Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pariwisata

PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TERHADAP MOTIVASI DAMPAKNYA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN DI LOKAWISATA BATURRADEN Martina, Sopa; Syarifuddin, Didin
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 1 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.161 KB)

Abstract

Abstract - In an organization factors Human Resources has important role compared to other factors . If organizations fail to achieve the goal , the human factor can be the cause therein . Therefore employees need training and development to be able to motivate yourself to work better in order to achieve good performance anyway . This research was conducted using descriptive methods . Based on the findings of the 61 respondents mentioned the importance of the results in both categories at 81.8 % for the training and development available , the results in both categories at 74.3 % for employee motivation , and results in employees performance lokawisata Baturraden by 86 , 3 % in the excellent category . As for the effect of training on employee motivation and pengembanagn obtained correlation value of 41.21 % , and for the influence of motivational variables on employee performance lokawisata Baturraden of 11.42 % . So that the total value obtained for training and development impact on motivation and its impact on job performance of 52.63 % . A percentage of 47.37 % is influenced by other factors . Keywords : job performance, motivation, training and development. Abstrak - Dalam suatu organisasi faktor Sumber Daya Manusia (SDM) mempunyai peranan yang penting dibandingkan dengan faktor lain. Apabila organisasi mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan, maka faktor manusia dapat menjadi penyebab didalamnya. Oleh karena itu karyawan perlu mendapatkan pelatihan dan pengembangan untuk dapat memotivasi diri sendiri untuk bekerja dengan lebih baik sehingga tercapai prestasi kerja yang baik pula. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dari 61 orang responden tersebut maka didapat hasil dalam kategori baik sebesar 81,8% untuk pelatihan dan pengembangan yang tersedia, hasil dalam kategori baik sebesar 74,3% untuk motivasi karyawan, dan hasil dalam prestasi kerja karyawan Lokawisata Baturraden sebesar 86,3% dalam kategori sangat baik. Sedangkan untuk pengaruh pelatihan dan pengembanagn terhadap motivasi karyawan didapat nilai korelasi sebesar 41,21%, dan untuk pengaruh variabel motivasi terhadap prestasi kerja karyawan Lokawisata Baturraden  sebesar 11,42%. Sehingga didapat nilai total untuk pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap motivasi dan dampaknya terhadap prestasi kerja sebesar 52,63%. Sisanya sebesar 47,37% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci : motivasi, pelatihan dan pengembangan, prestasi kerja
MEASURING DESTINATION SERVICE QUALITY (STUDI TENTANG PELAKSANAAN KUALITAS PELAYANAN KEBUN BINATANG BANDUNG) Syarifuddin, Didin
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.676 KB)

Abstract

Abstract - Destination service quality is the important aspect in the tourism world, because it caused to the visitor satisfaction and to the repeat visit to the destination. Zoo in Bandung is the destination that pays attention to service quality, in order to be able to increase the repeat visit of the tourists. Relating to this research that the research focused to explain destination service quality at Bandung Zoo. Research method used is descripttve quantitative method by using percentage analysis, range, and interval. The population is all visitors to Bandung Zoo for one periode, with the sample measure is 100 people. The result showed that destination service quality Bandung Zoo, reached with the total score 6.597 of the ideal score 7.000. Based on the result that destination service quality at Bandung Zoo is Good, referring to tangible, responsiveness, assurance, reliability and emphaty aspects.  Keywords : Service Quality, Tangible, Responsiveness, Assurance, Reliability, dan Emphaty  Abstrak - Kualitas pelayanan objek wisata merupakan aspek penting dalam dunia pariwisata, karena akan berdampak pada kepuasan pengunjung, dan ujungnya berdampak pula pada kunjungan ulang ke destinasi. Kebun binatang Bandung merupakan destinasi pariwisata yang sangat memperhatikan kualitas pelayanan, dengan harapan meningkatkanya tingkat kunjungan ulang ke destinasi tersebut. Berkaitan dengan penelitian ini bahwa tujuan penelitian difokuskan untuk menjelaskan tentang kualitas pelayanan objek wisata di Kebun Binatang Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis persentase, range, serta tingkat interval. Populasi penelitian adalah seluruh pengunjung ke Kebun Binatang Bandung, untuk periode tertentu, dengan ukuran sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan objek wisata Kebun Binatang Bandung, tercapai dengan skor total 6.597 dari skor ideal 7.000. Berdasarkan hasil analisis tersebut, bahwa kualitas pelayanan objek wisata di Kebun Binatang Bandung, termasuk ke dalam kategori BAIK. Aspek yang dinilai baik adalah aspek tangible, responsiveness, assurance, reliability, dan emphaty Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Tangible, Responsiveness, Assurance, Reliability, dan Emphaty
Dampak Lingkungan Terhadap Minat Mahasiswa Pariwisata Berwirausaha Syarifuddin, Didin; Iskandar, Iis; Hakim, Lukmanul
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.52 KB)

