Articles
7
Documents
ANALISIS LEARNING CONTINUUM TINGKAT SD SAMPAI SMP PADA TEMA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.161 KB)

Abstract

Hasil analisis yang dilakukan dalam kajian ini adalah tema sistem pencernaan manusia dalam ruang lingkup Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan untuk tingkat Sekolah Dasar dengan Standar Kompetensi 1.Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan, dan Kompetensi Dasar 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Pencapaian pembelajaran tingkat Sekolah Dasar sampai pada mengenal dan mengidentifikasi struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus) (C1: Faktual), Memahami struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus (C2: Konseptual); Mengaitkan hubungan antara organ pencernaan, makanan dan kesehatan) (C3: Konseptual). Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama tema pembahasan pada KD 1.4 mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan dengan masing-masing indikator terdiri atas mengetahui gangguan pencernaan makanan (C1: Faktual), mengetahuai proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C2: Konseptual), menjelaskan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C3: Konseptual), menganalisis Menganalisis hubungan antara organ-organ sistem pencernaan dan makanan serta kesehatan (misal: mulut: gigi (memecah makanan), lidah (membantu menelan), usus halus: menyerap makanan, anus (mengeluarkan sisa makanan) (C4: Prosedural), Menyimpulkan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus serta hubungannya dengan kesehatan (C5: Konseptual).

Analisis Learning Continuum Tingkat SD Sampai SMP pada Tema Sistem Pencernaan Manusia

Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.161 KB)

Abstract

Hasil analisis yang dilakukan dalam kajian ini adalah tema sistem pencernaan manusia dalam ruang lingkup Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan untuk tingkat Sekolah Dasar dengan Standar Kompetensi 1.Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan, dan Kompetensi Dasar 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Pencapaian pembelajaran tingkat Sekolah Dasar sampai pada mengenal dan mengidentifikasi struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus) (C1: Faktual), Memahami struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus (C2: Konseptual); Mengaitkan hubungan antara organ pencernaan, makanan dan kesehatan) (C3: Konseptual). Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama tema pembahasan pada KD 1.4 mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan dengan masing-masing indikator terdiri atas mengetahui gangguan pencernaan makanan (C1: Faktual), mengetahuai proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C2: Konseptual), menjelaskan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C3: Konseptual), menganalisis Menganalisis hubungan antara organ-organ sistem pencernaan dan makanan serta kesehatan (misal: mulut: gigi (memecah makanan), lidah (membantu menelan), usus halus: menyerap makanan, anus (mengeluarkan sisa makanan) (C4: Prosedural), Menyimpulkan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus serta hubungannya dengan kesehatan (C5: Konseptual).

ANALYSIS OF ACTIVE LEARNING IN SCHOOL (ALIS) ON BIOLOGY SUBJECT AT SENIOR HIGH SCHOOL IN SALATIGA

EDUTECH Vol 15, No 2 (2016): METODE DAN PROGRAM PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract, Active learning in school (ALIS) is one of the learning models that can be applied by teachers to improve students’ achievement. This study aims to determine the implementation of ALIS indicator on biology subject at senior high school in Salatiga and to know the factors that influence it. This is a descriptive qualitative research and the data was collected using  questionnaires, observation, interview, and documentation technique. The objects of study were 156 students and 5 biology teachers at five senior high schools in Salatiga. The results showed the percentage of ALIS indicators from low level to high were: learning to encourage students to interact multidirectional (60.42%); using the environment as a medium and learning resources (64.94%); maintaining the learning environment (65.81%); learning encourages student to think at high level (66.11%); student-centered learning (66.91%); there are feedback on student work (70.47%); monitoring the learning process by teacher (71.04 %); contextual learning (73.63%); learning model accommodate different learning style (75.71%). Biology teachers in Salatiga have been implementing ALIS but there are some factors influence it which include lack of time to study with so many subject materials, inadequate facilities and infrastructure, and the students’ unfamiliarity with the application of active learning.Keywords: ALIS, active learning, biology teaching and learningAbstrak, Active learning in school (ALIS) merupakan salah satu pilihan model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru dan memberikan dampak positif kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan indikator ALIS pada mata pelajaran biologi sekolah menengah atas (SMA) di Salatiga dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Obyek penelitian adalah 156 siswa dan 5 guru biologi yang tersebar di  lima Sekolah Menengah Atas (SMA) kota Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan persentase keterlaksanaan indikator ALIS dari tingkat rendah ke tinggi adalah: pembelajaran mendorong siswa untuk berinteraksi multiarah (60,42%), pembelajaran penggunaan lingkungan sebagai media dan sumber belajar (64,94%), adanya penataan lingkungan belajar (65,81%), pembelajaran mendorong anak untuk berpikir tingkat tinggi (66,11%), pembelajaran berpusat pada siswa (66,91%), adanya umpan balik terhadap hasil kerja siswa (70,47%), pemantauan proses belajar oleh guru (71,04%), pembelajaran terkait dengan kehidupan nyata (73,63%), pembelajaran mengakomodasi gaya belajar yang berbeda-beda (75,71%).Guru biologi di Salatiga telah melaksanakan ALIS, namun terdapat beberapa hambatan antara lain: keterbatasan waktu dengan tuntutan banyaknya materi, terbatasnya sarana dan prasarana, dan belum terbiasanya siswa menerapkan pembelajaran aktif.

