Rina Dwi Handayani, Rina Dwi
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Hygiene dan Sanitasi Lingkungan di Obyek Wisata Kampung Tulip Rahmawati, Dini; Handayani, Rina Dwi; Fauzzia, Willma
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.526 KB)

Abstract

AbstrakHasil dari observasi dilapangan menunjukan bahwa, aspek sanitasi dan hygiene lingkungan di kampung tulip yang letaknya di jalan ciwastra komplek  banyu biru belum memenuhi standar operasional dari segi lingkungan objek wisata, makanan,minuman serta minimnya pengetahuan tentang hygiene dan sanitasi lingkungan. Oleh karena itu kegiatan pengabdian difokuskan pada pembuatan  penerapan standar operasional dan pengetahuan keilmuan tentang hygiene dan sanitasi lingkungan. Dengan tahapan : 1).memberikan pelatihan keilmuan tentang sanitasi lingkungan dan hygiene makanan dan minuman kepada pengelola dan karyawan.2)Penetapan standar operasional dan membuat perumusan tentang standar operasional yang berkerjasama dengan para ahli dibidang sanitasi lingkungan dan hygiene makanan dan minuman.3)Uji coba menerapkan standar operasional yang telah dirumuskan pada hari sebelumnya dengan didampingi oleh para pemateri.4) Melakukan pemantauan yang akan terus dilakukan hingga standar operasional tersebut dijalankan dengan baik dan menjadi bagian dari ritme kerja karyawan yang bertugas di obyek wisata Kampung Tulip. Kata Kunci : Hygiene dan sanitasi, kampung tulip, standar operasional. AbstractThe result of field observation shows that the aspect of sanitation and environmental hygiene in the kampong tulip, located on the ciwastra street of blue banyu complex has not met the operational standards in terms of tourism environment, food, lack of knowledge about cleanliness and environmental sanitation. Therefore, devotional activities are facilitated by the knowledge of hygiene and environmental sanitation. With stages: 1) .providing scientific training on environmental sanitation and food and beverage hygiene to managers and employees.2) Establishment of operational standards and formulation of operational standards in cooperation with experts in the field of environmental sanitation and food and beverage hygiene.3) applying the operational standard that had been formulated on the previous day accompanied by the speakers.4) which will continue to be carried out with well-. tourist attraction. Keywords: Hygiene and sanitation, kampung tulip, operational standards
PENGARUH LINGKUNGAN DAN SEMANGAT KERJA TERHADAP KINERJA PNS BALITSA LEMBANG Handayani, Rina Dwi
Jurnal Pariwisata Vol 2, No 1 (2015): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.582 KB)

