Roro Isyawati Permata Ganggi, Roro Isyawati Permata
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

Materi Pokok dalam Literasi Media Sosial sebagai salah Satu Upaya Mewujudkan Masyarakat yang Kritis dalam Bermedia Sosial

Anuva Vol 2, No 4 (2018): Oktober-Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.496 KB)

Abstract

Media sosial merupakan salah satu layanan internet yang paling banyak digunakan oleh para pengguna internet pada saat ini. Kemudahan dalam berinteraksi dan menyebarkan informasi merupakan daya tarik utama dari layanan ini. Namun, kemudahan dalam berinteraksi dan menyebarkan informasi tersebut juga memiliki dampak negatif pada saat ini, yaitu banyak beredarnya berita hoax. Literasi media sosial perlu diberikan dalam rangka menciptakan masyarakat berbasis informasi dan pengetahuan. Pustakawan sebagai salah satu profesi yang memiliki latar belakang literasi yang kuat sudah sepatutnya mengupayakan pembentukan masyarakat yang kritis dalam bermedia sosial melalui literasi media sosial. Salah satu upaya membentuk masyarakat yang kritis dalam bermedia sosial adalah dengan menjalankan workshop yang telah memiliki materi pokok yang diseragamkan. Materi pokok yang sebaiknya dimasukkan dalam workshop literasi media sosial adalah: (1) Berfikir sebelum melakukan post; (2) Apa yang harus dipost dan kapan dapat dilakukan; (3) Bagaimana supaya post anda dapat ditemukan. Ketiga kemampuan ini harus masuk ke dalam materi pokok literasi media sosial karena materi pokok ini merupakan upaya untuk membangun masyarakat yang kritis dalam bermedia sosial.

Mempersiapkan Pustakawan Multitasking untuk Melayani Pemustaka Generasi Z

Anuva Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.607 KB)

Abstract

Hukum ke lima Ranganathan menyebutkan bahwa perpustakaan merupakan organisasi yang berkembang, tidak hanya berlaku bagi perpustakaan tetapi juga bagi pustakawan. Hal ini dikarenakan maju tidaknya suatu perpustakaan tergantung pada pustakawannya. Pustakawan dituntut dinamis dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka. Seiring perkembangan zaman pun pemustaka yang dilayani oleh pustakawan mengalami perubahan karakter. Pemustaka yang nantinya menjadi segmentasi pasar perpustakaan adalah pemustaka dari golongan Generasi Z. Pemustaka Generasi Z ini merupakan pemustaka yang menginginkan informasi real-time dan memiliki minat yang besar dalam penggunaan media sosial. Pustakawan dalam melayani generasi Z dituntut untuk dapat menjadi multitasker, karena perpustakaan saat ini tidak hanya berfokus pada layanan secara konvensional tetapi juga layanan berbasis digital yang mampu diakses nonstop. Pustakawan Multitasking perlu memahami literasi media, literasi digital, literasi informasi, literasi visual, literasi global, literasi budaya, dan biliteracy dalam upaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada pemustaka Generasi Z.

Analisis Pemanfaatan Rumah Baca Apung oleh Masyarakat di Desa Tambak Lorok

Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Baca Apung located in Tambak Lorok Village is a valuable asset belonging to the community that can be used as meeting hall and village library. In fact Rumah Baca Apung has not been utilized optimally in accordance with the function and purpose of building a library. Based on preliminary observations of the researchers, can be knew that the location is more often used as a place for discussion by the local people.Therefore, this study aims to further study the utilization of Rumah Baca Apung and the reasons behind the utilization. This research uses qualitative approach of case study with using data collection technique through interview, documentation study, and observation. The results of this study show that the use of Rumah Baca Apung has not been based on the function of education, research and preservation function of a library. Rumah Baca Apung also has not been used as a place to increase reading habit. Rumah Baca Apung is now used as a place of recreation, a place to discuss, socialize and counsel for the local people. The utilization of Rumah Baca Apung which has not yet represented the function of the village library is due to the limited quantity and quality of the collection books, the lack of educative games equipment, and the absence of learning companion teacher as a volunteer for the coastal children of Tambak Lorok.

