Articles

Found 18 Documents
Search

EVALUASI SISTEM JARINGAN DRAINASE PERMUKIMAN SOEKARNO HATTA KOTA MALANG DAN PENANGANANNYA Widodo, Isti; Ningrum, Diana
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang seperti halnya kota lain telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan yang sangat segnifikan pada kawasan ini terjadi pada bidang jasa dan perdagangan dengan tingkat buangan atau limbah yang cukup tinggi. Sehingga untuk mengantisipasi kondisi tersebut, salah satu yang dilakukan oleh pemerintah kota Malang adalah penyediaan jaringan irigasi yang memadai dan dapat memenuhi kebutuhan dimasa mendatang melalui pemantapan sistem perencanaan drainase yang terpadu.Selain itu saluran drainase yang ada di Kelurahan Jatimulyo jalan Soekarno Hatta sebagian telah dibuat permanen dengan sistem terbuka dan sistem tertutup. Selain itu saluran drainase yang ada di Kelurahan Jatimulyo jalan Soekarno Hatta sebagian telah dibuat permanen dengan sistem terbuka dan sistem tertutup. Sebagian besar dari saluran drainase yang ada kapasitas tampungannya sudah tidak mampu lagi menampung air hujan sehingga dapat mengakibatkan genangan sesaat. Tinggi genangan mencapai 10 samapai 30 cm, dengan lama genangan rata-rata antara 30 sampai 60 menit dan panjang genangan mencapai 350 m di daerah Jl.kesumba  sampai ujung jalan Soekarno Hatta.Debit banjir rencana kala ulang 5 tahun adalah 941.89 mm. Hal ini sangat dipengaruhi oleh luas daerah pengaliran, tata guna lahan, intensitas hujan, koefisien pengaliran, dan juga waktu konsentrasi.Kapasitas untuk masing-masing saluran berbeda-beda. Hal ini sangat dipengaruhi oleh dimensi saluran berbentuk segi empat dengan debit 2.884 m3/detik
PENGARUH PENINGKATAN KEKAKUAN AKIBAT PERBAIKAN KOLOM TERBAKAR DI DAERAH RAWAN GEMPA Ningrum, Diana
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In a rehabilitation of an after-burnt concrete structure, sometime the component dimension is enlarged. One component in a structure that is usually enlarged for the rehabilitation is a column. For the economic reason, the burnt column concrete is chipped out in a small amount and the column dimension is then enlarged. The enlargement indeed increases the vertical bearing capacity of the column. However, the stiffness of the column is also increase. There can be 100 to 200% increase in the column stiffness. In this paper, the influence of stiffness increase in a column to the dynamic response  of a building is investigated. The model is a three story building in which the column stiffness at the second floor is a variable. A model spectrum analysis was carried out by using El Centro 1940 earthquake response spectrum which is commonly used in seismic design. The results show that a 100% increase in column stiffness at the second floor increases the shear forces by 21%, 18% and 18% at the first, second, and third floors, respectively. Moreover, a 200% increase in column stiffness at the second floor increases the shear forces by 27%, 20%, and 21% at the first, second and third floors, respectively. The increase of shear force in a component is always avoided in a seismic design. Therefore, it is hoped that the results can be used to contributed to the development of a code for rehabilitation of an after-burnt concrete column.
