Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI PRODUK CILOK KENYAL KENYOL DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN Solihat, Ani; Hakim, Lukmanul; Setiawati, Sri Dewi
Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Vol 4, No 2 (2016): JURNAL ECODEMICA
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.614 KB)

Abstract

ABSTRAC_Cilok Kenyal Kenyol is a brand of traditional food from Bandung. Created for lifting traditional food to be more modern, more popular nationally and internationally. Various innovations in products cilok already taken in an effort to increase sales, but these measures still do not meet the sales target. This study uses qualitative research with case study approach. Data collected by FGD (Focus Group Discussion) involving 20 people consisting of teachers Catering, Lecturer in Tourism, Employees Restaurant, Blogger (Food Blogger and Travel Blogger), Media, and Consumer (Students, Student, Employee, Housewife). This research produced models of the product development strategy, namely through its attributes and product features, style and design of products, brands and logos, packaging, labeling of the product support services.Keyword : Product, Product Strategy, Case StudyABSTRAK_Cilok Kenyal Kenyol merupakan makanan tradisional yang berasal dari Kota Bandung. Diciptakan dengan tujuan untuk mengangkat makanan tradisional menjadi lebih modern dan lebih popular baik secara nasional maupun internasional. Berbagai inovasi pada produk cilok sudah dilakukan sebagai usaha meningkatkan penjualan, namun langkah tersebut masih belum memenuhi dengan target penjualan . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan FGD (Focus Group Discussion) yang melibatkan 20 orang terdiri dari Guru Tata Boga, Dosen Akademi Pariwisata, Karyawan Restoran, Blogger (Food Blogger dan Travel Blogger), Media, dan Konsumen (Mahasiswa, Siswa, Karyawan, Ibu Rumah).  Penelitian ini menghasilkan model strategi pengembangan produk, yaitu melalui atribut dan fitur produk, gaya dan rancangan produk, merek dan logo, pengemasan, pemberian label pelayanan penunjang produk.Kata Kunci : Produk, Strategi Produk, Studi Kasus.
PENGARUH BRAND EQUITY KAWASAN BELANJA KAIN CIGONDEWAH KOTA BANDUNG TERHADAP CITRA KAWASAN DAN KEPUTUSAN BERBELANJA (Survei Pada Konsumen Akhir Pengunjung Kawasan Belanja Kain Cigondewah) Solihat, Ani
Jurnal Ecodemica Vol 2, No 1 (2014): Jurnal ECODEMICA
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemerintah daerah Indonesia, dewasa ini mulai meninjau ulang pendekatan dan cara pandang dalam mengelola daerah dengan memberikan otonomi untuk membangun sarana dan prasarana dalam mendukung pembangunan ekonomi, sosial, manajemen tata ruang dan lingkungan bagi daerah, termasuk diantaranya Jawa Barat khususnya Kota Bandung. Pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya bagi Kota Bandung merupakan suatu tantangan yang berat, karena adanya tuntutan untuk mewujudkan kemandirian daerah. Kemandirian daerah sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh komponen di Kota Bandung untuk mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang ada. Salah satu potensi yang bisa dikembangkan di Kota Bandung adalah pusat perbelanjaan yang membuat Kota Bandung ini terkenal sebagai kota wisata belanja. Salah satu pusat pembelanjaan yang dikelola oleh pemerintah Kota Bandung adalah Cigondewah yang merupakan pusat kawasan belanja kain yang menjual berbagai macam kain lokal maupun impor, namun merek kawasan belanja ini perlu ditingkatkan dan dibangun lagi agar kawasan ini memiliki brand yang kuat. Merek yang kuat adalah merek yang memiliki ekuitas merek (brand equity) yang tinggi dan mampu mengembangkan keberadaan suatu produk. Oleh karena itu brand equity merupakan salah satu cara memperkuat merek sehingga akan membentuk citra kawasan yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan untuk berbelanja kain di kawasan Cigondewah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai brand equity kawasan belanja kain Cigondewah, citra kawasan Cigondewah, keputusan berbelanja konsumen, pengaruh brand equity kawasan belanja kain cigondewah terhadap citra kawasan, pengaruh brand equity kawasan belanja kain cigondewah dan citra kawasan terhadap keputusan berbelanja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptive survey dan explanator survey. