Ludivica Endang Setijorini, Ludivica Endang
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

AKUMULASI TIMBAL (Pb) DAN STRUKTUR STOMATA DAUN PURING (Codiaeum variegatum Lam. Blume) Sulistiana, Susi; Setijorini, Ludivica Endang
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman mempunyai kemampuan untuk mengatasi atau mengeliminir pencemaran udara yang terjadi di kota, salah satunya adalah tanaman puring. Stomata adalah salah satu organ tumbuhan yang digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Fungsi utama stomata adalah sebagai tempat pertukaran gas, seperti CO2 yang diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Namun, stomata juga bertindak sebagai salah satu jalur masuknya polutan khususnya polutan yang berasal dari udara. Untuk mempertegas pengaruh akumulasi timbal terhadap daun tanaman puring  secara morfologi yang telah dilakukan oleh Sulistiana dan Setijorini  tahun 2014, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melakukan pengamatan anatomi daun terutama struktur  stomata daun tanaman puring. Penelitian bertujuan membandingkan struktur stomata  antar kultivar puring dan membuktikan adanya hubungan antara akumulasi timbal (Pb) dengan struktur stomata daun dari beberapa kultivar puring. Bahan penelitian yang digunakan adalah daun segar dari 13 kultivar tanaman puring yang ditanam di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Kademangan, Tangerang Selatan. Pengamatan struktur stomata daun dilakukan dengan cara pembuatan preparat paradermal Parameter yang diamati dalam penelitian meliputi jumlah stomata, jumlah sel epidermis, panjang stomata, lebar stomata, indeks stomata, dan kerapatan stomata. Hasil yang diperoleh adanya korelasi positif antara kadar Pb dan struktur stomata daun kultivar puring melalui parameter-paramater yang diamati terutama jumlah stomata, lebar stomata, indeks stomata, dan kerapatan stomata. 
PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS PUPUK MULTICOTE TERHADAP PERTUMBUHAN AKASIA (Acacia mangium) DI PEMBIBITAN Elfarisna, Elfarisna; Setijorini, Ludivica Endang
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the use of some dose of Multicote’s fertilizer on the growth of Acacia mangium seedlings and get the most effective dose of Multicote’s fertilizer in increasing the growth of Acacia mangium seedlings in the nursery. The study was conducted in May to July 2012, at the Faculty of Agriculture Experimental Farm, of Muhammadiyah’s University in Jakarta. The design used in this study is a randomized block design (RBD), with six dose treatments of Multicote fertilizer are: 0 g / plant (control), 2 g / plant, 4 g / plant, 6 g / plant, 8 g / plant, and 10 g / plant, each treatment was repeated four times. The parameters measured were height of plant, percentage of growth, wet weight and dry weight of plants. The research results showed that the treatment given was not significantly different on the height of plant height at the initial growth (4 MST, 6 MST and 8 MST), but at end of the observation (10 MST and 12 MST) showed that the treatment was  significantly different on the height of the plant. Of all the treatment given, the use of 10 g / plant of multicote is feltilizer gave the best effect on the height of plant, wet weight and dry weight of plant acacia. Control treatment without fertilizer multicote give the least influence on plant height, wet weight and dry weight of plant acacia’s plant. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis pupuk Multicote yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit Acacia mangium di pembibitan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2012, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan enam perlakuan dosis pupuk Multicote yaitu :  0 g/tanaman (kontrol), 2 g/tanaman, 4 g/tanaman, 6 g/tanaman, 8 g/tanaman, dan 10 g/tanaman, setiap perlakuan diulang empat kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, persentase tumbuh, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pada pertumbuhan awal (4 MST, 6 MST dan 8 MST), perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman. Namun di akhir pengamatan (10 MST dan 12 MST), perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman. Penggunaan pupuk Multicote dengan dosis 10 g/tanaman memberikan pengaruh yang paling baik terhadap tinggi tanaman, bobot basah dan bobot kering tanaman Akasia. Tanpa pupuk Multicote tinggi tanaman, bobot basah dan bobot kering tanaman Akasia adalah yang paling rendah.
