Articles

Found 18 Documents
Search

Membangun Nilai Behavioral Intention melalui Tourist Experience Setiyariski, Ramdani; Syarifuddin, Didin; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
JURNAL MEDIA WISATA: Wahana Informasi Pariwisata Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.69 KB)

Abstract

Floating Market Lembang is a destination in Lembang, the boundary of West Bandung. Visitors visit in Floating Market Lembang always increasing in years. But that fact is not the same with the data which say tourist’s loyality haven’t maximum because majority of the tourist whose come to Floating Market lembang are new visitors. Decision of this research is to know influence of tourist experience to behavioral intention of Floating Market Lembang. The type of research are descriptive and verification. The survey method used is incidental sampling, which a sample size of 120 respondents. Data analysis technique using single regression techniques with coefficient determinant (R2) and partial (T) techniques. These results shows that there is a significant partial influence tourist experience to behavioral intention of Floating Market Lembang. The higher the ability of destination management in building positive experience on the tourists, so that it will increase positive image of the tourists in their visits. In this condition, directly or indirectly it will be able to build tourist’s willing in re-visiting to the destination. The correlation of the two variables can be simplisized in a sentence that in order to be able to build value of behavioral intention is how to be able to build tourist experience.
Perancangan Model Wisata Edukasi di Objek Wisata Kampung Tulip Priyanto, Rahmat; Syarifuddin, Didin; Martina, Sopa
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.981 KB)

Abstract

AbstrakKampung Tulip adalah destinasi wisata yang terletak di kawasan ciwastra Kota Bandung. destinasi wisata ini menwarkan kegiatan berwisata dengan nuansa khas belanda sebagai daya tarik utamanya. Visi utama pengelola Kampung tulip adalah untuk menjadikan destinasi wisata ini sebagai tempat edukasi bagi wisatawan, namun dalam pelaksanaanya masih belum sejalan dengan visi yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang konsep wisata edukasi bagi destinasi wisata kampong tulip. Jenis penelitian ini adalah adalah deskriptif dengan pendekatan secara kualitataif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Rancangan model wisata edukasi dalam penelitian terdiri dari metode pembelajaran tutorial dan eksplorasi. Tujuan pembelajaran tutorial adalah untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai berbagai hal yang terdapat di destinasi wisata. Tujuan pembelajaran eksplorasi adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman wisatawan dengan melihat secara langsung objek pembelajaran tersebut.Kata kunci : Wisata Edukasi, Pembelajaran Tutorial, Eksplorasi AbstractKampung Tulip is a tourist destination located in ciwastra Bandung. This destination offers travel activities in Dutch nuances as the main attraction. The main vision of Kampung Tulip managers is to make this destination as a place of education for tourists, but in the implementation is still not in line with the vision set. The purpose of this study is to design the concept of educational tourism for Kampong Tulip. The type of this research is descriptive with a qualitative approach. Data collection is done through observation, interview and documentation study. The design of educational tourism model in research consists of tutorial learning and exploration learning method. The purpose of tutorial learning is to provide basic knowledge about the various things found in tourist destinations. The purpose of exploratory learning is to improve the knowledge and understanding of tourists by looking directly at the learning object.Keywords : Educational Tourism, Tutorial Learning, Exploration.
Membangun Kepuasan Pelanggan Serta Komunikasi Lisan (Studi Pada Produk Mlm Fortico Di Kota Bandung) Suparwo, Adi; Syarifuddin, Didin
Jurnal Ecodemica Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Ecodemica
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.359 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, harga dan pengalaman terhadap kepuasan pelanggan serta dampaknya pada komunikasi lisan pada produk MLM Fortico di kota Bandung. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian ini dilakukan pada pelanggan produk Fortico pada PT. Vantros Indonesia di Bandung dengan jumlah sampel yang berjumlah 300 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis statistik data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas produk, harga, pengalaman, kepuasan pelanggan, dan komunikasi lisan pada produk MLM Fortico di Kota Bandung sudah baik. Kualitas produk, harga dan customer experience berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas produk, harga dan customer experience berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap word of mouth. Kepuasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap word of mouth. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan harus melakukan perhatian ekstra dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk, menstabilkan harga kemudian meningkatkan customer experience agar kepuasan pelanggan serta word of mouth semakin meningkat dan akhirnya dapat memperkuat hubungan perusahaan dan pelanggan. Kata kunci : Kualitas Produk, Harga, Pengalaman, Kepuasan Pelanggan, Komunikasi Lisan ABSTRACT            This study aims to determine the effect of product quality, price and customer experience to customer satisfaction and its impact on word of mouth on MLM products Fortico in Bandung. In this research using descriptive research and verification. This research was conducted at the customer Fortico products at PT. Vantros Indonesia in Bandung with the amount of the sample of 300 people. The sampling technique is a method nonprobability sampling with purposive sampling technique. Statistical analysis of the data used in this research is the path analysis. The results showed that the product quality, price, customer experience, customer satisfaction, and word of mouth on MLM products Fortico in Bandung is good. Product quality, price and customer experience significant effect either partially or simultaneously on customer satisfaction. Product quality, price and customer experience significant effect either partially or simultaneously to the word of mouth. Customer satisfaction significantly influence word of mouth. Based on the result of this study can be conclude that the company must perform extra attention to maintaining and improving the quality of products, prices stabilize and then improve the customer experience so that customer satisfaction and word of mouth increase and eventually can customer relationships and the company. Keywords : Product Quality, Price, Customer Experience, Customer Satisfaction, Word of Mouth
NILAI BUDAYA BATIK TASIK PARAHIYANGAN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA JAWA BARAT Syarifuddin, Didin
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.471 KB)