Abstract

Lingkungan kerja dalam perusahaan merupakan faktor penting untuk peningkatan kinerja, sehingga diharapkan kepuasan kerja karyawan akan tercipta. Semangat kerja digunakan untuk menggambarkan suasana keseluruhan yang dirasakan para karyawan dalam perusahaan. Tujuan dari penulisan ini adalah melihat pengaruh lingkungan kerja dan semangat kerja terhadap kinerja pegawai. Kinerja merupakan hasil dari pekerjaan yang menghasilkan hasil, dan berpengaruh penting untuk pencapaian tujuan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah PNS BALITSA Lembang dengan sampel 40 responden secara purposive sampling. Hasil penelitian analisis regresi diketahui persamaan , artinya apabila variabel lingkungan X1, semangat kerja X2, tidak dilaksanakan dengan baik, maka nilai kinerja sebesar 6,087. ß1 = 0,350, setiap kenaikan variabel lingkungan (X1) sebesar 1 satuan, maka meningkatkan kinerja 0,350, asumsi variabel lain tetap. ß2 = 0,329, setiap kenaikan variabel semangat kerja (X2) sebesar 1 satuan, maka meningkatkan kinerja 0,239, asumsi variabel lain tetap. Koefisien  variabel (X1) sebesar 2,080; variabel (X2) sebesar 1,884. (  sebesar 2,028). Maka hanya variabel lingkungan saja yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Koefisien = 10,028 yang lebih besar dari = 4,08. Lingkungan dan semangat kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Koefisien determinasi ( ) yang diperoleh dalam pengolahan data sebesar 0,455. Berarti lingkungan dan semangat kerja dapat menjelaskan variasi atau perubahan kinerja pegawai 45,5%, sedangkan 54,5% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Hasil analisis diketahui suatu kinerja menjadi baik, jika dibantu oleh faktor yang menentukan timbulnya kinerja yang optimal. Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Semangat Kerja, Kinerja Karyawan. ABSTRACTWork environment in the company is an important factor for improving the performance, so expect employee satisfaction will be created. Morale is used to describe the overall atmosphere that is felt by employees in the company. The purpose of this paper is to see the influence of the working environment and morale to employee performance. Performance is the result of work that produces results, and the effect is important for the achievement of corporate objectives. The population in this study is a Civil Servant BALITSA Lembang with a sample of 40 respondents using purposive sampling. Results of the study are known regression analysis equation  means that if the environment variables X1, morale variables X2, not executed properly, and then the value of the performance was 6,087. ß1 = 0.350, every increase environmental variables (X1) of 1 unit, hence increasing the performance was 0.350, assuming other variables remain. ß2 = 0,329, every increase morale variable (X2) of 1 unit, hence increasing the performance was 0.239, assuming other variables remain. Variable coefficients  was 2,080; variable (X2) was 1,884. (  amounting to 2.028). Then only the environment variables are significant effect on employee performance. Coefficient = 10.028 greater than = 4.08. The environment and morale that jointly have a significant effect on employee performance. The coefficient of determination ( ) obtained in the processing of data at 0,455. Means the environment and morale can explain variations or changes in the performance of employees 45.5%, while 54.5% is explained by other variables outside the model. The results of analysis of a performance will be good, if aided by the emergence of factors that determine optimum performance.
PERSEPSI KARYAWAN PNS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LINGKUNGAN KERJA DI BALITSA LEMBANG Handayani, Rina Dwi
Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Vol 4, No 1 (2016): JURNAL ECODEMICA
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.84 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi karyawan PNS dalam meningkatkan kenyamanan lingkungan kerja di Balitsa Lembang. Pendekatan yang digunakan adalah bersifat kuantitatif dengan metode analisis faktor. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner kepada 40 karyawan Balitsa Lembang sebagai sampel penelitian, yang dipilih secara purposive. Penelitian ini teleh menemukan bahwa kebersihan (76%) merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kenyamanan lingkungan kerja di Balitsa Lembang.Kata Kunci: Persepsi Karyawan, Lingkungan Kerja, Analisis Faktor ABSTRACTThis study aims to determine the factors that influence employee PNS improving comfort working environment in Balitsa Lembang. The approach is both quantitative factor analysis method. The data collection was done by using a questionnaire to 40 employees Balitsa Lembang as samples, which were selected purposively. This study found that the cleanliness (76%) is the dominant factor in increasing the comfort of the working environment in Balitsa Lembang.Keywords: Perception Employees, Work Environment, Factor Analysis
Beban Kerja Dan Kepemimpinan Tranformasional Implikasinya Pada Kepuasan Kerja Karyawan Sulastriningsih, R. Dewi; Komalasari, Yunika; Handayani, Rina Dwi
Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Ecodemica
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.34 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana pengaruh beban kerja dan kepemimpinan tranformasional terhadap kepuasan kerja karyawan, dengan melakukan studi kasus di PT. Asia Penta Garment. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Hasil yang didapat dari penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan antara beban kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap Kepuasan kerja. Variabel kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh lebih kuat dan cenderung positif terhadap Kepuasan kerja daripada variabel beban kerja. Hal ini membuktikan bahwa, karyawan di PT. Penta Asia Garment merasa  puas dalam bekerja karena ditunjang dengan kepemimpinan seorang pemimpin yang mampu menyampaikan visi dan misi perusahaan, dapat menjadi panutan dalam bekerja, dapat dipercaya, pimpinan mampu menyelesaikan persoalan, mampu bekerja dengan cepat, mampu memotivasi karyawannya, dapat menjadi contoh, kreatif, mampu mengambil keputusan, mampu menyelesaikan masalah, mau mendengarkan keluhan bawahannya, memperlakukan bawahannya dengan baik, memberikan pelatihan dan mampu memberikan saran. Sedangkan untuk hasil  pengujian pengaruh beban kerja terhadap kepuasaan kerja membuktikan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara beban kerja terhadap Kepuasan kerja. Hal ini brarti bahwa jumlah beban kerja yang diberikan kepada karyawan tidak mempengaruhi kepuasaan kerja karyawannya.
Penyuluhan Gerakan Go Green Sejak Dini di SD Cipta Karya Bandung Fauzzia, Willma; Handayani, Rina Dwi; Ramdhan, Yandi Muhammad; Erika, Tsya; Andreawati, Erina
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.633 KB)

