Kristiawan P.A. Nugroho, Kristiawan P.A.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT ASUPAN GIZI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 06 SALATIGA Nugroho, Kristiawan P.A.; Sanubari, Theresia P.E.; Rosalina, Stephanie
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : STIKes Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.06 KB)

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang mengalami proses tumbuh kembang secara pesat, sehingga diperlukan asupan gizi yang adekuat dan sesuai untuk mendukung proses tersebut. Apabila anak tidak mendapatkan asupan gizi yang adekuat dan sesuai kebutuhan, maka dapat memicu masalah gangguan gizi dan risiko penyakit lainnya yang dapat berpengaruh buruk secara berkelanjutan pada pertumbuhan dan perkembangan anak hingga dewasa kelak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan asupan gizi anak usia sekolah di SD Negeri 06 Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data observasional, pengukuran IMT, dan food record. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas 4 – 5 yang dipilih secara acak (random sampling) dan mengisi kuesioner food record 3 hari berurutan secara lengkap. Aplikasi nutrisurvey dan WHO Anthro Plus digunakan untuk menganalisis data asupan gizi dan IMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi responden tergolong kurang dari AKG (Angka Kecukupan Gizi), yakni <80% , meskipun sebagian besar responden berstatus gizi normal. Makanan yang kerap dikonsumsi oleh responden adalah makanan dengan tinggi kalori dan tinggi gula. School-age children are an age group that is experiencing a rapid growth and development, so the adequate and appropriate nutritional intake is needed to support that process. If the child does not get the nutritional intake as they needed, it can trigger nutritional problems and the risk of the other diseases that can adversely affect the growth and development of children to adulthood later. The purpose of this study is to describe school-age children’s nutritional intake in 06 States Elementary School Salatiga. The method that used in this research was decriptive quantitative research method with observational data collection, BMI measurements and food record questionnaire. The subjects studied were elementary school students in grades 4-5 who were randomly selected and have Þ lled in a complete 3-day food record questionnaire. Nutrisurvey and WHO Anthro Plus software are used to analyzed nutritional intake data and BMI. This study shows that respondents’ nutritional intake was less than the supposed Recommended Dietary Allowances (RDA), which is <80%, even though their nutritional status were normal. Food that is frequently consumed by respondents is high-calorie and high-sugar food.
FAKTOR RISIKO PENYEBAB KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOREJO LOR KOTA SALATIGA Nugroho, Kristiawan P.A.; Sanubari, Theresia P.E.; Rumondor, Jein Mayasari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : STIKes Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.356 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang merupakan masalah utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia. Data ProÞ l Kesehatan Kota Salatiga 2014 menyatakan bahwa PTM yang banyak ditemukan di Kota Salatiga adalah hipertensi yaitu sebanyak 62%. Data penderita hipertensi di Puskesmas Sidorejo Lor selama 2 tahun terakhir tercatat sebanyak 319 kasus (2016) dan sebanyak 256 kasus sampa i dengan pertengahan tahun 2017. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor. Metode penelitian menggunakan metode survei observasional dengan pengambilan data yang berupa kuisioner dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat atau uji korelasi. Hypertension is a non-communicable disease (PTM) which is a major problem in public health in Indonesia and the world. Data health proÞ le of the city of Salatiga in 2014 states that non-communicable disease are commonly found in the city of Salatiga is hypertension as much as 62 percent. Data of hypertension patients at Puskesmas Sidorejo Lor during the last 2 years were recorded as many as 319 cases in 2016 dan as many as 256 cases until mid 2017. The purpose of this study was to determine the description of factors that inß uence feeding behavior of hypertension patients in the work area of Puskesmas Sidorejo Lor. This research method using observational survey method with taking data in the form of interviews and questionnaires using quantitative deskriptive research type. The data obtained were analyzed using univariate and bivariate analysis or correlation test.
Gambaran Pola Makan Lansia Obesitas dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo Kota Salatiga Nugroho, Kristiawan P.A.; da Costa, Junet Franzisca; Triandhini, Rambu L.N.K. Retno; Indriati, Stefani Ratna
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.705 KB)

