Fatimah Sari, Fatimah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KOMPARASI KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI DAN PROGESTIN DI BPM YOSI TRIHANA KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2015 Sari, Fatimah; Pramestiyani, Mustika
Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu - Januari 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hormon progesteron juga dapat menimbulkan beberapa efek samping yang merugikan pemakainya yaitu peningkatan kadar glukosa dalam darah sebagai akibat toleransi glukosa darah yang menurun. Hal ini akan terlihat apabila dilakukan perbandingan tes toleransi glukosa pada pemakai kontrasepsi yang mengandung hormon progesteron dan yang tidak mengandung hormon progesteron. Kadar glukosa darah pemakai kontrasepsi yang mengandung hormon progesteron akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang tidak mengandung progesterone.Tujuan umumnya untuk Diketahuinya perbandingan kadar glukosa darah sewaktu pada akseptor KB suntik progestin dan akseptor KB suntik progestin setelah tiga bulan pemakaian di Bidan Praktek Mandiri Yosi Trihana Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.Penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang kadar glukosa darah sewaktu pada akseptor KB suntik kombinasi dan pada akseptor KB suntik progestin setelah tiga bulan pemakaian.Penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan rancangan kohort prospektif. Pengujian ini menggunakan uji independent T-test jika distribusi datanya normal dan uji Mann-Whitney jika distribusi datanya tidak normalHasil Penelitian Rata-rata kadar gula darah sewaktu pada akseptor KB suntik kombinasi adalah 100,8000 gr/dl. Rata-rata kadar gula darah sewaktu pada akseptor KB suntik progestin adalah 147.0667 gr/dl. Ada perbedaan antara kadar gula darah sewaktu pada akseptor KB suntik kombinasi dan progestin dengan p value 0,000.Kata kunci: Kadar Glukosa Darah Sewaktu, Akseptor KB suntik Kombinasi, Akseptor KB suntik Progestin
Hubungan Umur Ibu dengan Kejadian Persalinan Prematur di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliangkrik Kabupaten Magelang Tahun 2012 Sari, Fatimah; Ernawati, Evy; Indartik, Indartik
Journal of Health Vol 1 No 2 (2014): Journal of Health - July 2014
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.336 KB)

Abstract

Background: One of the most common causes of death of neonates are low birth weight (LBW) either at term or preterm (premature). As a result of the premature births, children born will experience a variety of health problems due to lack of maturation of the fetus at birth which resulted in many organs of the body that have not been able to work perfectly. factors that can lead to preterm labor (preterm) or low birth weight infants is mothers first factor is less than 20 years of age or over 35 years . Method: This study aims to determine the relationship between maternal age with the incidence of preterm labor. Objective: This research is the type of observational analytic study with cross sectional approach. The sampling technique using saturated sample and the number of samples in this study were 75 respondents. Result: The results showed no association with maternal age on the incidence of preterm labor Puskesmas Kaliangkrik Magelang Regency in 2012 with a p value of 0.000 (0.000 < 0.05) and the relationship is strong enough that the value of the Contingency Coefficient .431. Conclusion: There is a relationship with the mothers age incidence of preterm labor.
Hubungan Sikap Ibu Tentang Pemberian Makanan Bayi Dan Anak (PMBA) Dengan Status Gizi Bayi Bawah Dua Tahun (Baduta) Sari, Fatimah; Ernawati, Evy
Journal of Health Vol 5 No 2 (2018): Journal of Health - July 2018
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.01 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan dan perkembangan pada bayi sangat pesat. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut dapat diwujudkan secara optimal apabila pada masa periode emas tersebut, bayi memperoleh asupan gizi yang sesuai. ASI dianjurkan sebagai salah satu sumber eksklusif gizi dalam 6 bulan pertama. Kurang gizi diduga disebabkan kurangnya pemahaman orang tua makanan bergizi yang tepat atau pengaruh iklan. Mereka ingin memutus siklus gizi buruk yang menyebabkan anak pendek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap tentang pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) dengan status gizi bayi bawah dua tahun (BADUTA). Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian Ibu yang mempunyai Baduta di Desa Pandes Wedi Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Cara penentuan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dilakukan uji validitas dan reabilitas. Analisis data untuk keperluan pengujian hipotesis menggunakan uji statistik Spearman Rho. Hasil: sikap Ibu dalam pemberian makan pada baduta dengan hasil sikap ibu positif yaitu sebanyak 100 %. Status gizi baduta baik yaitu sebanyak 20 orang (66,67%), Status gizi baduta kurang yaitu sebanyak 10 (33,33%). Hasil  diperoleh bivariat hubungan sikap Ibu dengan Status Gizi Baduta nilai p=0,062 oleh karena p>0,05 (p=0,062>0,05) maka dapat dinyatakan tidak terdapat hubungan antara sikap ibu terhadap status gizi bayi dibawah dua tahun. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan sikap ibu dengan status gizi baduta dengan nilai p=0,062.