Khairul Mukmin Lubis, Khairul Mukmin
Belukap Mangrove Club Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Riau

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Carbon Estimation Of Rhizophora apiculata Stand and Soil Organik Carbon In Mangrove Ecosystem Cawan Island, Indragiri Hilir, Riau Lubis, Khairul Mukmin; