegiatan pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Pengembangan Model Diklat Interaksi dan Komunikasi Anak dengan Autisme Ikhwanudin, Trisno
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.2 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i1.1043

Abstract

This research is motivated by the need for the design and implementation of training model for the development of interaction and communication of children with autism that is effective according to the needs of the institution and the field. The formulation of the problem is "what kind of training model that suits the needs of teacher competence improvement in developing interaction and communication skills of children with autism disorder?". This research uses Research and Development (R & D) model of Dugan Laird model. This research uses purposive sampling which involves all respondents of alumni of related training. Data were analyzed using t-test and qualitative analysis. The conclusions are: (1) based on the result of the test on the data of the alumni of training perception on his own competence and the implementation of the training result in their schools, the result of the test shows that the autistic training conducted in Bandung is more effective than the previous two training, Medan and Semarang training. (2) The resulting training design model is assumed to be more effective than the previous training design because it has the clarity of the program structure and its evaluation system.
MODEL PENDAMPINGAN GURU DALAM MENGHADAPI PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL MATEMATIKA DI SEKOLAH INKLUSIF Ikhwanudin, Trisno
PRISMA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal PRISMA Volume VI, No 2 tahun 2017
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memandang strategisnya posisi ujian nasional, khususnya dalam mata pelajaran matematika, dirasakan perlu dikembangkan suatu model pendampingan guru dalam menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional pada mata pelajaram Matematika di Sekolah Inklusi. Model pendampingan guru ini diawali dengan proses tes diagnostik kepada siswa kelas XII atau kelas 3 SMA Inklusi. Selanjutnya hasil tes diagnostik akan dikomunikasikan dengan guru matematika sekolah bersangkutan. Hasil tes diagnostik itu memuat kekuatan dan kelemahan siswa, dalam arti pokok bahasan/sub pokok bahasan apa saja yang dikuasai dan kurang dikuasai oleh siswa. Selanjutnya berdasarkan kelemahan siswa tersebut dilakukan treatmen terhadap guru. Dalam kegiatan treatmen tersebut, guru diberi input materi tentang metode atau strategi pembelajaran untuk menyelesaikan masalah/soal pada pokok bahasan yang kurang dikuasai oleh siswa. Selanjutnya guru mengaplikasikan metode atau strategi tersebut di kelas. Dalam kurun waktu tertentu, siswa diuji kembali dengan soal yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Ujian Nasional dan proses diatas berulang kembali sebanyak 2 – 3 putaran sebelum pelaksanaan Ujian Nasional. Kata Kunci: Model pendampingan guru, Ujian Nasional, Tes diagnostik, Treatmen
Pengembangan Model Pembelajaran Konsep Bilangan Bagi Anak Dengan Mathematics Learning Disability di Sekolah Dasar Inklusi Suwangsih, Erna; Putri, Hafiziani Eka; Widodo, Suprih; Ikhwanudin, Trisno
IndoMath: Indonesia Mathematics Education Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.827 KB) | DOI: 10.30738/indomath.v1i1.2092

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model-model pembelajaran matematika yang efektif bagi siswa dengan kesulitan belajar matematika di sekolah inklusi.  Rumusan masalahnya yaitu “Bagaimanakah model pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu anak kesulitan belajar matematika dalam memahami konsep bilangan?”. Penelitian ini menggunakan metoda Reseach and development (R&D). Data penelitian diperoleh dari hasil tes siswa dan pengamatan interaksi siswa dan guru. Penelitian ini menghasilkan model desain pembelajaran matematika bagi siswa dengan kesulitan belajar. Kesimpulan yang dihasilkan yaitu: (1) Model pembelajaran matematika dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang penjumlahan dan pengurangan tiga angka, karena secara umum prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran berbeda secara signifikan. (2) Pembelajaran yang berlangsung lebih terpusat pada siswa (student centre), karena aktivitas siswa lebih besar dari pada aktivitas guru. (3) Penggunaan keterampilan alat peraga Matematika siswa meningkat dari pertemuan satu ke pertemuan dua. (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran Matematika bersifat positif.