Articles

Found 6 Documents
Search

PERSEPSI TERHADAP PICTORIAL HEALTH WARNING IKLAN LUAR RUANG PRODUK ROKOK Priyatna, Centurion Chandratama; Sani, Anwar
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2016): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3601.578 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v10i1.1832

Abstract

ABSTRACTThis research emphasizes on Pictorial Health Warning (PHW) in outdoor mediaof cigarettes product’s advertisement, focusing on smoker’s perception towardspictorial health warning of “A man smoking with the skull shaped smokes”variant. This study uses qualitative descriptive method exploring the perception on theparticular pictorial health warning variant. Informants in this research arelocated in several big cities in Indonesia. The purpose of this research is toenrich the body of knowledge on health communication, especially on the dangerof smoking, and also enforcing government in the effort of communicating thehazardous of smoking towards its public.Key words: pictorial health warning, cigarette, outdoor advertisement
Model Kemitraan PT. Holcim Indonesia Tbk. Nassaluka, Efrin Umma; Hafiar, Hanny; Priyatna, Centurion Chandratama
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.994 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9468

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk tahap perumusan kebutuhan bersama, pembentukan landasan bersama dan vis misi, penyusunan agenda kegiatan, penyampaian rencana aksi dan evaluasi kemitraan, dan penyusunan strategi penghentian kemitraan. Metode yang digunakan adalah deskiptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data.Berdasarkan penelitian, proses awal adalah dengan merumuskan kebutuhan bersama melalui social mapping, mengatasi perbedaan latar belakang kedua pihak dan mengadakan pelatihan. Tahap kedua adalah mengadakan pertemuan tertutup membahas landasan bersama, visi misi, kemudian menyatukan informasi tentang kebutuhan dengan visi misi untuk merencanakan agenda kegiatan. Selanjutnya, kedua pihak menyusun agenda kegiatan lewat road map dan Balanced BussinesPlan, serta merencanakan struktur kerja formal. Tahap selanjutnya adalah penyampaian rencana aksi berupa pemberian layanan atau jasa pada implentasi program CSR, menjaga keterlibatan pihak bermitra, serta evaluasi kemitraan. Tahap penyusunan exit strategy dilakukan dengan langkah perencanaan dan persiapan, perencanaan tindakan lanjut, serta persiapan generasi selanjutnya.Saran pada penelitian ini adalah agar pihak perusahaan banyak mengadakan pelatihan khususnya mengenai pengelolaan CSR. Perusahaan sebaiknya menggunakan metode audit komunikasi sebagai salah saru cara mengevaluasi kemitraan ini. PKM sebaiknya mengkuantifikasikan ukuran tindakan yang mereka usulkan untuk di lakukan dengan tabel kuantifikasi kebutuha. PKM sebaiknya lebih ulet merencanakan program CSR walau sederhana. Pemerintah sebaiknya mendukung praktik comdev seperti ini dengan memberikan kemudahan birokrasi saat pelaksanaan CSR
PELATIHAN LITERASI KOMUNIKASI POLITIK PEMILIH PEMULA SMA DARUL HIKAM BANDUNG Lukman, Syauqy; Sani, Anwar; Priyatna, Centurion Chandratama
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.532 KB)

Abstract

Potensi pemilih pemula dalam tiap pemilu memang besar, terbukti KPU pun memberikan perlakuan khusus terhadap segmentasi ini dengan memberikan sejumlah kegiatan sosialisasi khusus pada pemilih pemula . Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa skeptisme dan antipasti politik dari kaum pemilih pemula memang masih sangat tinggi, dapat menghasilkan implikasi yang tidak baik terhadap partisipasi politik di masa yang akan datang. Dari pra-riset yang dilakukan, Pemilih pemula banyak yang merasa bahwa komunikasi politik yang dilakukan sejumlah actor politik dirasa berbau pencitraan dan kotor, hal ini berkontribusi terhadap pengetahuan dan sikap mereka terhadap aktvitas pemilu dan pilkada, bentuk nyata partisipasi politik bagi pemilih pemula. Solusi masalah ini adalah literasi komunikasi politik, khususnya bagi para pemilih pemula. Maka dari itu, tim kami dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat, sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi memutuskan untuk melakukan kegiatan pelatihan literasi komunikasi politik di SMA Darul Hikam Bandung. Banyak partisipan kegiatan ini yang awalny kurang terinformasikan mengenai sejumlah pengetahuan dasar tentang komunikasi politik, menjadi lebih kenal tentang fenomena tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 300-an peserta.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INDIVIDU PETANI DENGAN KOHESIVITAS KELOMPOK TANI TANAMAN OBAT Bakti, Iriana; Novianti, Evi; Priyatna, Centurion Chandratama; Budiana, Heru Ryanto
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 2 (2017): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.875 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i2.10294