Korelasi Keterampilan Argumentasi dan Hasil Belajar Siska SMA Kristen Satya Wacana pada Materi Genetika dengan Model ABSI

JIPVA (Jurnal Pendidikan IPA Veteran) Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Science Education Programme Study, IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       

Cultivating students’ environmental awareness by creating bottle garden in school: A qualitative study

Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 4, No 3 (2018): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.266 KB)

Abstract

Environmental awareness has becoming a critical value to be integrated among youth. This research aimed to analyze the implementation of students’ environmental awareness of Christian Junior High School 2 in Salatiga by creating bottle garden in school. This research was descriptive qualitative which was conducted in the second semester of academic year 2017/2018 and involved 47 students. The data collection techniques used were questionnaire and observation. The implementation of environmental awareness was measured based on the New Ecological Paradigm theory with five main indicators, namely: 1) anti-exemptionalism, 2) anti-anthropocentrism, 3) limits to growth, 4) balance of nature, and 5) eco-crisis. The results showed that by learning through bottle garden activities, students have reached a good understanding of eco-crisis, anti-exemptialism, balance of nature, anti-anthropocentrism, and limit of growth in which the value were 3.35; 3.11; 3.2; 3.19; and 3.14 respectively (3.21 ≤ score <3.73). This means that the students have possessed a ‘good’ level of environmental awareness.

EFEKTIVITAS MODEL JOYFUL LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP DENGAN MEMPERHATIKAN DOMAIN SOAL

JIPVA (Jurnal Pendidikan IPA Veteran) Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Science Education Programme Study, IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the difference in understanding of the concept and effectiveness of the use of Joyful learning model by taking into account the Noting Domain Problem. This research is a quantitative research using quasi experimental design. The research sample is class VIII D using joyful learning model, and class VIII E using conventional model, which is chosen by purposive sampling. Technique that use for collecting understanding data is using written test, observation, and documentation. Hypothesis test using independent sample t test. The results showed that the use of Joyful learning model with attention to domain problems experienced show a significant increase and more effective than the conventional model of concept understanding. Joyful learning model effective approve of 0,04 < 0,05 (significant level 0.05) concluded that Joyful learning model is more effective than conventional learning model.

Karakter Peduli Lingkungan Siswa SMP ditinjau dari Tingkatan Kelas dan Gender

JIPVA (Jurnal Pendidikan IPA Veteran) Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Science Education Programme Study, IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian survei dengan metode kuantitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui karakter peduli lingkungan siswa SMP ditinjau dari tingkatan kelas dan untuk mengetahui hubungan antara gender dan tingkatan kelas terhadap karakter peduli lingkungan siswa SMP. Siswa pada tingkatan kelas VII dan IX menunjukkan karakter peduli lingkungan yang lebih baik dibandingkan kelas VIII berdasarkan dari kategori penilaian pada instrumen New Ecological Paradigm. Untuk kategori Sangat Baik kelas VII dan IX lebih tinggi (22.22% dan 27.27%) sedangkan kategori Tidak Baik, kelas VII dan IX lebih rendah dari kelas VIII (5.56%, 9.09%, 9.52%). Hubungan gender dan tingkatan kelas dengan uji Pearson diperoleh satu hasil korelasi yang signifikan yaitu antara perempuan kelas VIII dengan perempuan kelas IX (r =0.798; Sig.0.017 < 0.05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan tingkatan kelas lebih berhubungan dengan karakter peduli lingkungan siswa daripada faktor gender, ditunjukkan dari aktivitas siswa yang tidak memandang gender dalam menjaga keasrian lingkungan sekolahnya. Kata kunci: karakter peduli lingkungan, New Ecological Paradigm, tingkatan kelas, gender   ENVIRONMENTAL AWARENESS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN TERMS OF GRADE AND GENDER  Abstract This survey research by quantitative descriptive method was conducted with purpose to find out the environmental awareness of junior high school students in terms of grade and also to find out the correlation between gender and grade for students attitude towards environments. The analysis and interpretation data of New Echogical Paradigm instrument found that the students on 7th and 9th grade represent the best attitude towards environments more than 8th grade. For Very Good category 7th and 9th grade have higher percentage (22.22% and 27.27%), while Not Good category, 7th and 9th grade are lower than 8th grade (5.56%, 9.09%, 9.52%). The correlation between grade and gender tested by Pearson test proved that it has significant correlation between female students on 8th and 9th grade (r =0.798; Sig.0.017 < 0.05). Based on result, we can concluded that the grade level is more related than gender for students’ environmental awareness, showed by students maintaining school sanitation activity. Keywords: environmental awareness, new ecological paradigm, grade level, gender