Abstract

SD Cipta Karya merupakan salah satu sekolah dasar (SD) yang terletak di daerah Jl. Cibangkong Lor no.34 kota Bandung, tidak hanya berfungsi sebagai tempat mencari ilmu dalam pendidikan, namun juga sebagai tempat bersosialisasi antara siswa atau guru. Di halaman sekolah yang sejuk dan nyaman, dapat dilakukan berbagai macam kegiatan disekolah tersebut seperti upacara bendera, olah raga, ekstrakulikuler dan kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan wawasan para siswa terserbut. Namun seringkali peran Sekolah Dasar tidak berfungsi optimal akibat dari minimnya lahan hijau dan tumbuhan hidup lainnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada penyuluhan gerakan go green bagi para siswa. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah pengadaan dan optimalisasi penghijauan lahan kosong SD Cipta Karya seperti bunga-bunga dan tumbuhan hijau serta penataan lahan hijau pada halaman sekolah. Selain itu dalam pelaksanaan pengabdian sosial juga terjadi interaksi dengan murid kelas 3 SD Cipta Karya. Interaksi meliputi sosialisasi kegiatan hingga turut serta dalam kegiatan belajar mengajar. Langkah yang dilakukan dalam pengabdian meliputi: (1) Pengadaan tumbuhan-tumbuhan hijau, (2) Penanaman tumbuhan pada pot berupa botol plastik, (3) Interaksi melalui keterlibatan di dalam kelas, dan (4) Interaksi para murid di luar kelas.Kata kunci: go green, sekolah dasar
Strategi Promosi UMKM Kampung Rajut Binong Jati Sebagai Kawasan Wisata Belanja Andriani, Rian; I.B. Hariyanto, Oda; Brahmanto, Erlangga; Handayani, Rina Dwi; Fauzia, Willma
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.353 KB)

Abstract

Abstrak Kampung Rajut Binong Jati Bandung merupakan salah satu kampung wisata yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat sejak tahun 1965 yang kemudian berkembang pesat karena semakin banyaknya permintaan produksi baik dari dalam maupun luar negeri. Dari situlah masyarakat sekitar mulai dipekerjakan dan semakin lama mereka mampu berdiri sendiri dan mendirikan usaha masing-masing hingga berkembang sampai saat ini, sehingga kampung rajut Binong Jati terkenal dengan pemukiman kerajinan rajutan. Kampung Wisata Rajut Binong Jati membutuhkan lebih dari sekedar mengembangkan mesin yang baik, mengembangkan produk yang baik, memberikan edukasi yang bermanfaat bagi para wisatawan, namun diperlukan promosi yang baik untuk bisa menjual produk yang dibuat sehingga dapat meninggkatkan pendapatan penduduk sekitar dan juga minat belanja wisatawan yang datang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen.Kata Kunci : Strategi Promosi, UMKM, Wisata
Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Villa Kancil Majalaya Fauzzia, Willma; Andriani, Rian; Brahmanto, Erlangga; Handayani, Rina Dwi; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.92 KB)

Abstract

AbstrakVilla Kancil Majalaya merupakan kawasan wisata kabupaten Bandung dimana wisata outbound menjadi andalan untuk menarik perhatian para wisatawan. Villa Kancil memiliki daya tarik atas kegiatan wisatanya dikarenakan tempat ini memiliki kondisi alam yang baik seperti udara yang sejuk dimana hal ini akan memberikan kenyaman bagi wisatawanya ketika berwisata. Selain itu Villa Kancil juga mempunyai wisata-wisata lainnya seperti wisata kuliner “Warung Desa Kuring” dan wisata kuliner diatas perahu atau disebut dengan floating market, wahana permainan dan menyediakan wisata air yaitu waterboom  yang terdapat kolam air panas didalamnya. Dengan luas mencapai 67000 m2, Villa Kancil ini menyediakan berbagai wahana yang sangat disukai oleh anak-anak dan remaja juga orang tua. Villa Kancil memiliki potensi untuk terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan kunjungan wisatawan. Dalam usaha menarik wisatawan untuk datang ke sebuah objek wisata di suatu daerah pastinya dibutuhkan strategi pemasaran yang baik. Oleh karenanya dibutuhkan dorongan oleh berbagai pihak terkait dalam usaha agar objek wisata tersebut dapat berkembang secara baik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen.Kata kunci: Strategi pemasaran, wisatawan