Articles

Found 13 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING

MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): June
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.703 KB)

Abstract

Abstrak:Hasil penelitian (Hodiyanto, 2017) menunjukkan bahwa kemampuan pembuktian matematis mahasiswa tergolong rendah dan jika hal ini dibiarkan maka berakibat semakin lemahnya kemampuan pembuktian matematis mahasiswa, padahal mahasiswa calon guru tentu akan mendidik dan mengajar siswa/siswinya agar memiliki kemampuan pembuktian matematis yang baik. Oleh sebab itu, peneliti mencoba melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pembuktian matematis melalui penerapan model pembelajaran problem posing. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk penelitiannya berupa penelitian eksperimental semu. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik pengukuran dengan alat pengumpul data yang digunakan adalah tes pembuktian matematis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Pontianak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan kelas A sore sebagai sampel penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial, uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran problem posing dapat meningkatkan kemampuan pembuktian matematis mahasiswa, sehingga secara tidak langsung model pembelajaran problem posing bisa diterapkan untuk peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa yang levelnya sama dengan kemampuan pembuktian matematis.Abstract:The results showed that student mathematical proof ability was low (Hodiyanto, 2017) and if this was left without any solution done then mathematical proof ability was the longer the lower when college student will certainly educate and teach students in order to have good mathematical proof ability. Therefore, the researcher tried to develop it through problem posing learning model. This research method used quantitative method, quasi experimental research. Data collecting technique used was a measurement technique and data collection tool used was a mathematical proof test. Population in this research were all student of semester V of mathematic education study program of IKIP PGRI Pontianak. Sampling technique used was cluster random sampling technique and class A afternoon as research sample. Data analysis technique in this research used inferential statistic, t test. The results of this study indicate that the model of learning posing problems affected it, so indirectly the problem posing model could be applied for the development of high-level thinking skills of students with the same level of it.

EKSPERIMENTASI MATRIKULASI DITINJAU DARI KECERDASAN INTERPERSONAL MAHASISWA SEMESTER I PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI PONTIANAK

Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.222 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) rata-rata nilai matrikulasi mahasiswa dengan kecerdasan interpersonal tinggi, sedang, dan rendah; dan (2) mana yang mempunyai nilai matrikulasi yang lebih baik, mahasiswa dengan kecerdasan interpersonal tinggi, sedang atau rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi untuk mendapatkan nilai awal matrikulasi; metode tes untuk memperoleh nilai akhir matrikulasi; dan metode angket untuk memperoleh data kecerdasan interpersonal mahasiswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama pada α = 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Rata-rata nilai matrikulasi mahasiswa dengan kecerdasan interpersonal tinggi, kecerdasan interpersonal sedang maupun kecerdasan interpersonal rendah tergolong gagal; dan (2) tidak ada perbedaan nilai matrikulasi antara mahasiswa dengan kecerdasan interpersonal tinggi, sedang maupun rendah.Kata kunci: matrikulasi, kecerdasan interpersonal, nilai matrikulasi

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING BENTUK WITHIN-SOLUTION POSING DAN KLASIKAL DITINJAU DARI KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA SMP

Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.781 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasibelajar yang lebih baik, model pembelajaran Problem Posing bentuk Within-Solution Posing (WSP) atau klasikal; (2) manakah yang memiliki prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan kecerdasan interpersonal tinggi atau rendah; (3) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan kecerdasan interpersonal tinggi atau rendah; (4) pada masing-masing kecerdasan interpersonal, manakah yang memberikan prestasi yang lebih baik, model pembelajaran WSP atau klasikal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan populasi seluruh siswa SMP Se Kota Pontianak. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi untukmendapatkan nilai Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar tahun pelajaran 2013/2014 sebagai data kemampuan awal; metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa; dan metode angket untuk data kecerdasan interpersonal siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran WSP menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan klasikal. (2) Siswa dengan kecerdasan interpersonal tinggi maupun rendah memiliki prestasi belajar matematika yang sama. (3) Pada masing-masing model pembelajaran, siswa yang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi maupun rendah memiliki prestasi belajar matematika yang sama. (4) Pada masing-masing kecerdasan interpersonal, pembelajaran menggunakan model pembelajaran WSP menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan klasikal.Kata kunci: model pembelajaran WSP, klasikal, kecerdasan interpersonal.

