Articles

Found 11 Documents
Search

Improving Students’ Learning Results Using The Study Group Method on Structure and Functions of Plants in Fourth Grade

Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.292 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe the cognitive achievement of students using the Study Group method on the material of structure and function of plant parts in fourth grade. This classroom action research (CAR) takes descriptive qualitative research method with qualitative approach. The subjects in this study were fourth graders of 21 people consisting of 8 male students and 13 female students. This study was conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation and reflection. The data collection tools were guidelines for observation, test questions, the questionnaire, and documentation. The research result showed that in the first cycle, the percentage of classical completeness was 61,90%. While on the second cycle, the significance increased to 90,48%. This was an increase in cognitive achievement of students from the first cycle to the second cycle of 28,58%.

PENGARUH MODEL PROBING PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI PEWARISAN SIFAT

Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.775 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Probing Prompting terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas IX SMPN 3 Silat Hilir pada materi Pewarisan Sifat. Metode penelitian adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Nonequevalent Control Group. Sampel yang digunakan ada dua kelas dengan jumlah siswa perkelas adalah 24. Alat pengumpul data adalah lembar observasi, soal tes, dan angket. Analisis data dengan anlisis statistik dan persentase. Rata-rata persentase hasil observasi pada kelas eksperimen adalah 95,30% dan dan kelas kontrol 97,16% keduanya masuk dalam kategori “baik”. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata post-test kelas eksperimen 77,50. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata post-test sebesar 58,12. Data hasil angket diperoleh persentase sebesar 75% masuk dalam kategori “baik”. Setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh nilai thitung 2,45 lebih besar dari ttabel 2,01, sehingga Ho ditolak. Jadi penerapan model pembelajaran Probing Prompting berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu khususnya materi pewarisan sifat.Kata Kunci: Probing Prompting, hasil belajar, kognitif.

PKM Pelatihan Pemanfaatan Bahan Bekas Sebagai Media Pembelajaran IPA bagi Kelompok Guru IPA

JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.64 KB)

Abstract

Based on observations at SMP Nusantara Indah Sintang and SMP Panca Setya 2 Sintang as a schoolspartner, it is seen that the condition of the laboratory is inadequate wherethe available of the tools and materials are less. Science Teachers did not innovate and create creations to overcome the problem. In addition, practicum activities are rarely done, including in utilizing the surrounding environment. Science Teachers tend to do learning process with theory. Therefore, the joint proponent cooperates to overcome the problem through the program of Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). This PKM program is aims to improve teachers skills in designing and developing learning media with unused materials. The method used in the achievement of the goal is the implementation of inservice in the form of training and mentoring. The training was carried out is the training of techniques to design learning media with used materials. The results of the training is there are six media developed i.e linear motion, simple machine, digestive system, additive substances, structure and function of plant tissue, and circulatory system.

PENGARUH MODEL PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA METERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 3, No 2 (2018): JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi)
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model problem solving terhadap kemampuan metakognitif siswa ditingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Sungai Tebelian. Kemampuan metakognitif merupakan suatu potensis yang ada didalam diri peserta didik. Pendekatan penelitian yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif, metode eksperimen dengan bentuk penelitian quasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sungai Tebelian terdiri dari 84 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 42 siswa, kelas VIII A (21) sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D (21) sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan metakognitif berupa soal essay sebanyak 6 item. Data yang diperoleh dari hasil analisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif berupa nilai rerata dan inferensial berupa hasil t-test. Hasil analisis statistik deskriptif pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rerata hasil kemampuan metakognitif pretest dan posttest 38,15%, sedangkan dikelas kontrol terjadi peningkatan dengan rerata hasil kemampuan metakognitif 18,91%. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa nilai signifikansi hasil kemampuan metakognitif dan kesadaran metakognitif sebesar 0,00 dan lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil kemampuan metakognitif dan melalui penerapan pembelajaran dengan menggunakan model problem solving.

PENGARUH MODEL READING QUESTIONING ANSWERING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 3, No 1 (2018): JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi)
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat baca siswa yang berpengaruh terhadap keaktifan belajar dikelas dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Reading Questioning Answering (RQA) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem pernapasan manusia. Metode yang digunakan adalah eksperimen, berbentukTru Eksperimental,dengan desain Pretest-Posttest Control Group Desigen. Populasi sebanyak 342 siswa dan sampel sebanyak 65 siswa yang terdiri dari kelas Eksperimen dan kelas Kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, soal tes, dan angket.Hasil uji hipotesis data pretest diperoleh nilai Zhitung < Ztabel(-0,55 ˂ 1,96) maka H0 diterima, sedangkan data posttest diperoleh nilai Zhitung > Ztabel(5,76 > 1,96) maka Ha diterima. Disimpulkan bahwa model Reading Questioning Answering (RQA) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritits siswa pada materi sistem pernapasan manusia di kelas VIII SMP Negeri 02 Sintang.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS TERHADAP KOGNITIF SISWA PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 3, No 1 (2018): JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi)
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan model pembelajaran di sekolah masih belum cukup bervariasi, peserta didik tidak memperhatikan penjelasan guru, peserta didik lebih banyak menggunakan kesempatan tersebut untuk bermain dengan temannya atau melakukan aktivitas lain yang tidak berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan guru. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran student teams achievement divisions (STAD) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem pernapasan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Bentuk penelitian yang digunakan yaitu Quasi-eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik Sampling Jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, teknik pengukuran, teknik komunikasi tidak langsung dan teknik studi dokumentasi. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah instrument pengumpul dan instrument pengukur. Instrument pengumpul yang digunakan dalam penelitian ini yakni: silabus, RPP, dan lembar kerja siswa (LKS). Instrument pengukur yang digunakan dalam penelitian ini yakni: lembar observasi, lembar angket respon siswa, soal tes hasil belajar kognitif. Berdasarkan perhitungan kognitif siswa diperoleh nilai rata-rata pretest 38.89 untuk kelas eksperimen dan 35 untuk kelas kontrol serta nilai rata-rata posttest 70.74 kelas eksperimen dan 51 kelas kontrol. Teknik pengolahan data menggunakan Uji t. Uji t digunakan pada data posttest kelas eksperimen dan kontrol yang berdistribusi normal. Hasil dari uji hipotesis data posttest diketahui thitung adalah 6,981 sedangkan ttabel pada α =5% adalah 1,91. Hal ini berarti thitung > ttabel(6,981>1,91) maka Ha diterima. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan Model Pembelajaran STAD Terhadap Kognitif Siswa pada Materi Sistem Pernapasan Manusia.

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 BELIMBING

VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2017): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kognitif melalui Penerapan Model Pembelajaran Konstektual pada Materi Sistem Pencernaan Manusia di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Belimbing. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 3 Belimbing yang berjumlah 13 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang penerapan pembelajaran kontekstual pada materi Sistem Pencernaan Manusia terhadap peningkatan pada aktivitas belajar siswa yang dilihat pada siklus I pertemuan pertama 55,56%, pertemuan kedua 77,78%, Siklus II pertemuan pertama 94,44%, dan pertemuan kedua 100%. Motivasi siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 79,08% dengan kategori ”baik”. Hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan yang signifikan dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 61,50%, pada siklus I dan pada siklus II mengalami peningkatan ketuntasan belajar klasikal menjadi 92,30%. Respon siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 79,85% dengan kategori “baik”. Dari data tersebut dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Constextual Teaching and Learning dapat meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Materi Sistem Pencernaan Manusia di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Belimbing. Kata Kunci: Contextual Teaching Learning (CTL), Motivasi Siswa, Hasil Belajar Kognitif

PENERAPAN MODEL TEAM GAME TOURNAMENT TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI BILANGAN ROMAWI DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 03 RANYAI HILIR TAHUN PELAJARAN 2015/2016

VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen menggunakan Quasi eksperimental design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Ranyai Hilir dengan jumlah siswa 36 orang. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik sampling jenuh. Siswa kelas IVa berjumlah 18 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IVb berjumlah 18 orang sebagai kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian pada pengukuran awal kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu thitung = 0,138   ttabel = 2,032, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol di pengukuran awal. Pada pengukuran akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu thitung = 2,970 ttabel = 2,032, artinya analisis uji hipotesis pengukuran akhir pada kelas eksperimen dan kontrol dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kognitif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.  Kata Kunci : Team Game Tournament, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar.

PENERAPAN METODE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING BERBANTUAN MEDIA PETA TIMBUL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SEL

JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 2, No 2 (2017): JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi)
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran masih kurang aktif, takut, dan malu untuk menggemukakan pendapatnya sendiri sehingga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode student facilitator and explaining berbantuan media peta timbul terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sel. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu “metode student facilitator and explaining berbantuan media peta timbul” sedangkan variabel terikat yaitu “kemampuan berpikir kritis siswa”. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan  metode eksperimen dan bentuk Quasi Experiment. Desain penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelittian ini adalah yang berjumlah 73 siswa. Teknik pengumpulan dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi langsung (lembar observasi), teknik pengukuran (lembar tes), dan komunikasi tidak langsung (lembar angket). Setelah dianalisis diketahui bahwa penerapan metode student facilitator and explaining berbantuan media peta timbul mendapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini ditunjukan dengan pengujian hipotesis  pada hasil  posttest yang memperoleh nilai zhitung30,33 dan nilai ztabel pada taraf signifikan 0,01 sebesar 0,4949. Hal ini berarti nilai zhitung ˃ ztabel yaitu 30,33 ˃0, 4949 maka Ha diterima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sel antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING BERMEDIA PETA TIMBUL TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 MENUKUNG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 2, No 1 (2017): JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi)
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Quantum Teaching bermedia peta timbul terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem gerak manusia. Pendekatan penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Bentuk penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan menggunakanNonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Sekolah Menegah Pertama Negeri 2 Menukung yang berjumlah 42 siswa. Sampel dalam penelitian adalah kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 21 orang dan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 21 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampling Jenuh. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah, soal tes. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Hasil belajar kognitifrata-rata siswa setelah menggunakan model Quantum Teaching adalah 0,73 dengan kriteria tinggi, sedangkan hasil belajar kognitif rata-rata siswa setelah menggunakan metode konvensional adalah 0,23 kriteria rendah. Berdasarkan uji hipotesis pada posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh t hitung sebesar 6,12 dan t tabel sebesar 2,02108. Pengujian hipotesis membuktikan bahwa t hitung > t tabel (6,12 > 2,02108) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem gerak manusia antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.