Articles

Found 32 Documents
Search

EFEKTIVITAS SOSIODRAMA DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS VII C (Studi Kasus Di SMP Negeri 15 Palu) Randilele, Rayastri S; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 1, June 2018
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Guidance and Counseling Study Program

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.946 KB)

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah disiplin belajar siswa sesudah mengikuti sosiodrama lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti sosiodrama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui efektivitas sosiodrama dalam meningkatkan disiplin belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan rumus Wilcoxon sign rank test. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum mengikuti sosiodrama terdapat 0% atau tidak ada subjek yang memiliki disiplin belajar tinggi, 12,5% atau 1 subjek yang memiliki disiplin belajar sedang, 25% atau 2 subjek yang memiliki disiplin belajar rendah, 62,5% atau 5 subjek yang memiliki disiplin belajar sangat rendah. Sedangkan sesudah mengikuti sosiodrama, terjadi peningkatan disiplin belajar yaitu 12,5% atau 1 subjek yang memilikidisiplinbelajartinggi, 25% atau 2 subjek yang memiliki disiplin belajar sedang, 25% atau 2 subjek yang memiliki disiplin belajar rendah. Hasil penelitian membuktikan bahwa disiplin belajar siswa sesudah mengikuti sosiodrama lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti sosiodrama.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI KEBERSIHAN KELAS DISERTAI PAPAN BIMBINGAN TERHADAP PERILAKU MENJAGA KEBERSIHAN KELAS SISWA SMP NEGERI 13 PALU Fiitrianti, Fitrianti; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Guidance and Counseling Study Program

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.301 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang seringkali menunjukan perilaku tidak menjaga kebersihan kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku siswa menjaga kebersihan kelas SMP Negeri 13 Palu sebelum dan sesudah mengikuti layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan, serta menjelaskan adanya pengaruh positif layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan? terhadap perilaku siswa menjaga kebersihan kelas. Subjek penelitian ini berjumlah 20 siswa.Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi perilaku menjaga kebersihan kelas.Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan teknik statistik yaitu uji t (satu ekor) pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa sebelum mengikuti layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan yaitu siswa yang memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas yang rendah yaitu 30% dan siswa yang memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas sangat rendah yaitu 70%. Sedangkan sesudah mengikuti layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan terjadi peningkatan yaitu 10% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas tinggi, 15% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas sedang, 30% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas rendah dan 45% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas sangat rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa nilai thitung>ttabel atau 5,70> 1,73. Hal ini berarti ?ditolak.Berdasarkan hasil analisis inferensial dapat dibuktikan bahwa pemberian layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan berpengaruh positif terhadap perilaku menjaga kebersihan kelas siswa SMP Negeri 13 Palu.?Kata Kunci : Kebersihan Kelas, Papan Bimbingan, Perilaku Menjaga Kebersihan Kelas.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK REALITA DALAM MENGURANGI PERILAKU BOLOS SISWA SMP NEGERI 18 PALU diniyah, Usrotun; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 1, June 2018
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Guidance and Counseling Study Program

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.523 KB)

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah perilaku bolos siswa sesudah mengikuti konseling kelompok realita lebih rendah dibandingkan sebelum mengikuti konseling kelompok realita.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku bolos siswa sebelum dan sesudah mengikuti konseling kelompok realita serta untuk menjelaskan keefektifan ?pelaksanaan konseling kelompok realitadalam mengurangi perilaku bolossiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi perilaku bolos siswa. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti konseling kelompok realitadari 6 siswa yang menjadi subjek penelitian,terdapat 6 siswa memiliki perilaku bolos yang sangat tinggi. Sesudah mengikuti konseling kelompok realitamengalami pengurangan perilaku bolosyaitu 3 siswa? memiliki perilaku bolos yang tinggi, kemudian 3? siswa lainnya memiliki perilaku bolos yang sedang. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa perilaku perilaku bolossiswa yang menjadi subjek penelitian sesudah mengikuti konseling kelompok realita lebih rendah dibandingkan sebelum mengikuti konseling kelompok realita.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI MANAJEMEN WAKTU DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA DISEKOLAH PADA KELAS XI DKV SMK NEGERI 5 PALU Juliati, Juliati; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Guidance and Counseling Study Program

