Anggana Fitri Satwikasari, Anggana Fitri
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Culinary Tourism as A Place and Product Branding. Case Study: Batu Jamus Rubber Plantation in Karanganyar, Central of Java Setyowati, Erni; Satwikasari, Anggana Fitri
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 1, No 01 (2017): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Architecture UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.1.01.39-46

Abstract

Rubber plantation of Batujamus, the largest plantation in Central Java Province and Tourism region of Sukuh Temple in Karanganyar regency, Central Java Province is taken as a case to focus discussion on the meaning of "A Place and Product Branding". This study aims to describe the concept of sustainable agro tourism with narrative description based on the consideration of "Finding a place and Product Branding Strategy". By using Multi-dimensional Scale of SPSS and Factor Analysis, this research found out that the desire to stay in a comfortable and green areas and the nearness to hinduism religion temple as the reason why they prefer the Rubber Plantation of Batujamus as a temporary shelter when they visit it.
SIMULASI BANGUNAN PINTAR DENGAN ASPEK PENCAHAYAAN PADA BANGUNAN MUSEUM FATAHILLAH JAKARTA Wicaksono, Aditya; Purwantiasning, Ari Widyati; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 1 (2017): Purwarupa Vol 1 No 1 Maret 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.746 KB)

Abstract

ABSTRAK. Kawasan Kota Lama Jakarta merupakan salah satu kawasan cagar budaya yang terkena dampak globalisasi yang cukup mengkhawatirkan. Salah satu upaya pelestarian kawasan kota lama tersebut adalah dengan mengupayakan konsep bangunan pintar. Melalui latar belakang tersebut, ada 4 tahapan yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu: a) Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di Kawasan Kota Lama Jakarta, khususnya bangunan Museum Fatahilah, b) Menganalisa kondisi eksisting aspek pencahayaan pada bangunan Museum Fatahillah, c) Membuat sistem pencahayaan yang rendah konsumsi energi menggunakan simulasi arsitektur, dan d) Menata kembali desain bangunan bersejarah dengan penerapan sistem bangunan pintar, khususnya pada sistem pencahayaan. Diharapkan akan dapat terlihat perbandingan pemakaian energi sebelum dan sesudah penerapan simulasi konsep bangunan pintar sebagai hasil akhir penelitian. Kata Kunci: Simulasi Arsitektur, Bangunan Pintar, Bangunan Tua Bersejarah, ABSTRACT. As one of a heritage area, Jakarta’s Old Town is affected by the growing of globalization that concern us nowadays. One of the best conservation effort can be implemented is the smart-bulding concept for the historical buiding in the area. This research proposed ideas to a) identify the problem occurred in Jakarta’s Old Town area especially Fatahillah Museum, b) analyze the existed daylighting on Fatahillah Museum, c) re-model less-energy-consumption lighting system by using architectural simulation, and d) re-layout the existed historical building design by implementing smart-building concept especially on its lighting system. Later, the result will be compared between the existed energy consumption with the new energy consumption by using smart-building concept simulation. Keyword: Architectural Simulation, Smart Building Concept, Historical Building
Culinary Tourism as A Place and Product Branding. Case Study Batu Jamus Rubber Plantation in Karanganyar, Central of Java Setyowati, Erni; Satwikasari, Anggana Fitri
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 1, No 01 (2017): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Architecture UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rubber plantation of Batujamus, the largest plantation in Central Java Province and Tourism region of Sukuh Temple in Karanganyar regency, Central Java Province is taken as a case to focus discussion on the meaning of "A Place and Product Branding". This study aims to describe the concept of sustainable agro tourism with narrative description based on the consideration of "Finding a place and Product Branding Strategy". By using Multi-dimensional Scale of SPSS and Factor Analysis, this research found out that the desire to stay in a comfortable and green areas and the nearness to hinduism religion temple as the reason why they prefer the Rubber Plantation of Batujamus as a temporary shelter when they visit it.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA DESAIN PUSAT REHABILITASI PENYAKIT LANGKA DI TANGERANG SELATAN Makinudin, Imam; Anisa, Anisa; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Fasilitas kesehatan dan sarana pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting dalam keberlangsungan hidupnya, tak terkecuali bagi para penderita penyakit langka.Penyakit langka adalah suatu kelainan atau penyakit yang angka kejadianya 1:2000 orang atau lebih, dan saat ini ada sekitar 6000–8000 jenis kelainan yang telah teridentifikasi. Untuk memenuhi kebutuhan para penderita penyakit langka dirancang sebuah pusat rehabilitasi penyakit langka dengan pendekatan arsitektur universal. Pendekatan arsitektur universal  bertujuan untuk memudahkan aktifitas penderita baik aktifitas mandiri ataupun dengan pendampingan. Dengan adanya pusat rehabilitasi penyakit langka ini diharapkan menjadi pusat untuk penanganan dan proses pemulihan bagi penderita penyakit langka di Indonesia yang berorientasi pada kemandirian. Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi, Penyakit Langka, Arsitektur Universal  ABSTRACT. Health and educational facilities ara the most important human needs in life, not spesially raredisease for patients. A rare disease is disorder or a disease which happen in ratio 1:2000 people or more, and now there are about 6000-8000 types of disorders that have been identified. To fulfill the rare disease patient need, it will be designed a rare disease rehabilitation center with universal architecture approach. The approach of universal architecture aims to facilitate rare disease patients activities, either individual nor with mentoring. With this rare disease rehabilitation center is expected to be a center of handling and recovery process for rare disease patients in Indonesia and improve their independence. Keywords:Rehabilitation Center, Rare Disease, Universal Architecture 