Abstract

Petani merupakan salah satu elemen penting dalam proses pengelolaan tanaman obat di Jawa Barat. Mereka berusaha berinteraksi, baik dengan sesama anggota kelompoknya, maupun dengan kelompok lain, serta dengan para petugas yang membinanya, sehingga dari interaksi tersebut terbangun kohesivitas kelompok di antara mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) hubungan antara jenis kelamin petani dan kohesivitas kelompok tani, 2) hubungan lamanya bertani dengan kohesivitas kelompok tani, dan 3) hubungan antara luas lahan yang dimiliki dan kohesivitas kelompok tani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini survei eksplanatif. Teknik analisis menggunakan korelasional, dan rumus statistik untuk menguji hipotesis adalah rank order Spearmans. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, pedoman wawancara, dan studi kepustakaan. Populasi penelitian ini adalah kelompok tani tanaman obat di Jawa Barat. Teknik sampling yang digunakan adalah multy stage cluster sampling. Sampel penelitian berasal dari Kabupaten Bogor (K. T Lindung harapan dan K. L Tani Mekar), Kabupaten Sukabumi (Gapoktan Kamuningjaya), dan Kabupaten Majalengka (KT Melati, KT Dahlia, dan Cempaka Mukti). Seluruhnya ada 114 anggota. Hasil penelitian ini antara lain: 1) terdapat hubungan antara jenis kelamin petani dengan kohesivitas kelompok tani tanaman obat, 2) terdapat hubungan antara lamanya bertani dengan kohesivitas kelompok tani, dan 3) terdapat hubungan antara luas lahan yang dimiliki dengan kohesivitas kelompok tani. Secara umum karakteristik individu petani memiliki hubungan yang positif dengan kohesivitas kelompok tani. Petani mayoritas wanita pada umumnya memiliki kesamaan pandangan, senang pada kegiatan kelompok, menjadikan pertemuan kelompok sebagai wadah belajar untuk meningkatkan wawasan, pembagian tugas, dan kerja sama. Demikian pula dengan luas lahan yang dimiliki, relatif terbatas, menjadikan anggota kelompok tani tersebut merasa senasib dan tidak terdapat gap kepemilikan tanah, sehingga mereka bisa bekerja sama untuk mengelola tanaman obat disesuaikan dengan lahan yang ada. Lamanya bertani tidak ada hubungannya dengan kohesivitas, karena komoditas yang ditanam bukan komoditas unggulan.
“Si Loko” sebagai Maskot PT. Kereta Api Indonesia Rahayu, Dian Permata Sari; Priyatna, Centurion Chandratama
KOMUNIKATIF Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.687 KB)

Abstract

Upaya meningkatkan promosi dan komunikasi pemasaran, PT. Kereta Api Indonesia menetapkan Si Loko sebagai maskot PT. KAI dan juga duta yang memberikan berbagai informasi yang ingin diketahui oleh masyarakat pengguna kereta api. Si Loko adalah tokoh imajiner yang diciptakan untuk menjadi maskot PT. KAI yang digunakan untuk menyapa pelanggan dan stakeholder kereta api secara langsung. Sebagai duta PT. KAI, Si Loko juga merupakan wujud peningkatan pelayanan kepada pelanggan berkaitan dengan kebutuhan informasi produk maupun kebijakan yang dikeluarkan perusahaan yang juga dapat digunakan sebagai media promosi dan komunikasi pemasaran. Penelitian ini bermaksud mengungkap maksud penunjukan, fungsi, dan penetapan Si Loko sebagai maskot PT Kereta Api Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa penetapan Si Loko Sebagai Maskot PT. Kereta Api Indonesia (Persero), dilakukan karena perusahaan ingin menunjukkan sebuah perubahan dimana perusahaan tidak hanya mengembangkan sarana transportasinya saja, melainkan juga dapat memberikan harapan baru bagi pengembangan perkeretaapian di Indonesia yang semakin dekat dan peduli dengan masyarakat. Selain itu, Si Loko juga menjadi sarana mediator komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat.
AKTIVITAS PERHUMAS INDONESIA DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME ANGGOTANYA MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Lestari, Yessica Tiurma; Setianti, Yanti; Priyatna, Centurion Chandratama
Jurnal Riset Komunikasi Vol 9, No 1 (2018): JRK Vol 9 No 1 Juni 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak akhir tahun 2015. Dampak pemberlakuan MEA tentu dirasakan oleh profesi Public Relations (PR) di Indonesia. Kualitas profesionalisme sumber daya manusia PR menjadi aspek utama untuk dapat bersaing di era pasar persaingan terbuka ini. Berdasarkan data yang diperoleh dari para narasumber yang merupakan PR profesional di Indonesia, PR di Indonesia saat ini masih memiliki keterbatasan, diantaranya adalah; bahasa, belum menjadi salah satu profesi yang tergabung dalam Mutual Recognition Agreement (MRA), kurangnya mentalitas untuk go international, dsb. Peran untuk meningkatkan profesionalisme PR di Indonesia secara aktif dilakukan oleh salah satu organisasi profesi PR di Indonesia, yaitu Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas PERHUMAS dalam meningkatkan profesionalisme anggotanya yang terdiri atas aspek skill atau kemampuan, kesadaran kode etik, tanggung jawab profesi, integritas pribadi, jiwa pengabdian, otonomisasi organisasi profesional, dan penerimaan keanggotaan PERHUMAS dalam menghadapi MEA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PERHUMAS Indonesia telah melakukan perannya sesuai dengan fungsinya sebagai organisasi profesi dengan menjalankan sejumlah aktivitas untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya yang terdiri dari aspek skill atau kemampuan, kesadaran kode etik, tanggung jawab profesi, integritas pribadi, jiwa pengabdian, otonomisasi organisasi profesional, dan penerimaan keanggotaan PERHUMAS dalam menghadapi era MEA, walaupun dampaknya belum dirasakan secara maksimal dikarenakan kebutuhan industri PR yang beragam. Kata kunci: Profesionalisme PR, Public Relations, PERHUMAS Indonesia, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)