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.718 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan pengaruh-pengaruh layanan informasi manajemen waktu dalam meningkatkan disiplin siswa di sekolah serta mendeskripsikan disiplin siswa disekolah sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi manajemen waktu.Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa yang melakukan pelanggaran disiplin di sekolah. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket perilaku disiplin. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa perilaku disiplin siswasebelum diberikanlayanan manajemen waktu yaitu 25% siswa memiliki perilaku disiplin sangat rendah, dan 65% siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah dan 10% siswa memiliki perilaku disiplin sedang. Sedangkan sesudah diberikanlayanan informasi manajemen waktu? maka terjadi pengembangan perilaku disiplin siswayaitu 10% siswa memiliki perilaku disiplin sangat rendah, 55% siswa memiliki perilaku disiplin rendah, dan 35% siswa yang memiliki perilaku disiplin sedang. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa disiplin siswa lebih baik sesudah diberikan layanan informasi manajemen waktu dibandingkan sebelum diberikan layanan informasi manajemen waktu.
PENGARUH LAYANAN DISKUSI KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA (STUDI KASUS di SMP NEGERI 4 PALU) Irsan, Irsan; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 1, June 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.825 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilaku prososial siswa sesudah diberikan layanan diskusi kelompok lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan layanan diskusi kelompok. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan keefektifan layanan diskusi kelompok dalam meningkatkan perilaku prososial siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 7 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan diskusi kelompok,  siswa MU, MR, dan VS memiliki perilaku prososial yang sangat rendah dan siswa AR, MI, MA, dan IN memiliki perilaku prososial yang rendah. Sesudah mengikuti layanan diskusi kelompok, terjadi peningkatan perilaku prososial yaitu siswa MR memiliki perilaku prososial yang sangat rendah, siswa AR memiliki perilaku prososial yang rendah, siswa MU, MA, IN, dan VS memiliki perilaku prosoial yang tinggi, dan siswa MI memiliki perilaku prososial yang sangat tinggi. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa perilaku prososial siswa SMP Negeri 4 Palu sesudah mengikuti layanan diskusi kelompok lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti layanan diskusi kelompok.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MINAT BERKONSULTASI SISWA SMA NEGERI 1 BALAESANG Fatma, Fatma; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.213 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi dengan guru pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling, untuk mengetahui minat siswa berkonsultasi dengan guru pembimbing, serta untuk menjelaskan hubungan antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 481 orang siswa, sampel yang diambil sebanyak 175 orang siswa yang diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket persepsi tentang layanan bimbingan dan konseling dan minat berkonsultasi. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment pada signifikan 95% (α = 0,05). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 12,57% siswa memiliki persepsi yang sangat positif tentang layanan bimbingan dan konseling, 84% siswa memiliki persepsi yang positif tentang layanan bimbingan dan konseling. 3,42% siswa memiliki persepsi yang negatif tentang layanan bimbingan dan konseling. Selanjutnya 11,42% siswa memiliki minat berkonsultasi yang sangat tinggi, 62,28% siswa memiliki minat berkonsultasi yang tinggi, dan 26,28% siswa memiliki minat berkonsultasi yang rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN PERILAKUPERCAYA DIRI DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 17 PALU Madina, Siti; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.038 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok lebih tinggi jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok. Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh layanan konseling kelompok dalam meningkatkan perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan konseling kelompok, terdapat 66,67% memiliki perilaku percaya diri yang sedang dalam mengemukakan pendapat, dan 33,33% siswa memiliki parilaku percaya diri yang rendah dalam mengemukakan pendapat. Sesudah mengikuti layanan konseling kelompok, terjadi peningkatan perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat yaitu terdapat 50% siswa memiliki perilaku percaya diri yang tinggi dalam mengemukakan pendapat, 33,33% siswa memiliki perilaku percaya diri yang sedang dalam mengemukakan pendapat, dan 16,67% siswa memiliki perilaku percaya diri yang rendah dalam mengemukakan pendapat. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa tingkat perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa di SMP Negeri 17 Palu sesudah mengikuti layanan konseling kelompok lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATI TIPE TALKING STICK (TONGKAT BERBICARA) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR Munifah, Munifah
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2016): Apotema: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.144 KB)

