Dian Nathalia Inda, Dian Nathalia
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

ADAPTASI NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KE DALAM FILM SANG PENARI: SEBUAH KAJIAN EKRANISASI Inda, Dian Nathalia
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.67 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.14.25-38

Abstract

Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari merupakan novel yang populer. Karenakepopulerannya, novel tersebut diadaptasi menjadi film Sang Penari. Adaptasi RonggengDukuh Paruk menjadi film Sang Penari diteliti menggunakan kajian ekranisasi. Penelitianini bertujuan untuk memaparkan perubahan dan aspek yang memengaruhinya dalam adaptasinovel Ronggeng Dukuh Paruk menjadi film Sang Penari yang berbeda konvensi. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah pustaka dan observasi dengan teknik catat.Metode analisis data menggunakan deskriptif komparatif. Sumber data yang digunakanadalah novel Ronggeng Dukuh Paruk dan film Sang Penari. Hasil analisis menunjukkanbahwa perubahan yang terjadi meliputi judul, usia tokoh, teknik penceritaan, latar, tokoh, danperistiwa. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa aspek, yaitu moral, nasionalisme,durasi, penonton, dan komersial.
MEMANG JODOH: PEMBERONTAKAN MARAH RUSLI TERHADAP TRADISI MINANGKABAU Inda, Dian Nathalia
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.015 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.228

Abstract

Tulisan ini membahas novel terakhir Marah Rusli yang berjudul Memang Jodoh. Memang Jodoh adalah novel yang menceritakan kehidupan perkawinan sang pengarang sendiri. Sebagian besar peristiwa yang terjalin di dalam cerita adalah hal yang dialami oleh Marah Rusli di kehidupan nyatanya. Dalam kaitan itu, bukan sebuah anomali jika novel Memang Jodoh  merupakan suatu bentuk pemberontakan Marah Rusli terhadap tradisi yang membelenggunya. Pemberontakan itu  diamati dari rangkaian peristiwa yang terjalin di dalam cerita. Oleh sebab itu, penelitian ini membahas pemberontakan Marah Rusli terhadap tradisi Minangkabau  di dalam Memang Jodoh. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan  bentuk pemberontakan Marah Rusli berkenaan  tradisi Minangkabau yang tertuang di dalam Memang Jodoh. Sumber data berasal dari novel Memang Jodoh. Data berupa kalimat-kalimat di dalam novel yang dianalisis menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik kajian pustaka. Data ini dianalisis menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil analisis menunjukkan Marah Rusli melakukan pemberontakan terhadap tradisi Minangkabau yang berkenaan dengan sistem matrilineal, sistem waris, perjodohan, dan poligami.
Eksistensi Budaya Dayak dalam Novel Batas Karya Akmal Nasery Basral Inda, Dian Nathalia
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2019): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v10i1.883

Abstract

This research aims to reveal the Dayak culture types which contained in the novel Batas and describe the existence of the culture with the conditions of modern society. This research uses a literary anthropological approach that encompasses tradition, customs, myths, and cultural events in past events. The literature study method is used to collect data. Source of data comes from Batas, while data is analyzed by descriptive analysis method.  The result of the analysis shows that Dayak culture in the novel Batas is a human life tool in the form of mandau and chopsticks; a livelihood in the form of farming and hunting; knowledge system in the form of shifting cultivation systems and preserving forests; social system in the form of custom fines and decapitaing; religious system in the form of spiritual animals, beliefs and Dayak devices; the language and literary system in the form of mantra.; and Dayak ethnic arts in the form of sound art and traditional musical instruments. Dayak culture has been eroded, but there is also a shift in value and meaning because it is no longer relevant to the condition of society today.Tulisan ini bertujuan mengungkapkan kebudayaan Dayak yang terdapat dalam Batas dan menggambarkan eksistensi kebudayaan tersebut dengan kondisi masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi sastra yang melingkupi tradisi, adat istiadat, mitos, dan peristiwa kebudayaan pada peristiwa-peristiwa masa lampau. Metode studi pustaka digunakan untuk mengumpulkan data. Sumber data berasal dari novel Batas, sedangkan data dianalisis menggunakan metode deskriptif analitik. Analisis menunjukkan kebudayaan Dayak yang ada di novel Batas adalah peralatan kehidupan manusia berupa mandau dan sumpit; mata pencaharian berupa bertani dan berburu; sistem pengetahuan berupa sistem perladangan berpindah dan menjaga kelestarian hutan; sistem kemasyarakatan berupa denda adat dan mengayau; sistem religi berupa hewan spiritual, kepercayaan dan gawai Dayak; sistem bahasa dan sastra berupa mantra; dan kesenian etnik Dayak berupa seni suara dan alat musik tradisional. Kebudayaan Dayak tesebut ada yang telah hilang, tetapi ada juga yang mengalami penggeseran nilai dan makna karena sudah tidak relevan lagi dengan kondisi masyarakat kini.
RETORIKA MARAH RUSLI DALAM MEMANG JODOH Inda, Dian Nathalia
Tuah Talino Vol 12, No 1 (2018): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.344 KB) | DOI: 10.26499/tt.v12i1.1101

