Articles
11
Documents
Peningkatan Hasil Belajar IPA Tentang Energi Bunyi Melalui Model Guided Discovery

Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 8 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.708 KB)

Abstract

Pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu mempelajari dan memahami akan alam sekitar secara ilmiah, serta karakteristik dalam pembelajarannya. Siswa semestinya aktif dan kreatif, oleh karena itu, pembelajaran IPA diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan secara mendalam tentang alam sekitar, tidak demikian halnya yang terjadi pada pembelajaran IPA di SDN Ciwajik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui deskripsi penerapan model guided discovery dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa pada materi energi bunyi di kelas III SDN Ciwajik, selain itu juga untuk memperbaiki permasalahan pembelajaran yang terjadi di kelas.Pendekatan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan setiap siklusnya terdiri atas rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data aktivitas siswa, data aktivitas guru data hasil tes evaluasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran Guided Discovery dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Ciwajik.

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI VIRUS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DAN KONVENSIONAL DI SMA NEGERI 1 UJUNGPADANG KABUPATEN SIMALUNGUN

Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to compare the learning outcomes of students who were taught usingcooperative learning model Numbered Head Together (NHT) learning model on Conventional viralmaterial in class X SMA Negeri 1 Ujungpadang Learning Year 2016/2017. The population in this studywere all students of class X SMA Negeri 1 Ujungpadang Learning Year 2015/2016 consisting of 4classes with the number of students as many as 150 people. The sampling method were taken bypurposive sampling (trailer accidentally) the X4 class numbering 37 students as NHT classes and classX1 class of 40 students as conventional. This type of research is an experimental research. The testresults of pretest before being given a different treatment, which is the average value of the pretestNHT class was 38.37 with a standard deviation of 8.84 and average value of pretest Conventionalclass was 37.56 with a standard deviation of 8,31. In the pretest data testing showed that bothclasses of normally distributed data in the two classes and homogeneous. Then after a giventreatment, namely through a different learning model obtained postests with an average yield ofNHT class was 77.20 with a standard deviation of 8.17 and the average yield is 72.5 Conventionalclass with a standard devias 9.81. From the data processing postest found that t = 2.51 and table =1.995 at the level of α = 0.05 so thitung >ttable (2.51 > 0.1995), then H0 is accepted that there is realdifference in statistics on the learning outcomes of students taught using NHT model onConventional viral material in class X SMA Negeri 1 Ujungpadang learning Year 2016/2017.Keywords: NHT, Conventional, Learning Achievement, Virus

STUDI EFISIENSI PENYALURAN DAN APLIKASI AIR DIPETAK TERSIER PADA LAHAN SAWAH BERIRIGASI DIDESA TIRTAKENCANA KECAMATAN BENGKAYANG KABUPATEN BENGKAYANG

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irigasi merupakan pendukung keberhasilan pembangunan pertanian dan merupakan kebijakan Pemerintah yang sangat strategis guna mempertahankan produk siswasembada beras. Diperlukan pengelolaan dan perhatian khusus dalam pengelolaan sumberdaya air karena sangat berpengaruh terhadap pemanfaatan air untuk kebutuhan tanaman, kehilangan air selama proses penyaluran air irigasi (distributionlosses) dan selama proses pemakaian (fieldapplication losses). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penyaluran dan aplikasi air di petak tersier pada lahan sawah beririgasi di Desa Tirtakencana Kecamatan Bengkayang. Pengambilan sampel tanah pada satu penggunaan lahan disesuaikan dengan titik pengamatan dengan jumlah 8 sampel, dengan masing-masing kedalaman 0-20 cm, 20-40cm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pH tanah tergolong masam sampai agak masam dan C/N rasio yang rendah. Profil tanah pada petakan sawah memiliki tiga lapisan tanah  (solum)  yaitu kedalaman 0-40cm, lapisan 40 cm- 50 cm dan lapisan50- 60 cm.  kedalaman 0-20 cm dan 20-40cm menunjukan keretria lempung berpasir. Bobot isi tanah memiliki kriteria sedang tinggi dan sangat tinggi, porositas tanah termasuk kriteria baik, poros sampai kurang baik, permeabilitas tanah menunjukan agak lambat, sementara kadar air kapasitas lapangan Adapun perbedaan nilai rata-rata yaitu pada kedalaman 0-20 cm (58,87%) lebih tinggi sedangkan lapisan tanah kedalaman 20-40 cm (36,43%) lebih rendah. Efisiensi penyaluran air pada keadaan  pintu air dibuka semua nilai efisiensi nya sebesar   98,6 % dan pada saat kedaan pintu air di buka satu arah nilai efisiensinya sebesar  96,3 %. Rata-rata nilai efisiensi penyaluran sebesar 94,65 %. Rata-rata nilai efisiensi aplikasi air pada petak sawah sebesar 69,45 %. Efisiensi keseluruhan 67,68%.   Katakunci :Efisiensi penyaluran, aplikasi air, lahan sawah, petak tersier.