EVALUASI SHAPE FACTOR DALAM MEMBERI ANGKA KEAMANAN PADA KONSEP ELASTIS BAJA Ningrum, Diana
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Up to now we’ve known that there are two concepts in steel construction design: elastic method and plastic method. These both methods are based on the behavior of steel, obtained from stress-strain curve in a simple tension or compression test, elastic behavior, plastic, strain hardening and the process of fracture behavior. Elastic method is based on elastic behavior which means that the change stress and strain are proportional up to the accurance of the primary yield stress. In actual elastic design method the primary yield stress value is not used at all, but its less value is obtained by giving a number of safety factor and this stress called allowable stress. This safety factor value then becomes the bisure of safety in elastic design method. Because of the ductility behavior of steel, its real strength is higher than what is predicted in elastic method. In this section where the moment maximum occurs the moment could be developed till the section undergoes fully plastic (all of the section’s fibers are yield). One course of the advantage value of strength is buy a kind of cross section structure’s component called shape factor (SF) as a hidden safety factor in elastic design method. By knowing the shape factor value of each structure’s component section, it will give a direction to sort the section of structure’s component which has the less shape factor value, therefore there is no dissipation of material in design because a higher safety factor means more dissipation. The analysis proved that the structure’s component which has I shape section has the less shape factor value average 1,12. It means the number of safety factor that is not included in calculation is only 12%, so it is the most efficient section for structure’s component.
PENGARUH VARIASI KETEBALAN PELAT PANEL KOMPOSIT BAMBU SPESI TERHADAP KUAT LENTUR BETON DENGAN TULANGAN BAMBU ORI Pereira, Augusto Manuel; Ningrum, Diana; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Progress in the field of science and technology in the field of construction resulted in the necessity of building materials increasingly meningkat.Maka needed an alternative building materials that are resistant to earthquakes. One type of material that is resistant to earthquakes are bamboo ori. Ori Bamboo is one of the alternative role of reinforcing steel in a structure, this is because bamboo has a firmness pull ori whose value is almost equivalent to medium-quality steel. Based on the flexural strength test results showed that the test specimen plate, is the smallest deflection plate thickness of 9 cm and the largest deflection plate thickness of 7 cm. While the maximum load that can be retained by plate size 50 cm x 30 cm by 9 cm thick and bamboo reinforcement Ori is 18 KN or 1800 kg with a deflection which varies from 1.95 mm - 3.05 mm. It can be concluded that the strength of the concrete slab with reinforcement ori bamboo can be used on the floor plate of the building structure replaces steel reinforcement. Keywords: Pull Strong, Strong bending, Bamboo, Variation, Concrete ABSTRAK Kemajuan di bidang ilmu dan tekonologi pada bidang konstruksi mengakibatkan kebutuhan pada bahan bangunan semakin meningkat.Maka dibutuhkan suatu alternatif bahan bangunan yang tahan terhadap gempa. Salah satu jenis bahan yang tahan terhadap gempa adalah bambu ori. Bambu ori merupakan salah satu alternatif pengganti peran baja tulangan pada suatu struktur, hal ini dikarenakan bambu ori memiliki keteguhan tarik yang nilainya hampir setara dengan besi baja berkualitas sedang. Berdasarkan hasil pengujian kuat lentur benda uji pelat menunjukan bahwa, lendutan yang terkecil adalah Pelat ketebalan 9 cm dan lendutan yang terbesar adalah Pelat ketebalan 7 cm. Sedangkan beban maksimum yang dapat ditahan oleh pelat ukuran 50 cm x 30 cm dengan tebal 9 cm dan tulangan bambu Ori adalah sebesar 18 KN atau 1800 Kg dengan lendutan yang bervariasi mulai 1,95 mm – 3,05 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan pelat beton dengan tulangan bambu ori bisa digunakan pada struktur bangunan pelat lantai menggantikan tulangan Baja. Kata Kunci : Kuat Tarik, Kuat lentur, Bambu, Variasi, Beton
