Articles

Found 12 Documents
Search

KOHKOL DI TATAR KARANG KOMANDO INFORMASI LEMBUR ANTARA BIHARI DAN KIWARI CMS, Samson; Yusup, Pawit M.; Winoto, Yunus
Metakom Vol 1 No 2 (2017): 2nd Edition
Publisher : Communication Science Department at Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana pengaruh globalisai berdampak pada media komunikasi di lingkungan masyarakat desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, sebagai etalase kebudayaan masyarakat berbudaya Tatar Karang. Untuk mendapatkan data yang lengkap, menggunakan studi etnografi, pengamatan berperan serta, wawancara mendalam dan studi pustaka di pusat informasi budaya Tatar Karang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) kohkol di Bihari merupakan media komunikasi efektif, menjadi komando kendali informasi formal dan nonformal di masyarakat Tatar Karang; 2) kohkol di Kiwari tidak lagi menjadi media komunikasi lingkungan yang efektif, ditinggalkan, tetapi menjadi nostalgik dan asset budaya. Kesimpulan;kohkol di bihari sangat memiliki peranan penting dan berdayaguna dalam kehidupan masyarakat Tatar Karang; dan di kiwari kohkol hanya menjadi cerita (folklore) yang menjadi kebanggaan dan asset pariwista. Kata Kunci : kohkol, tatar karang, media tradisional, informasi budaya
FOLKLOR MEDIA BELAJAR BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA CMS, Samson; Anwar, Rully Khairul; Winoto, Yunus
Semantik Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1, February 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.558 KB) | DOI: 10.22460/s.v7i1p%p.684

Abstract

AbstrakMitos moderniasi mengalir deras ke dalam sendi-sendi kehidupan di Negara yang menjadi target sasaran, tidak terkecuali Indonesia, melewati berbagai bentuk hegemoni, persuasi, propokasi dan lain-lain yang intensitas komunikasinya sangat tinggi. Bagaimana kita melakukan upaya dehegemoni atas fenomena tersebut? Paling tidak mempertahankan keanekaragaman kita dari upaya homogenisasi bahasa, sastra, seni dan kebudayaan lainnya.  Karena semakin larut, bangsa kita akan kehilangan jatidiri, harga diri dan eksistensi diri, celakanya bangsa yang lemah hanya akan menjadi target pasarnya.  Tujuan penelitian untuk mengetahui fungsi folklore Pencak Silat sebagai media belajar bahasa, sastra dan budaya, sebagai upaya dalam pemenuhan koleksi faktual di perpustakaan desa Cileles Jatinangor. Metode penelitian menggunakan studi kualitatif analisis behavioristik melalui repertoar salah satu tradisi Cileles, teknik pengamatan berperan serta, wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian bahwa; 1) stimulus (masukan ilustrasi) struktur media belajar pencak silat mampu merubah sikap anak dalam belajar; 2) respon terhadap tradisi pencak silat dibuktikan anak-anak mampu mempraktekkan hasil belajar, dari mulai a) bahasa (istilah) jurus dan tingkat belajar pencak silat, b) sastra : makna dibalik bahasa (istilah) jurus dan c) budaya; mampu menampilkan gerak jurus harmoni dengan musik pengiring. Kesimpulan salah satu folklor khas Cileles yaitu pencak silat merupakan realita adanya pembinaan pengetahuan bahasa, sastra dan budaya lainnya melalui transfer of knowledge yang terstuktur dengan mempertimbangkan etika dan estetika lokal, yang sasarannya adalah merubah sikap dan perilaku.Kata Kunci : folklor, belajar bahasa, sastra, pencak silat
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI BAGI PENGELOLA PERPUSTAKAAN/PUSTAKAWAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Yanto, Andri; CMS, Samson
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.32 KB)