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder melalui observasi, kuesioner dan studi kepustakaan. Polpulasi penelitian ini adalah seluruh konsumen akhir pengunjung kawasan belanja kain Cigondewah yang berjumlah 2236 orang, sedangkan sampelnya sebanyak 100 orang. Teknik yang digunakan adalah simple random sampling, sedangkan jenis pengukuran menggunakan koefisien analisis jalur dan analisis regresi ganda. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa brand equity kawasan belanja kain Cigondewah berpengaruh terhadap citra kawasan dan keputusan berbelanja serta citra kawasan Cigondewah berpengaruh terhadap keputusan berbelanja konsumen. Kata kunci : Brand Equity, Citra Merek, Keputusan Pembelian      ABSTRACT The regional government of Indonesia, today began reviewing the approaches and perspectives in managing the area by giving autonomy to build facilities and infrastructure in support of economic development, social, spatial and environmental management for the region, including in particular the city of Bandung in West Java. The implementation of regional autonomy as possible for the city of Bandung is a formidable challenge, because of the demands to realize the independence of the region. Local independence is largely determined by the ability of all components in Bandung to optimize all the potential and existing resources. One of the potential that could be developed in the city of Bandung is a shopping center that makes the city of Bandung is famous as the city shopping. One of the central government expenditures managed by the city of Bandung is Cigondewah which is the main shopping center of the cloth that sell a variety of local and imported fabrics, but this brand shopping area needs to be improved and built up again so that this region has a strong brand. Strong brand is a brand that has the brand equity (brand equity) is high and able to develop the presence of a product. Therefore, brand equity is one way of strengthening the brand image of the region that will form a higher level and can increase to a cloth shop in the area Cigondewah.This study aims to find out and get an idea of brand equity Cigondewah cloth shopping area, the image of the region Cigondewah, consumer shopping decisions, the influence of brand equity cigondewah cloth shopping area on the image of the region, the influence of brand equity cigondewah fabric shopping and image shopping area against the decision.The method used in this study is a survey research methods and explanator deskriptive survey. The data used are the primary and secondary data through observation, questionnaires and literature study. Polpulasi this research is the ultimate consumer shopping cloth Cigondewah visitors numbering 2236 people, while the sample as many as 100 people. The technique used is simple random sampling, while the type of measurement using the coefficient of path analysis and multiple regression analysis. Based on the hypothesis testing results show that brand equity Cigondewah cloth shopping area and the effect on image-making shop as well as the image of the region Cigondewah effect on consumer shopping decisions Keyword: Brand Equity, Brand Image, consumer buying decisions
Pengaruh Atribut Produk Tabungan Terhadap Loyalitas Nasabah (Studi pada Bank XYZ KCP Antapani Bandung) Limbong, Novi Septiani; Solihat, Ani
Jurnal Ecodemica Vol 1, No 2 (2013): Jurnal ECODEMICA
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.387 KB)

