Articles

RESPON FISIOLOGIS IKAN PATIN SIAM (Pangiasanodon hypothalmus) PADA BERBAGAI TINGKAT KALSIUM MEDIA

126-4265
Publisher : Jurnal Terubuk

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Calcium is one of macromineral that needed by fish for physiological processes such as osmoregulation, enzyme regulation, ossification and cell permeability. This study aimed to determine the optimum concentration of calcium carbonate (CaCO3) at 3 ppt salinity of media and evaluated the effects of adding calcium to physiological conditions. The study was conducted in two stages; the first stage was determined the optimum concentration of calcium, the second stage was evaluated the effect of calcium on the physiological condition of fish. Randomized completely design with four treatments and three replication; 3 ppt + 0 mg/L CaCO3, 3 ppt + 50 mg/L CaCO3, 3 ppt + 100 mg/ L CaCO3, 3 ppt + 150 mg/L CaCO3, were used in this study. The results showed that the salinity of media with the addition of calcium can reduce levels of osmotic performance, oxygen consumption, and blood glucose levels. Treatment 3 ppt + 100 mg/L showed the best physiological condition among other treatments.

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Dalam Pembelajaran Qur’an Hadits Di MTs PESRI Kendari

Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.472 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis dan mengungkapkan persepsi peserta didik kelas VIII di MTs PESRI Kota Kendari terhadap pembelajaran Qur’an-Hadis dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT. 2) Mendeskripsikan dan menganalisis hasil belajar Qur’an-Hadis peserta didik kelas VIII di MTs Ummussabri Kendari yang mendapatkan  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dan Model pembelajaran konvensional. 3) Menganalisis dan merumuskan aktivitas peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain postes control grup desain. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII MTs PESRI Kendari tahun pelajaran 2013/2014 dan sampel kelas VIII2 dan VIII4. Teknik Pengumpulan data dengan cara tes dan non tes sedangkan analisis data menggunakan analisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi  peserta didik kelas VIII di MTs Ummumssabri  Kota Kendari terhadap pembelajaran Qur’an-Hadis dengan model Kooperatif Tipe NHT adalah positif; 2) Hasil belajar Qur’an-Hadis peserta didik kelas VIII di  MTs Ummussabri Kota Kendari yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik daripada hasil belajar Qur’an-Hadis peserta didik  pada kelas kontrol yang memperoleh  metode pembelajaran konvensional;3) Aktivitas peserta didik selama pembelajaran Qur’an-Hadis yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berkategori baik. Kata Kunci:   Model Kooperatif, NHT, Hasil Belajar, Qur'an-Hadis

PENGKAYAAN Artemia sp DALAM LARVIKULTUR IKAN KOMET (Carassius auratus)

126-4265
Publisher : Jurnal Terubuk

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of Artemiasp enrichment with vitamin and selco emulsionson the growth and survivalrate of goldfishlarval(Carassiusauratus). This research conducted experiments with a Completely Randomized Design (CRD).Hatched Artemianauplii that had been enriched with vitamin and selco emulsions for 2 hours of treatment A (enrichment artemianauplii with vitamins dose of 0,25 ml/L), treatment B (enrichment artemianauplii with selco emulsions dose of 0,25 ml/L), treatment C (enrichment artemianauplii with vitamins and selco emulsions each dose of 0,125 ml/L) and treatment D (without enrichment as control). The results showed that Artemia enrichment with vitamin and selco emulsionsgave significant result (P < 0.05) on the growth and survival of larvae goldfish. Where the best results obtained at the treatment B with survival (36,6 %), absolute growth in length (6,49 mm) and daily specific grothw rate (13,53 %). So it can be concluded that the best treatment for the growth and survival is on Artemia enrichment with selco emulsions dose of 0.25 ml/L.

HUBUNGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DENGAN RIWAYAT IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu yang mempengaruhi pertumbuhan janinya itu gizi ibu hamil karena selama kehamilan ibu harus memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin yang sangat pesat, dan agar keluaran kehamilannya berhasil baik dan sempurna. Namun sampai saat ini masih banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi khusus nya gizi kurang seperti Kurang Energi Kronis (KEK). Jumlah ibu hamil yang mengalami KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan pada tahun 2014 adalah sejumlah 67 ibu hamil yang melahirkan BBLR sebanyak 8 bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian bayi berat lahir rendah dengan riwayat ibu hamil kekurangan energy kronis di wilayah kerja Puskesmas PantoloanTahun 2014. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional dengan populasi yaitu 252 bayi yang lahir tahun 2014 di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Total Sampling. Kriteria sampel diambil yaitu jika memiliki data berat lahir dan LILA ibu pada saat hamil, jika data tidak lengkap maka tidak dijadikan sampel. Sampel yang memenuhi syarat sejumlah 52 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami KEK 32 orang (61,5%), dan BBLR sebanyak 8 bayi (15,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian BBLR dengan riwayat ibu hamil KEK (p = 0,0017) Kesimpulan, bahwa semakin baik status gizi ibu hamil selama masa kehamilan maka akan semakin baik pula berat bayi lahir. Disarankan bagi Puskesmas Pantoloan agar meningkatkan program penyuluhan kesehatan tentang gizi, dan melakukan pengukuran LILA secara teratur pada ibu hamil. Kata kunci : BBLR, KEK, Ibu Hamil

Intasc Standard Cores: Raising Students’ English Modality Competence

Lingua Cultura Vol 10, No 2 (2016): Lingua Cultura Vol. 10 No. 2
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.738 KB)

Abstract

This research aimed at raising the students’ modality competence with the implementation of a teaching model which was called as Interstate New Teachers Assessment and Support Consortium (INTASC) model that covering ten standards. It was expected that this research could give numerous contribution in teaching English, particularly in teaching English Modality where the problem found was that the students got difficulty in using modal verbs regarding both tense and aspect in which consequently would affect the communicative competence of the students. In the form of Research and Development, this research was carried by means of implementing validated instrument and 10 modules in the small and large scale assessments that involving 50 students in the small scale assessment and 80 students in the large-scale assessment. Standard 1-2 dealt with the students’ need and diversity of learning while standard 3-7 dealt with various instructions teaching the content knowledge regarding the use of English modality. Furthermore, standard 8-10 dealt with summative assessment, reflection, and professional development. Eventually, it is found that the level of learning of the students raise supported by the data that 94% of the level of learning can be achieved by the students while it was only 6% of the modality expressions cannot be used properly. It can be noted that this teaching model can assist the students in achieving the modality competence by having a very well-sequenced procedures of teaching in which this teaching model starts from considering the prior knowledge, the need, and the students’ diversity before creating further instructions regarding the content knowledge where the modality competence is the main goal to achieve.

Pengaruh pemberian pupuk kascing (bekas cacing) yang difermentasi dengan dosis yang berbeda dalam kultur Spirulina sp

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 1 (April, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.371 KB)