Abstract

Aktivitas masyarakat merupakan kebiasaan yang terjadi setiap hari, untuk menghasilkan karya sebagai buah pikiran dari gagasan masyarakatnya. Buah karya ini bisa berupa nilai, norma, kebiasaan, adat yang sifatnya tidak berbentuk, maupun yang sifatnya berbentuk diantaranya pakaian. Hal ini berfungsi sebagai pedoman didalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas kehidupannya. Karya ini merupakan sesuatu yang bernilai yang menjadi pedoman masyarakat dalam menjalani kehidupannya, salah satu buah karya tersebut adalah pakaian dengan motif batik Tasik Parahiyangan. Tingginya nilai batik Tasik Parahiyangan ini tidak berbanding lurus dengan penghargaan dan pemaknaan sebagai warisan budayanya, terbukti masih belum tingginya kuantitas penggunaan batik oleh masyarakat di Jawa Barat, yang terbatas digunakan dalam acara formal, disamping masih banyaknya masyarakat pengguna batik ini, masih belum memahami makna dari batik yang dikenakannya. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan nilai budaya batik Tasik Parahiyangan sebagai daya tarik wisata di Jawa Barat, dengan melakukan kajian pustaka, menggunakan teori dari Shaw dan William tentang tujuh unsur elemen budaya yang menjadi daya tarik wisata.  Penelitian ini menggambarkan bahwa batik Tasik Parahiyangan merupakan buah karya, bersifat tradisional memiliki corak dengan unsur dan nuansa alam, flora dan fauna sebagai simbol yang menjadi motif utamanya, menggambarkan pedoman hidup, harmoni, adaptasi sebagai ajaran hidup masyarakatnya. Keindahan visual tergambar dari pemaduan bentuk dan warna, serta keindahan filosofis ditunjukkan dari simbol-simbol, untuk menjelaskan makna batik sebagai nilai budaya masyarakatnya. Batik ini sebagai kerajinan, tercipta secara turun temurun, sebagai sebuah tradisi, bernilai sejarah, bermakna lokal, sebagai cara hidup masyarakatnya, yang memberikan makna yang mulia dan luhur, sehingga bernilai daya tarik wisata.
Memaknai Kuliner Lokal Sebagai Daya Tarik Wisata Kota Bandung Syarifuddin, Didin; Noor, Chairil M; Rohendi, Acep
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.335 KB)

