Iik Nurhikmayati, Iik
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

KESULITAN BERPIKIR ABSTRAK MATEMATIKA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PROBLEM POSING BERKELOMPOK

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): KALAMATIKA November 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.556 KB)

Abstract

This study based on the difficulty of students to think abstractly in the material geometry. There are still many students who feel confused when should imagine and then describe each object geometry because basically a lot of material geometry using visualization mathematical model that concretely not real and do not always exist in everyday life. The difficulties caused students cannot resolve the problems on the material geometry. This illustrates the poor ability of students mathematical abstraction. One of the methods that can improve the ability of mathematical abstraction is a problem posing learning groups. The purpose of this study is (1) to describe the difficulty of students of abstract mathematical thinking in problem posing learning groups; (2) determine the factors that cause difficulty in abstract mathematical thinking in problem posing learning groups. This study used a qualitative research approach and descriptive. The subjects of this study are students of class X IPA 1 SMAN 1 Leuwimunding Leuwimunding 2015/2016 totaling 36 students. The instrument used in this study is a matter of mathematical abstraction ability tests, questionnaires and interview guidelines. The results showed there are still many students who have difficulty in abstract mathematical thinking in problem posing learning groups which are (1) students lack mastery of concepts; (2) the student does not perform direct experience with the object; (3) students are less able to apply the concept in an appropriate context; and (4) students have difficulty in manipulating abstract mathematical object. While the factors that lead to difficult students to think abstractly derived from external factors, namely the lack of media use props in learning

Pengaruh Model Two Stay Two Stray Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.505 KB)

Abstract

Abstrak—Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswaserta mendeskripsikan respon siswa terhadap pelajaran matematika dan pembelajaran two stay two stray yang diterapkan. Jenis penelitian ini merupakan kuasi eksperimen.Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palasah Kabupaten Majalengka Tahun ajaran 2016/2017.Adapun Sampelnya yaitu 26 mahasiswa kelompok eksperimen dan 26 mahasiswa kelompok kontrol berdasarkan teknik purposive sampling.Analisis kuantitatif menggunakan Independent Sample t-test, sedangkan analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan adanya pengaruh positif pada penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Analisis angket skala sikap memperlihatkansikap positif siswa terhadap pelajaran matematika dan pembelajaran two stay two stray yang diterapkan. Kata kunci: Pemecahan Masalah, Two Stay Two Stray.

Pembelajaran Dengan Pendekatan Metaphorical Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematis Siswa SMP

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.582 KB)

Abstract

Abstrak—Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan tujuanmengkaji masalah peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaranmatematis siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking. Selain itu penelitian ini juga mengkaji sikap/respon siswa terhadap matematika dan pendekatan pembelajaran metaphorical thinking. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII SMP Negeri 3 Lembang Provinsi Jawa Barat dengan Sampel 37 siswa kelas VIIIA sebagai kelompok eksperimen dan 36 siswa kelas VIIIB sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel didasarkan kepada teknik purposive sampling. Instrumen terdiri dari pretes dan postes serta skala sikap. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Independent Sample t-test serta Mann-Whitney Test,sedangkan analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahamn dan penalaranmatematis siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui pendekatan metaphorical thinking lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvenisonal. Analisis data angket skala sikap memperlihatkan bahwa siswa bersikap positif terhadap pembelajaran matematika dan pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking. Kata kunci: Kemampuan Pemahaman Matematis, Kemampuan Penalaran Matematis, Metaphorical Thinking

Efektivitas Problem Posing Setting STAD dan TAIterhadap Kemampuan Penalaran dan Self Eficacy Mahasiswa

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.559 KB)