Abstract

Spirulina sp adalah salah satu pakan alami yang umum digunakan dalam kegiatan pemeliharaan larva ikan dan udang. Penambahan pupuk kascing sebagai sumber nutrien diduga dapat digunakan untuk meningkatkan kelimpahan sel Spirulina sp. Adapun manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi untuk masyarakat dan instansi terkait dalam membudidayakan pakan alami Spirulina sp. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 25 Februari-16 Maret 2017 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujong Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Metode penelitian yang digunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun dalam penelitian ini adalah perlakuan A (media kultur kascing 0,7 gr/l), perlakuan  B (media kultur kascing 0,8gr/l), perlakuan C (media kultur kascing 0,9gr/l), perlakuan D (kontrol  menggunakan pupuk UREA, ZA, TSP, Fecl, EDTA dan vitamin B12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kascing untuk meningkatkan kelimpahan sel Spirulina sp memberikan pengaruh sangat berbeda nyata dengan F Hitung (35,75) > F Tabel0.01(7.59) terhadap kelimpahan rata-rata sel Spirulina sp akan tetapi tidak memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap puncak populasi Spirulina sp dengan F hitung (2.59) < F Tabel0.05 (4.07) terhadap puncak populasi Spirulina sp.Spirulina sp is one of the most common natural food used in the culture activities of fish and shrimp larvae. The addition of vermicompost as a nutrient source was thought to be used to increase the abundance of Spirulina sp cells.The benefits of this research was expected to be a source of information for the public and related agencies in cultivating natural food Spirulina sp.This research was conducted on February 25 - March 16, 2017 at Hatchery Cultivation Brackish Water Center of Ujong Batee,Mesjid Raya, Aceh Besar, Aceh.The research method used was experimental method with non factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications.In this research, treatment A (culture media vermicompost 0,7 gr/L), treatment B (culture media vermicompost 0,8 gr/L), treatment C (culture media vermicompost 0,9 gr/L), treatment D (control by using fertilizer UREA, ZA, TSP, Fecl, EDTA and vitamin B12).The results showed that the use of vermicompost to increase the abundance of Spirulina sp cells gave significant different effect with F Count (35,75)> F Table 0.01 (7.59) to the average abundance of spirulina sp cells but did not give significant different effect to the peak Spirulina sp population with F Count (2.59)

Pengaruh penggunaan probiotik pada media pemeliharaan terhadap benih maskoki (Carassius auratus) pada umur yang berbeda

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica Vol. 3: No. 2 (October, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.415 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Perairan Program Studi Budidaya perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, dimulai dari tanggal 27 April - 26 Mei 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dosis probiotik yang tepat pada pemeliharaan untuk dapat menjaga kualitas air dan mengetahui umur benih yang tepat untuk dapat memanfaatkan probiotik dengan baik sehingga meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih maskoki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Perlakuan yang digunakan yaitu enam perlakuan dan tiga ulangan dengan pemberian probiotik 1,5 mg/L-2,0 mg/L untuk benih maskoki berumur satu dan dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan probiotik pada media pemeliharaan berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan berat dan kualitas air tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang, kelangsungan hidup, dan konversi pakan benih maskoki (Carassius auratus) pada umur yang berbeda. Hasil pengamatan menunjukkan bawah parameter kualitas air yang diukur selama penelitian menunjukkan kisaran yang sesuai atau masih dapat ditolerir untuk pemeliharaan benih ikan maskoki yaitu dengan kisaran suhu 27,1-27,7 ⁰C, DO 6,0-9,0 mg/L, pH 7,2-7,5, amonia 0,03-0,12 mg/L, nitrit 0,012-0,090 mg/L, dan nitrat 0,023-3,52 mg/L. Perlakuan A2B2 dengan dosis 1,5 ml/L pada benih berumur dua bulan merupakan dosis terbaik yang menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi sebesar 73,33 %, namun laju pertumbuhan panjang, berat, dan nilai konversi tertinggi terdapat pada perlakuan A3B2 dengan dosis 2,0 ml/L pada benih berumur dua bulan yaitu sebesar 0,39 cm, 0,52 gr, dan 0,48 gr.The research was conducted at the Laboratory of Agriculture Hatchery and Technology Aquaculture Departement Faculty of Agriculture, Malikussaleh University, started on April 27th to Mey 26th 2015. The purpose of this study is know the dosage probiotics proper in maintenance for can keep of water quality and know age larvae proper to can use probiotics well raising growth and survival seed goldfish. The research used experimental method with factorials by using complete randommized design (CRD) with two factors. Those who used the six treatment and three remedial by the provision of probiotics 1.5 mg / l-2,0 mg / l for seed maskoki mature in one and two months. The research results show that the use of probiotics in a media maintenance influential very real on the growth of heavy and water quality but has not been affecting the growth long , survival , and conversion of the feed goldfish larvae at the age of different .Our observations showed under parameter a quality of water that measured for research shows a range appropriate or can still be tolerated for the maintenance of  goldfish larvae namely by the temperature range 27,1-27,7 ⁰C, DO 6,0-9,0 mg/L, pH 7,2-7,5, ammonia 0,03-0,12 mg/L, nitrites 0,012-0,090 mg/L, and nitrate 0,023-3,52 mg/L. Treatment with doses A2B2 1.5 mg/L on larvae was two months is doses best that produces survival highest of 73,33 %, but growth rate long, heavy, and the conversion is highest in treatment A3B2 with doses 2,0 ml / l on larvae was two months is as much as 0.39 cm, 0,52 gr, and 0,48 gr.