Abstract

This study aims to describe the rhetoric that Marah Rusli used in Memang Jodoh. The problem of this research is how is the rhetoric used by Marah Rusli in Memang Jodoh. To solve the problem and the purpose of the study used descriptive qualitative method while the data collection technique used in this study was literature study. The results of the analysis show that the rhetoric used by Marah Rusli is figures of speech, proverb, and imagery. The figures of speech used consist of the metaphorical, personification, hyperbole, repetition, and periphery. The proverb that Marah Rusli uses consist of advice proverb and idioms. While the imagery contained in Memang Jodoh is visual imagery, auditory imagery, motion imagery, and feeling imagery. 
Telaah Struktur Naratif pada KKPK Ibuku Chayank, Muach Karya Penulis Cilik Izzati Inda, Dian Nathalia; Asfar, Dedy Ari
Tuah Talino Vol 10 (2016): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.367 KB) | DOI: 10.26499/tt.v10i0.1502

Abstract

Today, children literature no longer  written by  adults, but children can share their creativity and imagination in this literature. Some publishers accommodate this creativity by publishing children books  named PCPK and KKPK. Children books is very interesting because it is written, read and enjoyed by children. In writing the story, the children have different styles with adults. They reveal things according to their own world. In that regard, not an anomaly if the writer want to analize it,  especially in terms of narrative structure and children literature genre in KKPK. The purpose of this study to examine the narrative structure and children literature genre in the stories of  Ibuku Chayank, Muach! This study used descriptive qualitative method. Sources of data in this study is the short story Ibuku Chayank, Muach! written by young writers, Izzati. The results of this study indicate a narrative structure in any event intertwined with slick and straightforward. One event to another is presented with a sequence so that readers can easily understand the story. Genre Ibuku Chayank, Muach! is realism because  Ibuku Chayank, Muach ! tells about the life that happens in real life.
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL MARS KARYA AISHWORO ANG (Social Critism in Novel Mars by Aisworo Ang) Inda, Dian Nathalia
Sirok Bastra Vol 6, No 2 (2018): Sirok Bastra
Publisher : ?Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.145 KB) | DOI: 10.26499/sb.v6i2.133

Abstract

Aishworo Ang, pengarang yang berasal dari Gunungkidul mengemukakan tanggapan dan sindiran sebagai wujud ketidakpuasan dan ketidaksetujuannya pada beberapa fenomena sosial yang ada di dalam novel keduanya, Mars. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan kritik sosial yang terdapat dalam novel Mars. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada banyak kritik sosial yang ada di novel Mars. Kritik sosial tersebut meliputi kritik terhadap kekuasaan, kritik terhadap kinerja pemerintah, kritik terhadap oknum politisi, kritik terhadap pemberian nama, kritik terhadap sistem pendidikan, kritik terhadap tenaga pendidik, dan kritik terhadap penyalahgunaan tradisi.Aishworo Ang, an author from Gunungkidul, expressed his responses and satire as a form of dissatisfaction and disagreement about some of the social phenomena in his second novel, Mars. This study aims to reveal and describe social criticism contained in the novel Mars. Data were analyzed using qualitative descriptive methods using the sociological approach to literature. From the results of the discussion it can be concluded that there are many social criticisms in the Mars novel. These social criticisms include criticism of power, criticism of government performance, criticism of politicians, criticism of naming, criticism of the education system, criticism of educators, and criticism of abuse of tradition.