Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT TERMODIFIKASI ZEOLIT ALAM LAMPUNG UNTUK PEMISAHAN ETANOL-AIR SECARA PERVAPORASI Ernawati, Evy
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.18 KB)

Abstract

Selulosa asetat merupakan salah satu jenis polimer yang paling banyak digunakan dalam industri. Salah satu kegunaan selulosa asetat adalah sebagai bahan membran, namun membran ini memiliki beberapa kelemahan antara lain derajat penggembungannya tinggi, sensitif terhadap perubahan suhu dan ketahanan terhadap asam. Pemberian mineral ke dalam bahan membran, dapat memberikan peluang untuk pengembangan material mineral-polimer yang digunakan pada proses pemisahan, yaitu dapat meningkatkan kekuatan mekanik, ketahanan terhadap panas, fluks dan selektivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat membran selulosa asetat dengan penambahan zeolit alam lampung dan mengevaluasi kinerja membran terhadap pemisahan campuran etanol-air dengan metode pervaporasi. Pembuatan membran selulosa asetat dilakukan dengan teknik inversi fase, yaitu dengan mengunakan metode penguapan pelarut. Proses pervaporasi dilakukan pada suhu 40oC dan konsentrasi permeat yang dihasilkan ditentukan dengan menggunakan refraktometer. Karakterisasi membran meliputi pengukuran fluks dan selektivitas. Hasil pervaporasi menunjukkan bahwa membran selulosa asetat 20% tanpa modifikasi memiliki nilai selektivitas 6,16 dan fluks 771,0 g/m2jam. Membran selulosa asetat 20% termodifikasi zeolit alam 5% selektivitas meningkat menjadi 22,30 sementara fluks sedikit menurun menjadi 680,9 g/m2jam.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 1 SAMPAI DENGAN 3 TAHUN Ernawati, Evy; Prabandari, Febry Heldayasari
Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU Vol 9, No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU
Publisher : Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Masa balita merupakan masa kritis dalam upaya menciptakansumberdaya yang berkualitas. Masa tersebut di sebut masa emas dimana sel-sel otak sedang mengalami pertumbuhan dan perkembanganyang optimal.Masalah gizi merupakan hal yang sangat penting dan mendasar dari kehidupan manusia.kekurangan gizi selain dapat menimbulkan masalah kesehatan (morbiditas, mortalitas dan disabilitas), juga menurunkan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Dalam skala yang lebih luas, kekurangan gizi dapat menjadi ancaman bagi ketahanan dan kelangsungan hidup suatu bangsa.Berdasarkan Studi pendahuluan di desa Congkrang dengan jumlah 238 balita yang terdapat 1 balita berstatus BGM (bawah garis merah) dan 7 balita berstatusBGT (bawah garis titik). Metode penelitian: desain penelitiandeskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu adalah ibu balita yang memiliki balita yang berusia (1–3) tahun yang datang pada saat penimbangan posyandu, dan rutin menimbangkan berat badan minimal 10 kali.Teknik pengambilan data dengan menggunakan formulir food frequency dan KMS. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa balita dengan pola konsumsi baik dan berstatus gizi baik yaitu sebanyak 38 responden (65,5), pola konsumsi baik dengan status gizi kurang yaitu sebanyak 6 responden (10,3%) sedangkan pola konsumsi kurang dengan status gizi baik sebanyak 3 responden (5.17%), dan pola konsumsi kurang dengan status gizi kurang yaitu sebesar 10 responden (17,2%), dan pola konsumsi kurang dengan gizi buruk yaitu sebesar 1 responden (1,7%). Simpulan: terdapat hubungan yang antara pola konsumsi dengan statusgizi balita usia 1 sampai dengan 3 tahun di desa congkrang kecamatan muntilan, Magelang.Kata kunci  : pola konsumsi, status gizi
Hubungan Umur Ibu dengan Kejadian Persalinan Prematur di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliangkrik Kabupaten Magelang Tahun 2012 Sari, Fatimah; Ernawati, Evy; Indartik, Indartik
Journal of Health Vol 1 No 2 (2014): Journal of Health - July 2014
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.335 KB)

