Nindi Vaulia Puspita, Nindi Vaulia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Spread Suku Bunga, Car, Dan Npl Terhadap Penyaluran Kredit Ukm Kota Kedir (Studi Pada Perbankan Kota Kediri) Puspita, Nindi Vaulia; Santoso, Ariadi
Ekonika : Jurnal ekonomi universitas kadiri Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.041 KB) | DOI: 10.30737/ekonika.v2i1.18

Abstract

The purpose of this study is knowing the long term effect of interest rate spread, CAR (Capital adequacy Ratio) and NPL (Non performing Loan) to SME lending in kediri. The sample in this study consist of branch bank in kediri that is PT Bank Mandiri,Tbk ;  PT Bank BRI, Tbk ; PT Bank BNI,Tbk ; PT Bank BTN,Tbk ; PT Bank Panin,Tbk ; PT Bank BTPN, Tbk. From the result indicate the variable NPL (non performing loans) and interest rate spread have cointegration or long-term effect to the credit volume distributed for SME in kediri, at the same times variable CAR ( Capital Adequacy ratio) for a few bank doesn’t give cointegration influence on the volume of loans to SMEs in Kediri.Key word: interest rate spread, Capital Adequacy ratio (CAR), Non performing Loan(NPL), credit volume  Tujuan Penelitian  Ini adalah Mengetahui Pengaruh jangka panjang Spread Suku Bunga, CAR, dan NPL terhadap penyaluran kredit UKM di Kota Kediri. Sampel penelitian terdiri dari bank cabang di kota kediri yaitu PT Bank Mandiri,Tbk ;  PT Bank BRI, Tbk ; PT Bank BNI,Tbk ; PT Bank BTN,Tbk ; PT Bank Panin,Tbk ; PT Bank BTPN, Tbk. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel NPL dan Spread suku bunga memiliki pengaruh kointegrasi atau jangka panjang terhadap volume kredit yang didistribusikan untuk kredit UKM di kota kediri, sedangkan untuk variabel CAR cenderung tidak memberikan pengaruh kointegrasi pada volume kredit yang disalurkan kepada pelaku UKM di kota kediriKata Kunci : Spread Suku bunga, Capital Adequacy ratio (CAR), Non performing Loan(NPL), Volume Kredit
Analisis Pengaruh Stock Split Terhadap Harga Saham, Abnormal Return Dan Risiko Sistematik Saham Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bei 2016-2018) Puspita, Nindi Vaulia; Yuliari, Kartika
Ekonika : Jurnal ekonomi universitas kadiri Vol 4, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/ekonika.v4i1.335

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effect of stock split on stock price, abnormal return and systematic risk of stock, The sample in this study as many as 82 companies  are doing stock splits in the period 2016-2018 with the requirement that no other corporate actions such as mergers and acquisitions or reverse stock splits. The result indicated there are differences in stock prices and abnormal return before and after the stock split event, and the systematic risk no difference after and before the stock split event. This condition because of the strong internal factors of the company, this is indicated by no effect of systematic risk (beta) on stocks due to unstable market because investors buy stocks in the short term so they are not affected by systematic risk. Penelitian bertujuan untuk melakukan analisis pengaruh stock split terhadap harga saham, abnormal return dan risiko sistematik saham, sampel penelitian terdiri dari  82 perusahaan yang melakukan stock split dalam rentang waktu 2016-2018 dengan persyaratan tidak ada corporate action yang lain seperti merger dan akuisisi ataupun reverse stock split. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan harga saham sebelum dan sesudah peristiwa stock split, adanya perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah stock split dan  yang terakhir risiko sistematik menghasilkan tidak adanya perbedaan setelah dan sebelum adanya peristiwa stock split, kondisi ini karena kuatnya factor internal perusahaan, hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya pengaruh risiko sistematik (beta) terhadap saham yang disebabkan kondisi pasar yang tidak stabil menyebabkan investor membeli saham dengan tujuan jangka pendek sehingga tidak terpengaruh dengan risiko sistematik.