Abstract

ABSTRAKFaktor penentu kemajuan sebuah bangsa salah satunya adalah tingginya jumlah masyarakat yang berwirausaha. Indonesia sampai saat ini baru mencapai angka 1.65 persen atau 3.795.000 jiwa yang berwirausaha dari total penduduk sekitar 230 juta jiwa. Padahal jumlah minimal wirausaha yang bisa jadi penopang pembangunan kemajuan sebuah bangsa adalah sebanyak dua persen atau 4.600.000 jiwa, artinya masih ada kekurangan sebanyak 805.000 jiwa. Rendahnya wirausaha yang dilakukan oleh masyarakat ternyata salah satu faktor penyebabnya adalah lingkungan, bisa lingkungan keluarga, kampus, masyarakat dan lingkungan media sosial. Hal inipun terjadi pada mahasiswa di lingkungan Sekolah Tinggi Pariwisata ARS Internasional, Bandung. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan lingkungan tempat interaksi sosial mahasiswa, minat berwirausaha serta dampak lingkungan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif, yaitu untuk menjelaskan hubungan kausalitas lingkungan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan lingkungan keluarga, teman, masyarakat dan media sosial, mendukung mahasiswa untuk berwirausaha. Sementara minat yang tumbuh pada mahasiswa dilihat dari ketertarikan, perhatian, keinginan, sampai pada kemauan untuk berwirausaha dengan kategori baik.  Dampak lingkungan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha, sebesar 39 persen. Artinya bahwa lingkungan menjadi faktor penentu tumbuhnya minat mahasiswa untuk berwirausaha. Semakin sering mahasiswa berada dalam lingkungan yang memberikan motivasi berwirausaha, maka semakin tinggi pula minat mahasiswa untuk berwirausaha yang dimungkinkan dapat memulai berwirausaha.  Kata Kunci: Wirausaha, Lingkungan Keluarga, Lingkungan Pergaulan Teman, Masyarakat, Media Sosial, Dan Minat Berwirausaha.  ABSTRACTDeterminant factor of progress of a nation is the high number of people who are entrepreneurship. Indonesia has been only reached 1.65 percent, or 3.795 million people of the total population of around 230 million people. Whereas a minimum number of entrepreneurship who may be supporting the progress of a nation is two percent, or 4,600,000 people, that means there is still shortage of as many as 805,000 people. Low entrepreneurship by the community turns out that one contributing factor is the environment, can be a family environment, peer gourp (campus), community and social media environment. This also happens to students at ARS International, School of Tourism, Bandung. This paper aims to describe the environment in which social interaction of students, interest in entrepreneurship as well as the environmental impact of the interest of students to entrepreneurship. The method used is verivicative method, is to explain the causality of the interest in entrepreneurship environment. The results showed that the support of family, peer group, community and social media, support students for entrepreneurship. While a growing interest on student views of interest, attention, desire, until the willingness to self-employed with either category. The environmental impact of the interest of students to entrepreneurship, 39 percent. It means that the environment becomes a decisive factor for the growth of student interest in entrepreneurship. The more often students are in an environment that is motivating entrepreneurship, the higher the interest of students to entrepreneurship are possible can start entrepreneurship.Keywords: Entrepreneurship, Family Environment, Peer Group (Campus), Community, Social Media, And Interest In Entrepreneurship.