KERAGAAN PROSES PEMBELAJARAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH Huda, Nurul; Setijorini, Ludivica Endang; Yani, Diarsi Eka; Farida, Idha
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agricultural extension workers who study at Universitas Terbuka (UT), which is a distance education institution,were to obtain the necessary competencies. By studying at UT, they can improve their competencies without leaving their duties. The purpose of this study was to analyze the profile of learning process of agricultural extension workers in distance education, particularly in terms of interaction with modules, tutorial activities,the scope of learning materials, independent learning, and learning facilities. Designed as an exploratory research, this study was supported by qualitative approach to obtain information that was not obtained through surveys. Respondents were agricultural extension workers in the regions of Bengkulu, Samarinda, Serang, Pontianak, Jambi, Jakarta, and Bogor. The data collected in this study were primary and secondary data. Primary data were collected using a questionnaire and indepth interviews using interview guidelines. Secondary data were obtained through the collection of documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive statistical analysis, while qualitative information was analyzed qualitatively. The results indicated that the profile of the learning process of agricultural extension workers graduated from distance education is quite good, as seen from the high-intensity interactions between agricultural extension workers with learning materials or modules. Their participation in tutorials were also good, especially in face to face tutorials. Online tutorials were generally not been widely used. The scope of learning materials also need to accommodate in accordance to the needs of their independent learning. However, to improve the quality of service, there are several things in the learning process that needs to be addressed, such as learning facilities and interaction with modules. Para penyuluh belajar di Universitas Terbuka (UT), yang merupakan institusi pendidikan jarak jauh, untuk mendapatkan kompetensi yang dibutuhkan. Dengan belajar di UT, penyuluh dapat meningkatkan kompetensinya tanpa meninggalkan tugas pekerjaannya. Tujuan penelitian adalah menganalisis keragaan proses pembelajaran penyuluh pertanian dalam sistem belajar jarak jauh, khususnya dalam hal interaksi penyuluh dengan modul, partisipasinya dalam kegiatan tutorial, cakupan materi dalam kurikulum, kemandirian belajar, dan pemanfaatan fasilitas belajar. Rancangan penelitian ini adalah exploratory research,  didukung dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh informasi yang tidak diperoleh melalui survei. Sampel penelitian ini adalah penyuluh di wilayah Bengkulu, Samarinda, Serang, Pontianak, Jambi, Jakarta, dan Bogor. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui survei dan wawancara mendalam. Data sekunder diperoleh melalui pengumpulan dokumentasi dengan cara mencatat data yang tersedia di instansi-instansi, dan kajian pustaka yang relevan dengan penelitian. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis statistika deskriptif, sedangkan informasi kualitatif dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan proses pembelajaran penyuluh pertanian lulusan pendidikan jarak jauh UT cukup baik, yang terlihat dari  intensitas interaksi yang tinggi antara penyuluh dengan bahan belajar atau modul. Disamping itu, partisipasi penyuluh dalam kegiatan tutorial juga baik, khususnya pada kegiatan tutorial tatap muka. Tutorial onlineumumnya belum banyak dimanfaatkan penyuluh mengingat ketika mereka belajar dulu layanan tutorial online yang disediakan UT masih terbatas. Kurikulum yang digunakan juga sudah mengakomodasi kebutuhan penyuluh yang mendukung kemandirian belajar mereka. Namun demikian, untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik, ada beberapa hal dalam proses pembelajaran yang perlu dibenahi, yaitu  fasilitas belajar dan interaksi dengan bahan ajar.
