Metti Verawati, Metti
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

GAMBARAN STRES DAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI TINGKAT AKHIR Di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo Tyas, Dwi Rohmaning; Verawati, Metti; Nurhayati, Tetik
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractStress has influential effect for one’s condition. It can lead to mental stress, behavior change, interaction and social problems, and physical problem, including menstrual cycle. This present article aims to analyze final-year female students’ stress and their menstrual cycle. This present study is a descriptive qualitative study. The population of the study includes 76 female students taking their final year study. 43 respondents in this study are selected by using purposive sampling technique. The instruments used are questionnaire and the results are presented by using percentage. The result of the study of 43 respondents is decoded into two, the stress and menstrual cycle. Related to the stress, it is found that 3 respondents (6.9%) have normal stress level, 9 respondents (20.8%) experience mild stress, 27 respondents (62.7%) has moderate stress level, and 4 respondents (9.2%) experience severe stress. Meanwhile, for the menstrual cycle, it is found that there is no respondent that has amenorrhea menstrual cycle, (18.5%) respondents have polymenorrhea menstrual cycle, (32.4%) respondents have normal menstrual cycle, and (46.4%) respondents has oligomenorrhea menstrual cycle.                 From the results of the study it can be concluded that 16 respondent (37,2%) has moderate stress level and oligomenorrhea menstrual cycle which will adversely affect the female student. Referring to the results of this study, the next researcher is expected to follow up on the influence of stress levels on changes in menstrual cycle patterns.Keywords: Analysis, Stress, Menstrual cycle AbstrakStressor dapat mempengaruhi semua bagian dari kehidupan seseorang, menyebabkan stres mental, perubahan perilaku, masalah-masalah dalam interaksi dengan orang lain dan keluhan-keluhan fisik salah satunya gangguan siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stres dan siklus menstruasi pada mahasiswi tingkat akhir.Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah populasi 76 responden.Jumlah sampel 43 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling yang disajikan dalam bentuk prosentase.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner.Hasil penelitian terhadap 43 responden menunjukkan bahwa mengenai masalah stres dan siklus menstruasi, sebagian kecil atau 3 responden (6.9%) mengalami tingkat stres normal, sebagian kecil atau 9 responden (20.8%) mengalami tingkat stres ringan, sebagian besar atau 27 responden (62.7%) mengalami tingkat stres sedang, dan sebagian kecil atau 4 responden (9.2%) mengalami tingkat stres berat dan untuk hasil penelitian siklus menstruasi tidak satupun (0%) atau 0 responden mengalami siklus menstruasi amenore, sebagian kecil (18.5%) atau  responden mengalami siklus menstruasi polimenore, hampir setengahnya (32.4%) atau  14 responden mengalami siklus menstruasi normal, dan hampir setengahnya (46.4%) atau 20 responden mengalami siklus menstruasi oligomenore.            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hampir setengahnya atau 16 responden (37,2%) mengalami stres sedang dan siklus menstruasi oligomenore yang akan berpengaruh buruk kedepannya bagi mahasiswi tersebut. Mengacu pada hasil penelitian ini, diharapkan peneliti selanjutnya untuk menindaklanjuti tentang pengaruh tingkat stres terhadap perubahan pola siklus menstruasi.Kata kunci : gambaran, stres, siklus menstruasi
The Relationship Between Mother Behavior Using Milk Bottle with Gastroenteritis Infant Hikmawati, Rifiana; Verawati, Metti
Journal of Ners and Midwifery Vol 2, No 1 (2015): Journal of Ners and Midwifery
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.937 KB) | DOI: 10.26699/jnk.v2i1.ART.p043-049

Abstract

Introduction The wrong way to use a bottle of milk can cause bacteria to grow. Of the growthof bacteria in a bottle can interfere with the baby’s digestive system, it can even cause diarrhea in infantsor toddlers. The aim of this study were: to analyze the relationship maternal behavior in the use ofbottles of milk with diarrhea. Methods, research design used in the study is correlational and crosssectional approach. To determine the relationship of maternal behavior in using milk bottle with incidenceof diarrhea in infants with a nominal scale can be searched by using the Chi-Square Test Statistics.Results, Results of chi square analysis obtained x2 x2 count of 4.6 and Table 3.84. So count e” x2 ofx2 tables acceptable means Ha Ho is rejected, it shows no association between maternal behavior in theuse of the bottle with the incidence of diarrhea in infants. Discussion, hoped for the nursing professionnot only serve the clinical aspects (curative and rehabilitation), but needs to be developed for promotiveand preventive efforts in an attempt to prevent the occurrence of diarrhea
The Relationship Between Mother Behavior Using Milk Bottle with Gastroenteritis Infant Hikmawati, Rifiana; Verawati, Metti
Journal of Ners and Midwifery Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.937 KB) | DOI: 10.26699/jnk.v2i1.ART.p043-049

Abstract

Introduction The wrong way to use a bottle of milk can cause bacteria to grow. Of the growthof bacteria in a bottle can interfere with the baby’s digestive system, it can even cause diarrhea in infantsor toddlers. The aim of this study were: to analyze the relationship maternal behavior in the use ofbottles of milk with diarrhea. Methods, research design used in the study is correlational and crosssectional approach. To determine the relationship of maternal behavior in using milk bottle with incidenceof diarrhea in infants with a nominal scale can be searched by using the Chi-Square Test Statistics.Results, Results of chi square analysis obtained x2 x2 count of 4.6 and Table 3.84. So count e” x2 ofx2 tables acceptable means Ha Ho is rejected, it shows no association between maternal behavior in theuse of the bottle with the incidence of diarrhea in infants. Discussion, hoped for the nursing professionnot only serve the clinical aspects (curative and rehabilitation), but needs to be developed for promotiveand preventive efforts in an attempt to prevent the occurrence of diarrhea
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG MULTIPLE INTELLIGENCES PADA ANAK DI TK BATIK BAKTI PONOROGO Agustin, Very; Muftiana, Elmie; Verawati, Metti
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractMultiple intelligences are descriptive studies how an individual uses his or her intelligence to analyze the problems by providing new options. However, parents mostly tend to think that smart children are those who get a perfect score for each subject at school without considering another capability. This study reveals parents’ knowledge towards children’s multiple intelligences in TK Batik Bakti Ponorogo.The design of the study is a descriptive study by using total sampling technique. There are 42 parents used as the sample of the study. Questionnaire is utilized to collect the data from all parents in TK Batik Bakti Ponorogo. Thus, the data are analyzed by using percentage. The results of the study shows that there are 32 of 42 respondents (76.2%) have good knowledge, while one respondent (2.4%) has much knowledge of children’s multiple intelligence. In addition, nine respondents (21.4%) have low knowledge towards children’s multiple intelligences.Based on the highest percentage result, 32 respondents (76.2%), there should be a future research to study parents’ attitude on how to develop children’s multiple intelligences. Keywords: knowledge, parents, multiple intelligences, children  Abstrak Multiple intelligences atau kecerdasan majemuk merupakan penilaian secara deskriptif bagaimana individu menggunakan kecerdasannya untuk memecahkan masalah dengan menghasilkan sesuatu, tetapi sebagian besar orang tua beranggapan bahwa anak yang cerdas merupakan anak yang mendapatkan nilai 10 dalam tiap mata pelajaran yang hanya ada di dalam kelas tanpa memperhatikan hal lain yang di miliki oleh anak.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan orang tua tentang multiple intelligences pada anak di TK Batik Bakti Ponorogo.Desain penelitian adalah deskriptif, dengan teknik total sampling, jumlah sampel 42 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diperoleh dari seluruh orang tua di TK Batik Bakti Ponorogo. Teknik analisa data menggunakan prosentase.Hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian yaitu dari 42 responden ada 32 responden (76,2%) berpengetahuan baik, 1 responden (2,4%) mempunyai pengetahuan cukup, dan 9 responden (21,4%) berpengetahuan buruk tentang multiple intelligences.Kesimpulan dari hasil penelitian pengetahuan orang tua tentang multiple intelligences yang menduduki tingkat tertingi yaitu pengetahuan baik 32 responden (76,2%) sehingga perlu adanya kelanjutan penelitian mengenai perilaku orang tua tentang cara mengasah multiple intelligences pada anak. Kata Kunci: pengetahuan, orang tua, multiple intelligences, anak
TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. Harjono Ponorogo Bayuningtyas, Rieska Zerina; Verawati, Metti; Nasriati, Ririn
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrac             Depression is increasingly common in patients who experience chronic chronic conditions such as stroke, diabetes, cancer and chronic pain disorders. Many people still see diabetes only in clinical terms, but diabetes and depression can trigger each other so that patients with diabetes mellitus are at high risk of depression. This study aims to determine the level of depression in patients with type 2 diabetes mellitus.The design of this study was descriptive with a population of all type 2 diabetes mellitus patients at the Internal Medicine Polyclinic Dr. Harjono Ponorogo numbered 186. The sampling technique used was Quota Sampling. The sample of this study were all type 2 diabetes mellitus patients in Dr. Harjono Ponorogo with a total of 56 respondents. Data analysis used the HDRS questionnaire to determine the level of depression in patients with type 2 diabetes mellitus.            From the results of the study of 56 respondents Depression Level in Type 2 Diabetes Mellitus Patients as many as 25 respondents (44.68%) experienced moderate depression, 15 respondents (26.78%) experienced mild depression and as many as 7 respondents (12.5%) experienced depression heavy, while 9 respondents (16.07%) did not experience depression.      The results of the study were concluded that almost half were in medium and small parts. More weight than done in conducting research, for example, the selection of respondents must be in accordance with the type of respondents studied. For the next researcher, it is suggested to conduct research on more unique factors that can affect the level of depression.Keywords: Depression Level, Type 2 Diabetes Mellitus Abstrak Depresi semakin banyak terjadi pada pasien yang mengalami kondisi kronik menahun seperti stroke, diabetes, kanker serta gangguan nyeri yang kronis. Banyak orang yang masih memandang diabetes hanya dari segi klinisnya saja, namun diabetes dan depresi dapat saling memicu sehingga pendertita diabetes mellitus resiko tinggi mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Desain penelitian ini adalah deskripif dengan populasi seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. Harjono Ponorogo berjumlah 186. Teknik sampling yang di gunakan adalah Quota Sampling. Sampel penelitian ini seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Dr. Harjono Ponorogo dengan jumlah 56 responden. Analisa data menggunakan lembar kuesioner HDRS untuk mengetahui tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Dari hasil penelitian terhadap 56 responden Tingkat Depresi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 sebanyak 25 responden (44,68%) mengalami depresi sedang, 15 responden (26,78%) mengalami depresi ringan dan sebanyak 7 responden (12,5%) mengalami depresi berat, sedangkan sebanyak 9 responden (16,07%) tidak mengalami depresi.Hasil penelitian disimpulkan bahwa hampir setengahnya mengalami depresi sedang dan sebagian kecil mengalami depresi berat sehingga peneliti menyarankansupaya lebih mendetail dalam melakukan penelitian, contohnya seperti pemilihan responden harus sesuai dengan karakteristik responden yang diteliti. Bagi peneliti selanjutnya disarakan untuk melakukan penelitian tentang faktor yang lebih dominan yang dapat mempengaruhi tingkat depresi.Kata Kunci:  Tingkat Depresi, Diabetes Mellitus Tipe 2
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMENUHAN GIZI BERDASARKAN KEBIASAAN SARAPAN Subekti, Lulut; Mashudi, Sugeng; Verawati, Metti
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstactImproving the quality of human resources (HR) in health and nutrition factors depends on the mother's work, this results in the habits of children requesting extra money for unhealthy breakfasts outside and nutritional disorders in children who experience the process of growth and achievement of children. This study aims to analyze the relationship of employment status to the mother's behavior in the fulfillment of nutrition based on breakfast habits. The design of this research is Correlation with cross sectional approach. Population in this research is all children of class of 2-6 in SDN Mrican 1, District of Jenangan, Regency of Ponorogo with big sample 44 respondents. Sampling of the study using total sampling, data collection using questionnaire and calculation using Chi-Square