Desti Mawarni, Desti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancang Bangun Aplikasi Multimedia untuk Pengenalan Ceria (Cerita Rakyat) Interaktif Kalimantan Barat Mawarni, Desti; Sastypratiwi, Helen; Nasution, Helfi
Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.778 KB)

Abstract

Cerita rakyat adalah satu diantara beberapa kekayaan budaya Indonesia. Kalimantan Barat juga memiliki banyak cerita rakyat disetiap daerah. Berdasarkan data buku yang ada di literature Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat dengan jumlah buku cerita rakyat sebanyak 237 eksemplar dari 78 judul buku cerita rakyat Kalimantan Barat. Buku yang ada masih menggunakan penulisan yang monoton tanpa gambar dan warna. Berdasarkan jumlah pengunjung 3 bulan terakhir yang datang untuk membaca cerita rakyat maupun sejarah Kalimantan Barat, diketahui anak-anak yang datang untuk membaca berjumlah 16 orang, sedangkan yang selain anak-anak berjumlah 332 orang. Hal ini menunjukan kurang tertariknya anak-anak untuk membaca cerita rakyat Kalimantan Barat. CAI (Computer Aided Instruction) merupakan pengembangan daripada teknologi informasi terpadu yaitu komunikasi (interaktif), audio, video, penampilan citra (image) yang dikemas dengan sebutan teknologi multimedia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi multimedia interaktif dengan interface yang menarik dan interaktif untuk pengenalan cerita rakyat Kalimantan Barat bagi anak-anak. Aplikasi ini ditujukan untuk anak kelas 1 SD yang berusia 6-7 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (metode penelitian dan pengembangan). Metode Research and Development terdiri dari delapan tahapan mulai dari permasalahan, pengumpulan data, pembuatan produk, validasi produk, analisa validasi, revisi dan laporan. Berdasarkan hasil validasi oleh materi dan media, Aplikasi Ceria (Cerita Rakyat) dikategorikan valid dengan RTVTK 3,67, sehingga dapat disimpulkan bahwa Aplikasi Ceria layak digunakan sebagai media pengenalan cerita rakyat Kalimantan Barat.
MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS SUMBER DAYA ALAM KHAS KALBAR DALAM PEMBELAJARAN DI PAUD Hadary, Ferry; Yuniarni, Desni; Wulandari, Reine Suci; Siahaan, Sarma; Mawarni, Desti
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2019): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.374 KB)

Abstract

odrat anak adalah bermain. Setiap aktivitas yang dilakukan anak berbentuk berbagai permainan yang mengasyikkan, baik itu dimainkan sendirian maupun bersama dengan orang lain. Dalam konteks permainan, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara anak-anak di tahun 90an dengan anak anak-anak generasi Z yang hidup di masa sekarang, yang dikenal dengan era digital. Perbedaan tersebut terlihat dari jenis permainan yang dimainkan oleh anak-anak. Anak-anak di era digital lebih banyak mengisi waktu luang mereka dengan berbagai aktivitas permainan yang berkaitan dengan digital, seperti permainan yang terdapat di dalam gadget atau smart phone. Berbagai hasil penelitian mengungkapkan dampatk negatif bagi anak dalam penggunaan gadget tersebut, diantaranya adalah content games yang banyak mengandung unsur yang tidak mendidik. Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat mengurangi dampak gadget bagi anak adalah dengan menyediakan content permainan yang mengandung unsur edukatif. Adanya multimedia interaktif berbasis sumber daya alam khas Kalimantan Barat dalam pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini. Melaluimultimedia interaktiftersebut, guru dapat mengenalkan berbagai permainan edukatif kepada anak usia dini, sehingga tidak hanya bermanfaat untuk mengenalkan berbagai kekayaan alam khas daerahnya, namun juga dapat menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadapdaerahnya. Adanya multimedia interaktif tersebut diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif terhadap pemakaian gadget oleh anak usia dini