Mianto Nugroho Agung, Mianto Nugroho
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Memperkuat Ideologi Kebangsaan Indonesia Melalui Perdamaian di Indonesia Agung, Mianto Nugroho
PAX HUMANA Vol 2, No 2 Mei (2015)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ideologi kebangsaan Indonesia terancam oleh separatisme, sektarianisme (SARA), dan keadaan ahistoris. Ketiga hal tersebut dapat berpotensi sebagai terorisme baru di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya memperkuat ideologi kebangsaan Indonesia melalui perubahan paradigma tentang Indonesia sebagai teks religiusitas Indonesia. Di pihak lain konsep demokrasi di Indonesia telah gagal dipahami sesuai konsep asalinya (generic concept), yang berakibat kepada implementasi yang gagal. Bahkan untuk mewujudkan Indonesia Baru kemudian muncul gagasan yang dimunculkan PAN mengenai perlunya negara federal Indonesia yang dikemukakan Amin Rais pada waktu itu. Lebih jauh, problem terorisme di Indonesia sampai hari ini masih merupakan ancaman bagi ideologi kebangsaan Indonesia. Ideologi kebangsaan Indonesia terancam oleh separatisme, sektarianisme (SARA), dan keadaan ahistoris. Ketiga hal tersebut dapat berpotensi sebagai terorisme baru di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya memperkuat ideologi kebangsaan Indonesia melalui perubahan paradigma tentang Indonesia sebagai teks religiusitas Indonesia. Di pihak lain konsep demokrasi di Indonesia telah gagal dipahami sesuai konsep asalinya (generic concept), yang berakibat kepada implementasi yang gagal. Bahkan untuk mewujudkan Indonesia Baru kemudian muncul gagasan yang dimunculkan PAN mengenai perlunya negara federal Indonesia yang dikemukakan Amin Rais[i] pada waktu itu. Lebih jauh, problem terorisme di Indonesia sampai hari ini masih merupakan ancaman bagi ideologi kebangsaan Indonesia. [i] Bandingkan dengan beberapa informasi mengenainya dari Christianto Wibisono dalam ‘Negara “Federal vs “Negara Ninja” dalam Suara Pembaruan Daily yang dimuat dalam laman http://indo982.tripod.com/n1098/n1098_96.html (terakhir diakses penulis Selasa, 11 Agustus 2015, jam 08.15), “Partai Amanat Nasional” dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Amanat_Nasional (terakhir diakses penulis Selaa, 11 Agustus 2015, jam 08.16), terror sektarian berbasis hegemoni mayoritas terhadap minoritas bisa dibaca di http://www.sinarharapan.co/news/read/140419047/-i-Manuver-Amin-Rais-Traumatis-PKB-dan-PDIP-i- dibawah judul “Manuver Amien Rais, Traumatis PKB dan PDIP”.
Mendiskusikan Pendidikan Kita Menuju Manusia Kalos Kagathos Paripurna Agung, Mianto Nugroho
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Editorial
Weber: Nabi Etika Protestan, Bapak Verstehen Agung, Mianto Nugroho
PAX HUMANA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Weber: Nabi Etika Protestan, Bapak Verstehen
Rahasia Menjadi Pemimpin dan Pengikut Agung, Mianto Nugroho
PAX HUMANA Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul Buku : Kepemimpinan dan Kepengikutan: Teori dan PerkembangannyaPenulis         : K. H. TimotiusTahun Terbit: 2016Penerbit       : Andi dan UkridaHalaman      : x + 338Kover           : Soft cover, ArtIsi                 : HVS 70 gramdimensi        : 23 cm x 15,5 cm
Pandangan Teoogi Perdamaian Henri Nouwen (Reaktualisasi Pesan Teologi Damai Sejahtera Dalam Melawan Kekerasan) Agung, Mianto Nugroho
PAX HUMANA Vol 2, No 2 Mei (2015)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Theologize Peace is every human effort to contemplate, analyze, and find a way out and take action to tackle all forms of lack of peace as the main response while asking God's authority to take over the whole of human incompetence and then reign to wear man doing the works of peace. Following the Peace Theology of Nouwen, then we must run a step - a simple step, but with the spirit and heartfelt, namely: first, creating a personal prayer life is not to get the power per se, but to the disappearance of all forms and understanding the war. Second, keep - going to take the fight to operate independently and collectively against all forms of violence, including acts of nonviolence from your self, household, society, the state, to the global community. And, lastly, the third, creating equality in all lines, fields, and with all efforts that can be do. Keywords: Nouwen, Peace, Theology, Violence, Spirituality
KONSELING MASALAH MASYARAKAT Agung, Mianto Nugroho
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja Vol 2 No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.377 KB)

Abstract