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI VIRUS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DAN KONVENSIONAL DI SMA NEGERI 1 UJUNGPADANG KABUPATEN SIMALUNGUN

Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to compare the learning outcomes of students who were taught usingcooperative learning model Numbered Head Together (NHT) learning model on Conventional viralmaterial in class X SMA Negeri 1 Ujungpadang Learning Year 2016/2017. The population in this studywere all students of class X SMA Negeri 1 Ujungpadang Learning Year 2015/2016 consisting of 4classes with the number of students as many as 150 people. The sampling method were taken bypurposive sampling (trailer accidentally) the X4 class numbering 37 students as NHT classes and classX1 class of 40 students as conventional. This type of research is an experimental research. The testresults of pretest before being given a different treatment, which is the average value of the pretestNHT class was 38.37 with a standard deviation of 8.84 and average value of pretest Conventionalclass was 37.56 with a standard deviation of 8,31. In the pretest data testing showed that bothclasses of normally distributed data in the two classes and homogeneous. Then after a giventreatment, namely through a different learning model obtained postests with an average yield ofNHT class was 77.20 with a standard deviation of 8.17 and the average yield is 72.5 Conventionalclass with a standard devias 9.81. From the data processing postest found that t = 2.51 and table =1.995 at the level of α = 0.05 so thitung >ttable (2.51 > 0.1995), then H0 is accepted that there is realdifference in statistics on the learning outcomes of students taught using NHT model onConventional viral material in class X SMA Negeri 1 Ujungpadang learning Year 2016/2017.Keywords: NHT, Conventional, Learning Achievement, Virus

Pendidikan Gizi Melalui Permainan Wayang terhadap Peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.988 KB)

Abstract

Abstract: Nutrition Education Through Puppet Game To Increase Consumption Of Vegetables And Fruits In Children Kindergarten.The consumption of vegetables and fruit is one indicator of nutritional balance. The statistical data show there are 60.44% of Indonesia that are less consuming vegetables and fruit. Fiber on vegetable and fruit are very useful for the body. Efforts to improve nutritional knowledge can preserve out through media which are suitable for children, that are attractive and easy to understand such as puppet and ladders game. This research aims to analyze the influence of the nutritional education through the game puppet to increase vegetable and fruit consumption for kindergarten children (TK). This is a pre-research experiment. One group pre-post test. Data analysis in this study uses the sample of this research is the Mina Muda kindergarten children from Kabupaten Kubu Raya that accounted 33 people in accordance with population. The technique of data collection from the questionnaire is based on the direct interviews, it aims to investigate the difference in vegetable consumption on kindergarten children before nutrition education is 5,64 while after nutrition is increase to 10,85. Whereas for fruit consumption for kindergarten children before education is 5,18 whereas after education is significantly increase to 15,00.  The result revealed that there is an increment of vegetable and fruit consumption after nutrition education through puppet game (p =0,000) it concludes that nutritional education through puppet gameplay on an important role to increase the consumption of fruit and vegetables for kindergarten childrenAbstrak: Pendidikan Gizi Melalui Permainan Wayang Terhadap Peningkatan Konsumsi Sayur Dan Buah. Konsumsi sayur dan buah yang cukup merupakan  salah satu  indikator gizi seimbang. Masyarakat Indonesia (60,44%) kurang mengkonsumsi sayur dan buah. Kandungan serat pada sayur dan buah sangat berguna bagi tubuh. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan gizi dapat dilakukakan dengan media yang tepat, menarik, dan mudah dipahami bagi anak diantaranya permainan wayang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan gizi melalui permainan wayang untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah pada anak taman kanak-kanak (TK).  Penelitian ini merupakan pre-eksperimen. one group pre-post test. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Paired Sample T-test.  Subjek penelitian ini adalah anak taman kanak-kanak Mina Muda Kabupaten Kubu Raya berjumlah 33 sesuai dengan total populasi. Teknik pengumpulan pengisian kuesioner  dipilih dengan wawancara langsung, untuk melihat perbedaan konsumsi sayur dan buah. Rata-rata konsumsi sayur pada anak taman kanak-kanan sebelum pendidikan gizi 4,64 sesudah pendidikan gizi 10,85.  Konsumsi buah pada anak taman kanak-kanak sebelum pendidikan 5,18 sesudah pendidikan mengalami kenaikan  menjadi 15,00.  Menyatakan bahwa ada perbedaan konsumsi sayur sesudah pendidikan gizi melalui permainan wayang (p=0,000). Terdapat pengaruh signifikan konsumsi buah melalui permaianan wayang f (p=0,000). Pendidikan gizi melalui permaianan wayang mampu meningkatkan konsumsi sayur dan buah pada anak taman kanak-kanak.

