Ridhatullah Assya’bani, Ridhatullah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN BERBASIS EKSISTENSIALIS Assya’bani, Ridhatullah
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia saat ini dihadapkan pada—apa yang disebut oleh Ziauddin Sardar sebagai—global problematique, problem yang terintegrasi dengan berbagai peristiwa global. Situasi ini tanpa disadari telah menubuh pada hampir setiap negara, termasuk Indonesia, dan menimbulkan kemulut muliti-dimesional yang menjadi rangkaian interdependensi masalah. Usaha untuk melakukan perubahan pada akhirnya menjadi utopis dan nyaris mustahil. Gagasan pemuda eksistensialis dinantikan untuk menjadi tawaran alternatif bagi kemelut ini. Salah satu langkah melahirkan pemuda eksistensialis adalah dengan merekontruksi pola pikir dan membenahi karakter. Melalui rekontruksi ini diharapkan pemuda eksistensialis mampu menegasikan utopia perubahan itu, karena pemuda eksistensialis merupakan mereka yang tidak hanya bebas dalam menentukan arah hidup, tetapi juga mereka yang mampu bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya. Alhasil, sebagai solusi dari global probelmatique, pemuda eksitensialis diharapkan lahir dengan ide-ide cemerlang dan merealisasikannya secara total. Implikasi dari studi ini, secara teoritis, pemuda eksistensialis bukan mereka yang menyerah pada kondisi sosial yang carut-marut, melainkan mereka yang berusaha menunjukkan eksistensinya dan merangkul yang ada di sekitarnya untuk menciptkan tatanan sosial yang kondusif. Secara praksis, kajian ini menjadi langkah penyadaran terhadap pemuda bahwa mereka seharusnya memiliki pemikiran integralistik dan eksistensialis dengan menempatkan dirinya sebagai individu yang berperan penting dalam mendesain berbagai keilmuan seraya menyadari ke-diri-annya dalam dunia yang faktis ini.
EKO-FUTUROLOGI: Pemikiran Ziauddin Sardar Assya’bani, Ridhatullah
Dialogia Vol 15, No 2 (2017): Dialogia jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/dialogia.v15i2.1193

Abstract

Abstract: Recently, Ziauddin Sardar, a futurologist who is famous in studying the future of civilization and the universal relation of Muslims and Christians in the world. This study essentially showed the contradictory of Sardars ideas related to the environment in particular, and nature in general. It entails thatSardar can be categorized into a proffesional of the future of ecology along with Muslim ecologists, such as Seyyed Hossein Nasr. This study focused on Sardars point of view of Sharia as problem solving, tazkiyyah, hieraki awareness and futurology. The results of this study indicate a new discourse in the ecological discourse of Islam, such as eco-futurology, the perspective on the awareness of  the importance of environment (nature), believing in God and the future. This study is expected that peoplecan do sharing-speace with the surrounding environment. Sardar’s thought is expected to foster mutual consciousness between human and God, human with human and human with nature. It implies that echo-futurology encourage people to live in harmony and behave in accordance with its purpose in the earth, namely to maintain the ecological balance.  ملخص:خلال هذا الوقت كان ضياء الدين سردار يركز فكرته على مستقبل الحضارة والعلاقة العالمية بين المسلمين والمسيحيين في العالم. وتبحث هذه الدراسة فى أفكار سردار المتعلقة بالبيئة على وجه الخصوص، والطبيعة بشكل عام. وهذا بمعنى أن سردار في الواقع كالمفكر أيضا عن مستقبل البيئة وهو يدخل من كبار علماء البيئة المسلمين مثل سيد حسين نصر. أساس هذه الدراسة هو وجهة نظر سردار عن الشريعة التي يمكن استخدامها لحل المشاكل، والتزكية، والوعي، والفكرة عن المستقبل. وكانت نتائج هذه الدراسة نشأة الفكرة الجديدة في مجال علم البيئة الإسلامية -علم الإيكولوجية المستقبلة- بمعنى طريقة النظر المبنية على الوعي، يعني الاندماج بين الوعي الطبيعي والوعي الإلهي والوعي على المستقبل. ومن خلال هذه الدراسة يرجى على الناس أن يحترموا البيئة. أما بالنسبة إلى آثار فكرة سردار فيرجى أن ينشأ الوعي من الإنسان إلى ربّه، وبين الإنسان مع الآخر، وبين الإنسان مع طبيعته. وهذه هي الإيكولوجية المستقبلة التي تشجع الناس على العيش السليم وفقا لكونهم كالخليفة في الأرض وهو الحفظ على البيئية. Abstrak: Selama ini, Ziauddin Sardar cenderung diposisikan sebagai futurolog yang mengkaji jika bukan masa depan peradaban, relasi global umat Muslim dan Kristen di dunia. Studi ini justru memperlihatkan adanya percikan gagasan Sardar terkait dengan lingkungan secara khusus, dan alam secara umum. Artinya, Sardar sebenarnya bisa dikategorikan sebagai pemerhati masa depan ekologi di antara deretan ekolog-ekolog Muslim terkemuka, seperti Seyyed Hossein Nasr. Dasar pijak dari studi ini adalah pokok pemikiran Sardar seperti: Syariat sebagai problem solving, tazkiyyah, hieraki kesadaran dan futurologi. Hasil dari studi ini mengindikasikan wacana baru dalam diskursus ekologi Islam, yakni eko-futurologi, cara pandang yang dikonstruk melalui kesadaran, antara kesadaran berlingkungan (alam) dengan kesadaran berketuhanan serta kesadaran akan masa depan. Melalui studi ini diharapkan manusia bisa sharing-speace dengan lingkungan sekitar. Adapun implikasi dari pemikiran Sardar ini adalah diharapkan akan menumbuhkan kesadaran timbal-balik antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Artinya, Eko-futurologi mendorong manusia agar hidup selaras dan berprilaku sesuai dengan tujuannya di muka bumi, yakni untuk menjaga keseimbangan ekologis Keywords: Ekologi, Syariat, Hierarki Kesadaran, Futurologi, Eko-Futurologi 
PANDANGAN ULAMA BALANGAN TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BATUBARA DI BALANGAN DALAM PERSPEKTIF EKO-SUFISME Assya’bani, Ridhatullah; Syadzali, Ahmad
Jurnal Studia Insania Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.041 KB) | DOI: 10.18592/jsi.v2i1.1092

Abstract

It starts from a consciousness that how importance of the role of scholars in their assessments and views onsocial reality, particularly on the issue of environmental crisis that occurred to the people in Balangan regency. Based on the research, the writers found a classification of the scholars’ views on coal mining and natural resources exploitation and the environmental impacts and social impact as the result. The first view, they agree fully to coal mining activities. Second view, they disagree on coal mining activity. The third view, the scholars who do not give a clear view or grey view to coal mining activities. Based the analysis conducted by the writers by using the eco-sufism concepts as theoretical basis, the writers concluded that their views who disagree with coal mining activity is based on the view of environmental ethics in accordance with the concept of eco-sufism.