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah guna meningkatkan Kemampuan Literasi Informasi Bagi Pengelola Perpustakaan/Pustakawan Di Kabupaten Bandung Barat. Sebagai kabupaten yang merupakan hasil pemekaran kabupaten, perlu upaya membantu peningkatan IPM Kabupaten Bandung Barat, maka diperlukan peningkatan kemampuan literasi informasi para pengelola perpustakaan/pustakawan yang ada di wilayah Bandung Barat mulai dari para Pengelola Perpustakaan Sekolah/Pesantren/Masjid, Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai kelompok sasaran. Adanya peningkatan kapasitas para pengelola lembaga informasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan SDM serta memberikan kemampuan belajar sepanjang hayat kepada para pengguna (pemustaka) perpustakaan yang mereka layani. Untuk itu dibutuhkan peningkatan kemampuan literasi informasi Bagi Pengelola Perpustakaan/Pustakawan Di Kabupaten Bandung Barat. Adapun tujuan dari PPM ini adalah memberikan bekal pengetahuan dan keahlian terkait literasi informasi. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung Barat. Hasil dari PPM ini adalah adanya peningkatan kemampuan literasi para pengelola perpustakaan/pustakawan pada TBM, Perpustakaan Sekolah dan Perpustkaan Desa yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat serta adanya penambahan keahlian para pengelola perpustakaan/pustakawan TBM, Perpustakaan Sekolah dan Perpustkaan Desa dalam membuat program perpustakaan dan adanya sinkronisasi dengan program-program lembaga di mana perpustakaan itu bernaung.
Teknologi Tepat Guna Membangun Kecintaan dan Kebanggaan Pada Kearifan Lokal Bahasa Sunda Purnomowulan, N. Rinaju; CMS, Samson; Machdalena, Susi; Dewi, Evi Rosyani; Endrawan, Anggy
PANGGUNG Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i1.234

Abstract

ABSTRAKSebagai salah satu dari tujuh unsur budaya versi Koentjaraningrat bahasa merupakan unsur yang melekat pada diri setiap warga masyarakat dan menjadi salah satu pencirikelompoknya. Bahasa Sunda seyogyanya tampil dalam keseharian masyarakat Sunda, khususnya dalam pendidikan nonformal dan informal. Dengan demikian kearifan lokal tersebut akan terlindungi dari ancaman „pemarjinalan“.Penelitian yang dilakukan di kecamatan Pangalengan, Banjaran danCicalengka di kabupaten Bandungmembuahkan hasil yang cukup mengejutkan. Babasan, paribasa dan aksara Sunda (baca: Kaganga) nyaris tidak dikenal di kalangan masyarakatnya. Meskipun bahasa Sunda digunakan sebagai sarana komunikasi, namun nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tidak tereksplor dengan baik. Melalui teknologi tepat guna berupa kartu „Opat Kalima Pancer“ dan fesyen populer bernuansa kearifan lokal diharapkan kecintaan dan kebanggan warga terhadap nilai-nilai budaya Sunda berbasis bahasa dapat ditumbuhkan.Kata kunci: unsur budaya, penciri kelompok, nyaris hilang, teknologi tepat guna, kecintaan ABSTRACTAs one of seven cultures that according to Koentjaraningrat, language is an element which is inherent for every member of society. It also becomes one of the group identifier. Sundanese should appear in everyday life of Sundanese people, especially in non-formal and informal education. Therefore, the local knowledge will be protected from the threat of “marginality“.The research that located in the dictrict of Pangalengan, Banjaran, and Cicalengka, in Bandung regency obtained results that were quite startling. Babasan, paribasa and Sundanese script (read: Kaganga) are barely known among the people. Although Sundanese used as means of communication, but cultural values that contain in them does not discover properly. Through appropiate technology in the form of kartu opat kalima pancer and popular fashion that nuanced local knowledge are expected people’s devotion and pride towards Sundanese cultural values in the basis of language can be grown.Keywords: cultural element, group identifier, narrowly missing, appropiate technology, devotion
Perluasan notasi Dewey Decimal Classification (DDC) tentang bahasa dan susastra Sunda Rohman, Asep Saeful; Prijana, Prijana; CMS, Samson
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 2 (2017): 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.545 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v5i2.11014