Abstract

Background: One of the most common causes of death of neonates are low birth weight (LBW) either at term or preterm (premature). As a result of the premature births, children born will experience a variety of health problems due to lack of maturation of the fetus at birth which resulted in many organs of the body that have not been able to work perfectly. factors that can lead to preterm labor (preterm) or low birth weight infants is mothers first factor is less than 20 years of age or over 35 years . Method: This study aims to determine the relationship between maternal age with the incidence of preterm labor. Objective: This research is the type of observational analytic study with cross sectional approach. The sampling technique using saturated sample and the number of samples in this study were 75 respondents. Result: The results showed no association with maternal age on the incidence of preterm labor Puskesmas Kaliangkrik Magelang Regency in 2012 with a p value of 0.000 (0.000 < 0.05) and the relationship is strong enough that the value of the Contingency Coefficient .431. Conclusion: There is a relationship with the mothers age incidence of preterm labor.
MEMBRAN SELULOSA ASETAT TERMODIFIKASI ZEOLIT ALAM TASIKMALAYA UNTUK PERVAPORASI ETANOL-AIR Ernawati, Evy; Yuliyati, Yati B.; Rahayu, Iman
Jurnal ICA ( Indonesian Chemia Acta ) Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membran selulosa asetat memiliki tiga gugus hidroksil yang mudah mengikat molekul air. Banyaknya molekul air dapat mengakibatkan penggembungan berlebih pada membran selulosa asetat sehingga kinerja membran menurun. Modifikasi zeolit alam tasikmalaya pada polimer selulosa asetat diharapkan dapat menekan penggembungan membran. Tujuan penelitian ini adalah membuat membran selulosa asetat dengan penambahan zeolite alam tasikmalaya dan mengevaluasi kinerja membran untuk pervaporasi campuran etanol-air. Pembuatan membran selulosa asetat terisi zeolite alam tasikmalaya berdasarkan teknik inversi fase. Karakterisasi membran meliputi pengukuran fluks dan selektivitas. Hasil pervaporasi menunjukkan bahwa membran selulosa asetat 20% memiliki nilai selektivitas 6,16 dan fluks 771,6560 g/m2 jam. Sementara membran selulosa asetat 20% termodifikasi zeolit alam 5% selektivitas dan fluks meningkat menjadi 34,0651 dan 828,6385g/m2 jam.Kata kunci: Membran, Pervaporasi, Selulosa asetat, Zeolit alam Tasikmalaya
Hubungan Sikap Ibu Tentang Pemberian Makanan Bayi Dan Anak (PMBA) Dengan Status Gizi Bayi Bawah Dua Tahun (Baduta) Sari, Fatimah; Ernawati, Evy
Journal of Health Vol 5 No 2 (2018): Journal of Health - July 2018
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.009 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan dan perkembangan pada bayi sangat pesat. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut dapat diwujudkan secara optimal apabila pada masa periode emas tersebut, bayi memperoleh asupan gizi yang sesuai. ASI dianjurkan sebagai salah satu sumber eksklusif gizi dalam 6 bulan pertama. Kurang gizi diduga disebabkan kurangnya pemahaman orang tua makanan bergizi yang tepat atau pengaruh iklan. Mereka ingin memutus siklus gizi buruk yang menyebabkan anak pendek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap tentang pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) dengan status gizi bayi bawah dua tahun (BADUTA). Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian Ibu yang mempunyai Baduta di Desa Pandes Wedi Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Cara penentuan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dilakukan uji validitas dan reabilitas. Analisis data untuk keperluan pengujian hipotesis menggunakan uji statistik Spearman Rho. Hasil: sikap Ibu dalam pemberian makan pada baduta dengan hasil sikap ibu positif yaitu sebanyak 100 %. Status gizi baduta baik yaitu sebanyak 20 orang (66,67%), Status gizi baduta kurang yaitu sebanyak 10 (33,33%). Hasil  diperoleh bivariat hubungan sikap Ibu dengan Status Gizi Baduta nilai p=0,062 oleh karena p>0,05 (p=0,062>0,05) maka dapat dinyatakan tidak terdapat hubungan antara sikap ibu terhadap status gizi bayi dibawah dua tahun. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan sikap ibu dengan status gizi baduta dengan nilai p=0,062.
BIODIESEL DARI MINYAK BIJI KAPUK (CEIBA PENTANDRA) TEROZONASI MELALUI PROSES DENGAN BANTUAN ULTRASONIK Haryono, Haryono; Solihudin, Solihudin; Ernawati, Evy; Arifiadi, Ferry
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.102 KB)

Abstract

Minyak biji kapuk sebagai minyak non pangan merupakan bahan baku potensial untuk sintesisbiodiesel. Metode alternatif sintesis biodiesel dari minyak biji kapuk telah diterapkan pada penelitianini. Minyak biji kapuk diozonasi sebelum mengalami tahap esterifikasi, selanjutnya dilakukan tahaptrans-esterifikasi dengan katalis KOH. Kedua tahap sintesis biodiesel tersebut diselenggarakandengan bantuan gelombang ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh lamareaksi trans-esterifikasi dengan katalis KOH dibantuan gelombang ultrasonik pada sintesis biodieseldari minyak biji kapuk terozonasi. Lama reaksi trans-esterifikasi dipelajari pada variasi waktu 30, 60,dan 90 menit dengan bantuan gelombang ultrasonik pada frekuensi 35 kHz. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa reaksi trans-esterifikasi selama 60 menit memberikan biodiesel dengan kualitasterbaik, yaitu bilangan asam 0,75mg KOH/g, bilangan iod 80,56mg I2/g, densitas 877kg/m3, viskositas4,7mm2/s, angka cetana 68,7, dan titik nyala 135oC, pada kondisi tersebut diperoleh biodiesel denganrendemen 86,75%.