EVALUASI PENYELENGGARAAN PRAKTIKUM MANDIRI PROGRAM STUDI AGRIBISNIS UNIVERSITAS TERBUKA Susilo, Adhi; Huda, Nurul; Putra, Anak Agung Sastrawan; Setijorini, Ludivica Endang
Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study program S1 Agriculture Extension and Communication (S1 Agribusiness) in Universitas Terbuka (UT) has been opened since 2004.Starting from 2012.2, Agribusiness Studies Program established practicum guide as a guidance for students that do their practicums indepedently. Thisstudy aims to get students perceptions of self practicum management regardingthe implementation o independent practicum guidanceand analyzethe constraintsthat existin the fieldexperienced bythe students. The survey was conducted on students who took practicum t during 2013.1 to 2014.2 regisration period. A survey was performed by a questionnaire. The questionnaire asks three aspects of practicumimplementation which arepracticum guidance aspect, material aspect and  of practical support services aspect. Students perceptions regardingpractical implementation arepositive, although there are a tendencies of students have difficulties understanding the practical guidelines. They feel the guideline as not systematic and lacking details.. The language used in the guideline regarded by most non-extension students as difficult to understand. Students expect thepractical guide to be more detailed and clear. They said that it would be easier if at any part of the report is written in great detail of what should they fill, there should be an explanation of how the repot will be rated.Although in generalstudents have positive perceptions, there were some studentshad dificulties in accessing practicalguidance, obtainingmaterialsand tools, and havingqualified and competent instructor. Anotherconstraint felt by most ofthe studentsis the marks sometimes received out of schedule. Mulai masa registrasi 2012.2 Program Studi Agribisnis Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Terbuka (FMIPA-UT) menerapkan pelaksanaan praktikum mandiri dan memberlakukan Panduan Pelaksanaan PraktikumMandiri yang dirancang sebagai panduan bagi peserta praktikum untuk melaksanakan praktikum secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan datapersepsi mahasiswa terhadap pedoman dan pelaksanaan praktikum mandiri, serta kendala-kendala di lapangan yang dialami oleh mahasiswa.Survei dilakukan terhadap mahasiswa yang mengambil praktikum pada masa registrasi 2013.1 sampai dengan 2014.2 dengan meminta mereka mengisi kuesioner. Kuesioner menanyakan tiga aspek dari pelaksanaan praktikum yaitu aspek pedoman praktikum, aspek materi praktikum dan aspek layanan penunjang praktikum. Persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan praktikum cukup positif, meskipun ada kecenderungan mahasiswa mengalami kesulitan memahami pedoman praktikum. Mereka merasakan panduan praktikum kurang sistematis dan detail. Bahasa yang digunakan dalam panduan oleh sebagian mahasiswa non penyuluh dianggap sulit dipahami. Mahasiswa mengharapkan panduan praktikum dibuat lebih detail dan jelas. Mereka mengatakan akan lebih mudah jika pada setiap bagian laporan dituliskan secara detail hal-hal yang harus mereka masukkan, jika perlu diberikan kisi-kisi penilaian laporan. Meskipun secara umum persepsi mahasiswa terhadap praktikum positif, namun masih ada sebagian mahasiswa yang mengalami kendala dalam hal mengakses panduan praktikum, memperoleh bahan dan alat praktikum serta tidak mudah mendapatkan instruktur yang kompeten. Kendala lain yang dirasakan sebagian besar mahasiswa adalah nilai praktikum yang tidak diterima sesuai jadwal.
KOMPETENSI PENYULUH DALAM MENGAKSES INFORMASI PERTANIAN (KASUS ALUMNI UT DI WILAYAH SERANG) Huda, Nurul; Setijorini, Ludivica Endang
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 11 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study were to describe the competence of the agriculture extension workers in terms of their access on agricultural information. By using an explanatory research design and a census method, all population of agricultural extention workers in Serang Regency, West Java were used as respondent. Data were collected by questionnaire and analyzed with descriptive and regression analysis. The results of this study indicated that generally no relation was found between factors on individual characteristics, learning activities at UT, other learning source, environment factors, and their competence on information access. It was found that their competence level was categorized as moderate. The same level was also on their competence aspects, those were cognitive, affective, and psychomotor. Related to their perfomance in innovation implementation, the findings indicated that the level was moderate. In conclusion, the competence of agriculture extension workers which was categorized as moderate need to to be improved in order to give a better service to farmer.  