KORELASI ANTARA KEMAMPUAN AWAL DENGAN KEMAMPUAN AKHIR SISWA MELALUI WITHIN-SOLUTION POSING PADA MATERI PERBANDINGAN

Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.336 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) kemampuan awal siswa melalui pembelajaran within-solution posing dalam menyelesaikan soal pada materi perbandingan; (2) kemampuan akhir siswa melalui pembelajaran within-solution posing dalam menyelesaikan soal pada materi perbandingan; (3) korelasi positif antara kemampuan awal dengan kemampuan akhir siswa melalui pembelajaran within-solution posing dalam menyelesaikan soal pada materi perbandingan di kelas VII MTs Negeri 2 Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data meliputi teknik pengukuran untuk mendapatkan data kemampuan awal dan kemampuan akhir siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji analisis korelasi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) kemampuan awal siswa melalui pembelajaran within-solution posing dalam menyelesaikan soal pada materi perbandingan tergolong rendah. (2) kemampuan akhir siswa melalui pembelajaran within-solution posing dalam menyelesaikan soal pada materi perbandingan tergolong sangat tinggi. (3) Tidak terdapat korelasi positif antara kemampuan awal dan kemampuan akhir siswa dalam menyelesaikan soal pada materi perbandingan setelah diajarkan menggunakan pembelajaran within-solution posing. Kata kunci: korelasi, within-solution posing, perbandingan.

EKSPERIMENTASI METODE CERAMAH DAN DISKUSI PADA MATA KULIAH MATEMATIKA EKONOMI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN MAHASISWA

Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: (2017)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.146 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik, metode ceramah atau metode diskusi; (2) manakah yang memiliki prestasi belajar yang lebih baik, mahasiswa laki-laki atau perempuan; (3) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, mahasiswa laki-laki atau perempuan; (4) pada masing-masing jenis kelamin, manakah yang memberikan prestasi yang lebih baik, metode ceramah atau metode diskusi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan populasi seluruh mahasiswa semester 5 di kelas pagi Program Studi Pendidikan Matematika IKIP-PGRI Pontianak. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 mahasiswa. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi untuk mendapatkan nilai MID mata kuliah Matematika Ekonomi tahun akademik 2015/2016 sebagai data kemampuan awal dan nilai UAS mata kuliah Matematika Ekonomi untuk data prestasi belajar matematika mahasiswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Pembelajaran matematika ekonomi menggunakan metode ceramah menghasilkan prestasi belajar matematika yang sama dengan metode diskusi. (2) Mahasiswa laki-laki maupun perempuan memiliki prestasi belajar matematika yang sama. (3) Pada masing-masing metode pembelajaran, mahasiswa laki-laki maupun perempuan memiliki prestasi belajar matematika yang sama. (4) Pada masing-masing jenis kelamin, pembelajaran matematika ekonomi menggunakan metode ceramah dan metode diskusi menghasilkan prestasi belajar matematika yang sama. Kata kunci: metode ceramah, metode diskusi, jenis kelamin Abstract The aims of this study were to investigate: (1) which learning method produces student’s better mathematics learning achievement, speech method or discussion method; (2) which student’s have better mathematics learning achievement, male or female; (3) viewed from learning methods, which student’s have better mathematics learning achievement, male or female; (4) viewed from gender, which learning method produces better mathematics learning achievement, speech method or discussion method. This research used quasi experimental method with its population included all of students of 5th semester in morning class Program Study of Mathematics Education IKIP-PGRI Pontianak. Sampling was done by stratified cluster random sampling technique. The size of the sample was 68 students. The data collection technique was include the documentation method to get the 2015/2016 MID Test of Economy Mathematics subject for initial capability data before the experiment and Final test of Economy Mathematics subject for mathematics student’s achievement data. The data was analyzed using analysis of variance. Based on these results it can be concluded as follows. (1) Economy mathematics learning using speech method produced the same mathematics achievement as using discussion method. (2) For male or female students have the same mathematics achievement. (3) Viewed from learning method, male or female students have the same mathematics achievement. (4) Viewed from gender, economy mathematics learning using speech method and discussion method have the same mathematics achievement. Keywords: speech method, discussion method, gender

