Arif Bijaksana Putra Negara, Arif Bijaksana
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

CHUNKING PHRASE TO PREDICT PAUSE BREAK IN PONTIANAK MALAY LANGUAGE Putra Negara, Arif Bijaksana; Magdalena, Yulia; Nyoto, Rudy Dwi; Sujaini, Herry
Lontar Komputer Vol. 10, No. 3 December 2019
Publisher : Research institutions and Community Service, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/LKJITI.2019.v10.i03.p01

Abstract

Pause break is one of the indicators of speech to be easily understood in the Text-to-Speech System. This research aims to improve the accuracy of pause prediction in Pontianak Malay Language Sentences based on earlier research using a chunking phrase. This research is done as one of the efforts to preserve Pontianak Malay Language in order not to become extinct as a local language. Chunking method uses RegexpParser function in Natural Language Toolkit to crop sentences into phrases based on the Part of Speech type. In this research, the authors have developed a new grammar and pause break rule that is different from the earlier research to increase the accuracy of pause prediction. The data used is 500 Pontianak Malay Language sentences that have been recorded by a Pontianak Malay Language native speaker to get the pause break analysis. The pause consists of a short pause (symbolized as ?/1) and a long pause (symbolized as ?/2?). The tests were a test of pause break compatibility in one sentence and a test using f-measure, recall, and precision parameters. Based on the tests that have been done, the new grammar rule and pause break rule from this research have a better prediction accuracy than the earlier research with the correct predictive value of sentences increasing by 23% from the earlier rule.
RANCANG BANGUN APLIKASI VIRTUAL TOUR MUSEUM PROVINSI KALIMANTAN BARAT UNTUK EDUKASI SEJARAH op, Harianto; Putra Negara, Arif Bijaksana; Safriadi, Novi
Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN) Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.551 KB)

Abstract

Museum merupakan tempat yang digunakan untuk memamerkan koleksi-koleksi yang patut mendapat perhatian umum, seperti koleksi peninggalan sejarah, seni, dan ilmu pengetahuan. Apabila museum dieksplorasi lebih mendalam, informasi tentang koleksi bersejarah yang dipamerkan dalam museum dapat disampaikan secara lengkap. Kurang tersedianya informasi yang mendetail merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pengunjung sulit untuk memperoleh informasi yang memadai dalam meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan koleksi bersejarah pada museum. Selama ini penyampaian informasi dari museum masih terbatas dalam bentuk brosur. Interaktivitas menjadi salah satu poin yang penting dalam pengembangan sebuah aplikasi. Teknologi virtual tour banyak digunakan untuk memperkenalkan bangunan, namun yang ditujukan sebagai sarana penyampaian edukasi belum banyak dikembangkan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, analisa kebutuhan, pengumpulan data, perancangan aplikasi, pembuatan aplikasi, implementasi, pengujian aplikasi dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah aplikasi virtual tour dapat diimplementasikan untuk edukasi koleksi bersejarah pada Museum Provinsi Kalimanatan Barat. Aplikasi ini digunakan oleh masyarakat secara luas, maka dilakukanlah uji validitas dan uji operasional aplikasi menggunakan perhitungan Skala Likert. Hasil dari pengujian validitas oleh tiga orang pakar didapatkan nilai rata-rata sebesar 92,42 dari semua aspek. Untuk uji operasional aplikasi oleh masyarakat umum adalah melalui kuesioner yang dibagikan kemudian diinterpretasikan dalam Skala Likert  yang mendapatkan nilai sebesar 50,55 dari 36 responden. Uji penggunaan aplikasi virtual tour dalam penerapan untuk edukasi koleksi bersejarah oleh 30 orang siswa SMA melalui kuesioner yang dibagikan mendapatkan nilai rata-rata 86,66 untuk aspek visualisasi koleksi dan nilai rata-rata 83,33 untuk aspek edukasi sejarah. Berdasarkan nilai interpretasi, aplikasi virtual tour dalam penyampaian edukasi sejarah terhadap koleksi bersejarah pada Museum Provinsi Kalimantan Barat termasuk dalam  kategori dapat diterima oleh siswa. Berdasarkan seluruh hasil pengujian, maka dapat di simpulkan bahwa aplikasi virtual tour layak untuk diimplementasikan.
Analisis Implementasi Model Durasi Klatt pada Bahasa Melayu Pontianak Menggunakan Diphone Bahasa Indonesia Putra Negara, Arif Bijaksana; Hatimah, Numrotul; Nyoto, Rudy Dwi
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.552 KB) | DOI: 10.26418/jp.v5i2.32914