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MI KERING DARI TEPUNG KOMPOSIT TERIGU, KELADI, DAN UBI JALAR Elisabeth, Dian Adi Anggraeni; Setijorini, Ludivica Endang
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to investigate theshelf-life of wheat, taro, and sweet potato composite flours-based dried noodles produced by a women-farming group called“Mekar Sari” in thePelaga village, Badung District, Bali. The research was conducted fromMay until November 2014. The research onthe shelf-life wasbased on the water content changing patternsby usinga completely randomized design with four treatments of thickness of PE plastic, i.e. (a) P1=0,30 mm; (b) P2=0,32 mm; and (c) P3=0,35 mm; and (d) P4=0,40 mm. The identification of shelf-life adoptedthe acceleration method (ASLT = Accelerated Shelf Life Testing)together with the Arrhenius approach. The products were stored in various storage temperatures, i.e.,20oC, 30oC (room temperature) as a control, and40oC. The results showed that PE plastic 0,35 mm was suitable for dried noodle packaging. In room temperature, shelf-life of the dried noodle was about 46 weeks.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan mi kering dari tepung komposit terigu, keladi, dan ubijalar. Produk mi kering dihasilkan oleh kelompok wanita tani (KWT) Mekar Sari di Desa Pelaga, Kabupaten Badung, Bali. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai November 2014. Penentuan umur simpan produk mi kering berdasarkan pola perubahan kadar air menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 (empat) perlakuan ketebalan plastik polietilen (PE), yaitu: (a) P1=0,30 mm; (b) P2=0,32 mm; dan (c) P3=0,35 mm; dan (d) P4=0,40 mm. Penentuan umur simpan menggunakan metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) dengan pendekatan Arrhenius. Produk mi kering disimpan pada berbagai suhu penyimpanan, yaitu 20oC, 30oC (suhu ruang) sebagai kontrol, dan 40oC. Hasil menunjukkan bahwa pengemasan dalam plastik PE 0,35 mm lebih sesuai untuk penyimpanan mi kering. Pada suhu ruang, umur simpan mi kering dapat mencapai sekitar 46 minggu.  
KERAGAAN MUTU BIJI KAKAO KERING DAN PRODUK SETENGAH JADI COKELAT PADA BERBAGAI TINGKATAN FERMENTASI Elisabeth, Dian Adi A.; Setijorini, Ludivica Endang
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 10 No 1 (2009)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Basic of cocoa bean preparation process is fermentation. Fermentation is done especially to improve and build specific chocolate flavour of cocoa bean and its products, i. e. cocoa liquor, butter, and powder; and also to decrease the disliked flavors, like bitter and acid. Research of cocoa bean fermentation was hold on in Subak Abian Pucaksari, Tabanan. This research involved 20 cooperative farmers with 0,5 hectare farm area per each farmer. The treatment used was time of cocoa bean fermentation, i.e. without fermentation, not fully fermentation (4 days), and fully fermentation (5 days). Variables observed were dried cocoa beans physic and chemical quality, and also cocoa products chemical and organoleptic quality. Organoleptic test done to cocoa liquor and powder was descriptive and ranking test used 15 semi-trained panelists. The result showed that the fermentation process had significant influence to dried cocoa beans chemical quality and its products. Fermentation had no significant influence to dried cocoa beans physic quality. For organoleptic quality attributes, all panelists gave the highest rank for cocoa liquor and powder prepared from fully fermented cocoa bean.
KEMAMPUAN PENYERAPAN TIMBAL (PB) PADA BEBERAPA KULTIVAR TANAMAN PURING (CODIAEUM VARIEGATUM) Sulistiana, Susi; Setijorini, Ludivica Endang
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the content of heavy metal lead (Pb) accumulated in shoots, leaves, and stems croton plant, as well as the effectiveness of 18 cultivars of the croton plant in accumulating Pb in the air of Housing Batan Indah, Serpong, South Tangerang. Sampling is purposive sampling point at 2 locations/stations on the street/block F, G, H, I, J, K, L, M, and N (9 street/block). Each block consists of the first point, namely the location of the dense traffic (approximately 50 m from the highway) and the second point, namely the quiet location of traffic (approximately 250 m from the highway). There are 18 samples, each of which consists of shoots, leaves, and stems of plants croton. Pb concentrate is analyzed by X-Ray Fluorescence X-MET 510 methods. The results showed that croton plant Pb uptake in dense traffic locations higher (shoots: 18.78 µg/g; leaf: 26.89 µg/g, and rods: 102.15 µg/g) compared with the quiet location of traffic (shoots: 13.93 µg/g; leaves: 21.07 µg/g, and rods: 68.43 µg/g). Number of croton cultivars found is 13 cultivars. The best