Abstract

AbstrakPerkembangan industri pariwisata dapat memberikan peluang bagi produk-produk wisata termasuk kuliner di Kota Bandung. Tingginya perkembangan industri pariwisata, memberikan peluang yang sangat besar bagi masyarakatnya, untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan wisata kuliner, yang saat ini masih sangat terbatas, jumlahnya. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan makanan tradisional sebagai kuliner lokal dengan jenis Surabi Mila sebagai daya tarik wisata Kota Bandung.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teori dari Damanik dan Weber (2006:13), yang menjelaskan bahwa daya tarik wisata dapat dibangun melalui keunikan, originalitas, otentisitas, dan keragaman.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil tulisan ini menjelaskan bahwa makanan tradisional kuliner lokal Surabi Mila, merupakan jenis makanan tradisional yang berdaya tarik wisata. Daya tarik wisata pada Surabi Mila adalah karena surabi ini memiliki keunikan, originalitas, otentisitas, dan keragaman. Keunikan dapat dilihat dari adanya kombinasi kelangkaan dan kekhasan yang melekat pada surabi Mila, yaitu jarang terjadi surabi di Kota Bandung yang memiliki 20 jenis rasa dengan topping yang bervariasi, yang juga menggambarkan keragamannya. Originalitas surabi Mila tergambar dari keaslian bahan tepung beras dengan tetap mempertahankan varian asli seperti topping oncom dengan proses pembakaran menggunakan tungku dan cetakan dari tanah liat, juga menggambarkan otentisitasnya.Kata Kunci: makanan tradisional, kuliner, keunikan, originalitas, otentisitas, keragaman AbstractThe development of the tourism industry can provide opportunities for tourism products including culinary in the city of Bandung. The high development of the tourism industry, providing an enormous opportunity for the people, to participate in the development of culinary tourism, which is currently still very limited, the amount. his paper aims to explain traditional food as a local culinary type of Surabi Mila as a tourist attraction of Bandung. The research method used is descriptive qualitative, using the theory of Damanik and Weber (2006:13), which explains that tourist attraction can be built through uniqueness, originality, authenticity, and diversity. Data collection was done by observation and interview. The results of this paper explain that the traditional food of local culinary Surabi Mila, is a kind of traditional food tourist attraction. The tourist attraction at Surabi Mila is because this Surabi has uniqueness, originality, authenticity, and diversity. Uniqueness can be seen from the combination of scarcity and uniqueness attached to surabi Mila, which is rarely a Surabi in the city of Bandung which has 20 types of flavors with a variety of toppings, which also describes the diversity. Originality Surabi Mila depicted from the authenticity of rice flour by maintaining the original variants such as toppings oncom combustion process using furnaces and molds of clay, also illustrates the authenticity.Keywords : traditional foods, culinary, uniquiness, originality, autenticity, variety.
Membangun Inkubator Wirausaha Kepariwisataan di STP ARS Internasional Hakim, Lukmanul; Syarifuddin, Didin; Iskandar, Iis
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.56 KB)