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah penyakit tidak menular yang masih sering ditemukan. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan tingkat obesitas tinggi. Berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Tengah tahun 2015, Prevalensi penduduk obesitas tertinggi terdapat di Salatiga. Obesitas meningkatkan resiko terjadinya penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Lansia merupakan kelompok umur yang dapat mengalami obesitas dan hipertensi. Masalah Obesitas dan Hipertensi dapat terjadi pada lansia dapat disebabkan pola makan yang salah. Tujuan: penelitian dilakukan untuk mengkaji pola makan lansia penderita obesitas dengan hipertensi di wilayah kerja puskesmas Tegalrejo. Metode: Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Responden lansia berusia >50 tahun dipilih berdasarkan data sekunder dari Puskesmas Tegalrejo dengan penghitungan IMT dan teridentifikasi hipertensi. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuisioner, pengisian lembar FFQ, dan Food Recall. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2018. Analisis data meliputi hasil kuesioner dari item – item pertanyaan yang disediakan, kemudian dianalisis secara deskriptif; lembar FFQ dan Food Recall dianalisis untuk mendapatkan data terkait jenis makanan yang rutin dikonsumsi dalam kurun waktu pengamatan penelitian, frekuensi, jumlah takaran, cara pengolahan, serta penghitungan zat gizi dan kalori. Hasil: Berdasarkan FFQ dan Food Recall masuk dalam kategori defisit tetapi berdasarkan antropometri masuk dalam  kategori lebih yang dipengaruhi oleh diet. Kesimpulan: Diet obesitas dan hipertensi pada lansia cenderung kurang baik dan ada faktor lain yang mempengaruhi diet.
Gambaran Aktivitas Fisik Pada Individu Obesitas Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kidul Salatiga Angga, Daniel Tri; Putra, Kukuh Pambuka; Nugroho, Kristiawan P.A.
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.169 KB)

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkaitan dengan prevalensi penyakit kardiometabolik. WHO menyatakan bahwa obesitas merupakan masalah serius yang kompleks yang dialami oleh segala kelompok umur, mulai dari anak – anak, dewasa sampai lansia. Obesitas harus segera ditangani karena berpotensi menjadi suatu masalah kesehatan (1). Pada penderita obesitas yang memiliki Indeks Masa Tubuh (IMT) > 30 kg/m2 akan meningkatkan risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK), baik pada laki – laki maupun perempuan. American Heart Association (AHA) mengklasifikasikan obesitas sebagai faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Seseorang dengan Obesitas sentral (upper body obesity) akan mudah terkena risiko penyakit jantung dan penyakit metabolik lain yang dikenal sebagai sindrom metabolik dibandingkan dengan obesitas ginoid (lower body obesity) sangat kecil akan risiko terjadinya penyakit metabolik dan jantung koroner.  Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat dilihat dari sudut pandang aktivitas fisik yang menjadi salah satu penyebab kejadian obesitas di Kota Salatiga.  Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang pernah memeriksakan diri ke Puskesmas Sidorejo Kidul, masing – masing berasal dari lingkup wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Kidul. Kriteria inklusi yang diterapkan adalah: 1) masyarakat yang tinggal di wilayah kerja puskesmas sidorejo kidul, 2) berusia 40 tahun ke atas, 3) IMT lebih dari 27,0 .variabel yang dipelajari dalam penelitian ini adalah intensitas aktivitas fisik dan IMT. Instrumen yang dipakai untuk mengukur intensitas aktivitas fisik adalah Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Wawancara dilakukan untuk mengidentifikasi pemahaman masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Kidul terhadap obesitas dan aktivitas fisik. Hasil: Setelah semua data terkumpul, hasil penelitian dilakukan dengan menganalisis data dengan reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan, dan verifikasi. Setelah semua data terkumpul hasil penelitian dilakukan dengan cara analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, kesimpulan, dan verifikasi. Kesimpulan: Aktivitas fisik para lansia yang berada di wilayah kerja puskesmas sidorejo kidul kota salatiga, berdasarkan penghitungan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) termasuk dalam kategori sedang 50% dengan aktivitas fisik yang umumnya dilakuan oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) seperti menyapu, mengepel, masak, dan mencuci. Sebanyak 15% lansia berada dalam kategori aktifitas fisik rendah dan sisanya termasuk dalam kategori tinggi 35%.