Studi Kelayakan Pasir Handel dan Krikil dari Kali Wae Longge di Kabupaten Manggarai Barat Sebagai Salah Satu Material Beton Mutu Fc 19,3 MPA Gungto, Benediktus; Ningrum, Diana; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Handel dan Wae Longge adalah lokasi tambang dan juga pemasok bahan bangunan terbesar di Kabupaten Manggarai Barat, yang sebagai bahan beton. Agregat harus memenuhi berbagai persyaratan teknis, tetapi bahan dari Handel dan Kali Wae Longge tidak diketahui kualitas atau kelayakannya. Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan beton kubus 15 x 15 cm untuk mengetahui kekuatan tekan benda uji beton dan silinder dengan ukuran 15 x 30 cm untuk kekuatan tarik beton. Dimana untuk kekuatan tekan beton dibuat 9 buah benda uji dan kuat tarik dari beton 7 lembar spesimen dengan perbandingan campuran 1 semen: 1,88 Pasir: 2,82 Kerikil. Hasil pengujian pada agregat halus Handel menunjukkan bahwa pasir memasuki gradasi zona I, kadar air adalah 4,61%, bulk density 2,31, berat jenis SSD 2,42, penyerapan 4,63%, Mbb3 3,04, kandungan berat 1,29, dan agregat kasar dari waktu Wae Longge menunjukkan bahwa 1,35 kadar air, bulk density 2,1, gravitasi spesifik dari SSD 2,19, penyerapan 4,64%, MHB 7,99, berat konten 1,33. Kuat tekan beton pada 7 hari diubah menjadi 28 hari dengan 26,39 N / mm², kekuatan tarik 4,52 N / mm². Kata kunci: Agregat Kwaliats; Pers Kuat dan Tarik; Manngarai Barat. ABSTRACT Handel and Wae Longge times is the location of mine and also the largest building material supplier in Manggarai Barat regency, which is as a concrete material. Aggregates must meet various technical requirements, but the material from Handel and Kali Wae Longge is not known the quality or feasibility. This research was conducted in laboratory with concrete cube 15 x 15 cm to know the compressive strength of concrete and cylindrical test object with size 15 x 30 cm for tensile strength of concrete. Where for the compressive strength of concrete made 9 pieces of test specimens and tensile strength of concrete 7 pieces of specimens with Comparison of mixture of 1 cement: 1.88 Sand: 2.82 Gravel. The test results on the fine aggregate of Handel showed that sand entered the gradation of zone I, moisture content was 4.61%, bulk density 2.31, specific gravity of SSD 2.42, 4.63% absorption, Mbb3 3.04, weight content of 1.29, and coarse aggregate from time Wae Longge showed that 1.35 moisture content, bulk density 2.1, specific gravity of SSD 2.19, absorption of 4.64%, MHB 7.99, weight of content 1.33. Compressive strength of concrete at 7 days is converted to 28 days by 26.39 N / mm², tensile strength of 4.52 N / mm². Keywords : Aggregate Kwaliats; Strong Press and Tensile; Manngarai Barat.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU TERBANG (FLY ASH ) TERHADAP KUAT TEKAN DAN PENYERAPAN AIR PADA MORTAR Naibaho, Armin; Takim, Takim; Ningrum, Diana
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortar or species is one of the building materials which serves to glue the bricks, brick, and stucco. During this time still using portland cement mortar and lime as the main connective materials are expensive. Therefore we need an alternative other connective materials that have cheaper prices and predicted can improve the compressive strength of mortar. Alternative fastening material used in this study is waste from coal combustion, ie fly ash (fly ash). This study uses a mixture of cement and sand composition of 1: 3 at a weight ratio of fly ash to cement amounted to 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 30%. Samples were tested compressive strength and water uptake is cube-shaped sample with a size of 5 cm x 5 cm x 5 cm. Based on the results of research conducted showed that the addition of fly ash was found to increase the compressive strength of mortar and act as filler so as to reduce water absorption, which in get the most optimum composition occurs in the percentage of 15% of the weight of the cement with the compressive strength at 28 days amounted to 420.00 Kg / cm² and water absorption of 1.67%
PENGARUH PENGGANTIAN PASIR LUMAJANG DENGAN PASIR ERUPSI GUNUNG KELUD TERHADAP KUALITAS MORTAR Rasidi, Nawir; Ningrum, Diana