Abstract

AbstrakTujuan program pengabdian masyarakat adalah sebagai embrio terbentuknya inkubator wirausaha yang profesional bidang kepariwisataan di STP ARS Internasional. Metode yang digunakan melalui penyelenggaraan kegiatan inkubasi wirausaha baru selama dua angkatan, yaitu pada tahun pertama pada tahun 2015 dan tahun kedua pada tahun 2016. Tahapan kegiatan prainkubasi terdiri dari Pembukaan program; Sosialisasi program dan rekrutmen; Seleksi calon tenant melalui test tertulis dan wawancara; Sementara, tahap inkubasi, dimulai dengan Pelatihan bisnis tours and travel, Pelatihan kewirausahaan kepariwisataan; Pelatihan kewirausahaan event organizer; pelatihan softskills kewirausahaan; on the job training di industri mitra; Pembentukan kelompok bisnis; Pendampingan penyusunan business plan; Running business; Monitoring dan evaluasi; Penyusunan laporan kegiatan; Serta publikasi pada jurnal ilmiah. Luarannya adalah terselenggaranya kegiatan inkubasi wirausaha baru selama dua tahun dengan jumlah tenant sebanyak sepuluh kelompok di bidang jasa tour and travel dan produksi kuliner khas Kota Bandung, serta luaran berupa jurnal ilmiah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dua tahun penyelenggaraan inkubasi, dapat disimpulkan kekuatan program inkubasi, yaitu pada aspek norma dan tujuan penyelenggaraan, pengelola kegiatan, jaringan kerjasama, dan produk tenant. Sementara kelemahannya, pada aspek legalitas belum berbadan hukum, aspek proses belum menyelenggarakan kegiatan pasca-inkubasi,  aspek sarana dan prasarana yang masih pinjaman institusi induk, dan aspek keuangan, belum memiliki sumber pendanaan yang berkelanjutan. Kata Kunci: inkubator bisnis, wirausaha baru, pariwisata        AbstractThe purpose of community service program was as an embryo of the establishment of professional entrepreneurial incubator in the field of tourism in STP ARS International. The method used through the implementation of new entrepreneur incubation activities for two generations, in the first year in 2015 and the second year in 2016. The pre-incubation stage consists of the opening of the program, program socialization and recruitment, selection of tenant candidates through written test and interview; Meanwhile, the incubation stage, starting with Tour and Travel business training, Tourism entrepreneurship training, training of entrepreneurship event organizer; entrepreneurship softskills trainin, on the job training in the partner industry, establishment of business groups, assistance in the preparation of business plans, Running business, Monitoring and evaluation, Preparation of activity reports, And publications in scientific journals. The outcome was the implementation of new entrepreneur incubation activity for two years with tenant number as many as ten groups in tour and travel services and typical culinary production of Bandung City, and the output of scientific journal with qualitative descriptive approach. Two years of incubation implementation, it can be concluded the strength of the incubation program, namely on aspects of norms and organizational goals, activity managers, cooperation networks, and tenant products. While the weaknesses, in the aspect of legality not yet incorporated, aspects of the process have not held post-incubation activities, aspects of facilities and infrastructure that still loans the parent institution, and financial aspects, does not yet have a sustainable source of funding Keywords:  business incubator, new entrepreneur, tourism
PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TERHADAP MOTIVASI DAMPAKNYA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN DI LOKAWISATA BATURRADEN Martina, Sopa; Syarifuddin, Didin
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 1 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.161 KB)