of Pb absorber is stems (220.67 µg/g), from Pictum Spot cultivar that have small leaves. The best Pb absorber to shoots (26 µg/g) and leaves (44.33 µg/g) is from Malang apple cultivar. Both cultivars are located in dense traffic location Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) yang terakumulasi pada pucuk, daun, dan batang tanaman puring, dan kemampuan 18 kultivar tanaman jalan puring dalam mengakumulasi Pb dari udara di lingkungan Perumahan Batan Indah, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Pengambilan sampel bersifat purposive sampling pada 2 titik lokasi pada jalan F, G, H, I, J, K, L, M, dan N (9 jalan). Masing-masing terdiri atas titik pertama, yaitu lokasi yang padat lalu lintas (sekitar 50 m dari jalan raya) dan titik ke-dua, yaitu lokasi yang relatif sepi lalu lintas (sekitar 250 m dari jalan raya). Sehingga terdapat 18 sampel yang masing-masing terdiri atas pucuk, daun, dan batang tanaman puring. Penetapan kadar Pb dilakukan dengan menggunakan metode spektrometri pendar Sinar-X, dan dilanjutkan penentuan kandungan Pb dengan teknik kurva kalibrasi. Hasil penelitian menunjukkan penyerapan Pb tanaman puring pada lokasi padat lalu lintas lebih tinggi (pucuk: 18.78 µg/gr; daun: 26.89 µg/gr; dan batang: 102.15 µg/gr) dibandingkan dengan lokasi yang sepi lalu lintas (pucuk: 13.93 µg/gr; daun: 21.07 µg/gr; dan batang: 68.43 µg/gr). Jumlah kultivar puring yang ditemukan berdasarkan identifikasi adalah13 kultivar. Bagian tanaman penyerap Pb paling baik adalah batang (220.67µg/gr), yaitu dari kultivar Pictum Spot yang berada di lokasi yang padat lalu lintas. Penyerap Pb yang terbaik pada pucuk (26 µg/gr) dan daun (44.33µg/gr) adalah dari kultivar Apel Malang.
AKUMULASI TIMBAL (PB) DAN STRUKTUR STOMATA DAUN PURING (CODIAEUM VARIEGATUM) Sulistiana, Susi; Setijorini, Ludivica Endang
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman mempunyai kemampuan efektif untuk mengatasi atau mengeliminir pencemaran udara yang terjadi di kota, salah satunya adalah tanaman puring. Stomata adalah bagian tumbuhan sebagai salah satu jalur yang digunakan tumbuhan untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Fungsi utama stomata adalah sebagai tempat pertukaran gas, seperti CO2 yang diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Namun, stomata juga bertindak sebagai salah satu jalur masuknya polutan terutama polutan yang berasal dari udara. Penelitian oleh Sulistiana dan Setijorini (2014), menemukan bahwa dari 18 sampel tanaman puring diperoleh 13 kultivar memiliki morfologi tipe dan bentuk daun yang berbeda, dengan kandungan serapan timbal yang berbeda-beda pula. Penelitian selanjutnya dilakukan pengamatan anatomi daun terutama struktur stomata daun tanaman puring. Tujuan penelitian adalah  untuk menjelaskan struktur stomata daun tanaman puring, membandingkan struktur stomata  antar kultivar puring, dan membuktikan adanya hubungan antara akumulasi timbal (Pb) dengan struktur stomata daun beberapa kultivar puring. Bahan penelitian adalah daun segar dari 13 kultivar tanaman puring yang ditanam di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Kademangan, Tangerang Selatan. Pengamatan struktur stomata daun dilakukan dengan cara pembuatan preparat paradermal. Parameter yang diamati dalam penelitian meliputi jumlah stomata, jumlah sel epidermis, panjang stomata, lebar stomata, indeks stomata, dan kerapatan stomata. Hasil yang diperoleh menunjukkan korelasi positif antara kadar Pb dengan struktur stomata daun kultivar puring dengan paramater yang diamati terutama pada jumlah, lebar, dan indeks stomata, serta kerapatannya. Kata-kata Kunci: kultivar puring, timbal (Pb), daun, stomata  AbstractPlants have the ability effectively to address or eliminate air pollution that occurred in the city, one of them is a croton plant. Stomata are part of the plant as one of the lines used herbs to interact with their environment. The main function of stomata is as a place of exchange of gases, such as CO2 which is required by plants in photosynthesis. However, stomata also acts as a one-lane entry of pollutants, especially pollutants from the air. Research by Sulistiana and Setijorini (2014), found that of 18 samples croton plant gained 13 cultivars have morphological types and forms of different leaves, with a content of absorption of lead are different too. Subsequent research conducted anatomical observations of leaves, especially the structure of the stomata of leaves of croton plant. The purpose of research is to explain the structure of the stomata of leaves of croton plant, comparing the structure of stomata between cultivars croton, and prove a link between the accumulation of lead (Pb) with the structure of the stomata of leaves of some cultivars croton. The research material is fresh leaves of 13 cultivars croton plant grown in Housing Batan Indah, District Kademangan, South Tangerang. Observation of the structure of the stomata of the leaves is done by making preparations paradermal. The parameters were observed in the study include the number of stomata, the number of cells of the epidermis, the length of the stomata, the width of stomata, the index stomata, and the density of stomata. The results showed a positive correlation between Pb with the structure of the stomata of the leaves of cultivars croton with parameters were observed mainly on the number, width, and the index of stomata, and density. Keywords: cultivar croton, lead (Pb), leaves, stomata