Analisis Pemanfaatan Rumah Baca Apung oleh Masyarakat di Desa Tambak Lorok

Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Baca Apung located in Tambak Lorok Village is a valuable asset belonging to the community that can be used as meeting hall and village library. In fact Rumah Baca Apung has not been utilized optimally in accordance with the function and purpose of building a library. Based on preliminary observations of the researchers, can be knew that the location is more often used as a place for discussion by the local people.Therefore, this study aims to further study the utilization of Rumah Baca Apung and the reasons behind the utilization. This research uses qualitative approach of case study with using data collection technique through interview, documentation study, and observation. The results of this study show that the use of Rumah Baca Apung has not been based on the function of education, research and preservation function of a library. Rumah Baca Apung also has not been used as a place to increase reading habit. Rumah Baca Apung is now used as a place of recreation, a place to discuss, socialize and counsel for the local people. The utilization of Rumah Baca Apung which has not yet represented the function of the village library is due to the limited quantity and quality of the collection books, the lack of educative games equipment, and the absence of learning companion teacher as a volunteer for the coastal children of Tambak Lorok.

Membangun Kepercayaan Diri Pustakawan sebagai Upaya Aktualisasi Diri dalam Masyarakat

Anuva Vol 2, No 2 (2018): April-Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pustakawan merupakan salah satu profesi yang sangat dekat dengan ilmu pengetahuan, sayangnya profesi ini masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Pustakawan hanya dianggap sebagai profesi penjaga gudang buku bukan sebagai penjaga ilmu pengetahuan. Citra yang kurang baik ini tentu berdampak pada kepercayaan diri pustakawan terhadap profesinya. Kurangnya kepercayaan pustakawan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: konsep diri; jenis kelamin; budaya; tingkat pendidikan; status sosial ekonomi; dan pengalaman. Penguatan kepercayaan diri pustakawan dapat dilakukan dengan beberapa usaha, yaitu: mengidentifikasi penyebab rendahnya rasa percaya diri dan domain-domain kompetensi diri yang penting; dukungan emosional dan penerimaan sosial; prestasi; mengatasi masalah (coping). Kepercayaan diri merupakan salah satu upaya untuk melengkapi kebutuhan akan penghargaan terhadap profesi pustakawan. Kebutuhan akan penghargaan terhadap profesi pustakawan yang terpenuhi akan mampu membawa profesi pustakawan untuk memenuhi tahapan selanjutnya, yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri. Aktualisasi diri terhadap profesi pustakawan akan mampu memberikan dampak positif terhadap profesi pustakawan. Dampak positif yang terciptadari penemuhan aktualisasi diri menjadi penguatan bagi hirarki kebutuhan profesi pustakawan dan juga merubah citra pustakawan yang lebih baik di masyarakat.

DINAMIKA PELESTARIAN SURAT KABAR KEDAULATAN RAKYAT KOLEKSI JOGJA LIBRARY CENTER

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.211 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika pelestarian Surat Kabar KedaulatanRakyat Koleksi Jogja Library Center. Kelima unsur yang saling berkaitan satu sama lain mulaidari kebijakan pengelolaan, sumber daya manusia, keuangan, metode pelestarian dan saranaprasarana. Kegiatan pelestarian yang dipusatkan menjadi satu dengan unit lainnya, makakeuangan yang digunakan juga menyeluruh kepada semua unit dibawah BPAD Yogyakarta.Kebutuhan akan sumber daya manusia juga mempengaruhi jumlah anggaran yang digunakandalam bidang jasa. Anggaran keuangan yang ada untuk pelestarian dikelola oleh pihak ketiga,hal ini dilakukan sesuai dengan kebijakan pengelolaan keuangan. Standar Operasional Prosedur(SOP) yang digunakan untuk kegiatan pelestarian, merupakan SOP yang dibuat secara umumuntuk seluruh bahan pustaka. Sumber daya manusia yang melakukan kegiatan pelestarian daripihak ketiga. Kerjasama dengan pihak ketiga dilakukan selain untuk memenuhi kebutuhanSumber Daya Manusia, juga dilaksanakan untuk mematuhi kebijakan penggunaan dana yangdiperoleh dari APBD. Akibat anggaran yang tidak diprioritaskan untuk Surat Kabar KedaulatanRakyat, maka metode pelestarian untuk Surat Kabar Kedaulatan Rakyat belum dilakukan secaramenyeluruh, terutama untuk terbitan tahun awal.

WEEDING KOLEKSI SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.205 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana weeding koleksi sirkulasi diPerpustakaan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif jenis deskriptif. Pemilihan informan pada penelitian menggunakan teknikpurposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Sedangkan pengolahan datamenggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil pada penelitian inimenunjukan bahwa kegiatan weeding di Perpustakaan Universitas Islam Negeri WalisongoSemarang belum menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) weeding tertulis.Kegiatan weeding dilakukan ketika kegiatan stock opname dan shelving berlangsung.Pemilihan kriteria weeding koleksi melihat dari segi fisik buku, tahun terbit, eksemplarbanyak dan tidak lama bersirkulasi. Prosedur weeding koleksi antara lain pustakawanmemilih terlebih dahulu koleksi yang akan di weeding, mendata ulang koleksi melaluidatabase SliMS. Setelah koleksi di weeding ada dua perlakuan koleksi yang diterapkan.Perlakuan tersebut dibedakan berdasarkan asal koleksi yaitu koleksi yang diperoleh daripembelian dan dari hadiah. Koleksi yang diperoleh dari pembelian disimpan di gudang tanpadiberi cap weeding dan berita acara. Koleksi yang diperoleh dari hadiah akan diberi capweeding dan berita acara.

PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK SDN KURIPAN LOR 01 KOTA PEKALONGAN

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penumbuhan minat baca sangat penting untuk diterapkan dari usia dini. Hal ini bertujuan agaradanya sifat budaya membaca yang dimiliki masyarakat. Terdapat beberapa kegiatan yang dapatditerapkan dalam penumbuhan minat baca seperti halnya penelitian kali ini yang membahas tentang“Program Gerakan Literasi Sekolah dalam Menumbuhkan Minat Baca Peserta Didik SDN KuripanLor 01 Kota Pekalongan”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana program GerakanLiterasi Sekolah dalam menumbuhkan minat baca peserta didik SDN Kuripan Lor 01 KotaPekalongan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptifdengan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknikpurposive sampling. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak enam orang. Informan tersebutadalah Kepala Sekolah, Ketua Tim Literasi Sekolah, Guru, Pustakawan, dan Peserta didik SDNKuripan Lor 01 Kota Pekalongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi danwawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan program Gerakan Literasi Sekolah diSDN Kuripan Lor 01 Kota Pekalongan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap pembiasaan,tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Pada tahap pembiasaan yang dilakukan yaitukegiatan membaca selama 15 menit buku non-pelajaran sebelum pelajaran dimulai dan penataanlingkungan kaya literasi. Pada tahap pengembangan yang dilakukan yaitu pengembangan literasimelalui kegiatan Jumat Bahasa. Tahap pembelajaran yang dilakukan yaitu pemanfaatan bukupengayaan dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang disertai tugas menulis.

PERAN PERPUSTAKAAN KELILING KABUPATEN SEMARANG DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DI DESA JETIS KECAMATAN BANDUNGAN

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Perpustakaan Keliling Kabupaten Semarang dalam InteraksiSosial Masyarakat di Desa Jetis Kecamatan Bandungan”. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui bagaimana peran perpustakaan keliling Kabupaten Semarang dalaminteraksi sosial yang dilakukan dengan masyarakat Desa Jetis Kecamatan Bandungan.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang, 4 (empat) orang merupakan pemustaka/pengunjung perpustakaan keliling, dan 2 (dua) orang pustakawan, yaitu seorang pustakawanperpustakaan keliling Kabupaten Semarang, serta pustakawan perpustakaan Desa Jetis.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Hasil daripenelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Keliling Kabupaten Semarang menjalininteraksi sosial yang positif dengan masyarakat Desa Jetis, hal tersebut ditandai denganadanya bentuk-bentuk assosiatif yang dihasilkan dalam interaksi tersebut. Perpustakaankeliling memposisikan diri sebagai individu dalam interaksi sosial sehingga menghasilkanhubungan yang erat antara perpustakaan dan masyarakat. Selain itu perpustakaan kelilingjuga menjadi sebuah “wadah” bagi masyarakat, memfasilitasi masyarakat dalambersosialisasi.

PENGARUH PROGRAM WAJIB KUNJUNG “KUPU-KUPU MALAM” DALAM PENINGKATAN MINAT BACA PELAJAR SMP DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN KEBUMEN

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Program Wajib Kunjung “Kupu-Kupu Malam” dalam Peningkatan MinatBaca Pelajar SMP di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen”. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui Seberapa Besar Pengaruh Program Kupu-Kupu Malam dalam peningkatan minat bacapelajar SMP di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen. Desain penelitian yangdigunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 8646pelajar SMP yang termasuk dalam anggota perpustakaan. Sampel yang diambil berjumlah 99 respondendengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ujihipotesis dan analisis regresi linier sederhana yang digunakan untuk mengetahui arah hubungan antaravariabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruhyang signifikan antara variabel independen (Program Kupu-Kupu Malam) terhadap variabel dependen(Minat Baca). Hal ini dapat dilihat dari uji hipotesis bahwa sig hitung sebesar 0,025 lebih kecil dari 0,5sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 6,656 + 0,580X yangmenunjukan bahwa t hitung sebesar 2,276 > t tabel sebesar 0,202 yang berarti terdapat pengaruh yanglinier antara program Kupu-Kupu Malam terhadap minat baca.