Test test using SPSS 16.0 error α 0.05. The result of the research on the variables of maternal employment status was interpreted by 28 respondents (63.6%) and 16 respondents (36.4%) did not work. Maternal Behavior variable in nutrient fulfillment interpreted 24 respondents (54.5%) behaved positively and 20 respondents (45.5%) behaved negatively. Chi-Square statistical test obtained p value = 0.001 which means smaller than α = 0.05 Thus it can be said that there is a relationship On the relationship with the relationship niali Contingency Coefficient = 0.447 enough category. Research analysis there is close enough relationship between job status with mother's behavior in nutrition fulfillment based on breakfast habit at SDN Mrican 1, Sub Jenangan, Regency of Ponorogo. Maternal negative behavior in the fulfillment of nutrition that will affect the growth and development of children, the researchers advise on the place of research, especially the school environment put a picture or leaflet about the importance of breakfast for children and breakfast foods. Keywords: work status, behavior, mother, breakfast AbstrakPeningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam faktor kesehatan dan gizi tergantung pada pekerjaan ibu, hal ini berakibat pada kebiasaan anak meminta tambahan uang untuk sarapan yang tidak sehat diluar dan gangguan nutrisi pada anak yang mengalami proses tumbuh kembang dan prestasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status pekerjaan dengan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi berdasarkan kebiasaan sarapan.Desain penelitian ini adalah Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak kelas 2-6 di SDN Mrican 1, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo dengan besar sampel 44 responden. Sampling penelitian menggunakan Total sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan perhitungan menggunakan uji Uji Chi-Square menggunakan SPSS 16.0 kesalahan α 0,05.Hasil penelitian menunjukkan Status pekerjaan ibu diinterpretasikan 28 responden (63,6%) bekerja dan 16 responden (36,4%) tidak bekerja. Variabel Perilaku ibu dalam pemenuhan gizi diinterpretasikan 24 responden (54.5%) berperilaku positif dan 20 responden (45,5%) berperilaku negatif. uji statistik Chi-Square diperoleh nilai Contingency Coefficient =0,447, dan p value = 0,001 yang berarti lebih kecil dari α= 0,05 berarti ada hubungan cukup antara status pekerjaan dengan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi berdasarkan kebiasaan sarapan.Perilaku negatif ibu dalam pemenuhan gizi sehingga akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, maka peneliti menyarankan pada tempat penelitian terutama lingkungan sekolah memasang gambar atau leaflet tentang pentingnya sarapa n pagi bagi anak dan jenis makanan sarapan pagi.Kata kunci: status pekerjaan, perilaku, ibu, sarapan.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TENTANG MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP MAWAR RSUD Dr. HARDJONO PONOROGO Maghrobi, Alham Dino; Verawati, Metti; munawaroh, siti
Health Sciences Journal Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program baru pemerintah pusat lewat kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan jaminan sosial kesehatan bagi masyarakat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS. Masalah yang sering di jumpai pada pengguna BPJS adalah keluhan pelayanan keperawatan yang diberikan oleh petugas kesehatan tidak semuanya tanpa biaya. Pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan cenderung tidak memenuhi kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS dalam pelayanan keperawatan di Ruang Rawat Inap Mawar  RSUD Dr. Hardjono Ponorogo.       Desain penelitian ini adalah deskiptif. Responden penelitian ini adalah pasien BPJS di RSUD Dr.Hardjono Ponorogo. Teknik sampling penelitian menggunakan Proposive Sampling. Sampel penelitian ini adalah sebagian pasien yang di rawat di ruang rawat inap  mawar di RSUD Dr.Hardjono Ponorogo dengan jumlah 48 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner sedangkan teknik analisa data menggunakan prosentase.       Hasil penelitan 48 responden menunjukkan sebagian besar ( 52% ) atau 25 responden puas dengan pelayanan keperawatan BPJS di ruang rawat inap mawar RSUD Dr.Hardjono Ponorogo dan hampir setengahnya ( 48% ) atau 23 responden tidak puas dengan pelayanan Keperawatan BPJS.        Dari hasil penelitian disimpulkan tingkat kepuasan pasien tentang Mutu pelayanan keperawatan sudah baik, selanjutnya pelayanan di RSUD Dr,Hardjono Ponorogo lebih ditingkatkan lagi pelayanan keperawatan khususnya pengguna BPJS sehingga pasien BPJS merasa puas dalam mendapatkan pelayanan keperawatan.
GAMBARAN KEPATUHAN KONTROL PADA PASIEN STROKE Cahyono, Satrio Dwi; Maghfirah, Sholihatul; Verawati, Metti
Health Sciences Journal Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v3i2.261