Abstract

Abstract - In an organization factors Human Resources has important role compared to other factors . If organizations fail to achieve the goal , the human factor can be the cause therein . Therefore employees need training and development to be able to motivate yourself to work better in order to achieve good performance anyway . This research was conducted using descriptive methods . Based on the findings of the 61 respondents mentioned the importance of the results in both categories at 81.8 % for the training and development available , the results in both categories at 74.3 % for employee motivation , and results in employees performance lokawisata Baturraden by 86 , 3 % in the excellent category . As for the effect of training on employee motivation and pengembanagn obtained correlation value of 41.21 % , and for the influence of motivational variables on employee performance lokawisata Baturraden of 11.42 % . So that the total value obtained for training and development impact on motivation and its impact on job performance of 52.63 % . A percentage of 47.37 % is influenced by other factors . Keywords : job performance, motivation, training and development. Abstrak - Dalam suatu organisasi faktor Sumber Daya Manusia (SDM) mempunyai peranan yang penting dibandingkan dengan faktor lain. Apabila organisasi mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan, maka faktor manusia dapat menjadi penyebab didalamnya. Oleh karena itu karyawan perlu mendapatkan pelatihan dan pengembangan untuk dapat memotivasi diri sendiri untuk bekerja dengan lebih baik sehingga tercapai prestasi kerja yang baik pula. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dari 61 orang responden tersebut maka didapat hasil dalam kategori baik sebesar 81,8% untuk pelatihan dan pengembangan yang tersedia, hasil dalam kategori baik sebesar 74,3% untuk motivasi karyawan, dan hasil dalam prestasi kerja karyawan Lokawisata Baturraden sebesar 86,3% dalam kategori sangat baik. Sedangkan untuk pengaruh pelatihan dan pengembanagn terhadap motivasi karyawan didapat nilai korelasi sebesar 41,21%, dan untuk pengaruh variabel motivasi terhadap prestasi kerja karyawan Lokawisata Baturraden  sebesar 11,42%. Sehingga didapat nilai total untuk pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap motivasi dan dampaknya terhadap prestasi kerja sebesar 52,63%. Sisanya sebesar 47,37% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci : motivasi, pelatihan dan pengembangan, prestasi kerja
MEASURING DESTINATION SERVICE QUALITY (STUDI TENTANG PELAKSANAAN KUALITAS PELAYANAN KEBUN BINATANG BANDUNG) Syarifuddin, Didin
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.676 KB)

Abstract

Abstract - Destination service quality is the important aspect in the tourism world, because it caused to the visitor satisfaction and to the repeat visit to the destination. Zoo in Bandung is the destination that pays attention to service quality, in order to be able to increase the repeat visit of the tourists. Relating to this research that the research focused to explain destination service quality at Bandung Zoo. Research method used is descripttve quantitative method by using percentage analysis, range, and interval. The population is all visitors to Bandung Zoo for one periode, with the sample measure is 100 people. The result showed that destination service quality Bandung Zoo, reached with the total score 6.597 of the ideal score 7.000. Based on the result that destination service quality at Bandung Zoo is Good, referring to tangible, responsiveness, assurance, reliability and emphaty aspects.  Keywords : Service Quality, Tangible, Responsiveness, Assurance, Reliability, dan Emphaty  Abstrak - Kualitas pelayanan objek wisata merupakan aspek penting dalam dunia pariwisata, karena akan berdampak pada kepuasan pengunjung, dan ujungnya berdampak pula pada kunjungan ulang ke destinasi. Kebun binatang Bandung merupakan destinasi pariwisata yang sangat memperhatikan kualitas pelayanan, dengan harapan meningkatkanya tingkat kunjungan ulang ke destinasi tersebut. Berkaitan dengan penelitian ini bahwa tujuan penelitian difokuskan untuk menjelaskan tentang kualitas pelayanan objek wisata di Kebun Binatang Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis persentase, range, serta tingkat interval. Populasi penelitian adalah seluruh pengunjung ke Kebun Binatang Bandung, untuk periode tertentu, dengan ukuran sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan objek wisata Kebun Binatang Bandung, tercapai dengan skor total 6.597 dari skor ideal 7.000. Berdasarkan hasil analisis tersebut, bahwa kualitas pelayanan objek wisata di Kebun Binatang Bandung, termasuk ke dalam kategori BAIK. Aspek yang dinilai baik adalah aspek tangible, responsiveness, assurance, reliability, dan emphaty Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Tangible, Responsiveness, Assurance, Reliability, dan Emphaty
Dampak Lingkungan Terhadap Minat Mahasiswa Pariwisata Berwirausaha Syarifuddin, Didin; Iskandar, Iis; Hakim, Lukmanul
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.52 KB)

