Articles
7
Documents
PEMBERDAYAAN PEMUDA DESA TUNGGULO KECAMATAN LIMBOTO BARAT MELALUI BUDIDAYA IKAN GABUS (CHANNA STRIATA)

JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan pemuda Desa Tunggulo merupakan kegiatan peningkatan produktivitaspemuda setempat denga tujuan peningkatan kualitas sumberdaya pemuda di Desa Tunggulo danpeningkatan kualitas perekonomian keluarga. Pemberdayaan pemuda melalui budidaya IkanGabus didasarkan pada kemudahan pemeliharaan secara ekonomi memiliki nilai ekonomis yangtinggi. Permasalahan yang umumnya dihadapi oleh para pembudidaya ikan air tawar khususnyaikan gabus adalah penguasaan teknik, teknologi budidaya dan manajemen pengelolaan usahabudidaya yang masih sangat minim sehingga berdampak terhadap tingkat mortalitas ikanbudidaya yang cukup tinggi. Keadaan ini disebabkan rendahnya kualitas SDM dalammenerapkan introduksi teknologi budidaya dan sistem manajemen usaha budidaya. Disampingitu tingginya biaya produksi juga mempengaruhi siklus produksi dari budidaya ikan gabus. Padaprogram Kemitraan Masyarakat ini dilakukan pendekatan dengan melakukan pelatihan,sosialisasi serta pendampingan terhadap Mitra. Kegiatan tersebut dimulai dari persiapanterhadap wadah budidaya berupa perbaikan kolam budidaya, pemilihan benih yang baik denganpadat tebar yang sesuai luasan kolam yang dilanjutkan pemberian pakan sesuai organismebudidaya. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dengan judul PemberdayaanPemuda Desa Tunggulo Melalui Budidaya Ikan Gabus telah berjalan dengan baik dan kegiatanmonitoring masih sementara berjalan.Kata Kunci: Ikan Gabus, Kolam Budidaya, Manajemen Budidaya, Teknologi Budidaya

PENDAMPINGAN BUDIDAYA KERAPU TIKUS PADA KELOMPOK BAHTERA LAMU DAN LAMU BAHARI DI DESA LAMU KABUPATEN BUALEMO

E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.758 KB)

Abstract

Kerapu Tikus (Chromileptes altivelis) merupakan salah satu sumberdaya ikan laut yang sangat potensial. Ditinjau dari segi ekonomi, harganya cukup bersaing di pasar dunia karena diminati di banyak negara baik itu Asia maupun Eropa.  Keterbatasan hasil tangkapan  oleh nelayan di alam terhadap  ikan  kerapu  tikus  membuat  harganya  semakin  mahal.  Kegiatan budidaya telah lama dilakukan oleh Kelompok Bahtera Lamu dan kelompok Lamu bahari di Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Tujuan pendampingan terhadap budidaya kerapu tikus adalah memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh kelompok mitra diantaranya minimnya pengetahuan tentang teknologi budidaya serta kurangnya pengetahuan terhadap mnajemen usaha. Budidaya ikan kerapu tikus  pada kelompok Bahtera Lamu dan kelompok Lamu Bahari telah berlangsung selama 7 bulan. Ikan kerapu tikus telah mencapai berat ± 350 gram/ ekor dengan panjang ± 18 – 20 cm dan  tingkat kelangsungan hidup 75 %.

Optimasi Penjadwalan Moving Class Menggunakan Algoritma Genetika (Studi Kasus: SMA Negeri 1 Turatea)

Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 4 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.176 KB)

Abstract

Penjadwalan dalam dunia pendidikan merupakan hal penting dilakukan karena dengan adanya jadwal maka proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Salah satu contohnya adalah penjadwalan moving class, dimana penjadwalan ini merupakan sistem belajar mengajar yang bercirikan siswa yang mendatangi guru dikelas. Proses penyusunan jadwal moving class ini diterapkan di SMA Negeri 1 Turatea yang masih melakukan proses penjadwalan dengan cara manual yang menyebabkan banyak kendala karena proses penjadwalan tersebut membutuhkan waktu yang lama dan hasil yang belum pasti akurat. Salah satu metode optimasi yang cocok untuk permasalahan ini adalah melalui pendekatan algoritma genetika. Dengan penerapan algoritma genetika akan dilakukan pencarian solusi terbaik dengan menggunakan operator (crossover (one-cut-point), mutasi (reciprocal exchange mutation), seleksi (elitism) dan evaluasi). Solusi terbaik akan diukur dari nilai fitnessnya. Pada penelitian ini, terdapat 35 guru yang mengajar dalam 18 mata pelajaran di 12 ruangan kelas. Dari data tersebut akan dibuat kromosom berdasarkan kode guru. Dari hasil pengujian yang didapatkan hasil terbaik dengan nilai fitness tertinggi pada jumlah populasi 100, crossover rate 0,4, mutation rate 0,4, dan jumlah generasi 80. Hasil akhir yaitu kromosom terbaik yang menghasilkan penjadwalan dengan nilai fitness tertinggi. Dengan menerapkan algoritma genetika diharapkan dapat menghasilkan solusi penjadwalan yang optimal.

KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN KERAPU (Epinephelus sp.) SISTEM KERAMBA JARING APUNG DI KECAMATAN MONANO

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.024 KB)

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya alam pesisir yang optimal seharusnya dilakukan pada lokasi-lokasi yang sesuai. Perairan Kecamatan Monano sebagai salah satu wilayah yang memiliki sumberdaya pesisir dan laut yang cukup melimpah sangat potensial untuk pengembangan budidaya laut khususnya untuk budidaya ikan Kerapu (Epinephelus sp.) pada Keramba Jaring Apung (KJA). Informasi berupa data mengenai kelayakan lokasi yang menjadi salah satu faktor penentu berhasil tidaknya suatu usaha budidaya belum tersedia. Oleh karena itu perlu adanya kajian ilmiah yang bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya Ikan Kerapu sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Kecamatan Monano. Pengambilan data dilakukan pada delapan stasiun yang ditentukan secara purposive sampling dari pengamatan secara langsung di lapangan dan pengamatan kualitatif melalui interpretasi image satellite google Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara, sehingga diperoleh gambaran umum lokasi dan kondisi biofisik perairan. Pengukuran parameter lingkungan dan kualitas air dilakukan secara insitu dan analisis laboratorium. Pengambilan sampel air dilakukan sesuai petunjuk Effendi (2003). Analisis data menggunakan modifikasi matriks kesesuaian, indeks kesesuaian dan kelas kesesuaian kemudian dianalisis secara spasial dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan program Arc GIS 10.3.1. Berdasarkan peta kesesuaian lahan, diperoleh luas lahan yang sangat sesuai untuk budidaya ikan kerapu sistem keramba jaring apung adalah 417 ha. Sedangkan yang cukup sesuai adalah 2496 ha.

Struktur Komunitas Mangrove Pesisir Pantai Desa Dalapuli Barat, Bolaang Mongondow Utara

Gorontalo Fisheries Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.082 KB)

Abstract

Mangrove is one of vegetation on coastal where very important. The aim of research is to know the structure of community of mangrove forests in Dalapuli Barat Village Pinogaluman Sub-district, Bolaang Mongondow Utara District. The method to take the sample in this research is transek square method. The first sample plot is on the left of the path axis and the second sample plot is on the right of the path axis and then alternates. Sampling growth of 2 m x 2 m for the seedling phase, ie regeneration of trees that begin to increase until the power <1.5 m. Example plots are 5 m x 5 m for the stake, ie high regeneration> 1.5 m up to <10 cm in diameter, and. The sample plot is 10 m x 10m for the tree phase, ie trees having a diameter of more than 10 cm. The results of this study are: 8 species of mangrove species are found in Rhyzopora apiculata, Xylocarpus granatum, Cheriops tag, Sonneratia alba, Nypa fruticans, Lumnitzera littorea, pandanus techtorius, and Acanthus ebracteatus The essential tree index value (INP) is 302, Pancang is 302, (scale 0 - 300 and seedling level includes 313. Index diversity of analysis result is low. Keywords : Mangrove, Community, Dalapuli Village

Hubungan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Fekunditas Ikan Huluu (Gurius margaritacea)

Gorontalo Fisheries Journal Volume 1 Nomor 2 October 2018
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.871 KB)

Abstract

Ikan Huluu merupakan salah satu ikan air tawar yang dapat ditemukan di Danau Limboto. Kondisi perairan Danau Limboto yang terus menurun akibat sedimentasi dan limbah domestik. Akibat dari kondisi tersebut berdampak pada habitat organisme perairan termasuk ikan Huluu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan fekunditas ikan Huluu (Gurius margaritacea) di Danau Limboto. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan. Tingkat Kematangan Gonad diamati secara morfologi dan penentuan fekunditas diamati dengan metode volumetrik dan gravimetrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada TKG IV didominasi oleh ikan Huluu Betina. Fekunditas tertinggi yaitu 16866,7 butir dan terendah yaitu 1400 butir. Hubungan TKG dan fekunditas berbanding lurus, semakin tinggi TKG maka nilai fekunditas juga semakin tinggi. Kata Kunci : Ikan Huluu, TKG, Fekunditas, Danau Limboto

Komposisi Jenis Lamun (Seagrass) Di Kawasan Pantai Malagoso Desa Dumolodo Kecamatan Gentuma Raya Kabupaten Gorontalo

Gorontalo Fisheries Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.332 KB)

Abstract

This research aims to identificated the composition of the type and seagrass beds density in malagoso beach, Dulomodo Village. The data was undetaken by survei method and transect square method. There are 3 stations where every stations will cut in 3 times. The analysis used and covering identification of the type of seagrass beds, density, coverage of seagrass and the closure of the parameters of the enviroment. The results of identification to research is found 4 types species of seagrass, there is  Enhalus acoroides, Cymodocea serurulata, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium. Seagrass beds density ranged from 20 tegakan/m -600 tegakan/m. The parameter of water quality there are temperature 200C, salinity31 ppt, pH 8,2, brightess about 0,2-1 meters, the substrates are muddy and rocky.Keywords : Seagrass density, The seagrass bed, Malagoso beach.