Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KELUARGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS WANITA KARIR) Thobroni, Ahmad
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1678.249 KB) | DOI: 10.30659/jspi.v2i1.4016

Abstract

ABSTRACTAlong with the times, women today, especially those left in big cities tend to play a double roles. Some of them even have multifunctionally function because they have got the widest opportunity to develop themselves. Thus work and important positions in society are no longer monopolized by men. They work in various sectors with a variety of different reasons. Not infrequently they must increase competitiveness and deal with men. These are what are usually referred to as career women.The reason of women leaving home to work include (1) filling in their spare time (2) helping to increase the cost of family needs (3) providing for the family (4) as a result of the needs of the industrial sector that requires female labor, and so on.The position of career women who work outside the home often raises new problems. Their responsibilities as housewives are potentially neglected. The Islamic concept that places mothers as the first “madrasah” for children's education often cannot be run optimally. In addressing the issue of women who work there are 2 (two) opinions among scholars. First, rejecting women for careers, by working outside the hause there will be many obligations that must be abandoned. Second, allowing women to have a career with the demands of basic needs that require them to work. The woman's energy is needed by the community and the work cannot be done by men. Regarding the first opinion, women may work outside but their obligations as mothers and educators for their children must still be fulfilled. Keywords: Family Education, Islamic Law, Career Women
Bom Bunuh Diri dan Euthanasia (Perspektif Hukum Islam) Thobroni, Ahmad
Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sultang Agung Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.061 KB) | DOI: 10.30659/jua.v1i1.1985

Abstract

Perjuangan tidak pernah mengenal kata akhir, namun cara berjuang tiap umat sering kali mengalami perubahan searah dengan perubahan sarana-sarana perang. Pada tahun-tahun terakhir, sering terdengar upaya beberapa kelompok muslim yang melakukan bom bunuh diri atau juga dikenal sebagai suicide bombing dan human bombing atau bom manusia.Secara umum ada dua reaksi para ulama dalam menyikapinya, sebagian melarang dan sebagian lagi memuji. Kedua kelompok tersebut sama-sama menyertakan argumen-argumennya, baik secara naqly maupun aqly. Kejelasan hukum syara? sangat dibutuhkan dalam masalah yang amat krusial ini. Ini dikarenakan perbedaan yang ada cukup tajam dan mengandung berbagai implikasinya baik di dunia maupun di akhirat.Bagi mereka yang menganggap aksi bom manusia sebagai aksi bunuh diri (?amaliyat intihariyah), maka implikasi kepada para pelakunya ialah tidak diberlakukan hukum-hukum mati syahid, namun dipandang sebagai orang hina karena berputus asa menghadapi kesulitan hidup. Di akhirat, pelakunya dianggap akan masuk neraka, karena telah bunuh diri. Sedangkan bagi mereka yang menganggap aksi bom bunuh diri sebagai aksi mati syahid (?amaliyat istisyhadiyah), maka implikasi kepada para pelakunya adalah diberlakukan hukum-hukum mati syahid. Dia dianggap sebagai pahlawan dan teladan keberanian yang patut dicontoh dan di akhirat akan masuk surga.Karena hidup dan mati ada di tangan Tuhan, serta merupakan karunia dan wewenang Tuhan, maka Islam melarang orang melakukan pembunuhan, baik terhadap orang lain (kecuali dengan alas an yang dibenarkan oleh agama) maupun terhadap dirinya sendiri (bunuh diri) dengan alasan apapun. Hukum bunuh diri dan euthanasia masih dipersoalkan di kalangan masyarakat. Pro kontra inilah yang mendorong penulis untuk memilih tema hukum bom bunuh diri dan euthanasia dalam perspektif hukum Islam.
Pengaruh Kompensasi Non Finansial Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Fishindo Kusuma Sejahtera Multi Agro Tbk. Surabaya Thobroni, Ahmad
GEMA EKONOMI Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : GEMA EKONOMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.442 KB)

Abstract

PT. Fishindo Kusuma Sejahtera Multi Agro Tbk. Surabaya adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran kedele, dengan tingkat kompetisi yang tinggi diantara perusahaan-perusahaan sejenis yang bergerak di bidang yang sama. Untuk itu perlunya meningkatkan produktivitas karyawan mereka melalui proses motivasi yang diwujudkan dengan pemberian kompensasi kepada para karyawan.Jenis kompensasi yang diberikan oleh PT. Fishindo Kusuma Sejahtera Multi Agro Tbk. Surabaya kepada para pegawainya terbagi dua, yaitu kompensasi finansial dan kompensasi non-finansial. Dalam penelitian ini penulis mengambil kompensasi non-finansial sebagai variable bebas untuk mengukur variable terikat, dalam penelitian ini yang mana adalah produktivitas karyawan.Dalam hasil penelitian kompensasi non finansial itu sangat berpengaruh pada produktivitas karyawan PT. Fishindo Kusuma Sejahtera Multi Agro Tbk. Surabaya ditinjau dari, jenis kelamin, umur, pendidikan dan lama kerja, menunjukan kecenderungan baik.