AKTIVITAS DAN RESPON SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN WITHIN-SOLUTION POSING

Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8 No 1: (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.166 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the activities and responses of students through the in-solution posing learning model. This research uses quantitative approach with descriptive method. The population in this study is the students of class VII MTs Negeri 2 Pontianak academic year 2007/2008 who studied the material of comparative value and turned the value. The result of the research shows that students of Grade VII MTs Negeri 2 Pontianak are active in learning with within-solution posing and VII students of MTs Negeri 2 Pontianak give positive response to learning with within-solution posing.   Keywords: activities, response, within -solution posing  

KOMPARASI MODEL PENEMUAN TERBIMBING DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN PEMBUKTIAN MATEMATIS

AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.43 KB)

Abstract

The aims of this study were to investigate: (1) in indicator 1, which provides better mathematical proofing capability, guided discovery model or direct learning; (2) in indicator 2, which provides better mathematical proofing capabilities, guided discovery models or direct learning; (3) which provides better mathematical proofing capabilities, guided discovery models or direct learning. This research is a quantitative with the population of all students of semester VI Mathematics Education Study Program IKIP PGRI Pontianak. Sampling was done by cluster random sampling technique. Data collection techniques are measurement. Test the research hypothesis using t test. Based on these results it can be concluded as follows. (1) In indicator 1, mathematical proofing ability with guided discovery model is not better than direct learning. (2) In indicator 2, mathematical proof capability with guided discovery model is not better than direct learning. (3) The ability of mathematical proof with guided discovery model is not better than direct learning.

PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT

GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.797 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian berupa pelatihan penggunaan media pembelajaran matematika untuk guru matematika sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 44 Kecamatan Pontianak Barat. Peserta dalam kegiatan pengabdian adalah guru-guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) gugus IV Kecamatan Pontianak Barat. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah: (1) Mengidentifikasi konsep-konsep matematika SD yang memerlukan media pembelajaran matematika inovatif untuk memudahkan siswa memahami materi; dan (2) Meningkatkan pengetahuan para guru tentang media pembelajaran matematika yang inovatif dan memiliki kemampuan untuk mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian telah menambah pemahaman guru matematika SD mengenai penggunaan media pembelajaran (alat peraga matematika) dalam pembelajaran di kelas untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Kata Kunci: media pembelajaran matematika, konsep matematika.

Pengembangan Media Pocket Book Berbasis Discovery Learning terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis

SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.973 KB)

Abstract

The purpose of the research in the study was to study the development of learning discovery-based pocket book media on students' mathematical understanding abilities. The research methodology used is the method of research and development (R & D). Based on the results of development, research, and discussion, it can be concluded that the development of learning discovery-based pocket book media on mathematical understanding skills reaches a level of validity with excellent categories and achieves practicality with very practical criteria

Desain Aplikasi Media Pembelajaran Untuk Membantu Pemahaman Siswa Tentang Konsep Geometri

SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.259 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find out the design of an Adobe Flash CS5-based computer media on the quadrilateral concept material and how far this medium can facilitate understanding of the quadrilateral concept. It is a development research with stages consisting of needs analysis, computer media compilation, limited product trial and product evaluation. Data analysis performed for questionnaire of medium component evaluation is quantitative data analysis, while for questionnaire of medium material evaluation and student’s learning results, which are pre-test and post-test, is qualitative data analysis. The use of the medium can help students to improve their concept understanding of 42.969% and to keep answering with the right answer of 26.563%. The result of medium evaluation questionnaire on media being developed is good with average score of 33.75 from maximum score of 38. This shows that the media is useful to facilitate the quadrilateral concept learning in a classroom