Abstract

ABSTRACT - Bank XYZ KCP Antapani Bandung from 2010 through 2012 had climbed down the number of customers . In 2010 the number of customers of Bank XYZ totaled 794 people , in 2011 dropped to 727 people , and in 2012 had increased back up to 844 people . The rise and fall of the number of clients showing low levels of customer loyalty in the bank . Customer loyalty will form one of the products offered . Product attributes are product elements that are considered important in the purchase decision .The purpose of this study is to determine how much product attributes that exist in Bank XYZ KCP Antapani Bandung affect the level of client loyalty .This research method using descriptive and verification object of study is the effect of variable X ( product attributes ) to Y ( customer loyalty ) were studied . The data of the research was obtained by observing spreading out the questionnairewith Likert scale and used descriptive and verificative method. Wherever,regressionequationobtainedis Y = 2,660 + 0,171X.Additionallyhypothesisresultsshowsavingsproduct attributevariableshavea positiveand significantimpacton customer loyalty. This is indicated by the results of the test score correlation and regression test and t-test reject Ho. Positive and significant influence does it mean if a product attribute factors include product quality, product features, product design, brand, warranty, price, increasing the quality of it will be followed by an increase in customer loyalty. Keyword : product attributes, customer loyalty.
Pengaruh Iklan Dan Harga Dalam Meningkatklan Tingkat Hunian Kamar Hotel Sutan Raja Hotel Dan Convention Centre Kabupaten Bandung Solihat, Ani; Hamzah, Heri; Susana, Eli
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSutan Raja Hotel and Convention Centre Kabupaten Bandung diklasifikasikan sebagai hotel bintang empat karena memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan merupakan salah satu hotel unggulan di Kabupaten Bandung. Dengan semua fasilitasnya dan keunggulan yang dimiliki Sutan Raja Hotel and Convention Centre Kabupaten Bandung, tentunya hotel ini perlu melakukan strategi promosi yang baik guna memperkenalkan produknya agar bisa bersaing dengan hotel-hotel lain yang ada di Kabupaten Bandung. Sutan Raja Hotel and Convention Centre Kabupaten Bandung  menggunakan media internet untuk melakukan kegiatan promosinya terhadap jasa yang mereka tawarkan serta pada penjualan jasa akomodasi yaitu perhotelan, meningkatnya tingkat hunian kamar tidak hanya tergantung pada promosi yang dilakukan perusahaan tetapi juga tergantung pada layanan kebijakan harga yang diberikan, misalnya berupa potongan harga. Variabel terdiri dari independen iklan (X1) dan harga (X2) terhadap variabel dependen tingkat hunian kamar (Y). Metode menggunakan  analisis regresi dengan populasi adalah jumlah penginap dari bulan januari 2015 sampai dengan bulan Desember 2015 dengan sempel berjumlah 100 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian terlihat bahwa variabel iklan (X1) berpengaruh signifikan terhadap tingkat hunian kamar (Y) sebesar 0,258 variabel harga (X2) berpengaruh signifikan terhadap tingkat hunian kamar (Y) sebesar 0,295. Pada uji F terlihat bahwa kualitas iklan dan harga, berpengaruh signifikan secara simultan terhadap tingkat hunian kamar sebesar 13,172. Pada analisis koefisien determinasi terlihat bahwa besarnya hubungan iklan dan harga terhadap tingkat hunian kamar adalah 21,4% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diajukan dalam penelitian ini. Kata Kunci : Iklan, Harga, Tingkat Hunian Kamar ABSTRACTSutan Raja Hotel and Convention Centre Bandung regency is classified as a four star hotel because it has a fairly complete facilities and is one of the featured hotels in Bandung regency. With all the amenities and advantages of the Sutan Raja Hotel and Convention Centre Bandung District, this hotel certainly need to do a good promotion strategy to introduce products that can compete with other hotels in Bandung regency. Sutan Raja Hotel and Convention Centre Bandung Regency uses the internet to carry out promotional activities to the services they offer as well as the sale of accommodation services, namely hospitality, increasing occupancy rate depends not only on the sale of the company but also depends on the service policy of a given price, for example in the form of a rebate. The variable is composed of independent advertising (X1) and the price (X2) on the dependent variable occupancy rate (Y). Methods used regression analysis to the population is the number of sleepovers from January 2015 to December 2015 with a sample of 100 respondents drawn amounted use for Simple random sampling technique. The research result shows that the advertising variables (X1) significantly affects the occupancy rate (Y) amounted to 0.258 price variable (X2) significantly affects the occupancy rate (Y) of 0.295. In the F test seen that ad quality and price, the simultaneous significant effect on the level of occupancy at 13.172. On the coefficient of determination analysis shows that the magnitude of the relationship between advertising and the price of the room occupancy rate was 21.4% and the rest influenced by other variables that are not proposed in this study.Keywords: Advertising, Price, Room Occupancy Rate
Analisa Minat Wisata Museum Kota Bandung Solihat, Ani; Ary, Maxsi
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.847 KB)

