Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER KREATIF DI SEKOLAH DASAR Anugraheni, Indri
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v8i2.2351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Lembar Kerja Siswa berbasis karakter kreatif di kelas IV Sekolah Dasar, mengetahui kepraktisan perangkat pembelajaran matematika berbasis karakter kreatif di Sekolah dasar yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan 4-D dari Thiagarajan, Semmel, & Semmel yang telah diadaptasi menjadi tiga prosedur pengembangan yaitu: 1) define, 2) design, dan 3) develop. Penelitian ini hanya sampai pengembangan perangkat pembelajaran yang menghasilkan produk dan penelitian ini tidak dilakukan implementasi secara luas. Kemudian perangkat pembelajaran di uji validitasnya. Hasil validasi ahli dan praktisi menunjukkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yaitu 87,62 berada pada kategori baik dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yaitu 81,90 berada pada kategori baik. Oleh karena itu  perangkat pembelajaran matematika berbasis pendidikan karakter kreatif layak digunakan di kelas IV Sekolah Dasar
STUDI PENGUASAAN MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) Pramudita, Wahyu; Anugraheni, Indri
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2017.v7.i1.p70-82

Abstract

This research was a descriptive non-experimental (field study) that attempted to describe the level of students’ mastery on the primary teachers education’s student of Atma Jaya Catholic University, specifically the cognitive aspects of basic mathematic and English language referred to curriculum of 2008. This study aimed to 1) mapping of the students’ mastery of mathematics and its relevancy, 2) mapping of the students’ mastery of English Language and its relevancy. The respondents of this study were 56 students of 2010-2012 batches. The results of this study indicated that the mathematical ability of students was considered good and the English language ability was sufficient.
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING BAGI SISWA KELAS 4 SD Rahmadani, Normala; Anugraheni, Indri
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2017.v7.i3.p241-250

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to determine whether the increase in learning activities mathematics can be pursued through the approach of PBL grade 4 students SDN Petirrejo 2nd semester of 2017. Data collection techniques using observation techniques, with research instruments in the form of observation sheet of learning activities Mathematics. Technique of data analysis of this research using comparative descriptive statistical technique that is technique of analysis to compare number of students who have high learning activity of Mathematics between cycle I and cycle II. The results showed that, the increase in learning activity of Mathematics can be done through the approach of PBL grade 4 students. Cycle I to cycle II has increased. From visual activity from cycle I the percentage 95,8% to cycle II that is 100% increase of the cycles of cycle I to cycle II is 4,2%. At the oral activity of cycle I the percentage of 37,5% to cycle II 79,16% increase the cycles percentage to cycle II equal to 41,6%. At the activity of listening cycle I is 62,5% to cycle II 70,83% increase of its percentage from cycle I to cycle II equal to 8,33%. In the activity of writing from cycle I 79.1% to cycle II the percentage of 83.33% had an increase of 12.5%, and in the mental activity percentage of cycle I from 62.5 to cycle II 70.83% increased by 8.33 %.
PENGGUNAAN PORTOFOLIO DALAM PERKULIAHAN PENILAIAN PEMBELAJARAN Anugraheni, Indri
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA Vol 3, No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penggunaan portofolio dalam perkuliahan penilaian pembelajaran. Portofolio merupakan kumpulan karya seorang mahasiswa sebagai hasil pelaksanaan tugas-tugas kinerja selama perkuliahan yang ditentukan oleh dosen bersama mahasiswa, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan perkuliahan. Tugas-tugas tersebut terkait dengan penilaian produk yang dikemas dalam bentuk portofolio. Penggunaan portofolio dalam  perkuliahan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan penilaian pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan lembar umpan balik. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui proses belajar mengajar dengan menggunakan portofolio dapat meningkatkan hasil belajar dalam perkuliahan. Hal ini terbukti dengan peningkatan hasil belajar ranah kognitif (tes dan produk) dan ranah afektif .Rata-rata hasil belajar untuk ranah kognitif pada siklus 1 sebesar  61,22 dan rata-rata pada siklus 2 sebesar 78,29. Peningkatan rata-rata hasil belajar pada siklus I dan Siklus 2 sebesar 17,07. Sedangkan hasil belajar pada ranah afektif berada pada kriteria baik, hal ini ditunjukkan dari hasil umpan balik mahasiswa. Kata kunci: portofolio, penilaian pembelajaran, hasil belajar kognitif dan afektif
Studi Penguasaan Matematika dan Bahasa Inggris Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Pramudita, Wahyu; Anugraheni, Indri
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2017.v7.i1.p70-82