Abstract

Model pembelajaran Talking Stick merupakan suatu modelpembelajaran yang menggunakan alat yaitu tongkat, apabila tongkat dipegang salah satu dari anggota dari suatu kelompok maka kelompoktersebut harus menjawab pertanyaan dari guru. Model pembelajarankooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif yangmembentuk kelompok heterogen dengan 2 tim yaitu tim asal dan timahli. Dengan belajar secara kooperatif, diharapkan prestasi belajar siswadapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimanakah perbandingan model pembelajaran kooperatif tipeTalking Stick dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsawterhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMPN 07 Bangkalan padamateri pecahan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan datakuantitatif, sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas VII SMPN 07 Bangkalan. Sebagai sampel terpilih kelasVII-A dan VII-B dengan ketentuan bahwa kelas VII-A sebagai kelaseksperimen (model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick)sedangkan kelas VII-B sebagai kelas kontrol (model pembelajarankooperatif tipe Jigsaw). Metode pengumpulan data yang digunakanadalah dengan metode tes. Dari hasil data yang diperoleh dan dianalisisdiketahui bahwa kedua sampel berasal dari kelas berdistribusi normaldengan varians homogen. Selanjutnya dengan uji-t diperoleh nilai thitung= 0,352 dan t1-α = 1,684 sehingga thitung t1-α sehingga dapatdisimpulkan prestasi belajar siswa pada kelas model pembelajarankooperatif tipe Talking Stick lebih baik dari pada kelas modelpembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL MELALUI TEKNIK SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS VII H SMP NEGERI 3 PALU hikma, Hikma; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 1, June 2018
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Guidance and Counseling Study Program

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.221 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini apakah teknik sosiodrama dapat meningkatkan perilaku prososial siswa. Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan perilaku prososial siswa melalui teknik sosiodrama. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research) bimbingan dan konseling. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, antara lain : perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 8 siswa dengan tingkat perilaku prososial rendah. Jenis tindakan yang dilakukan adalah teknik sosiodrama. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi perilaku prososial, lembar observasi pelaksanaan teknik sosiodrama dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti teknik sosiodrama pada siklus I, persentase perilaku prososial siswa meningkat sebesar 21,53%, sedangkan setelah mengikuti teknik sosiodrama pada siklus II, persentase perilaku prososial siswa meningkat sebesar 33,32%. Hasil penelitian ini menunjukkan keberhasilan pelaksanaan tindakan pada siklus II yang telah diperbaiki berdasarkan hasil refleksi dari siklus I. Jadi dapat dibuktikan bahwa perilaku prososial siswa meningkat setelah mengikuti teknik sosiodrama.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI NILAI-NILAI PERSATUAN PADA MAKNA NOSARARA NOSABATUTU DALAM SUKU KAILI TERHADAP PENINGKATAN SIKAP PERSATUAN DIKALANGAN SISWA (STUDI KASUS SMA NEGERI 4 SIGI) Halim, Moh; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Guidance and Counseling Study Program

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1475.082 KB)

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini adalah apakah ada pengaruh positif? layanan informasi nilai-nilai persatuan pada makna Nosarara Nosabatutudalam suku Kaili terhadap peningkatan sikap persatuan dikalangan siswa. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengaruh positif layanan informasi nilai-nilai persatuan pada makna Nosarara Nosabatutu dalam suku Kaili terhadap peningkatan sikap persatuan dikalangan siswa.Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa.Instrumen pengumpulan data adalah angket sikap persatuan.Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial.Teknik analisis inferensial yaitu uji t (satu ekor) pada taraf signifikan 95%.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sikap persatuan sebelum mengikuti layanan informasi nilai-nilai persatuan pada makna Nosarara Nosabatutu yaitu: 46,7% siswa memiliki sikap persatuan positif, 46,7% siswa memiliki sikap persatuan negatif, dan 6,6% siswa memiliki sikap persatuan sangat negatif. Sedangkan sesudah mengikuti layanan informasi nilai-nilai persatuan pada makna Nosarara Nosabatutu, maka terjadi peningkatan sikap persatuan dikalangan siswa yaitu: 63,3% siswa memiliki sikap persatuan sangat positif, 36,7% siswa memiliki sikap persatuan positif.Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada pengaruh positif pemberian layanan informasi nilai-nilai persatuan pada makna Nosarara Nosabatutu dalam suku Kaili terhadap peningkatan sikap persatuan dikalangan siswa.?Kata Kunci : Nilai-Nilai Persatuan, Nosarara Nosabatutu, Sikap Persatuan.