Abstract

ABSTRAKMuseum merupakan tempat kumpulan benda-benda sejarah sebagai bukti yang harus diketahui oleh masyarakat, khususnya generasi baru sebagai suatu pembelajaran terhadap sejarah. Di Kota Bandung terdapat sejumlah museum diantaranya Museum Geologi, Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum  Pos, Museum  Negeri Sri Baduga, dan Museum Barli. Ke-6 museum tersebut dikelola oleh pihak pemerintah dan swasta. Sampai saat ini minat wisatawan yang datang ke Kota Bandung hanyalah wisata belanja, kuliner, dan wisata kota, hal ini tidak signifikan dengan minat wisatawa edukasi pada  museum di Kota Bandung. Sejak tahun 2014 Kota Bandung banyak dilakukan pembenahan di berbagai tempat seperti, taman-taman, Alun-Alun  Kota Bandung, jalanan seperti Braga sebagai salah satu objek wisata tempo dulu, kawasan Dago, termasuk wilayah Asia Afrika yang dijadikan sebagai tempat Konferensi Asia Afrika ke-50, hal ini salah satu magnet meningkatkan para wisatawan untuk mengunjungi Kota Bandung. Bertambahnya para wisatawan seharusnya merupakan potensi besar bagi pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan minat kunjungan pada museum sebagai sarana wisata edukasi dan sejarah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasikan seberapa besar minat wisatawan Kota Bandung dalam mengunjungi museum di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif deskriptif sedangkan responden pada penelitian ini adalah wisatawan Kota Bandung yang berada di area kawasan wisata belanja, wisata kuliner, dan wisata kota. Hasil penelitian  menunjukan bahwa minat para wisatawan Kota Bandung sangat rendah dalam mengunjungi museum di Kota Bandung.Kata kunci : Pariwisata, Minat Konsumen, Wisata Museum  ABSTRACTMuseum is a collection of historical objects as evidence that should be known by the public, especially the new generation as a study of the history. In Bandung there are a number of museums including the Geology Museum, Asian-African Museum, Mandala Wangsit Siliwangi Museum, Post Museum, Sri Baduga Museum, and Barli Museum. All six of the museum managed by the government and private parties. Until now the interest of tourists who come to the city of Bandung is just shopping, dining and tours of the city, it is not significant to the interests wisatawa education at the museum in the city of Bandung. Since 2014 Bandung many improvements done in various places, such as parks, Square Bandung, street like Braga as one of the attractions of the past, Dago, including the Asian-African region serve as a place Asian-African Conference ke- 50, it is one of the magnets increase the tourists to visit the city of Bandung. Increasing the tourists should have a great potential for the government of Bandung in increasing interest in the visit to the museum as a means of travel and history education. The purpose of this study was to identify how big tourist interest in visiting Bandung museums. The method used in this research is descriptive quantitative method, while respondents in this study is that Bandung tourists, which is in the area of shopping area, culinary tours, and city tours. The results showed that the interest  Bandung tourists is very low in visiting the museum in the Bandung city.  Keyword : Tourism, Consumer Interest, Museum Tours
Pengaruh Product Knowledge dan Brand Association Terhadap Purchase Intention Kawasan Kampung Kreatif Dago Pojok Ridwan, Luthfi Maulana; Solihat, Ani; Trijumansyah, Andry
Jurnal Pariwisata Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.96 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengaruh “Pengaruh Product Knowledge dan Brand Association terhadap Purchase Intention pada Kawasan Kampung Kreatif Dago Pojok”. Adapun yang menjadi target populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung kampung kreatif dago pojok dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 orang responden. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Deskriptif Verifikatif dan alat analisis yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengaruh hubungan antara variabel satu dan lainnya dan juga menggunakan Uji Hipotesis F dan T yang bertujuan untuk melihat pengaruh Variabel product knowledge, brand association dan purchase intention berpengaruh secara parsial ataupun simultan. Persmaan Regresi Linear didapatkan berdasarkan hasil uji statistik pada program SPSS yaitu Y = 7.846 + 0.279 (X1) + 0.261 (X2) dan hasil koefisien Korelasi R sebesar 0.564 yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara masing-massing variabel. Sedangkan hasil Koefisien Determinasi R2 sebesar 0,375 yang berarti bahwa Product Knowledge dan Brand Association mampu mempengaruhi Purchase Intention dengan persentasi 37.5% sedangkan sisanya 62.5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian. Dapat disimpulkan bahwaa dari hasil uji SPSS bahwa semua Variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan bila di uji scara bersama-sama ataupun di uji scara parsial. Kata Kunci : Product Knowledge, Brand Association, Purchase Intention ABSTRACT The research was purposed to find out the description of ), Influence of Product Knowledge and Brand Association towards to Purchase Intention of Dago Pojok the Creative Village Area The population target in this research are all of consumers of Dago Pojok the Creative Village Area and took 60 respondentsas sample.This research used verification descriptive as the method and multiple linear regression as analysis tool. That was purposed to measure the influence between the variable ang the other one, and also used Hypotesy test F adnd T to found out the influence of advertising variable, Sales Promotion and Quality Of Product would be influenced partially or simultanously. Linear regression equation was gotten based on statistical result at SPSS Program. They are Y = 7.846 + 0.279 (X1) + 0.261 (X2) and th Correlatio Coefficient R at 0.564. This is shows that there is a significant influence among variable. Where as the result of determination coefficient R2 at 0,375. It means that Product Knowledge and Brand Association capable of Purchase Intention decision with percentage value 37.5%. And the remains of it 62.5% are influenced by this research. It can be concluded from the SPSS test result that all of independent variables have significant influence if they are tested simultanously or partially. Keywords : Product Knowledge, Brand Association, Purchase Intention
Pendampingan Kewirausahaan Melalui Program Manajemen Pemasaran dan Keuangan Pada UMKM Hijab Jannata Solihat, Ani; Iskandar, Iis; Trijumansyah, Andry; Susana, Eli; Widyastuti, Nela
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.296 KB)

