Articles

Found 9 Documents
Search

Karakteristik Sensor Temperatur WE 700 pada Sistem Implementasi Pemantauan Cuaca Octavianus, Octavianus; Arsali, Arsali; Witarsa, Aldeseb
Jurnal Penelitian Sains No 14 (2003)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang karakteristik sensor temperatur WE 700 merupakan bagian dari penelitian implementasi sistem pemantauan cuaca secara online-realtime yang dilakukan pada tahun 2001. Peralatan standar yang digunakan sebagai acuan adalah sensor temperatur yang dimiliki oleh stasiun pengamat cuaca Badan Meteorologi dan Geofosika di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Studi karakteristik menghasilkan fungsi kalibrasi terkoreksi Ts’ = 5.5293 ITS – 63.20181° C, sementara persamaan kalibrasi menurut petunjuk pabrik adalah Ts = 6.75 Is – 75° C.
Perhitungan Waktu Transien Dinamika Suhu Global Berdasarkan Model Kiehl-Trenberth Arsali, Arsali
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Kiehl-Trenberth (Model KT), suatu model sederhana tentang Transfer Energi Termal Atmosfer-Permukaan Global, telah dikembangkan guna mendapatkan informasi tentang waktu transien dinamika sistem. Agar diperoleh hasil yang lebih sesuai dengan kondisi realitas, perhitungan dilakukan dengan menetapkan nilai kapasitas panas atmosfer dan permukaan yang mempertimbangkan terjadinya proses difusi dan dengan menerapkan suatu kondisi kuasi setimbang termal antara kedua lapisan dimaksud. Hasil perhitungan menyimpulkan bahwa: (1) waktu transien sebanding dengan beda suhu antara kondisi awal dan kondisi setimbang sistem, (2) sebagai konsekuensi dari dominasi suhu permukaan, proses transien pada permukaan berlangsung lebih singkat dibandingkan dengan hal yang sama pada atmosfer, dan (3) proses kenaikan suhu berlangsung lebih lama dari proses penurunan suhu. Untuk menguji kelayakan model ini terhadap kondisi real perlu dilakukan perhitungan dengan menyertakan perubahan konsentrasi CO2 di udara dan menyesuaikannya dengan data hasil observasi yang telah ada.
Rancang Bangun Cluster Pc Berbasis Linux untuk Komputasi Paralel Masalah Fisika Ariani, Menik; Arsali, Arsali
Jurnal Penelitian Sains No 18 (2005)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disajikan rancang bangun komputer paralel dari cluster sejumlah PC low-end. Cluster terdiri dari sekelompok interkoneksi workstation atau PC stand-alone. Paket software PVM (Parallel Virtual Machine) menggabungkan sekelompok komputer dengan bermacam arsitektur dan jaringan, sehingga membentuk sebuah mesin paralel semu yang dapat diperlakukan seperti sebuah mesin tunggal berkinerja tinggi. Pemrosesan paralel dengan cluster PC akan mempersingkat waktu komputasi atau simulasi sistem dengan banyak variabel dan timestep, yang melibatkan operasi aljabar linear pada matriks berukuran sangat banyak. Kinerja komunikasinya ditunjukkan oleh hasil pengukuran bandwidth dan latensi. Kinerja komputasinya ditunjukkan melalui implementasi PVM pada operasi floating point, serta penyelesaian masalah fisika yang dalam hal ini ditunjukkan melalui penyelesaian persoalan distribusi panas dan potensial listrik. Cluster PC yang dibangun mampu memanfaatkan banwidth sampai 80% dari banwidth yang disediakan jaringan. Berdasarkan implementasi komputasi paralel pada sistem, cluster yang terdiri dari empat buah PC memiliki kinerja komunikasi dan komputasi cukup baik.
Pengukuran Status Energi Terkuantisasi Atom Merkuri Ramlan, Ramlan; Arsali, Arsali; Bama, Ahmad Aminuddin
Jurnal Penelitian Sains No 4 (1998)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil spektroskopi optik (S-0) menunjukkan bahwa emisi maupun absorbsi radiasi atomik terjadi hanya untuk frekuensi distrik. Hal ini menandakan adanya kuantisasi energi dari atom. Sedangkan hasil dari Franck-Hertz (F-H) yang menandakan adanya energi untuk mengeksitasi atom ke tingkat energi di atas tingkat dasar. Energi elektron minimum yang diperlukan untuk mengeksitasi atom itu adalah 4,9 eV. Masalahnya adalah bagaimana mengaitkan pengalaman dari eksperimen F-H dan S-0 sehingga diperoleh hasil yang cocok dengan yang ada pada buku-buku teks. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan status energi terkuantisasi dari atom merkuri dengan cara eksperimen F-H dan S-0. Hal ini dilakukan untuk pengambilan data-data yang diperlukan dan mempelajari spektrum atom Merkuri. Dari eksperimen yang didapatkan energi eksitasi 4,969 ± 0,082 eV bersesuaian dengan panjang gelombang 2536,5 D di dalam daerah ultraviolet. Dari kedua percobaan tersebut (F-H dan S-0), menunjukkan bahwa hanya transisi atomik tertentu yang diizinkan dan transisi tertentu ini mengindikasikan kediskritan dari tingkat energi atom Merkuri.
Analisis Terhadap Data Klimatologi untuk Menentukan Jenis Iklim Kota Palembang Menggunakan Metode Thornthwaite Irfan, Muhammad; Arsali, Arsali; Lusiana, Fera
Jurnal Penelitian Sains No 18 (2005)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan jenis iklim kota Palembang menggunakan metode thornthwaite. Meode ini memerlukan data klimatologi berupa data temperatur dan endapan hujan (presipitasi). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data temperatur rata-rata bulanan dan data presipitasi rata-rata bulanan kota Palembang selama periode tahun 1972-2002. Pada prinsipnya metode ini menganalisis hubungan antara presipitasi, penguapan dan temperatur di suatu daerah sehingga didapatkan jenis iklim di daerah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklim kota Palembang termasuk region kelembaban basah dan region termal tropikal. 
Studi Perbandingan Penentuan Posisi Geografis Berdasarkan Pengukuran dengan GPS (Global Positioning System), Peta Google Earth, dan Navigasi.Net Rianandra, Rianandra; Arsali, Arsali; Bama, Akhmad Aminuddin
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global potisioning system (GPS) merupakan sistem satelit navigasi dan sistem penentuan posisi geografis dengan menggunakan satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah dan waktu. Konsep ini lah yang digunakan untuk menentukan posisi geografis pada daerah Bundaran Air Mancur Kota Palembang, dengan ditentukan titik titik pengukuran pada lokasi penelitian yang kemudian dibandingkan dengan beberapa sumber lainnya yaitu pada peta google earth dan pada navigasi. net. Pada pengukuran menggunakan GPS tingkat ketelitian data yang di dapat relatif lebih tepat dibanding menggunakan google earth dan navigasi.net.
Telaah Teoritis dan Perhitungan Komputasi untuk Penentuan Posisi Geografis dengan Menggunakan Global Positioning System (GPS) Nigsih, Tri Wahyu; Arsali, Arsali; Bama, Akhmad Aminuddin
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global Positioning System (GPS) merupakan alat penentuan posisi benda di bumi dengan bantuan sinyal satelit yang ditampilkan pada pengguna GPS dalam bentuk garis lintang, bujur dan ketinggian. Perubahan sinyal satelit menjadi posisi pengguna di muka bumi secara teoritis diselesaikan dengan menggunakan Deret Taylor. Perhitungan posisi dilakukan secara komputasional dengan bantual program Matlab. Perhitungan komputasional dilakukan dengan bantuan empat satelit. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin dekat posisi perkiraan semakin cepat konvergenannya. Meskipun demikian nilai perhitungan ini tidak dapat dibandingkan lagi pada iterasi keempat untuk beberapa kasus pada penelitian ini.
Model Aliran Fluida Cair pada Batuan Berpori Terdistribusi Acak Arsali, Arsali
Jurnal Penelitian Sains No 2 (1997)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk memahami hubungan antara porositas batuan dengan peluang terjadinya aliran fluida di dalamnya dipelajari berdasarkan pendekatan teori perkulasi. Dari hasil simulasi diperoleh hubungan peluang perkolasi terhadap fraksi volume (pori) P(p), sebagaiDengan pc dan pm masing-masing adalah nilai kritik perkolasi dengan nilai maksimum perkolasi, yang merupakan parameter terkait dengan jelajah (range) nilai porositas dimana fluida dimungkinkan menembus batuan. Hasil simulasi juga mengisyaratkan pengaruh ukuran dan bentuk geometri sampai batuan terhadap nilai porositas efektif hasil pengukuran di lapangan.
PENGARUH ADITIF MgO DAN PERLAKUAN PANAS TERHADAP MATERIAL ELEKTRO KERAMIK BERBASIS BETA ALUMINA (β”-ALUMINA) Ramlan, Ramlan; Johan, Akmal; Arsali, Arsali; Soegijono, Bambang
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.463 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4728