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortar serves to increase the resilience of the bond and the bond with a constituent part of this part of the construction. Mortar strength depends on the cohesion of the cement paste to aggregate the fine particles. This study use traditional testing methods for analyzing the compressive strength marshall mortar with a variation of 0%, 50% and 100%, the age of 7 days, 14 days, and 28 using the composition 1pc: 3PS, 1pc: 4Ps, and 1pc: 6ps. Making the test object to the composition of the test object 5 0% for sand Lumajang, 50% sand and Kelud Lumajang, and 100% sand Kelud. Implementation phases include testing of materials, namely water, cement, and sand. Pengujan mortar composition 1pc: 3PS, 1pc: 4Ps, and 1pc: 6 Ps age of 28 days, the mean value obtained Lumajang sand 307,20kg / cm², 257,60kg / cm² and 96.80 kg / cm², sand Lumajang and kelud of 338 , 40kg / cm², 124,80kg / cm², and 60,80kg / cm², and the use of sand kelud 212.00 kg / cm², 151.20 kg / cm², and 41.60 kg / cm². While the water absorption at 28 days average composition 1pc: 3pasir Lumajang by 1.29%, sand Lumajang and kelud of 1.85%, and sand kelud by 1.64%. Composition 1pc: 4 by 1.62% Lumajang sand, sand and sand kelud Lumajang by 3.44% and amounted to 3.15% kelud sand. KomPsisi 1pc: 6 amounted to 2.96% Lumajang sand, sand Lumajang and kelud by 4.68% and amounted to 5.49% kelud sand.
KONSERVASI AIR PADA LAHAN DENGAN KEPADATAN BANGUNAN TINGGI DI KOTA MALANG Pandulu, Galih Damar; Ningrum, Diana
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of research expects the settlement arrangement with high density of the building that It returns the land function as water absorption for water conservation. The study goal knows the percentage of land with buildings and green open space in Malang and it is given the solutions for water conservation. The research method practices socio-economic analysis that it know population growth and economic activity. Analysis of spatial use pattern of experimentation area that It know physical suitability. Space structure analysis finds out residential pattern and spatial optimization, hydrological analysis, mechanical analysis and analysis of vertical housing structure. The results of research were obtained in Malang city in general there are 7.789 hectares of built land (70.77%) and 3.217 hectares of open land (29.23%). Klojen and Blimbing sub-districts have open space
ANALISIS ALTERNATIF PERKUATAN JEMBATAN RANGKA BAJA (STUDI KASUS : JEMBARAN RANGKA BAJA SOEKARNO-HATTA MALANG) Gusman S.W, Lalu; Rasidi, Nawir; Ningrum, Diana
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakah sebuah struktur yang sangat penting sebagai penghubung jalan yang terputus akibat rintangan-rintangan. Dengan semakin meningkatnya beban yang diterima jembatan dan umur jembatan semakin sedikit ataupun habis, menyebabkan kekuatan berkurang dan terjadinya lendutan yang maksimal. Diperlukan rehabilitas dengan cara memperkuat konstruksi, salah satu caranya adalah memberikan prategang eksternal yang akan melawan lendutan yang terjadi. Dari hasil analisis menggunakan STAAD Pro terhadap jembatan suhat bentang 60 meter didapatkan besar lendutan terhadap beban mati dan beban hidup sebesar 11,72 cm dengan lendutan maksimum izin 6 cm maka lendutan yang terjadi melebihi lendutan yang diizinkan sehingga perlu dilakukan perkuatan dengan cara prategang eksternal. Dua buah model perkuatan prategang eksternal yang dilakukan yaitu prategang eksternal tanpa batang penyokong dan prategang eksternal dengan batang penyokong. Dengan model pertama didapatkan besar lendutan yang memenuhi syarat aman yaitu sebesar 58,489 mm (kebawah) dengan gaya prategang yang harus diberikan adalah 10.000 kN dengan strand gabungan terdiri dari 7 buah tendon, 1 tendon terisi 7 buah kawat strand berdiameter 15,25. Untuk kondisi lendutan akibat beban mati dan gaya prategang adalah sebesar 6,173 mm (kebawah). Sedangkan untuk model kedua didapatkan besar lendutan yang memenuhi syarat aman yaitu sebesar 54,649 mm (kebawah) dengan gaya prategang yang harus diberikan sebesar 7.000 kN dengan strand gabungan terdiri dari 7 buah tendon, 1 tendon terisi 7 buah kawat strand berdiameter 12,27 mm. Untuk kondisi lendutan akibat beban mati dan gaya pratengan saja didapatkan sebesar 2,334 mm (kebawah). Dari kedua model perkuatan tersebut dapat memberikan keamanan kepada jembatan rangka baja tersebut, namun dari kedua model tersebut model yang paling efisien adalah model kedua yaitu prategang eksternal dengan batang penyokong dikarenakan dengan gaya prategang yang kecil dan diameter yang kecil dapat memberikan lawan lendutan yang lebih aman dari pada model kedua. Kata kunci: Jembatan rangka baja, perkuatan, prategang eksternal, lendutan.