KERAGAAN PROSES PEMBELAJARAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH Huda, Nurul; Setijorini, Ludivica Endang; Eka Yani, Diarsi; Farida, Idha
Jurnal Matematika, Sains, Dan Teknologi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jmst.v18i1.180.2017

Abstract

Agricultural extension workers who study at Universitas Terbuka (UT), which is a distance education institution,were to obtain the necessary competencies. By studying at UT, they can improve their competencies without leaving their duties. The purpose of this study was to analyze the profile of learning process of agricultural extension workers in distance education, particularly in terms of interaction with modules, tutorial activities,the scope of learning materials, independent learning, and learning facilities. Designed as an exploratory research, this study was supported by qualitative approach to obtain information that was not obtained through surveys. Respondents were agricultural extension workers in the regions of Bengkulu, Samarinda, Serang, Pontianak, Jambi, Jakarta, and Bogor. The data collected in this study were primary and secondary data. Primary data were collected using a questionnaire and indepth interviews using interview guidelines. Secondary data were obtained through the collection of documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive statistical analysis, while qualitative information was analyzed qualitatively. The results indicated that the profile of the learning process of agricultural extension workers graduated from distance education is quite good, as seen from the high-intensity interactions between agricultural extension workers with learning materials or modules. Their participation in tutorials were also good, especially in face to face tutorials. Online tutorials were generally not been widely used. The scope of learning materials also need to accommodate in accordance to the needs of their independent learning. However, to improve the quality of service, there are several things in the learning process that needs to be addressed, such as learning facilities and interaction with modules.   Para penyuluh belajar di Universitas Terbuka (UT), yang merupakan institusi pendidikan jarak jauh, untuk mendapatkan kompetensi yang dibutuhkan. Dengan belajar di UT, penyuluh dapat meningkatkan kompetensinya tanpa meninggalkan tugas pekerjaannya. Tujuan penelitian adalah menganalisis keragaan proses pembelajaran penyuluh pertanian dalam sistem belajar jarak jauh, khususnya dalam hal interaksi penyuluh dengan modul, partisipasinya dalam kegiatan tutorial, cakupan materi dalam kurikulum, kemandirian belajar, dan pemanfaatan fasilitas belajar. Rancangan penelitian ini adalah exploratory research,  didukung dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh informasi yang tidak diperoleh melalui survei. Sampel penelitian ini adalah penyuluh di wilayah Bengkulu, Samarinda, Serang, Pontianak, Jambi, Jakarta, dan Bogor. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui survei dan wawancara mendalam. Data sekunder diperoleh melalui pengumpulan dokumentasi dengan cara mencatat data yang tersedia di instansi-instansi, dan kajian pustaka yang relevan dengan penelitian. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis statistika deskriptif, sedangkan informasi kualitatif dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan proses pembelajaran penyuluh pertanian lulusan pendidikan jarak jauh UT cukup baik, yang terlihat dari  intensitas interaksi yang tinggi antara penyuluh dengan bahan belajar atau modul. Disamping itu, partisipasi penyuluh dalam kegiatan tutorial juga baik, khususnya pada kegiatan tutorial tatap muka. Tutorial onlineumumnya belum banyak dimanfaatkan penyuluh mengingat ketika mereka belajar dulu layanan tutorial online yang disediakan UT masih terbatas. Kurikulum yang digunakan juga sudah mengakomodasi kebutuhan penyuluh yang mendukung kemandirian belajar mereka. Namun demikian, untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik, ada beberapa hal dalam proses pembelajaran yang perlu dibenahi, yaitu  fasilitas belajar dan interaksi dengan bahan ajar.