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pendekatan pembelajaran antara pendekatan problem posing setting model kooperatif tipe STAD dengan pendekatan problem posing setting model kooperatif tipe TAI terhadap kemampuan penalaran matematis dan self eficacy mahasiswa Fakultas Teknik dalam pembelajaran kalkulus. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest non equivalent group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester III Fakultas Teknik Universitas Majalengka Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara acak. Adapun kelas yang diperoleh adalah kelas IIIC dan IIID Teknik Informatika. Kelas IIIC mendapatkan perlakuan dengan pendekatan problem posing setting STAD dan kelas IIID mendapatkan perlakuan dengan pendekatan problem posing setting TAI. Analisis multivariat dengan Wilks’lambda digunakan untuk membandingkan efektivitas kedua pendekatan pembelajaran. Dikarenakan terdapat perbedaan efektivitas antara kedua kelompok eksperimen, maka dilakukan uji lanjut dengan analisis uji univariat uji Levene’s yang digunakan untuk menentukan mana yang lebih efektif antara kedua pendekatan pembelajaran terhadap kemampuan penalaran dan self eficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pendekatan pembelajaran problem posing setting STAD efektif terhadap kemampuan penalaran dan self eficacy, 2) pendekatan pembelajaran problem posing setting TAI efektif terhadap kemampuan penalaran dan self eficacy, dan 3) pendekatan pembelajaran problem posing setting TAI lebih efektif dibandingkan pendekatan pembelajaran problem posing setting STAD terhadap kemampuan penalaran dan self eficacy. Kata Kunci: Kemampuan Penalaran, Problem Posing, Self Eficacy, STAD, TAIDahlan, J.A. (2004). Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Pemahaman Matematik Siswa Sekolah Lanjutan Pertama Melalui Pendekatan Pembelajaran Open-Ended. Disertasi Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak diterbitkan.Shadiq, F. (2003). Penalaran, Pemecahan Masalah dan Komunikasi dalam Pembelajaran Matematika. Makalah pada kegiatan penulisan modul paket pembinaan penataran pada Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika YogyakartaSumarmo. (2005). Pengembangan berfikir matematik tingkat tinggi siswa SLTP dan SMU serta mahasiswa strata satu (S1) melalui berbagai pendekatan pembelajaran. Laporan Penelitian Lemlit UPI: Tidak diterbitkan.Upu, Hamzah. (2003). Problem Posing dan Problem Solving Dalam Pembelajaran Matematika. Bandung: Pustaka RamadhanNease, A.A., Mudgett, B.O., and Ouifiones, M.A. (1999). Relationships Among Feedback Sign, Self Eficacy and Acceptance of Performance Feedback. Journal of Applied Psychology, 5, 806-814.Parma dan Saparwadi, L. (2015). Pengembangan Model Pembelajaran Kalkulus Berbantuan Komputer Melalui Program MAPLE di Program Studi Pendidikan Matematika. Jurnal ELEMEN. Vol 1 nomor 1, 37-48.Slavin, R. E. (2009). Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktik (Alih bahasa: Nurulita). Bandung: Nusa Media.

PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SMP

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.303 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan tujuanmengkaji masalah peningkatan kemampuan penalaranmatematis siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking. Selain itu penelitian ini juga mengkaji sikap/respon siswa terhadap matematika dan pendekatan pembelajaran metaphorical thinking. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII SMP Negeri 3 Lembang Provinsi Jawa Barat dengan Sampel 37 siswa kelas VIIIA sebagai kelompok eksperimen dan 36 siswa kelas VIIIB sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel didasarkan kepada teknik purposive sampling. Instrumen terdiri dari pretes dan postes serta skala sikap. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Independent Sample t-test serta Mann-Whitney Test,sedangkan analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui pendekatan metaphorical thinking lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvenisonal. Analisis data angket skala sikap memperlihatkan bahwa siswa bersikap positif terhadap pembelajaran matematika dan pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking. Kata kunci:Metaphorical Thinking, Kemampuan Penalaran Matematis. 

Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Matematika Dasar

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.656 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar mahasiswa Pendidikan Matematika pada mata kuliah Matematika Dasar. Disisi lain mata kuliah Matematika Dasar sendiri merupakan titik awal perjalanan panjang mahasiswa untuk menguasai keseluruhan konsep matematika sebagai calon guru matematika. Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar mahasiswa adalah faktor intern yakni adanya kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan-persoalan terkait materi pada mata kuliah Matematika Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan kesulitan mahasiswa Pendidikan Matematika dalam menyelesaikan soal pada Mata Kuliah Matematika Dasar; dan (2) Mendeskripsikan faktor penyebab kesulitan belajar mahasiswa Pendidikan Matematika pada mata kuliah Matematika Dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Matematika semester II kelas A Universitas Majalengka Tahun Ajaran 2016/2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes UAS mata kuliah Matematika Dasar dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pada mata kuliah Matematika Dasar diantaranya kesulitan pada penggunaan konsep dan prinsip matematika, dan (2) faktor penyebab kesulitan mahasiswa tersebut berasal dari faktor intern yang berkaitan dengan individu masing-masing. Kata kunci: Analisis Kesulitan, Belajar Matematika, Matematika dasar.