Pengaruh salinitas yang berbeda terhadap tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup tiram (Crassostrea sp)

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 2 (October, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.847 KB)

Abstract

Tiram (Crassostrea sp) merupakan salah satu bivalvial potensial yang dapat dikembangkan dalam rangka meningkatkan pendapatan ekonomi. Kualitas air (salinitas) yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tiram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas yang berbeda (30 ppt, 25 ppt, 20 ppt, 15 ppt) terhadap tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup tiram (Crassostrea sp). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Reulet Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dari bulan April sampai Juni 2015. Adapun perlakuannya yaitu benih tiram dipelihara pada salinitas 30 ppt, 25 ppt, 20 ppt, dan 15 ppt. adapun rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan dan 4 perlakuan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) jika terdapat perbedaan. Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, pertambahan panjang, lebar, pertambahan bobot dan kualitas air. Pertambahan bobot, lebar, dan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 1,104 gram, 0,144 mm, 0,252 mm dan pertambahan bobot, lebar, dan panjang terendah terdapat pada perlakuan D yaitu 0,358 gram, 0,039 mm dan 0,063 mm. Rata-rata kelangsungan hidup yaitu 97% pada perlakuan A, 93% pada perlakuan B dan 90% pada perlakuan C dan D. parameter kualitas air berada pada kisaran yang baik untuk pertumbuhan tiram dalam kisaran suhu 27,3 – 30,1 oC, pH 7,2 – 7,8 , dan DO 4,6 – 6,0 ppm.Oyster (Crassostrea sp) is one bivalvial potential that can be developed in order to improve the economic income. Water quality (salinity) which either will affect the growth and survival of oysters. This study aims to determine the effect of different salinity (30 ppt, 25 ppt, 20 ppt, 15 ppt) the growth rate and survival of oysters (Crassostrea sp). This research was conducted at Hatchery and Technology Laboratory, Aquaculture Department, Agriculture Faculty Malikussaleh University, which was held on April to June 2015. The treatment of seed oysters are reared at a salinity of 30 ppt, 25 ppt, 20 ppt and 15 ppt. As for the design used in this study is completely randomized design (CRD) with three replications and 4 treatments and continued by Least Significant Difference (LSD) if there is a difference. Parameters measured were survival, the length, width, weight gain and water quality. Added weight, width, and length highest in treatment A is the average value of 1,104 gram, 0,144 mm, 0,252 mm, and weight gain, width, and length was lowest for the treatment D, namely 0.358 g, 0.039 mm and 0,063 mm. The average survival is 97% at treatment A, 93% in treatment B and 90% in treatment C and D. The water quality parameters in the range which is good for the growth of oysters in the temperature range from 27,3 – 30,1 °C, pH 7,2 to 7,8, and DO 4,6 to 6,0 ppm.

Pengaruh tepung buah mengkudu pada dosis yang berbeda untuk pengendalian bakteri Vibrio harveyi pada post larva udang windu (Penaeus monodon)