Hubungan Sarapan, Uang Saku dengan Jajanan Di SD Kristen Immanuel II Kubu Raya

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.275 KB)

Abstract

Abstract: Relations With Breakfast And Allowance Hawker Immanuel Christian Elementary School II Kubu Raya. Factors that influence the selection of snack foods in school children include school lunch, breakfast, school activities, advertising on television and the availability of snack foods in schools. The purpose research is to determine the relationship of breakfast and pocket money for snacks consumption in primary school children Christian Immanuel II Kubu Raya. Observational with cross sectional study design. The number of samples in this study were 68 children were taken by random sampling. Nutritional status data obtained by anthropometric measurements (BB and TB) and categorized by the WHO Anthro. Data breakfast, pocket money, and street food is obtained by using a questionnaire. In this study, 61.8% was found among elementary school children Christian Immanuel II Kubu Raya do breakfast. 58.8% of students bring more pocket money than average and as much as 86.8% of students bring pocket money and buy food snacks in schools.Abstrak: Hubungan Sarapan, Uang Saku  dengan Jajanan Di SD Kristen Immanuel II Kubu Raya.  Faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan pada anak sekolah antara lain bekal sekolah, makan pagi, aktifitas sekolah, iklan di televisi dan ketersediaan makanan jajanan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sarapan dan uang saku dengan konsumsi jajanan pada anak Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya. Jenis Penelitian ini adalah Observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 anak yang diambil secara random sampling. Data status gizi diperoleh dengan pengukuran antropometri (BB dan TB) dan dikategorikan berdasarkan WHO Anthro. Data sarapan pagi, uang saku, dan makanan jajanan diperoleh dengan menggunakan uji chi-square. Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 61,8% anak Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya melakukan sarapan pagi. 58,8% siswa/i membawa uang saku lebih dari rata-rata dan sebanyak 86,8% siswa/I membawa uang saku dan membeli makanan jajanan di sekolah. ada hubungan yang bermakna antara uang saku dengan konsumsi jajanan pada anak Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya sedangkan antara sarapan dengan konsumsi jajanan pada anak di Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya tidak ada hubungan yang bermakna.

Well-Being; Studi Sosiodemografi di Kecamatan Getasan

Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 2, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.68 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sosiodemografi, tingkat well-being dalam hal: afek positif atau negatif, pemikiran positif atau negatif dan kesejahteraan psikologis serta apakah terdapat hubungan antara variabel sosiodemografi (usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, pekerjaan, pendapatan serta status pernikahan) dengan well being pada masyarakat Dusun Bumi Ayu RT 01. Sebanyak 80 responden yang terlibat, diminta untuk mengisi tiga jenis kuesioner yang diadaptasi kedalam bahasa Indonesia yaitu Scale of Positive and Negative Experince (SPANE), Positive Thinking Scale (PTS) dan Scale of Psychological Well Being (PWB). Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden sebanyak (67,5%)  adalah perempuan dan berstatus menikah (68,7%) ada pada rentang usia 17 – 25 (31,25%) dan usia 26 – 35 sebanyak 45%. Responden berpendidikan SMP sebanyak (35%) serta bermata pencaharian sebagi petani (37,5%), pendapatan perbulan ada pada rentang >500.000 – 1.500.000. Sebanyak (67.5%) responden kadang-kadang memiliki afek positif atau negatif, (83,75%) responden berfikir paling positif dan (58,75%) responden memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi. Analisis korelasi menggunakan Pearson Product Moment didapatkan hasil bahwa sub variabel sosiodemografi: jenis kelamin memiliki hubungan negatif yang sangat signifikan dengan afek positif atau negatif serta tidak terdapat hubungan antara sosiodemografi terhadap pemikiran positif atau negatif dan kesejahteraan psikologis.