Abstract

PENGARUH ADITIF MgO DAN PERLAKUAN PANAS TERHADAP MATERIAL ELEKTRO KERAMIK BERBASIS BETA ALUMINA (β”-ALUMINA). Telah dilakukan pembuatan β”-Alumina menggunakan metode metalurgi serbuk dengan paduan komposisi α-Alumina 83 %, Na2O 10 % dan variasi MgO masing-masing 5,5 %; 6,7%; 7,9 %; 8,9%dan 10%. Proses pencampuran dilakukan dengan menggerus selama 4 jam. Kemudian bahan paduan di bentuk pelet menggunakan hydroulic press dengan tekanan 3 ton. Sampel disinter pada suhu 1500 oC selama 5 jam. Untuk 7,9 % bahan diberikan perlakuan panas untuk 3 kali perlakuan panas pada suhu yang berbeda yaitu pada 1300 oC, 1400 oC dan 1500 oC. Karakterisasi meliputi analisis fasa dengan XRD, identifikasi fasa menggunakan perangkat lunak Match dan GSAS serta analisis struktur mikro dengan SEM. Hasil dari analisis fasa memperlihatkan telah terbentuknya β”-Alumina dan masih adanya β-Alumina pada semua variasi MgO yang digunakan. Dengan kata lain fasa β”-Alumina tidak terbentuk 100%. Variasi MgO juga memberikan densitas yang relatif tinggi begitu juga dengan fraksi berat. Pembentukan fasa β”-Alumina tidak mencapai 100 %, tetapi dengan penambahan MgO maka dapat diperoleh fasa stabil.