Pairin Pairin, Pairin
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Shautut Tarbiyah

Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Peserta Didik di Pesantren Ummusshabri Kota Kendari Pairin, Pairin
Shautut Tarbiyah Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/str.v25i1.1350

Abstract

Ajaran Islam merupakan pedoman perilaku dari para pemeluknya, lebih luas lagi bagi alam semesta. Karenanya sosialisasi ajaran Islam pada masyarakat mesti dilakukan secara terorganisasi melalui lembaga pendidikan, terutama lembaga pendidikan Islam seperti pesantren. Perkembangan kekinian yang menunjukkan kemunduran etik masyarakat adalah penanda pentingnya penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam sejak dini. Upaya ini akan memberi sumbangan besar atas persoalan kebangsaan dalam konteks yang lebih luas. Pesantren Ummusshabri sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Sulawesi Tenggara telah menunjukkan peran besar dalam pendidikan dan kehidupan keberagamaan di Sulawesi Tenggara, sehingga penting dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada peserta didik di Pondok Pesantren Ummusshabri Kendari. Dua hal yang didalami yakni: nilai-nilai pendidikan agama Islam pada peserta didik, dan proses penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada peserta didik. Untuk menjawab masalah penelitian, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deksriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan studi dokumen. Data yang terkumpul dianalis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan agama Islam pada peserta didik Pondok Pesantren Ummusshabri Kendari mencakup: kedisiplinan, kesopanan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Ikhtiar yang dilakukan dalam rangka menjaga nilai-nilai pendidikan agama Islam peserta didik meliputi: pengawasan dan pemberian sanksi educatif, pembiasaan, menciptakan lingkungan santun, permberdayaan OSIS, serta membudayakan kerja sama dan tolong menolong.Kata Kunci: Nilai, Pendidikan Islam, PesantrenIslamic teachings are the behavioral guidelines of their adherents, more broadly for the universe. Therefore the socialization of Islamic teachings in society must be carried out in an organized manner through educational institutions, especially Islamic education institutions such as Islamic boarding schools. Current developments that show the decline of ethics in society are a sign of the importance of planting the values of Islamic religious education from an early age. This effort will make a major contribution to the issue of nationalism in a broader context. The Ummusshabri Islamic Boarding School as one of the oldest Islamic educational institutions in Southeast Sulawesi has shown a large role in education and religious life in Southeast Sulawesi, so it is important to study it. This study aims to understand the planting of the values of Islamic religious education for students at the Ummusshabri Islamic Boarding School in Kendari. Two things were explored, namely: the values of Islamic religious education for students, and the process of planting the values of Islamic religious education for students. To answer the research problem, a qualitative approach is used with a descriptive method. Data is collected through interviews, observations, and document studies. The data collected is analyzed by stages of data reduction, data presentation, and verification. The results showed that the values of Islamic religious education in students of Kendari's Ummusshabri Islamic Boarding School included: discipline, politeness, responsibility, and social care. The efforts taken to safeguard the values of the Islamic religious education of students include: supervision and giving educative sanctions, habituation, creating a polite environment, empowering the student council, and cultivating cooperation and help. Keywords: Value, Islamic Education, Pesantren
SEJARAH PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM Pairin, Pairin
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.489 KB)

Abstract

Pendidikan tinggi Islam di Indonesia telah berlangsung sejak dibukanya Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta pads bulan Juli 1945 menjelang Indonesia merdeka. Sejak saat itu dinamika dan perkembangan Pendidikan Tinggi Islam dimulai. Setelah terbentuknya STI berubah menjadi UII (Universitas Islam Indonesia). Perkembangan berikutnya fakultas agama UII dinegerikan menjadi PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri), kemudian fase berikutnya muncullah IAIN dan STAIN, selain itu muncul pula pendidikan tinggi Islam swasta, baik berbentuk universitas, institut, maupun sekolah tinggi. Paradigma bare perguruan tinggi itu pada dasarnya bertumpu kepada tiga tungku utama, yakni Pertama, kemandirian lebih besar (greater autonomy) dalam pengelolaan atau otonomi. Kedua, akuntabilitas atau tanggung urai (greater accountability), bukan hanya dalam hal pemanfaatan sumber-sumber keuangan secara lebih bertanggungjawab, tetapi juga dalam pengembangan keilmuan, kandungan pendidikan dan program-program yang diselenggarakan. Ketiga, jaminan lebih besar terhadap kualitas (greater quality assurance) melalui evaluasi internal (internal evaluation) yang dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan; dan evaluasi eksternal (external evaluation) oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN).Kata Kunci : Sejarah pendidikan, akuntabilitas PTAI
STRUKTUR SOSIAL DI SEKOLAH Pairin, Pairin
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.881 KB)

Abstract

Struktur sosial memungkinkan sekolah menjalankan fungsinya sebagai lembaga edukatif dengan baik. Masing-masing mempunyai kedudukan dan menjalankan peranan seperti yang diharapkan menurut kedudukan itu. Dengan demikian dapat dicegah berbagai konflik dan dapat dijiwai kelancaran segala usaha pendidikan. Sistematika penyusunan struktur sosial di sekolah adalah diawali dengan kedudukan atau posisi seseorang dalam struktur sosial di sekolah, yakni kepala sekolah, guru-guru, kepala tata usaha, tenaga tata usaha, bendahara, siswa, masyarakat, dan semua yang dianggap yang mempunyai keterkaitan dengan struktur sosial di sekolah. Manajemen kepemimpinan sekolah adalah, merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan manusia, maka pemimpin hares mampu memperbaiki gaya berfikir manusia-manusia yang ada dalam sekolah, mampu mengubah peta yang digunakan berfikir manusia dalam sekolah. Kata Kunci : Struktur sosial, sosiologi pendidikan