PENERAPAN KONSEP SIMBOLIK METAFORA PADA PERENCANAAN KANTOR PUSAT DAN PENDIDIKAN CISCO DI JAKARTA Thalib, Rudy; Purwantiasning, Ari Widyati; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 2 (2017): Purwarupa Vol 1 No 2 September 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kemajuan suatu  Negara didukung dengan berkembangnya teknologi dalam usaha meluaskan wilayah pelayanan dan pemasaran produk Cisco di Indonesia, dibutuhkan kuantitas dan kualitas sumber daya  manusia yang produktif. Maka, perlu adanya sebuah lingkungan  dan pelingkupnya berupa bangunan yang akan menampung berbagai kegiatan seperti, pusat pelayanan, pusat pengembangan, dan pusat penelitian produk-produk Cisco. Untuk mencetak kuantitas dan kualitas sumber daya manusianya, diperlukan bangunan yang dapat menampung berbagai kegiatan pelatihan yang dikenal sebagai Cisco Networking Academic. Fungsi kantor pusat Cisco dan fungsi pelatihan Cisco adalah dua fungsi yang diletakan dalam lahan yang sama, tetapi memiliki bangunan yang berbeda dan berdekatan agar terjalin hubungan sinergi dalam batasan fungsional pada kedua bangunannya.Sistem BangunanPintar untuk menekan penggunaan energi buatan dan efisien memanfaatkan energi alami. Ketertinggalan pembangunan infrastuktur komunikasi di indonesia telah memberi inspirasi untuk menggabungkan sistem BangunanPintar dan unsur-unsur pada logo atau simbol Cisco yang akan mendominasi selubung bangunan, seperti pada  pelingkup lorong Entrance yang terbentuk dari ruas-ruas baja yang membentuk pola struktur jaringan tiga dimensi, sehingga secara visual akan memberi kesan selamat datang kedalam dunia jaringan. Makna kesan ini adalah sebuah pesan kepada bangsa Indonesia yang sedang berbenah dari ketertinggalan infrastuktur jaringan komunikasi.       Kata kunci : Cisco, System, Smart Building, Networking Academy, Jaringan, Desain arsitekktur. ABSTRACT. Progress of a State is supported by the development of technology in an effort to expand the service and marketing of Cisco products in Indonesia, it needs quantity and quality of productive human resources. Therefore, it is necessary to have an environment and the scope of the building will accommodate various activities such as, service center, development center, and research center of Cisco products. To print the quantity and quality of human resources, a building that can accommodate various training activities known as Cisco Networking Academic is required. Ciscos Cisco headquarters and Cisco training functions are two functions that are located within the same land, but have different and adjacent buildings to establish synergic connections within functional constraints on both buildings. Smart Building Systems to reduce the use of artificial and efficient energy utilizes natural energy. The underdevelopment of communications infrastructure development in Indonesia has inspired the incorporation of Smart Building systems and elements in the Cisco logo or symbol that will dominate the building envelope, such as the Entrance corridor formed from steel sections forming a three-dimensional network structure, The visuals will give a welcome impression into the world of network. The meaning of this impression is a message to the Indonesian people who are clean up from behind the communications network infrastructure.               Keywords: Cisco, System, Smart Building, Networking Academy, Network, Architechture Design
Exploratory Study of Physical Environment Factors Affecting Tuberculosis Endemics Houses in Kebumen District, Indonesia Satwikasari, Anggana Fitri
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 2, No 1 (2018): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Architecture UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.2.1.65-74

Abstract

According to prior researchs, the bacteria of Tuberculosis can spreads easily in an unhealthy environment influenced by several physical environment factors in a house. In Kebumen, where mostly classified as rural area, there are 3 sub-districts that is stated to be the most endemic area with hundreds of TB cases detected every year. By selecting 50 patients from ‘Balai Pengobatan Paru-paru’ (BP4)’s medical record, some physical assessments have been done on some indicators such as Residential Density, Ventilation system, Daylighting System, Temperature, Humidity, and also Material Quality. This quantitative research collected the existing physical variables through close-ended questionnaire and field measurements. Those data were later analyzed with distribution method by using digital data analysis software named JMP and compared them with the prevailing standard values. The result showed that eventhough all of 50 respondents have ideal Residential Density Percentage, their Ventilation and Daylighting System didn’t conforming with the standard. Those houses also have high Humidity ( > 60%) and high Temperature ( >300 C) that may be caused by the poor air circulation system inside the house. However, almost all of the infected houses were found to use brick as their wall material with various quality and used ceramics or ram earth as their floor material.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN PUSAT REHABILITASI DOWN SYNDROME DI JAKARTA Hidayat, Yogi Nur; Mauliani, Lily; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.871 KB)

Abstract

Penyakit down syndrome adalah suatu penyakit kelainan genetik dari lahir yang membutuhkan tempat penanganan khusus atau rehabilitasi untuk penderita tersebut. Di Indonesia tempat pusat rehabilitasi down syndrome sendiri belum ada, hanya ada sekolah khusus atau tempat terapi khusus down syndrome, dengan lokasi yang berbeda dan fasilitas yang kurang lengkap. Di Indonesia terdapat 300.000 ribu kasus down syndrome. Dalam proses perancangan dengan konsep arsitektur perilaku, harus memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan pengguna ruangnya. Setiap pengguna ruang memiliki aktivitas dan perilaku yang berbeda, jadi untuk memaksimalkan fungsi ruang yang akan dirancang perlu diperhatikan perilaku penderita down syndrome yang akan menggunakan ruang tersebut. Dengan konsep arsitektur perilaku desain perancangan pusat rehabilitasi down syndrome diharapkan dapat memudahkan para penderita down syndrome mendapatkan fasilitas yang lengkap dan terpadu untuk para penderita down syndrome dalam melakukan proses pemulihan kemandirian dan beradaptasi dengan lingkungan..
KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA PENATAAN KAWASAN WISATA CANDI CANGKUANG DI GARUT, JAWA BARAT Muslim, Abdul Azis; Ashadi, Ashadi; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.017 KB)

Abstract

Kawasan Wisata Candi Cangkuang merupakan salah satu destinasi wisata di kabupaten Garut. Kawasan ini termasuk ke dalam kawasan strategis wilayah kabupaten yang penataannya diprioritaskan. Tempat ini banyak didatangi pengunjung ataupun peziarah dari berbagai daerah untuk berwisata, melaksanakan ibadah di Candi Cangkuang dan ziarah ke makam Syeh Arief Muhammad yang menyebarkan agama Islam di kawasan Cangkuang. Tempat ini memiliki potensi besar untuk mejadi destinasi wisata unggulan, akan tetapi pada kenyataannya jumlah wisatawan yang berkunjung kesini jumlahnya sedikit bila dibandingkan dengan wisata sejenis di daerah lain. Berdasarkan latar belakang tersebut maka diperlukan penataan ulang  pada kawasan wisata Candi Cangkuang ini dengan menerapkan konsep arsitektur ekologi yang ramah lingkungan dan memaksimalkan potensi alam yang ada. Penataan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian dan perancangan ini dilakukan dengan wawancara serta observasi untuk mendapatkan data eksisting dan data penunjang. Penataan Kawasan Wisata Candi Cangkuang dengan konsep arsitektur ekologi diharapkan dapat membuat citra kawasan wisata ini semakin menarik untuk dikunjungi, masyarakat sekitar kawasan menjadi lebih sejahtera karena dengan meningkatnya jumlah wisatawan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar akan tetapi tetap mengedepankan desain yang ramah terhadap lingkungan.
KOMPARASI EFEKTIFITAS MATERIAL PELAPIS DINDING SEBAGAI INSULASI AKUSTIK Latar, Liah Zakiatul Amalia; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Akustik Ruang terdefinisi sebagai bentuk dan susunan bahan yang merupakan kesatuan secara sistimatis sebagai pelapis dinding, atap dan lantai suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi. Akustik merupakan suatu sistem pelapisan dan susunan dinding, atap dan lantai yang berguna untuk menghindari gangguan suara dari luar maupun dalam sehingga mendapatkan hasil terbaik untuk suara langsung maupun hasil produksi (rekaman). Akustik ruang sangat berpengaruh dalam produksi suara dalam suatu ruangan. Kata Kunci: material, akustik interior, akustik, pelapis. ABSTRACT. Space acoustics are defined as the form and arrangement of materials that are sistematically united as a coating of walls, roofs and floors of a room associated with changes in sound or sound that occur. Acoustics is a coating sistem and arrangement of walls, roofs and floors that are useful for avoiding noise interference from outside and inside so as to get the best results for direct sound or production (recording). Space acoustics are very influential in the production of sound in a room. Keywords: material, interior acoustics, acoustics, coatings. 
IDENTIFIKASI KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA MALL THE BREEZE BSD Kartiko, Kris Sandi; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mall The Breeze yang berada di BSD Tangerang ini merupakan pusat perbelanjaan moderen yang terletak di pinggir sungai Cisadane dan danau yang terintegrasi dengan bangunan perkantoran. Mall ini diidentifikasi untuk mengetahui dampak konsep arsitektur bioklimatik terhadap aktifitas manusia yang tidak terpisahkan dengan iklim dan lingkungan sekitar. Mall ini dianalisis berdasarkan konsep arsitektur bioklimatik, dengan mendeskripsikan penerapan dari variabel arsitektur bioklimatik menurut Yeang. Analisis pada mall ini memperhatikan desain tapak, aklimatisasi matahari, pencahayaan, suhu lingkungan, penghawaan,vegetasi maupun penerapan prinsip hemat energi dan desain dinding bangunan untuk menunjang aktifitas berbelanja dan kelestarian lingkungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.