Hestu Wilujeng, Hestu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH METODE DISCOVERY LEARNING PADA MATERI TRIGONOMETRI TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF SISWA SMA

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): KALAMATIKA November 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.63 KB)

Abstract

Kemampuan dalam bidang matematika dapat mengindikasi kemajuan suatu bangsa. Salah satu kemampuan dalam matematika adalah kemampuan penalaran adapatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Ruhul Bayan Cisauk, Tahun Ajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design, yang melibatkan 65 siswa sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pretest dan postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa. Hal ini dapat dilihat uji t postest thitung > ttabel (2,533 > 1,99). Serta peningkatan kemampuan penalaran adaptif siswa melalui metode pembelajaran discovery learning lebih baik dari pada menggunakan metode pembelajaran konvensional melalui perhitungan N-Gain Skor.

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 10 TANGERANG

Prima: Jurnal Pendidikan Matematika PRIMA, Vol. 2 No. 2, July 2018
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tangerang. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data uji kemampuan pemecahan masalah matematika seperti tes tulis dan wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan hasil uji tulis dan wawancara, kemudian dilakukan teknik triangulasi untuk mendapatkan data penelitian yang valid. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan tinggi, baik laki-laki maupun perempuan mampu memahami masalahnya dengan baik, memiliki rencana pemecahan dan dapat menyelesaikan penyelesaian masalah sesuai dengan rencana dan dapat melakukan pengecekan ulang. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan menengah, baik laki-laki maupun perempuan hampir memiliki kemampuan yang sama dengan siswa yang memiliki kemampuan tinggi, bedanya hanya pada langkah-langkah untuk memecahkan masalah dan pengecekan ulang. Siswa yang memiliki kemampuan menengah kurang memahami perhitungan dalam jumlah operasi, jadi ada kesalahan dalam proses perhitungan yang hasilnya tidak benar dan dalam aspek pengecekan, siswa yang memiliki kemampuan menengah hanya memeriksa sebagian saja. Lain kasus siswa yang memiliki kemampuan rendah. Siswa yang memiliki kemampuan rendah, baik laki-laki maupun perempuan tidak bisa menyelesaikan masalah secara tuntas, karena belum mengetahui rencana penyelesaian yang belum matang, jadi tidak ada hasilnya. Sedangkan pada aspek pengecekan, siswa yang memiliki kemampuan rendah hanya melihat proses perhitungan, tidak mengecek hasilnya benar atau salah, karena siswa yang memiliki kemampuan rendah tidak ada hasilnya, sehingga mereka tidak mengecek hasil yang diperoleh.Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah