Articles

Found 14 Documents
Search

Distribusi Medan Akustik dalam Domain Interior dengan Metode Elemen Batas (Boundary Element Method) Manik, Tetti Novalina; Sari, Nurma
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i1.3077

Abstract

Dalam analisis akustik, kasus yang paling umum adalah menentukanmedan akustik/suara yang terjadi akibat sumber akustik yang bergetar (radiasi)atau medan suara yang terjadi ketika gelombang suara mengenai suatupenghalang (scattering) dalam domain eksterior atau interior. Hal ini dapatdiselesaikan jika informasi mengenai kecepatan atau tekanan akustik dipermukaan sumber akustik tersebut diketahui. Solusi untuk masalah ini tidakselalu dapat diperoleh secara analitik, apalagi jika permasalahan tersebutmenyangkut bentuk-bentuk geometri yang tidak teratur. Dalam hal inipenyelesaian secara numerik merupakan suatu alternatif untuk mencarisolusinya. Salah satu metode numerik yang dapat digunakan untukmemecahkan masalah di atas adalah metode elemen batas (Boundary ElementMethod). Penelitian ini menyajikan formulasi metode elemen batas untukmendapatkan distribusi medan akustik di sekitar sumber akustik dalam domaininterior dengan metode elemen batas dan dapat disimpulkan bahwa penempatandan jumlah sumber akustik/suara sangat mempengaruhi distribusi suara dalamdomain interior serta pemberian bahan penyerap pada ruangan dapatmeningkatkan tekanan suara dalam domain interior.
Karakterisasi Antena Mikrostrip dengan Metode FDTD dalam Substrat FR4 untuk Frekuensi Kerja 2,4 GHz Sari, Nurma; Manik, Tetti Novalina
Jurnal Fisika FLUX Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v6i1.3052

Abstract

Sistem komunikasi memerlukan media transmisi untuk mengirimkaninformasi agar sampai ke penerima informasi. Antena memegang perananpenting pada sistem unguided transmision media. Bentuk dan desain antenayang diharapkan adalah antena yang mempunyai gain yang tinggi, efisiensitinggi, bandwidth yang lebar, profil rendah, bobot yang ringan dan biaya murah.Antena mikrostrip dapat memenuhi kriteria semacam itu. Dengan metode FDTDpersoalan medan elektromagnetik dapat ditransformasikan ke dalam bentuknumerik. Pada simulasi menggunakan metode FDTD diperoleh antena mikrostrippatch dengan sebuah slot dalam substrat FR4 yang bekerja pada frekuensi2,40019 GHz dengan return loss -40,5565 dan VSWR 1,018 (Nilai VSWRmendekati sempurna ≈ 1) pada ukuran 4,0 cm x 4,0 cm x 0,3 cm, ukuran feedline 0,25 cm x 2,5 cm, slot 2,0 cm x 0,25 cm dan patch 2,2 cm x 2,5 cm. Denganmengubah panjang patch diperoleh bahwa semakin pendek patch frekuensikerja akan semakin besar, sedangkan pergeseran return loss pada perubahanpanjang patch tidak dapat dijadikan acuan perubahan. Pada perubahan lebarpatch diperoleh bahwa semakin lebar patch maka frekuensi kerja semakin kecildengan return loss yang semakin kecil pula. Pada perubahan panjang slotdiperoleh bahwa semakin panjang slot nilai frekuensi kerja akan semakin besarsedangkan nilai return loss tidak dapat dijadikan acuan pada pergeseranpanjang slot ini. Untuk perubahan lebar slot diperoleh bahwa semakin lebar slotnilai frekuensi kerja akan semakin besar sedangkan pergeseran lebar slot tidakdapat dijadikan acuan sebagai bergesernya nilai return loss.
ZAKAT SEBAGAI KEBIJAKAN FISKAL PADA MASA KEKHALIFAH UMAR BIN KHATTAB Sari, Nurma
Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam
Publisher : FEB Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.765 KB) | DOI: 10.24815/jped.v1i2.6552