Abstract

Abstrak UMKM Hijab Jannata merupakan hasil dari pembentukan Wirausahan Baru tahun 2015, sampai saat ini memiliki system produksi yang rutin dalam pembuatan hijab atau kerudung, dengan produk unggulannya adalah khimar atau hijab panjang syar’i untuk wanita muslim dewasa. UMKM yang terletak di pusat kota Bandung tepatnya di wilayah Pasundan dimana daerah ini sangat potensial dan tepat di area pusat pertokoan dan pembelanjaan Alun-Alun Bandung seperti ITC Kebun Kelapa, Pasar Baru, Parahyangan, dan pertokoan di jalan Kepatihan. Adapun kegiatan pelaksanaan pendampingan usaha pada UMKM Hijab Jannata yang terletak di RW 04 Kelurahan Balonggede Kecamatan Regol Kota Bandung dalam bentuk  pelatihan dan pemberdayaan masyarakat sebagai suatu kegiatan yang diarahkan dalam meningkatkan kesejahteraan UMKM melalui pendampingan kewirausahaan melalui program bimbingan manajemen pemasaran dan keuangan.Kata Kunci : Kewirausahaan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan
Implementasi Triple Helix Pada Inkubasi Bisnis Outwall Hakim, Lukmanul; Solihat, Ani; Setiawati, Sri Dewi; Roisah, Riris
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.353 KB)

Abstract

AbstrakPemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki target untuk menciptakan seratus ribu wirausahawan baru pada tahun 2014 - 2018. Untuk mencapai target ini, mereka menginkubasi calon wirausaha baru pada sebelas lembaga pemerintah dan inkubator bisnis non-pemerintah di Jawa Barat. Tim Abdimas mengambil inisiatif untuk mendukung program ini dengan menyelenggarakan inkubasi bisnis outwall yang menerapkan model triple helix. Kegiatan ini melibatkan perguruan tinggi sebagai penyelenggara, lembaga pemerintah sebagai regulator dan pendukung keuangan, serta perusahaan swasta sebagai pendukung produksi dan pemasaran. Kegiatan utama pengabdian kepada masyarakat terdiri dari pelatihan produksi, pemasaran dan kewirausahaan selama delapan hari, serta pendampingan bisnis selama tiga bulan. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya enam belas wirausaha baru yang memproduksi dan memasarkan aksesoris perempuan buatan tangan di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.Kata Kunci: pengabdian masyarakat, inkubator bisnis, wirausaha baru, triple helix 
Pengaruh Sumber Daya dan Kapabilitas Terhadap Keunggulan Posisi Solihat, Ani
JURNAL ILMU MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis. Maret 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.491 KB)