PENGARUH PENGGUNAAN TULANGAN BAMBU PADA STRUKTUR PELAT ATAP/LANTAI DENGAN MUTU BETON fc’ 25,5 MPa Rosario, Domingos; Ningrum, Diana; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of science and technology on construction cause the need of building material more and more increasingly.but, concerning to the condition of Indonesia that sensitive to the disasters especially earthquake. So, it’s needed a beuilding material alternative which is earthquake resistance. One of the material is ori bamboo. Ori bamboo is one of the replaceable alternative for steel frame in a structure. It is Caused of the ori bamboo has the great power of pulling in which it is quite the same value with steel medium quality. The research was held on the laboratory by using concrete pat 70 x 50 cm with theThicknees 10 cm, 12 cm also 14 cm to know the elasticity power of concrete in which it’s made by 9 examined things in it. From the result of examination about the elasticity power on the plat examined show that, the smallest deflection is in the 14 cm steel, (C1) then the biggest deflection is in The 12 cm steel (B2). While the maximum weight that can be endured by the steel sized 70x50 cm with 14 cm thickness and the ori bamboo Frames is 10000 KN or 1800 kg with various deflection, started from 0,74 mm up to 3,05 mm. So, it can be cconluded that the power of coherence steel with bamboo ori frames can be used on the floor steel building structure substituted the steel frames. Keywords : the bamboo ori tensile strength, flexural strength concrete plate. ABSTRAK Kemajuan di bidang ilmu dan teknologi pada bidang konstruksi mengakibatkan kebutuhan pada bahan bangunan semakin meningkat. Akan tetapi, melihat kondisi Indonesia yang rawan akan bencana alam terutama gempa bumi, maka dibutuhkan suatu alternatif bahan bangunan yang tahan terhadap gempa. Salah satu jenis bahan yang tahan terhadap gempa adalah bambu Ori. Bambu Ori merupakan salah satu alternatif pengganti peran baja tulangan pada suatu struktur, hal ini dikarenakan bambu Ori memiliki keteguhan tarik yang nilainya hampir setara dengan besi baja berkualitas sedang. Penelitian dilakukan dilaboratorium dengan pelat beton beton 70 x 50 cm dengan ketebalan 10 cm, 12 cm, 14 cm untuk mengetahui kuat lentur beton dimana untuk kuat lentur beton dibuat 9 buah benda uji pelat. Dari hasil pengujian kuat lentur benda uji pelat menunjukan bahwa, lendutan yang terkecil adalah Pelat ketebalan 14 cm , (C1) dan lendutan yang terbesar adalah Pelat ketebalan 12 cm ( B2 ). Sedangkan beban maksimum yang dapat ditahan oleh pelat ukuran 70 cm x 50 cm dengan tebal 14 cm dan tulangan bambu Ori adalah sebesar 10000 KN atau 18000 Kg dengan lendutan yang bervariasi mulai 0,74 mm – 3,05 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan pelat beton dengan tulangan bambu Ori bisa menggunakan pada struktur bangunan pelat lantai Penggantikan tulangan Baja. Kata Kunci : kuat tarik bambu ori, kuat lentur beton pelat.