Abstract

This paper discusses a descriptive charity as fiscal policy during the caliphate of Umar. Zakat has a major position in fiscal policy in the early days of Islam. Besides, as a source of major revenue Islamic state at the time, zakat is also capable of supporting both state spending in the form of government expenditure (expenditure countries) and government transfers (transfer expenses). Zakat is also able to influence the economic policy of the Islamic government to improve the welfare of the people, especially the weak. It was in because zakat is the source of funds that will never dry out.Tulisan ini membahas secara deskriptif zakat sebagai kebijakan fiscal pada masa kekhalifahan umar bin khatab. Zakat mempunyai kedudukan utama dalam kebijakan fiskal pada masa awal islam. Disamping sebagai sumber pendapatan Negara Islam yang utama pada masa itu, zakat juga mampu menunjang pengeluaran Negara baik dalam bentuk government expenditure (pengeluaran belanja negara) maupun government transfer (pengeluaran transfer). Zakat juga mampu mempengaruhi kebijakan ekonomi pemerintah islam untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama kaum lemah. Hal itu di karenakan zakat adalah sumber dana yang tidak akan pernah kering dan habis.
PENGARUH KENAIKAN FREKUENSI GETARAN AKUSTIK TERHADAP JUMLAH PERGESERAN FRINJI PADA INTERFEROMETER MICHELSON Hayani, Nurilda; Sari, Nurma; Fahrudin, Arfan Eko
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2644

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh kenaikan frekuensi getaranakustik terhadap jumlah pergeseran frinji pada interferometer Michelson. Dalampenelitian ini digunakan program MATLAB 7.0 untuk membangkitkan getaran akustikdengan frekuensi (fMATLAB) 8 s.d 40 Hz. Cermin getar digetarkan dengan bantuanspeaker yang sudah terhubung ke program MATLAB 7.0 pada PC, sedangkan cermingeser digeser dengan bantuan mikrometer sekrup sejauh 10-6 m. Berdasarkan datapengamatan, semakin besar nilai fMATLAB maka semakin banyak jumlah pergeseran frinji(ΔN) yang terjadi. Hasil plot grafik hubungan fMATLAB dan ΔN memberikan persamaankarakteristik grafik ΔN = 1,054 fMATLAB + 14,57. Nilai error akurasi data terbesar adalah18,900 sedangkan nilai error akurasi data terkecil adalah 0,633. Nilai error akurasi datarata-rata adalah 5,351 sehingga diperoleh ketelitian sebesar 94,649%. Nilai f’ dihitungberdasarkan nilai pergeseran cermin (Δd) dan jumlah pergeseran frinji (ΔN). Nilai f’ yangdiperoleh saat cermin getar tidak digetarkan (fMATLAB = 0) adalah nilai frekuensi laserhelium neon (fHeNe), sedangkan nilai f’ yang diperoleh saat cermin getar digetarkan(fMATLAB ≠ 0) adalah frekuensi gabungan dari nilai frekuensi laser helium neon (fHeNe) dannilai frekuensi getaran akustik (fMATLAB).Kata kunci: getaran akustik, frinji, Interferometer Michelson.
PENENTUAN PANJANG GELOMBANG EMISI PADA NANOPARTIKEL CdS DAN ZnS BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI MERCAPTO ETHANOL Salahuddin, Muhammad; Suryajaya, Suryajaya; Sari, Nurma; Putra, Edy Giri
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i1.2630

Abstract

melalui Aqueous Phase Synthesis dengan penambahan variasi Mercapto Ethanol untukmemodifikasi ukuran jari-jari nanopartikelnya. Larutan tersebut digunakan untukmembuat lapisan tipis nanopartikel CdS dan ZnS menggunakan teknik ElectrostaticsSelf-Assembly.Larutan nanopartikel dan lapisan tipis nanopartikel CdS dan ZnSdikarakterisasi dengan UV-Vis Spektrometer untuk mengetahui terbentuknyananopartikel serta terdepositnya nanopartikel pada substrat dan LuminesenSpektrometer untuk menentukan panjang gelombang emisinya.Spektrum UV-Vis darisampel menunjukkan pergeseran biru sebagai indikator terbentuknya nanopartikel sertaterdepositnya lapisan tipis pada substrat.Emisi cahaya untuk nanopartikel CdS denganpenambahan Mercapto ethanol berada pada panjang gelombang 445-453 nmsedangkan untuk nanopartikel ZnS, 309-371 nm dan 442-574 nm.Pada penelitian inijuga diketahui bahwa panjang gelombang emisi nanopartikel CdS dan ZnS cenderungbertambah besar dengan bertambah besarnya penambahan konsentrasi Mercaptoethanol.Kata Kunci : CdS, ZnS, Mercapto Ethanol, Luminesen
KARAKTERISASI ANTENA MIKROSTRIP PATCH SEGITIGA SAMASISI DENGAN FREKUENSI KERJA 2,4 GHz UNTUK KOMUNIKASI WIRELESS Suganda, Rolly Ega; Sari, Nurma; Suryajaya, Suryajaya
Jurnal Fisika FLUX Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v13i1.1635