Abstract

Competition is not just university level but at the program of study level, this shows that program of study is a business unit of the university or as a basic unit of analysis in creating a college of excellence. The competition that occurred between programs of study in increasing market share through new admissions, the more has the advantage of the growing number of enthusiasts, so a program of study are required to have a fascination with power so that the positioning advantage program of study in superior universit.The purpose of reasearch was to determine what factors are affecting the position advantage especially program of study management in Bandung, especially tangible resources (physical and technological) and intangible resources (organization, human resources, and reputation) as well as through the capabilities of the program study.Program of study in university which has the position advantage that means resources and capabilitie have a uniqueness that is hard to duplicate. Resources is anything owned or cotroled by program of study, which could br throught of as strength or weakness and capabilities is the management ability to deploy resourcesThe method used in this study is a survey research method explanations (explanatory survey) with a sampling technique was purposive rather nonprobabilistik (purposial sampling) is a technique that sample been intentionally set by the researchers on certain criteria and considerations. Processing data using path analysis with the structure variables of resources, capabilities and position advantages.The results showed program of study management in Bandung University was available of tangible resource and intangible resources are with a good show and capabilities is already well and has shown the positioning advantage.Result of hypothesis test between exogenous and endogenous variables showed that the influence of resources and capabilities to position advantage at 18.521, while partially accepted H0 respectively, indicating the resources and capabilities is partially not significantly influence the position advantage, while the hypothesis II indicates the value of path coefficients (18.219) and hypothesis III 13.955 this valuable resource shows the tangible and intangible resources and capabilities to simultaneously affect the positioning advantage. 
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET SEBAGAI MEDIA PROMOSI DALAM MENINGKATKAN PENGUNJUNG WISATA EDUKASI MUSEUM Solihat, Ani
Jurnal Tekno Insentif Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Tekno Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbandingan wisata edukasi museum lebih rendah dari wisata alam, wisata kuliner, dan wisata belanja.Ini terlihat pada wisata edukasi museum di Kota Bandung terbilang rendah dibanding dengan total wisatawan Kota Bandung. Wisatawan domestik kebanyakan dikunjungi oleh study tour (kunjungan sekolah) bukan wisatawan personal sedangkan total jumlah wisatawan Kota Bandung tahun 2011 mencapai 6 juta lebih wisatawan dan tahun 2012 mencapai 7 juta wisatawan. Hanya saja sasaran wisatawan selama ini lebih banyak berminat mengunjungi lokasi wisata kuliner, fashion dan belanja (factory outlet) sehingga image Kota Bandung sangat dikenal dengan wisata kuliner dan wisata belanja padahal Kota Bandung memiliki alternative wisata lain yakni wisata edukasi museum diantaranya Museum Geologi, Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum Pos, Museum Negeri Sri Baduga, dan Museum Barli. Salah satu faktor penyebab rendahnya wisata edukasi museum adalah sumber informasi mengenai museum yang sangat rendah, sehingga diperlukan media dalam memanfaatkan teknologi internet guna mentransformasikan informasi museum pada khalayak banyak guna meningkatkan jumlah pengunjung wisata edukasi. Dengan memanfaatkan internet disebabkan karena saat ini kebanyakan orang memiliki ketergantungan terhadap teknologi internet dalam mencari informasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan regresi linier sederhana dengan hasil penelitian yang pertama pengaruh promosi terhadap keputusan wisata sebesar 4% hal ini menunjukkan sistem promosi yang saat ini digunakan tidak dapat meningkatkan jumlah wisatawan, sedangkan pengujian selanjutnya pengaruh promosi menggunakan media internet terhadap keputusan wisata dengan hasil 29,2%.