Abstract

This research was a descriptive non-experimental (field study) that attempted to describe the level of students’ mastery on the primary teachers education’s student of Atma Jaya Catholic University, specifically the cognitive aspects of basic mathematic and English language referred to curriculum of 2008. This study aimed to 1) mapping of the students’ mastery of mathematics and its relevancy, 2) mapping of the students’ mastery of English Language and its relevancy. The respondents of this study were 56 students of 2010-2012 batches. The results of this study indicated that the mathematical ability of students was considered good and the English language ability was sufficient.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP SISWA KELAS 5 PADA MATA PELAJARAN IPA Lestari, Ina; Anugraheni, Indri
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 7, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v7i2.1221

Abstract

The problem in this research is "Differences of Cooperative Learning Outcomes Type Example Non Example Media Assisted Images Against 5th Grade Students of State Elementary School Bener 02 In Science Subject Semester II, with sub research problem that is, student learning outcomes control group on science subjects in Process materials Soil Formation due to weathering in 5th grade State Elementary School Bener 01, student learning outcomes experimental group on science subjects in the process of Soil Formation process due to weathering in 5th grade State Elementary School Bener 02 and Differences of control group learning outcomes with experimental group applying the model of learning Example Non Example media-aided images on science subjects in materials The process of Soil Formation due to weathering in 5th grade State Elementary School Bener. Variables in this study consisted of independent variables and dependent variables, this study using experimental methods, with the form of research is a quasi-experimental research. The experimental design used in this research is Pretest Posttest Control Group Design. Population in this research that is all student of class 5 which amounted to 63 student. This sampling technique using saturated sample technique. Data collection techniques used in this research are test, observation and documentation. Based on the analysis of data obtained: the average of control group learning outcomes amounted to 69,336, student learning outcomes in the experimental group amounted to 84.454, based on the calculation using t test in obtaining the value of significance / probability 0.000 <0.05 then H_0 rejected then Ha accepted. This means that there are differences in the results of science learning significance in grade 5 students of State Elementary School Bener 02 in learning using the model of learning Example Non Example.
Meta Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar [A Meta-analysis of Problem-Based Learning Models in Increasing Critical Thinking Skills in Elementary Schools] Anugraheni, Indri
Polyglot Vol 14, No 1 (2018): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i1.789

Abstract

This study aims to analyze Problem-based Learning models intended to improve critical thinking skills in elementary school students. Problem-based learning models are learning processes where students are open minded, reflexive, active, reflective, and critical through real-world context activities. In this study the researcher used a meta-analysis method. First, the researcher formulated the research problem, then proceeded to review the existing relevant research for analysis. Data were collected by using a non-test technique by browsing electronic journals through Google Scholar and studying documentation in the library. Seven articles were found through Google Scholar and only one was found in the library. Based on the analysis of the results, the problem-based learning model can improve students thinking ability from as little as 2.87% up to 33.56% with an average of 14.18%.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali tentang model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis di Sekolah Dasar. Model pembelajaran Problem Based Learning adalah proses pembelajaran dimana siswa mampu memiliki pola pikir yang terbuka, refktif, aktif, reflektif dan kritis melalui kegiatan konteks dunia nyata. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode meta analisis. Pertama-tama, peneliti merumuskan masalah penelitian, kemudian dilanjutkan dengan menelusuri penelitian yang sudah ada dan relevan untuk dianalisis. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan non tes yaitu dengan menelusuri jurnal elektronik melalui google Cendekia dan studi dokumentasi di perpustakaan. Dari hasil penelusuran diperoleh 20 artikel dari jurnal dan 3 dari repository. Berdasarkan hasil analisis ternyata model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir Siswa mulai dari yang terendah 2,87% sampai yang tertinggi 33,56% dengan rata-rata 12,73%. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR SISWA Cintia, Nichen Irma; Kristin, Firosalia; Anugraheni, Indri
Perspektif Ilmu Pendidikan Vol 32 No 1 (2018): Perspektif Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.128 KB) | DOI: 10.21009/PIP.321.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan model Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas 5 SDN Sidorejo Kidul 02 Tingkir. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sidorejo Kidul 02 Kecamatan Tingkir pada tanggal 9-21 Maret 2018. Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berlangsung dalam 2 siklus. Satu siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian siswa kelas V berjumlah 39 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kondisi awal presentase kemampuan berpikir kreatif 33,2% skor rata-rata 13,3. Ketuntasan hasil belajar 38% rata-rata 60 nilai tertinggi 72,5 dan terendah 45. Siklus I, kemampuan berpikir kreatif siswa 73%, skor rata-rata 29,2. Presentasi hasil belajar 71,8%, rata-rata 69,48, nilai tertinggi 82,5 dan terendah 50. Siklus II, presentase kemampuan berpikir kreatif 81,2% , rata-rata 32,2. Hasil belajar 84,6%, rata-rata 74,2, nilai tertinggi 87,5 dan terendah 55. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar pembelajaran tematik siswa kelas V SDN Sidorejo Kidul 02 Tingkir.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD Asriningtyas, Anastasia Nandhita; Kristin, Firosalia; Anugraheni, Indri
JIPMat Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i1.2226