Abstract

The Sundanese language becomes one of the regional languages in the Indonesian Dewey Decimal Classification (DDC)’s notation 499.2232. The knowledge of Sunda has become a representation of the language used by the Sunda ethnicity in ancient and present times, thus it is necessary to record the development of language science and Sundanese literature into the DDC system in the library. This study aimed to extend the Dewey’s Classification notation in the field of the Sundanese language and literature. The scope of this study was to review the Indonesian and Sundanese language and literature notations in the 23rd edition of DDC Classification System, the development of knowledge about the Sundanese language and Sundanese literature, as well as the extension of the notation on the subjects. The research used a qualitative method using a descriptive. The result of this study was the extension of the Sundanese language and literature subject notation to complete the DDC classification scheme, which then would be submitted to the Library Material Development and Information Services in the National Library of Indonesia. Furthermore, the development of knowledge of the Sundanese language and literature that have been published in various forms of publication, to date can be represented by some more specific classification notation under the notation 499.223 2 for the Sundanese language and under notation 899.223 2 for the Sundanese literature. The notation will also provide benefits in the management of library materials as a representation of information contained in various publications on the Sundanese language and literature.
BARON DAUD DI MENARA LOJI (Analisis Wacana Mengenai Kehidupan Sosial Orang Cilayung dan Cileles Jatinangor Sumedang Jawa Barat) CMS, Samson; Prijana, Prijana; Perdana, Fitri
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi dan pendidikan orang Cilayung dan Cileles, dan semangat Baron Daud di menara Loji. Metode penelitian: analisis wacana (discourse analysis). Hasil penelitian: Interaksi sosial orang Cilayung dan Cileles dengan pihak kampus masih belum optimal. Faktor pendidikan dan kondisi ekonomi orang Cilayung dan Cileles masih menjadi kendala dalam melangsungkan interaksinya. Kesimpulan: Baron Daud di menara Loji Jatinangor merupakan saksi adanya interaksi sosial antara penguasa tanah perkebunan karet di zaman Belanda dengan orang-orang Cilayung dan Cileles sebagai pekerja perkebunan. Interaksi sosial mereka berlangsung dengan baik. Kata Kunci: Baron Daud, Discourse Analysis, Interaksi Sosial, Menara Loji, Penguasa, Perkebunan Karet.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI BAGI PENGELOLA PERPUSTAKAAN/PUSTAKAWAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Yanto, Andri; CMS, Samson
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.32 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14823

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah guna meningkatkan Kemampuan Literasi Informasi Bagi Pengelola Perpustakaan/Pustakawan Di Kabupaten Bandung Barat. Sebagai kabupaten yang merupakan hasil pemekaran kabupaten, perlu upaya membantu peningkatan IPM Kabupaten Bandung Barat, maka diperlukan peningkatan kemampuan literasi informasi para pengelola perpustakaan/pustakawan yang ada di wilayah Bandung Barat mulai dari para Pengelola Perpustakaan Sekolah/Pesantren/Masjid, Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai kelompok sasaran. Adanya peningkatan kapasitas para pengelola lembaga informasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan SDM serta memberikan kemampuan belajar sepanjang hayat kepada para pengguna (pemustaka) perpustakaan yang mereka layani. Untuk itu dibutuhkan peningkatan kemampuan literasi informasi Bagi Pengelola Perpustakaan/Pustakawan Di Kabupaten Bandung Barat. Adapun tujuan dari PPM ini adalah memberikan bekal pengetahuan dan keahlian terkait literasi informasi. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung Barat. Hasil dari PPM ini adalah adanya peningkatan kemampuan literasi para pengelola perpustakaan/pustakawan pada TBM, Perpustakaan Sekolah dan Perpustkaan Desa yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat serta adanya penambahan keahlian para pengelola perpustakaan/pustakawan TBM, Perpustakaan Sekolah dan Perpustkaan Desa dalam membuat program perpustakaan dan adanya sinkronisasi dengan program-program lembaga di mana perpustakaan itu bernaung.
Teknologi Tepat Guna Membangun Kecintaan dan Kebanggaan Pada Kearifan Lokal Bahasa Sunda Purnomowulan, N. Rinaju; CMS, Samson; Machdalena, Susi; Dewi, Evi Rosyani; Endrawan, Anggy
PANGGUNG Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i1.234