Abstract

Bahasa Melayu Pontianak merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, khususnya banyak digunakan sebagai alat komunikasi oleh orang Melayu yang ada di Pontianak sebagai bahasa sehari-hari. Salah satu usaha untuk melestarikan Bahasa Melayu Pontianak yaitu dengan mengembangkan TTS. Salah satu model yang dapat dikembangkan untuk membangun TTS adalah model diphone concatenation. Untuk mengembangkan TTS model diphone diperlukan nilai durasi tiap fonem yang diucapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model durasi Klatt yang menggunakan aturan suku kata dan tipe suku kata dapat memprediksi durasi fonem sintesa ucapan Bahasa Melayu Pontianak. Jumlah kalimat yang digunakan untuk analisis adalah 576 kalimat yang terdiri dari 5133 kata. Pengujian awal dilakukan untuk mencari rentang nilai kecepatan durasi yang masih dapat diterima oleh pendengar yang dinyatakan dalam rentang persentase. Hasil pengujian awal ini diperoleh nilai rentang kecepatan durasi adalah -20% hingga 20%. Pengujian selanjutnya adalah mencari nilai akurasi prediksi durasi fonem sintesa yang menggunakan metode Klatt terhadap durasi fonem dari 10 kalimat uji yang terdiri dari 320 fonem. Hasil pengujian durasi fonem dari 10 kalimat uji diperoleh 30% fonem yang kecepatan durasinya masih dapat diterima. Sedangkan hasil pengujian untuk mencari nilai akurasi prediksi durasi fonem terhadap total durasi kalimat pada 100 kalimat uji, diperoleh 94% kalimat yang kecepatan durasinya masih dapat diterima. Berdasarkan hasil pengujian tersebut model durasi Klatt yang menggunakan aturan suku kata dan tipe suku kata dapat memprediksi durasi fonem total pada ucapan sintesa bahasa Melayu Pontianak.
Prediksi Jeda pada Ucapan Kalimat Bahasa Melayu Pontianak Menggunakan Informasi Parafrasa Putra Negara, Arif Bijaksana; Nyoto, Rudy Dwi; Fitri, Wega Marda
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 4, No 1 (2019): InfoTekJar September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.725 KB) | DOI: 10.30743/infotekjar.v4i1.1248

Abstract

Jeda dalam kalimat sangat penting karena jeda yang terjadi dapat memperjelas informasi dari makna suatu teks kalimat, maka dari itu penelitian ini akan melakukan prediksi jeda Bahasa Melayu Pontianak menggunakan informasi parafrasa yang  bertujuan utuk menghasilkan prediksi jeda pada Bahasa Melayu Pontianak untuk mendapatkan nilai akurasi yang tepat sehingga dapat digunakan pada sistem TTS. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana mengambil  informasi parafrasa dalam suatu teks kalimat yang digunakan untuk memprediksi jeda. Parafrasa yaitu ungkapan kembali maksud atau isi tulisan dengan menggunakan kata-kata sendiri. Informasi parafrasa diambil berdasarkan kata kunci dan tipe PoS. Hasil dai penelitian ini adalah kalimat yang telah terpenggal memberntuk frasa ucapan jeda. Pengujian dilakukan dengan menggunakan precision, recall, dan f-measure terhadap 500 kalimat untuk frasa singkat dan frasa panjang. Hasil dari pengujian frasa singkat tanpa PoS diperoleh nilai precision, recall, dan f-measure adalah  0.59, 0.58 dan  0.59 sedangkan frasa singkat menggunakan PoS bernilai 0.59, 0.58 dan 0.59 serta untuk frasa panjang tanpa PoS diperoleh nilai precision 0.86, recall  0.78, dan f-measure  0.82 sedangkan frasa panjang menggunakan PoS bernilai 0.84, 0,77, dan 0.80. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa frasa panjang lebih tinggi dikarenakan frasa yang menghasilkan indeks jeda panjang menghasilkan jeda pasti pada setiap ucapan dibandingkan frasa singkat karena frasa yang menghasilkan indeks jeda singkat  akan menghasilkan ucapan yang berbeda pada setiap orang karena jeda singkat merupakan jeda tipis atau pendek.