Darsil Basir, Darsil
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Spektroskopi Resonansi Magnetik Inti Karbon (13C-NMR) dari Etil, Asam Dan (2-Metoksi-4-Formil) Fenil P-Metoksisinamat Basir, Darsil; Eliza, Eliza
Jurnal Penelitian Sains No 6 (1999)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.603 KB)

Abstract

Spektroskopi resonansi magnetik inti karbon (13C-NMR) adalah suatu teknik yang dapat digunakan untuk menentukan susunan (jumlah) atom karbon di dalam suatu molekul organik hasil isolasi atau hasil transformasi dan sintesis. Teknik spektroskopi ini adalah teknik yang paling akhir dikembangkan setelah teknik spektroskopi resonansi magnetik inti proton (1H-NMR).Ada beberapa teknik khusus dalam pengambilan spektrum 13C-NMR dari molekul organik. Sekarang dilaporkan spektroskopi 13C-NMR dari etil, asam dan (2-metoksi-4-formil) fenil p-metoksisinamat yang ditentukan dengan model operasi tanpa penjodohan spin (proton noise-decoupled) dan penjodohan spin (spin-coupled mode atau off-resonance).
Studi Pemanfaatan Tanin dari Buah Pinang sebagai Absorben Cd, Cr dan Zn dalam Air Limbah Industri Pelapisan Seng Panagan, Almunady T.; Basir, Darsil; Miksusanti, Miksusanti
Jurnal Penelitian Sains No 4 (1998)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.962 KB)

Abstract

Air limbah industri pelapisan seng mengandung logam berat Cu, Cr dan Zn. Logam berat ini dapat diabsorbsi oleh tanin yang berasal dari buah pinang. Dalam penelitian ini dicari  kondisi dari penyerapan tersebut, meliputi pH dan waktu kontak. Pengukuran kuantitatif logam berat menggunakan spektroskopi serapan atom untuk Zn digunakan panjang gelombang 213,9 nm, slit 0,7 nm bahan bakar air-acetiline, arus lampu 20 mA, kecepatan gas bahan bakar 2,0 l/menit, kecepatan gas pendukung 4 l/menit dengan panjang burner 10 cm. Untuk logam Cr digunakan panjang gelombang 357,9 nm, slit 0,7 nm, bahan bakar air acetylene, arus lampu 10 mA, kecepatan gas bahan bakar 2,4 l/menit, kecepatan gas pendukung 11 l/menit dengan panjang burner 5 cm. Sedangkan untuk logam Cd digunakan panjang gelombang 228,8 nm, slit 0,7 m, bahan bakar air-acetylene, arus lampu 6 mA, kecepatan ga bahan bakar 2,6 i/menit, kecepatan gas pendukung 16 l/menit dan panjang burner 10 cm. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, waktu kontak optimum adalah 120 menit pada pH 7 dimana terjadi pengurangan Cd sebanyak 75%, Cr 50% dan Zn habis seluruhnya.