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.064 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan efektifitas dari tepung buah mengkudu untuk mencegah infeksi bakteri Vibrio harveyi pada posting udang windu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap  (RAL) non faktorial dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu : A (Perendaman dengan tepung buah mengkudu 40 gram/liter), B (Perendaman dengan tepung buah mengkudu 50 gram/liter), C (Perendaman dengan tepung buah mengkudu 60 gram/liter), D (kontrol). Selanjutnya pl 10 yang telah diaklimatisasikan diambil dari wadah pemeliharaan masing-masing perlakuan sebanyak 10 ekor, kemudian direndam dalam wadah  tepung buah mengkudu dengan dosis berbeda selama 15 menit, dengan ulangan masing-masing sebanyak 3 kali ulangan. Setelah perendaman dalam tepung buah mengkudu, udang tersebut dikembalikan ke wadah pemeliharaan dan dipelihara selama 7 hari. Selanjutnya pada hari ke 8 diinfeksikan bakteri  Vibrio harveyi  dengan konsentrasi 107 CFU/ml, melalui perendaman selama 15 menit yang dilakukan dalam wadah dengan volume air 1 liter. Berdasarkan uji statistik (analisis dengan uji F, menunjukan hasil bahwa imun post larva dengan dosis tepung buah mengkudu 40 gram, 50 gram, dan 60 gram dalam 1 liter air dan tanpa tepung buah buah mengkudu, menunjukkan hasil sangat berbedanyata dengan nilai 282,67> F tabel 4,02. Berdasarkan uji BNT  setiap perlakuan  diperoleh hasil untuk terbaik pada perlakuan C (Perendaman dengan tepung buah mengkudu 60 gram/liter) dengan nilai SR 93,3%.The purpose of this study was to find the effects of noni fruit flour to prevent bacterial infection of Vibrio harveyi on shrimp post larva. The rescarsh design used in this research was completely randomized design (CRD) non factorial with four treatments and three replications, namely: A (Soaking by the noni fruit flour 40 grams / liter), B (Soaking by the noni fruit flour 50 grams / liter), C (Soaking by the noni fruit flour 60 grams / liter), D (control). Post larva were immersed in none fruit with different doses for 15 minutes. Than on 8th the post larva were treated by immersing them in 107 cfu/ml of Vibrio harveyi for 15 menutes. After soaking post larva were returned to each container and main tained maintenance with a density of 10 post larva/container and observed for 15 days. Based on the statistica (analysis by F test, the result that immerion of post larva at a dose of noni fruit flour 40 grams, 50 grams, and 60 grams into a 1 liter of water and without the noni fruit flour showed highly significant the post larva with the value 282,67 > F tabel of 4.02 (Appendix 1). Based on futher (LDS) each treatment was di fferent and the bast survivalrate was gained at treatment C (immersion of shrinp in 60 grams/liter of noni) with the value 93,3%.

KERAGAAN DAN ANALISIS USAHA TANI SAWI DI KABUPATEN JAYAPURA PAPUA

Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.014 KB)

Abstract

Penelitian bertujun untuk melihat keragaan, kelayakan, dan pendapatan usaha tani sawi yang diusahakan di Kabupaten Jayapura. Penelitian dilaksanakan di Kampung Yobeh, Distrik Sentani,  Kabupaten Jayapura, November hingga Desember 2013, menggunakan data musim tanam Oktober 2013, dalam bentuk survei melibatkan 30 petani sawi sebagai responden.  Penentuan petani responden menggunakan metode acak sederhana dengan cara mendapatkan petani penanam sawi secara terus menerus.  Hasil: rata-rata luas garapan petani sawi 0,099 ha, pengeluaran biaya benih Rp 37.400, penggunaan pupuk Urea 9,20 kg, NPK 2,80 kg, pupuk kandang 526 kg, dan biaya obat-obatan Rp 26.366, curahan tenaga kerja laki-laki 2,66 HOK dan wanita 2,03 HOK serta pengeluaran lainnya (nilai susut dan pajak lahan).  Tingkat produktivitas sawi 538,6 kg/0,99 ha/musim tanam. Total penerimaan usaha tani sawi dengan luas garapan 0,099 ha/musim tanam Rp 1.615.800, total pengeluaran Rp 562.182.  Keuntungan petani Rp 1.053.618 dengan nilai R/C ratio 2,87. Dari analisis diketahui, usaha tani sawi di kampung Yobeh, Sentani, Jayapura menguntungkan, untuk itu disarankan pengembangan lebih lanjut. Perlu bimbingan dari Penyuluh Lapangan agar produksi yang dihasilkan meningkat.