Abstract

Telah dibuat antena mikrostrip patch segitiga samasisi dengan frekuensi kerja 2,4 GHz. Antena mikrostrip patch segitiga dipilih karena memiliki dimensi yang lebih kecil untuk menghasilkan radiasi dan frekuensi kerja yang sama dibandingkan bentuk geometris lainnya. Mikrostrip patch segitiga samasisi dibuat melalui tahap-tahap simulasi, fabrikasi, dan karakterisasi. Program simulasi antena mikrostrip dibuat menggunakan fitur GUI pada pemrograman Matlab. Antena yang telah difabrikasi, dibuat pada substrat FR4 dengan  4,7 pada ketebalan 1,6 mm dan 1,0 mm, variasi yang diterapkan adalah ukuran substrat yang dibuat pada luasan 55mmx55mm dan 60mmx60 mm, dengan total keseluruhan berjumlah empat sampel antena. Pada kondisi ideal keempat sampel harus memiliki return loss -54,4223 dB; VSWR 1,00; impedansi 49,81 ohm; dan gain 6,93 pada ketebalan substrat 1,6 mm dan 4,89 pada ketebalan substrat 1,0 mm. Hasil karakterisasi yang telah dilakukan didapatkan nilai return loss keempat sampel berurutan sebesar -19,558; -20,416; -17,25 dan -8,97 dB, VSWR berurutan bernilai 1,24; 1,21; 1,32 dan 2,26, Impedansi bernilai 56,734; 56,457; 54,069 dan 55,641 ohm, dan gain bernilai 2,21; 2,23; 2,1 dan 2,22 dB. Pola radiasi azimuth dan polarisasi membentuk kuncup besar dan kuncup belakang yang dominan, padahal pada kondisi ideal kuncup belakang dominan hanya terjadi pada antena omnidirectional. Pola radiasi elevasi membentuk pola menyerupai setengah lingkaran yang tidak sempurna ke arah gain maksimum. Dari keempat sampel, hanya antena empat yang tidak memenuhi syarat untuk digunakan pada frekuensi kerja 2,4 GHz, karena memiliki return loss dan VSWR yang tidak memenuhi standar.Kata kunci: komunikasi wireless, antena mikrostrip patch segitiga, Matlab
Simulasi Proses Pengisian Bak Pengumpul PDAM dari Raw Water Intake dengan Kontrol PID Manik, Tetti Novalina; Sari, Nurma; Aina, Nurul
Jurnal Fisika FLUX Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v8i1.3104

Abstract

Sistem pengolahan air bersih terdiri dari beberapa unit yakni Raw WaterIntake, bak pengumpul, Pulsator, Filter, Storage Well, Reservoir dan Clear Well. Padadasarnya proses pengolahan air bersih pada tiap unit sudah dilakukan secaraotomatis namun untuk pengoperasian pompa masih dilakukan secara manual,khususnya pada pengisian bak pengumpul dari raw water intake. Penelitian inimemodelkan penggunaan kontrol otomatis untuk mengatur proses pengisian bakpengumpul dari raw water intake. Kontrol otomatis yang digunakan yaitu pengontrolPID. Pengontrol PID berguna untuk mendapatkan kestabilan sistem pengisian bakpengumpul PDAM dan Simulasi pengontrolan PID ini dilakukan dengan menggunakansofware Labview 7.1. Simulasi ini merupakan top level VI yang terdiri dari 3 buahsubVI yakni subVI bak pengumpul berfungsi untuk menghasilkan level air aktual danmenghitung debit air yang keluar dari bak pengumpul, subVI pengontrol PID berfungsiuntuk menghasilkan sinyal kontrol dan subVI kontrol valve berfungsi untukmenghasilkan persentase bukaan valve. Dari hasil penelitian didapatkan bahwaproses pengisian bak pengumpul PDAM dari raw water intake dapat diperoleh cukupdengan memasang pengontrol integral (I) saja, karena dengan nilai konstanta I (Ki) =3,985 sudah dapat menghasilkan sistem pengisian bak pengumpul PDAM yang baikpada waktu 2656 detik.
Sintesis dan Karakterisasi Nanosilika sebagai Upaya Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Banjarbaru Wianto, Totok; Sari, Nurma; Darminto, Darminto; Pratapa, Suminar
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i1.3076