Abstract

ABSTRAKSebagai salah satu dari tujuh unsur budaya versi Koentjaraningrat bahasa merupakan unsur yang melekat pada diri setiap warga masyarakat dan menjadi salah satu pencirikelompoknya. Bahasa Sunda seyogyanya tampil dalam keseharian masyarakat Sunda, khususnya dalam pendidikan nonformal dan informal. Dengan demikian kearifan lokal tersebut akan terlindungi dari ancaman „pemarjinalan“.Penelitian yang dilakukan di kecamatan Pangalengan, Banjaran danCicalengka di kabupaten Bandungmembuahkan hasil yang cukup mengejutkan. Babasan, paribasa dan aksara Sunda (baca: Kaganga) nyaris tidak dikenal di kalangan masyarakatnya. Meskipun bahasa Sunda digunakan sebagai sarana komunikasi, namun nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tidak tereksplor dengan baik. Melalui teknologi tepat guna berupa kartu „Opat Kalima Pancer“ dan fesyen populer bernuansa kearifan lokal diharapkan kecintaan dan kebanggan warga terhadap nilai-nilai budaya Sunda berbasis bahasa dapat ditumbuhkan.Kata kunci: unsur budaya, penciri kelompok, nyaris hilang, teknologi tepat guna, kecintaan ABSTRACTAs one of seven cultures that according to Koentjaraningrat, language is an element which is inherent for every member of society. It also becomes one of the group identifier. Sundanese should appear in everyday life of Sundanese people, especially in non-formal and informal education. Therefore, the local knowledge will be protected from the threat of “marginality“.The research that located in the dictrict of Pangalengan, Banjaran, and Cicalengka, in Bandung regency obtained results that were quite startling. Babasan, paribasa and Sundanese script (read: Kaganga) are barely known among the people. Although Sundanese used as means of communication, but cultural values that contain in them does not discover properly. Through appropiate technology in the form of kartu opat kalima pancer and popular fashion that nuanced local knowledge are expected people’s devotion and pride towards Sundanese cultural values in the basis of language can be grown.Keywords: cultural element, group identifier, narrowly missing, appropiate technology, devotion
PEMANFAATAN INTERNET UNTUK PENGHIDUPAN DI KALANGAN PEMUDA PEDESAAN Yusup, Pawit Muhammad; Komariah, Neneng; Prahatmaja, Nurmaya; CMS, Samson
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 40, No 2 (2019): Desember (Article in Press)
Publisher : Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah ? Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia [PDII-LIPI]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/j.baca.v40i2.491

Abstract

This study aims to examine more deeply about the use of the internet for entrepreneurial purposes or livelihoods among rural youth. The utilization here covers all aspects of the business experience of the intended youth, which include: aspects of knowledge, aspects of motivation, and aspects of behavior and experience in running a business using the internet. The method used is observation and in-depth interviews with 20 business informants in this internet sector. The results of the study illustrate that: (1) viewed from the aspect of knowledge, business people understand correctly that the internet is the main media used to find information and sources of livelihood information. In addition, the internet can also be used for any activity in accordance with interests, including business. Any information can be found on the internet, including information about livelihood or entrepreneurship; (2) viewed from the aspect of motivation, they are encouraged to use the internet for entrepreneurship because it is very easy to learn. Today (2019), living in a village can also rely on the internet, such as for buying and selling goods, for financial transactions, and for communication; (3) judging from the aspects of behavior and experience, business people in this sector feel very disturbed when there are a network disorder. In general, they are entrepreneurs in the form of marketing daily necessities through the internet, especially social media Facebook and YouTube. Sometimes they also market goods and services through spamming.
Rekontruksi Pendidikan Budaya “Rarangaken Sawah” Bagi Anak-anak Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Gumilar, Trisna; CMS, Samson; Kusnandar, Kusnandar
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 21 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1259.89 KB) | DOI: 10.24090/insania.v21i2.1413

Abstract

Abstrak: Rarangken Sawah adalah salah satu wujud budaya agraris bersawah yang terdapat di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Wujud budaya ini memiliki keunikan karena memiliki kandungan estetika yang tinggi, di samping kegunannya dalam membantu petani memelihara sawah. Keberadaan budaya ini kini menunjukkan gejaka kemerosotan. Masyarakat mulai meninggalkannya bahkan sebagian, terutama generasi muda, mulai tidak mengenal budaya ini. Oleh karena itu, dalam rangkaian kegiatan konservasi budaya pangan yang diselenggarakan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Padjajaran serta dibantu oleh komunitas Dangiang Sunda Pakidulan, aparat pemerintahan setempat serta tokoh-tokoh masyarakat , dilakukan rekontruksi, khusus bagi anak-anak. Tujuan penyelenggaraan ini untuk mengenalkan kembali, menanamkan kecintaan, dan membina kreativitas masyarakat berbasis budaya. Kata Kunci: Rekontruksi, Pendidikan, Anak.