Abstract

ABSTRAKFaktor penentu kemajuan sebuah bangsa salah satunya adalah tingginya jumlah masyarakat yang berwirausaha. Indonesia sampai saat ini baru mencapai angka 1.65 persen atau 3.795.000 jiwa yang berwirausaha dari total penduduk sekitar 230 juta jiwa. Padahal jumlah minimal wirausaha yang bisa jadi penopang pembangunan kemajuan sebuah bangsa adalah sebanyak dua persen atau 4.600.000 jiwa, artinya masih ada kekurangan sebanyak 805.000 jiwa. Rendahnya wirausaha yang dilakukan oleh masyarakat ternyata salah satu faktor penyebabnya adalah lingkungan, bisa lingkungan keluarga, kampus, masyarakat dan lingkungan media sosial. Hal inipun terjadi pada mahasiswa di lingkungan Sekolah Tinggi Pariwisata ARS Internasional, Bandung. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan lingkungan tempat interaksi sosial mahasiswa, minat berwirausaha serta dampak lingkungan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif, yaitu untuk menjelaskan hubungan kausalitas lingkungan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan lingkungan keluarga, teman, masyarakat dan media sosial, mendukung mahasiswa untuk berwirausaha. Sementara minat yang tumbuh pada mahasiswa dilihat dari ketertarikan, perhatian, keinginan, sampai pada kemauan untuk berwirausaha dengan kategori baik.  Dampak lingkungan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha, sebesar 39 persen. Artinya bahwa lingkungan menjadi faktor penentu tumbuhnya minat mahasiswa untuk berwirausaha. Semakin sering mahasiswa berada dalam lingkungan yang memberikan motivasi berwirausaha, maka semakin tinggi pula minat mahasiswa untuk berwirausaha yang dimungkinkan dapat memulai berwirausaha.  Kata Kunci: Wirausaha, Lingkungan Keluarga, Lingkungan Pergaulan Teman, Masyarakat, Media Sosial, Dan Minat Berwirausaha.  ABSTRACTDeterminant factor of progress of a nation is the high number of people who are entrepreneurship. Indonesia has been only reached 1.65 percent, or 3.795 million people of the total population of around 230 million people. Whereas a minimum number of entrepreneurship who may be supporting the progress of a nation is two percent, or 4,600,000 people, that means there is still shortage of as many as 805,000 people. Low entrepreneurship by the community turns out that one contributing factor is the environment, can be a family environment, peer gourp (campus), community and social media environment. This also happens to students at ARS International, School of Tourism, Bandung. This paper aims to describe the environment in which social interaction of students, interest in entrepreneurship as well as the environmental impact of the interest of students to entrepreneurship. The method used is verivicative method, is to explain the causality of the interest in entrepreneurship environment. The results showed that the support of family, peer group, community and social media, support students for entrepreneurship. While a growing interest on student views of interest, attention, desire, until the willingness to self-employed with either category. The environmental impact of the interest of students to entrepreneurship, 39 percent. It means that the environment becomes a decisive factor for the growth of student interest in entrepreneurship. The more often students are in an environment that is motivating entrepreneurship, the higher the interest of students to entrepreneurship are possible can start entrepreneurship.Keywords: Entrepreneurship, Family Environment, Peer Group (Campus), Community, Social Media, And Interest In Entrepreneurship.
Green Perceived Value for Environmentally Friendly Products: Green Awareness Improvement Syarifuddin, Didin; Alamsyah, Doni Purnama
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 18, No 2 (2017): JEP 2017
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.623 KB)

Abstract

This study aims to review the correlation of green perceived value and green brand attribute on green awareness with supporting moderation of customer’s demographic. The review focuses on environmentally friendly products with 467 respondents who come from Supermarket’s customer in West Java Province. Hypothesis test is found that green awareness can be improved through green perceived value and green brand attribute. But green perceived value plays important role in controlling green awareness. Besides that, supporting from customer’s demographic (sex, location, income) also very influenced the correlation level of green perceived value, green brand attribute with green awareness. The study review is useful in reviewing green customer behavior particularly in Indonesia that has still poor of caring; and in the effort of facing global warming through the review on environmentally friendly products