Abstract

Penelitian untuk mendapatkan bahan baru dengan kinerja tinggi telahbanyak dilakukan, khususnya di negara-negara industri. Salah satu programyang cukup pesat perkembangannya dan hingga sekarang sedang giatdilakukan penelitian, baik penelitian dasar maupun terapan adalah bidangnanosains dan nanoteknologi. Perkembangan nanosains dan nanoteknologidewasa ini telah mulai mendominasi dunia industri, dan bahkah telah mengeserteknologi mikro-elektronik (10-6 m) yang telah berperan dalam beberapadasawarsa terakhir (Edelstein, 1996). Nanomaterial, sebagai bagian darinanosains dan nanoteknologi, merupakan rekayasa material dalam ordenanometer (10-9 m) (Kebamoto, 2003). Hampir semua material dapat dibuatdalam bentuk nanokristal dan nanopartikel, untuk menghasilkan sifat lebihunggul, yang bergantung pada pemrosesan, manipulasi dan komposisinya(Gleiter, 1989, Kimura, 1995). Produk-produk industri diperkirakan akanmenggunakan nanomaterial secara komersial (Inoue, 2003) mulai tahun 2010(NSTC, 1993). Eksploitasi sejumlah mineral, seperti logam dan batuan, telahdilakukan di daerah penambangan intan rakyat di daerah Cempaka, KalimantanSelatan, dan difokuskan pada fragmen-fragmen yang dihasilkan daripenambangan intan. Ukuran fragmen-fragmen yang diperoleh ini berkisarantara 1,5 – 15 cm. Tumpukan fragmen-fragmen ini tidak berada jauh darisungai yang melintas di daerah penambangan, yaitu paling jauh 100 m danmasih merupakan daerah pelamparan sedimentasi sungai(sikumbang, 1994).Dari penelitian pendahuluan didapatkan kadar silika (SiO2) didaerah cempakaantara 94,4% - 99% (Wianto, 2008). Ketersediaan sumber alam berupabeberapa material di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seperti pasir silika, dapatdiolah lebih lanjut sebagai nanomaterial dengan karakteristik yang khas.Nanomaterial ini dapat dibuat dalam dalam ukuran nano (< 100 nm) melaluisintesis metode gaya berat kemudian melalui proses penggilinganmenggunakan planetary ball milling. Penggunaan peralatan X-ray diffractometer(XRD) dan scanning electron microscope (SEM) serta transmission electronmicroscope (TEM) akan menghasilkan karakteristik rinci nanosilika tersebut,menyangkut struktur, bentuk dan ukuran partikelnya serta agregasi yangmungkin terjadi. Hasil penelitian ini didapatkan material nano silika denganukuran antara < 100 nm setelah proses kopresipitasi sedangkan sebelumproses tersebut yaitu setelah proses ball mill didapatkan ukuran butir > 300 nmini berdasarkan hasil metode scherer XRD dan SEM. Sedangkan hasil analisiskualitatif dan kuantitatif didapatkan mineral SiO2 yang dominan yaitu 98 - 99%,ini setelah melalui proses pencucian untuk menghilangkan clay sertamenggunakan magnetik separator untuk menghilangkan material magnetik.
Model Pengawasan Pembiayaan di BMT Mujahidin Pontianak Sari, Nurma
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 5, No 1 (2014): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.15 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v5i1.23-52

Abstract

This research uses descriptive analysis method which aims to 1) know anddescribe the system of distribution of the finance products at the BMTMujahidin in the fiscal year 2009­2011; 2) know and explain the financingimplementation at the BMT Mujahidin Pontianak in the fiscal year 2009­2011.Results of the study were: KSU BMT Mujahidin was the same as other Shariahfinancial institutions, namely the financing run through a series of proceduressystematically arranged in part involving the marketing, financing, andmanagers has been quite effective. The manager accepted the proposalsanalyzed them and if approved will sign it. Supervision of the financing was done in three categories, first by doing active field supervision; Second by doing administrative supervision starting from the time of the filing process by way of checking the completeness of requirements until the reimbursement; third by helping the customer to identify the problems that will arise as early as possible in case of trouble and the BMT Mujahidin will participate in finding a solution for the customer.
AKUNTANSI SYA Sari, Nurma
Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2014): Volume 4 Nomor 1 Maret 2014
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/khatulistiwa.v4i1.227

Abstract

Accounting has, in fact, been around since the days of the Prophet and already existed in the Qur'an. It began with a transaction that was not made in cash or accounts receivable which required a careful and systematic bookkeeping. Accounting principles have embodied the conservative, historical, and material principles. The Sharia accounting principles are rules of common decision derived from the objective of financial reporting and the Sharia accounting concept which governs the development of Sharia accounting techniques. In practice, the principles are full disclosure principle, consistency principle, accrual basic principle, and the principle of current exchange rates.