Well-Being: Studi sosiodemografi di Ambon

Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 2, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.801 KB)

Abstract

AbstrakWell-being diartikan sebagai suatu keadaan positif yang memungkinkan seseorang, kelompok, ataupun suatu negara menjadi sejahtera. Kondisi ini sangatlah penting untuk dicapai dan terus ditingkatkan karena setiap orang memiliki tujuan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik dan mengarah pada kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara profil sosiodemografi (usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan) dengan tingkat well-being  yang diukur dari 3 hal yaitu afek positif dan negatif, pemikiran positif dan negatif serta kesejahteraan psikologis masyarakat Kota Ambon khususnya di RT 004/03 Kelurahan Batu Gajah Kecamatan Sirimau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis uji korelasi Pearson Product Moment sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner well-being yaitu Scale of Positive and Negative Experince (SPANE), Positive Thinking Scale (PTS), dan Scale of Psychological Well-Being (PWB) yang selanjutnya diadaptasi ke bahasa Indonesia. Hasil penelitian yang ditemukan dalam profil sosiodemogarafi menunjukkan bahwa responden yang paling banyak adalah responden pada usia produktif 17-25 tahun (36%), berjenis kelamin laki-laki (52,7%), pendidikan SMA (74,1%), tidak bekerja (37,5%), berpendapatan Rp. 500.001- 1.500.000 (30%) dan status pernikahan menikah (48,2%). Sebanyak 46,4% responden menilai bahwa mereka sering mengalami afek positif, 69% responden memiliki pemikiran paling positif dan memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi sebanyak 66% responden. Tidak ada hubungan antara afek positif dan negatif serta pemikiran positif dan negatif terhadap sosiodemografi kecuali pada pekerjaan terhadap pemikiran positif dan negatif. Ada hubungan yang signifikan pada variabel sosiodemografi usia dan pekerjaan terhadap kesejahteraan psikologis.Kata Kunci: Profil sosiodemografi, well-being

PENGARUH CITRA MEREK DAN PENGETAHUAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ULANG AIR MINERAL CLEO DI ALFAMIDI KOTA PALU

JURNAL ILMU MANAJEMEN UNIVERSITAS TADULAKO Vol 3, No 2 (2017): Mei
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.533 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of brand image and product knowledge on the decision to repurchase mineral water CLEO in Alfamidi Jl. Martadinata Palu City. The independent variables used in this research are Company Image (X1), User Image (X2), Product Image (X3), Product Knowledge (X4), while the dependent variable is the repurchase decision (Y). This type of research is quantitative. The method of this research is descriptive causal. The sample used in this research is as much as 75 respondents with the form of sampling using purposive sampling technique. Data analysis method used in this research is multiple linear regression analysis method. The results of this study indicate that simultaneously the simultaneous influence of brand image and product knowledge consisting of corporate image, user image, and product image significantly influence against the decision of CLEO Mineral Water Buyback in Alfamidi. and partially corporate image, user image, product image, product knowledge significantly influence to decision of re-purchase of mineral water CLEO in Alfamidi Jl. Martadinata Palu City.

Perilaku Menyontek Ditinjau dari Locus of Control pada Pelajar SMA

PHILANTHROPY: Journal of Psychology Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.522 KB)

Abstract

 Subject of the survey consist of 117 students on Sriwijaya senior high school by total sampling method. The results showed there were significantly relationship locus of contol with cheating. External with correlate coefficient 0.848 and sig. 0.000 (p<0.005), were positively related to cheating, while internal were negatively related to cheating with correlate coefficient -0.286 and sig. 0.000 (p<0.05). Calculations were performed to test the requirements analysis, which consists of normality distribution, multicollinearity, autocorrelation, and heteroscedasticity test for relationships. Data were analyzed by using multiple analysis regression. The results of data analysis showed a correlation correlation coefficient of 0.952 (p <0.05) and showed that the contribution of a given locus of control on cheating was 95.2 percent, while the remaining 4.8 percent was affected by other factors not examined. From the results, it can be concluded that the hypothesis stating that there is a significance relationship between locus of control and cheating.