Ursula Dwi Oktaviani, Ursula Dwi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Improving Listening Skill to Fairytales Using A Hand Puppets Media Sugianto, Desy; Wibowo, Dwi Cahyadi; Oktaviani, Ursula Dwi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2017.v7.i2.p178-189

Abstract

The purpose of this research was to describe the increase the ability of listening to fairy tales using hand puppets media in grade III State Elementary School 16 Sungai Ringin Sintang year 2016/2017. The approach of this study was a qualitative descriptive form of classroom action research. The result showed that (1) the puppets media enhanced students’ listening skills very well, seen from students’ active and enthusiastic participation; (2) the listening skill in the first cycle gained the average of 63.78 and reached 72.42 in cycle two. This showed an increase of learning outcome from the first to the second cycle of 8.64 points. The general completeness level in the first cycle was 60.71% with satisfactory categories and in the second cycle reached 85.71% in both categories; (3) The response of students to the application of a hand puppet media was very good. This shows that the use of hand puppets media while listening to fairy tales is a way that can attract students’ attention.
MANTRA UPACARA NGABATI’ PADA UPACARA PERTANIAN SUKU DAYAK KANAYATN DI DUSUN PAKBUIS DESA BANYING KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT Oktaviani, Ursula Dwi
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 6, No 2 (2015): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.386 KB) | DOI: 10.31932/ve.v6i2.116

Abstract

Nyangahatn merupakan bentuk ucapan syukur dan terima kasih serta permohonan kepada Jubata (sebutan Tuhan bagi suku Dayak Kanayatn). Nyangahatn dilakukan oleh seorang Panyangahatn yang memahami seluk beluk adat istiadat. Tidak  semua orang bisa menjadi Panyangahatn. Nyangahatn yang diucapkan Panyangahatn berupa doa yang berbentuk mantra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) ragam panggung atau ragam pentas mantra upacara Ngabati’ pada upacara pertanian suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, 2) penguasaan budaya lokal mantra upacara Ngabati’ pada upacara pertanian suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, 3) penguasaan materi mantra upacara Ngabati’ pada upacara pertanian suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, 4) penguasaan nyanyian atau tembang mantra upacara Ngabati’ pada upacara pertanian suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, 5) makna mantra upacara Ngabati’ pada upacara pertanian suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak.Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografis. Sumber data terkait subjek penelitian dari mana data diperoleh. Subjek penelitian ini yaitu adalah mantra yang diucapkan oleh Panyangahatn. Untuk sumber data primer pada penelitian ini adalah mantra upacara Ngabati’ yang diucapkan oleh Panyangahatn. Sementara data sekunder pada penelitian ini yaitu data pendukung mantra upacara Ngabati’ yang diperoleh dari Panyangahatn (informan) lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) ragam panggung atau ragam pentas harus memperhatikan penguasaan bahasa, sastra, vokal, tata krama, dan tata busana dalam melaksanakan upacara Ngabati’, 2). penguasaan budaya lokal yaitu penguasaan bahasa dan perlengkapan untuk upacara Ngabati’, 3) penguasaan materi yaitu Panyangahatn yang profesional harus menguasai semua bagian materi mantra upacara Ngabati’ supaya pengucapan mantra benar dan berjalan dengan lancar, 4) penguasaan nyanyian atau tembang memperhatikan lafal, intonasi dan transkripsi ala Tedlock (cara pengucapan mantra upacara Ngabati’), dan 5) makna pada mantra upacara Ngabati’ adalah makna yang terdapat pada bagian mantra upacara Ngabati’ pada Nyangahatn Manta’ dan Nyangahatn Masak. Kata Kunci: Mantra Upacara Ngabati’, etnografi, ragam panggung atau ragam pentas, penguasaan budaya lokal, penguasaan  materi, penguasaan nyanyian  atau tembang, dan  makna.
Jenis Makna pada Novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere Liye Kusumandari, Haris; Oktaviani, Ursula Dwi; Astuti, Sri
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v12i2.2900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis makna diantaranya makna leksikal dan gramatikal, makna referensial dan nonreferensial, makna denotatif dan konotatif, makna kata dan makna istilah, makna konseptual dan makna asosiatif, makna idiomatikal dan peribahasa, makna kias, makna lokusi, ilokusi dan perlokusi pada novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan pendektan kualitatif berbentuk deskriptif. Data penelitian ini berupa satu buah novel dengan menggunakan dokumen sebagai teknik pengumpulan data kemudian, peneliti klasifikasi kedalam jenis-jenis makna. Berdasarkan analisis di dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye terdapat 716 kata atau kalimat yang mengandung makna leksikal, 376 kalimat yang mengandung makma gramatikal, 716 kata atau kalimat yang mengandung makna referensial, 197 makna atau kalimat yang mengandung makna nonreferensial, 716 kata atau kalimat yang mengandung makna denotatif, 109 kata atau kalimat yang mengandung makna konotatif, 42 kata atau kalimat yang mengandung makna kata, 129 kata atau kalimat yang mengandung makna istilah, 716 kata atau kalimat yang mengandung makna konseptual, 17 kata atau kalimat yang mengandung makna asosiatif, 101 kata atau kalimat yang  mengandung makna idiomatikal , 5 kalimat yang mengandung makna peribahasa, 48 kalimat yang mengandung makna kias, 14 kalimat yang mengandung makna lokusi, 14 kalimat yang mengandung makna lokusi, 14 kalimat yang mengandung makna perlokusi dari 31 sub bab. Untuk dapat melihat kemungkinan adanya jenis makna dalam novel karya Tere Liye, diperlukan adanya penelitian lanjutan dalam novel yang berbeda. Kata kunci: Jenis Makna