EFEKTIVITAS BAHAN AJAR BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (EFFECTIVENESS OF SCIENTIFIC BASED TEACHING MATERIAL TO IMPROVE ABILITY OF STUDENT'S CRITICAL THINKING)

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.922 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas bahan ajar berbasis scientific terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan pretest-postest non equivalent group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negari 1 Palasah Tahun ajaran 2018/2019. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara acak. Adapun kelas yang diperoleh adalah kelas VIII sebagai kelas eksperimen yang menggunakan bahan ajar berbasis scientific dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol yang menggunakan bahan ajar biasa (tidak berbasis scientific). Uji one sample test digunakan untuk menguji efektivitas kedua bahan ajar. Analisis multivariate dengan Wilks’lambda digunakan untuk mengetahui terdapatnya perbedaan efektivitas kedua bahan ajar. Dikarenakan terdapat perbedaan efektivitas antara kedua bahan ajar, maka dilakukan uji lanjutan dengan analisis uji efektifitas univariat yang digunakan untuk menentukan mana yang lebih efektif di antara kedua bahan ajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penggunaan bahan ajar berbasis scientific dan bahan ajar biasa sama-sama efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa,2) terdapat perbedaan keefektifan antara kedua bahan ajar, dan 3) penggunaan bahan ajar berbasis scientific lebih efektif dibandingkan bahan ajar biasa (tidak berbasis scientific) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci: bahan ajar, scientific, kemampuan berpikir kritisABSTRACTThis study aims to examine the effectiveness of scientific-based teaching material on students' mathematical critical thinking abilities. The research design used was a quasi-experimental design with a pretest-posttest non equivalent group design. This study used two research groups namely the experimental class and the control class. The population in this study was all eighth grade students of National Palasah 1 Junior High School 2018/2019. The study sample consisted of two classes taken randomly. The class obtained is class VIII as an experimental class that uses scientific based teaching material and class VIII D as a control class that uses ordinary teaching material (not scientific based). One sample test is used to test the effectiveness of both teaching material. Multivariate analysis with Wilks'lambda was used to determine the differences in the effectiveness of the two teaching material. Because there are differences in effectiveness between the two teaching material, then a further test is carried out with a univariate effectiveness test analysis that is used to determine which is more effective between the two teaching material towards students' critical thinking abilities. The results showed that: 1) the use of scientific-based teaching material and ordinary teaching material was equally effective against students' critical thinking skills, 2) there were differences in effectiveness between the two teaching material, and 3) the use of scientific-based teaching material was more effective than ordinary teaching material (not scientific based) on students' critical thinking skills.Keywords: textbooks, scientific, critical thinking skills

Scientific Learning to Improve Critical Thinking Ability

Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.748 KB)

Abstract

The importance of the ability to think critically in mathematics learning is contrary to the fact that the development of these abilities is still not optimal. Not many teachers creatively develop critical thinking skills during the learning process. The consequence of the implementation of the 2013 curriculum is the use of a scientific approach to learning, including mathematics. Steps in scientific learning include: (1) observing; (2) ask; (3) collecting information; (4) associate; and (5) communicating. These five steps provide great opportunities for students to be able to develop mathematical critical thinking skills. This study describes the implementation of a scientific approach in learning mathematics, especially in improving mathematical critical thinking skills.

Scientific Learning to Improve Critical Thinking Ability

Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.748 KB)

Abstract

The importance of the ability to think critically in mathematics learning is contrary to the fact that the development of these abilities is still not optimal. Not many teachers creatively develop critical thinking skills during the learning process. The consequence of the implementation of the 2013 curriculum is the use of a scientific approach to learning, including mathematics. Steps in scientific learning include: (1) observing; (2) ask; (3) collecting information; (4) associate; and (5) communicating. These five steps provide great opportunities for students to be able to develop mathematical critical thinking skills. This study describes the implementation of a scientific approach in learning mathematics, especially in improving mathematical critical thinking skills.

Pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa calon guru sekolah dasar(Studi pada mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar Universitas Majalengka tahun ajaran 2015/2016)

JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.509 KB)

Abstract

This study aims to assess the problems of improving the ability of mathematical understanding and interaction between factors of learning and factors of early mathematical ability (subgroups of high, medium and low) to increase the ability of mathematical understanding through cooperative learning type group investigation. This study is a quasi-experimental research. The population is all students of the fifth-semester faculty PGSD primary and secondary education, Majalengka University 2015/2016. This study is a quasi-experimental research with the aim of reviewing the problems increase student’s mathematical reasoning abilities through learning with metaphorical thinking approach. In addition, this study also reviewing attitudes or responses of students to math and learning with metaphorical thinking approach. The populations of this study are all of the elementary school of class VIII students SMP Negeri 3 Lembang West Java province with a sample of 37  students of class VIIIA as the experimental group and 36 students of class VIIIB as the control group. The sampling was based on a purposive sampling technique. The research instrument consisted of pretest and posttest and attitude scale. The quantitative analysis using independent sample t-test and mann-witney test, while the qualitative analysis using was done descriptively. The results showed that increase in mathematical reasoning abilities students who received a learning with metaphorical thinking approach better than students who received a conventional learning. Analysis of the attitude scale questionnaire data showed that students have positive attitudes toward math and learning with metaphorical thinking approach.