Abstract

Stroke semakin menjadi masalah serius yang dihadapi hampir di seluruh dunia. Hal tersebut dikarenakan serangan stroke yang mendadak dapat mengakibatkan kematian. Rehabilitasi dan kontrol rutin pada pasien stroke sangat penting dilakukan karena bertujuan untuk mencegah komplikasi lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan kontrol pasien strokeDesain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh penderita stroke di Poli Syaraf yaitu 274 responden. Besar sampel yang digunakan sebanyak 55 responden dan metode penelitian menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi data ditampilkan dengan prosentase.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 55 responden didapatkan hasil 30 responden (54,55%) patuh kontrol dan 25 responden (45,45%) tidak patuh kontrol. hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepatuhan dalam melakukan kontrol rutin merupakan upaya dalam perawatan yang penting pada pasien stroke. Diharapkan petugas kesehatan lebih maksimal memberikan penyuluhan tentang kepatuhan kontrol pada pasien stroke.
HUBUNGAN POLA ASUH IBU BEKERJA DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH Irawan, Rifki; Verawati, Metti; Putri, Dianita Rifqia
Health Sciences Journal Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v3i2.263

Abstract

Setiap anak adalah individu yang unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda. Maka pertumbuhan dan perkembangan anak juga berbeda. Perkembangan sosial anak dapat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua yaitu ibu. Dalam mengasuh anak ibu cenderung menggunakan pola asuh tertentu. Penggunaan pola asuh ini memberikan dampak perkembangan terhadap bentuk-bentuk perilaku tertentu pada anak. Banyak anak usia prasekolah menunjukkan perilaku sosial yang kurang kondusif dan pelayanan bimbingan perkembangan perilaku sosial anak yang belum sistematik dan terarah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu bekerja dengan perkembangan sosial anak usia prasekolah di TK Muslimat NU 001 Ponorogo.Penelitian kuantitatif, dengan menggunakan jenis rancangan korelasi yang mengkaji dan mengetahui hubungan antara variabel dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah r0esponden 67 orang. Hubungan pola asuh ibu bekerja dengan perkembangan sosial anak usia prasekolah di TK Muslimat NU 001 Ponorogo dianalisis dengan menggunakan Fisher?s Exact.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu bekerja dengan perkembangan sosial anak usia prasekolah  dengan p value = 0,000 dan contingency coefficient = 0,562.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola asuh ibu bekerja menentukan perkembangan sosial anak usia prasekolah. Disarankan kepada ibu bekerja untuk menerapkan pola asuh demokratis sebagai salah satu upaya untuk mendukung proses perkembangan anak yang optimal.