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar, mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Suruh 01 yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Instrumen penelitian ini menggunakan soal cerita, wawancara, lembar kuesioner dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dalam menyelesaikan soal cerita pada mata pelajaran matematika di kelas 4 SD Negeri Suruh 01. Hal tersebut dapat dibuktikan dari meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa dari kondisi awal (pra siklus) yaitu 60,82 (tidak kritis) menjadi 74,21 (cukup kritis) pada kondisi akhir siklus II. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar siswa dari nilai rata-rata hasil belajar pada kondisi awal 61,85 meningkat pada siklus I menjadi 69 dan pada siklus II menjadi 80. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat dari kondisi awal 44,84%, meningkat menjadi 69,44% pada evaluasi siklus I dan menjadi 88,89% pada evaluasi siklus II.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS 5 SD Kanna, Rialen; Kristin, Firosali; Anugraheni, Indri
KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Vol 6, No 4.1 (2018): KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN (EDISI KHUSUS)
Publisher : KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to improve the creativity and results of science learning by using the model of learning Discovery Learning on 5th grade students of SD Negeri 1 Wates Kecamatan Kedungjati Grobogan regency year 2017/2018. The results of learning in this study is the result of cognitive learning. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR) which is implemented in two cycles. The subjects of the study were 5th grade students of SD Negeri 1 Wates, which were 25 students. Technique of collecting data through test and observation. The results show that there is an increase in creativity and learning outcomes of science. Enhancement of students learning creativity occurs gradually, in the pre cycle of the students into the category of not creative with a percentage of 32%, in the first cycle has increased to a category of creative enough with a percentage of 80%, in cycle II also increased to creative category with 96%.  Similarly, the increase in learning outcomes of science increased gradually, at pre cycle with percentage mastery of 20% with an average of 58.4, in the first cycle increased with a percentage of 56% completeness, in cycle II also increased with a percentage of 92% - 85.8. So, it can be concluded that the learning model of Discovery Learning can improve the creativity and learning outcomes of science.Keywords: Discovery Learning, science learning creativity, science learning outcomes AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas 5 SD Negeri 1 Wates Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan tahun pelajaran 2017/2018. Hasil belajar dalam penelitian ini merupakan hasil belajar kognitif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SD Negeri 1 Wates yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam kreativitas dan hasil belajar IPA. Peningkatan kreativitas belajar siswa terjadi secara bertahap, pada pra siklus siswa masuk dalam kategori tidak kreatif dengan presentase 32%, pada siklus I mengalami peningkatan menjadi kategori cukup kreatif dengan presentase sebesar 80%, pada siklus II juga mengalami peningkatan menjadi kategori kreatif dengan presentase 96%. Begitu pula dengan peningkatan hasil belajar IPA mengalami peningkatan secara bertahap, pada pra siklus dengan presentase ketuntasan 20% dengan rata-rata 58,4, pada siklus I meningkat dengan presentase ketuntasan 56%, pada siklus II juga mengalami peningkatan dengan presentase 92% dengan rata-rata 85,8. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pada model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPA.Kata Kunci: Discovery Learning, kreativitas belajar IPA, hasil belajar IPA