Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Indeks Eritrosit Pada Anak Jalanan Di Kota Yogyakarta Prasetya, Hieronymus Rayi; Rahadian, Titah Dewi
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.586 KB)

Abstract

Sektor transportasi terbukti menjadi salah satu penyebab pencemaran timbal di udara. Pencemaran Timbal merupakan akibat dari penggunaan bahan bakar kendaraan. Timbal merupakan metal yang sangat berbahaya karena dapat terakumulasi dalam tubuh sehingga mengakibatkan menurunya produksi eritrosit dan kelainan morfologi eritrosit.  Anak jalanan memiliki resiko kelainan indeks eritrosit akibat terpapar gas buang kendaraan setiap hari. Anak jalanan yang berada di kota Yogyakarta melakukan aktifitasnya (mengamen) setiap hari di sekitar trafficlight sehingga akan meningkatkan resiko keracunan timbal melalui pernafasan. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuisioner pada 32 responden dan pemeriksaan indeks eritrosit dilakukan menggunakan hematology analyzer.  Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai indeks eritrosit anak jalanan berdasarkan jenis kelamin, usia, lama bekerja, kebiasaan konsumsi alkohol dan rokok masih berada dalam batas normal (normositik normokromik). Tidak terdapat kelainan indeks eritrosit (ukuran dan warna eritrosit) pada anak jalanan di Kota Yogayakarta
Gambaran Populasi Golongan Darah Subgroup A (A1, A2) di PMI Kulon Progo Prasetya, Hieronymus Rayi; Budianto, Bambang Heru; Hernayanti, Hernayanti
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subgroup A1 and A2 are the most important in the blood group A. Subgroup A1 has the A antigen more than A2 subgroup, the A2 subgroup can cause misidentification of blood group due to poor A antigen and genetic variation possessed. Misidentification of the blood group will increase the risk of transfusion reactions. This research aims to describe the A1 and A2 subgroup population in Kulon Progo district. This study was conducted with a cross sectional sampling technique. The sample in this study were taken from donors of blood group A in Kulon Progo Red Cross. Identification of A1 and A2 subgroup is done by using lectin (Dolichos biflorus extract). The result of the examination of 53 samples showed that 96,2% was A1 subgroup and 3,8% was A2 subgroup.Key words : Subgroup A1, Subgroup A2, Population, Kulon Progo
Potensi Etnomedicine Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poir) dan Daun Ubi Jalar Putih (Ipomoea batatas L.) Sebagai Obat Demam Berdarah di Sleman DIY Prasetyaningsih, Yuliana; Sari, Novita; Prasetya, Hieronymus Rayi; Naer, Visensa Gerosa
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.08 KB)

Abstract

Pendahuluan: Kearifan lokal, pengobatan tradisonal, dan pengetahuan etnobotani perlu dipelajari dan dikembangkan. Salah satu masalah yang masih sering terjadi pada masyarakat adalah munculnya penyakit demam berdarah yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti. Demam Berdarah Dengue merupakan  penyakit yang ditakuti karena menurunkan konsentrasi trombosit ke tingkat rendah (trombositopenia) dan dapat menyebabkan perdarahan. Jumlah sel trombosit yang rendah, harus segera ditingkatkan untuk menghindari terjadinya syok. Secara empiris, masyarakat menggunakan air rebusan daun ubi jalar pada kasus-kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) dan menunjukkan perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi etnomedicine daun ubi jalar ungu (ipomoea batatas l. poir) sebagai obat  demam berdarah di wilayah Sleman, DIY. Selain itu juga untuk mengetahui persentase peningkatan jumlah trombosit pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) dengan pemberian infusa Daun Ubi Jalar Ungu dan ubi jalar putih (Ipomoea batatas .L) Jenis penelitian: True experimental dengan rancangan penelitian pretest dan post test with control group design. Penelitian ini menggunakan 35 tikus putih jantan yang dibagi dalam 7 kelompok perlakuan infusa  daun ubi jalar ungu yaitu kelompok kontrol, kelompok dosis ringan, kelompok dosis sedang dan kelompok dosis berat untuk masing-masing infusa daun ubi jalar. Tikus diturunkan jumlah trombositnya melalui mekanisme kerusakan limpa dengan induksi anilin secara intravena. Setelah 24 jam penginduksian, hewan coba diberi perlakuan sesuai kelompok. Semua kelompok dihitung jumlah trombositnya sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian: Terjadi peningkatan jumlah trombosit pada kelompok kontrol sebanyak 43%. Pada kelompok infusa daun ubi jalar ungu dosis ringan tidak ada peningkatan, kelompok dosis sedang meningkat sebesar 94%, dan kelompok dosis tinggi diperoleh  peningkatan sebesar  224%. Pada kelompok infusa dun ubi jalar putih terdapat peningkatan pada dosis tinggi yaitu 7,2 ml/200gr BB atau 26,46 %. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian infusa daun ubi jalar putih pada pre test dan post test memiliki perbedaan yang bermakna dengan nilai p value 0,023. Sedangkan pemberian infusa daun ubi jalar ungu sebelum dan sesudah perlakuan tidak memiliki perbedaan secara bermakna yang ditunjukkan dengan nilai p value 0,550. Kesimpulan: Infusa daun ubi jalar ungu mampu meningkatkan jumlah trombosit yang lebih banyak dibandingkan dengan infusa daun ubi jalar putih. Infusa daun ubi jalar ungu dan ubi jalar putih memiliki potensi etnomedicine sebagai obat demam berdarah di Sleman, DIY.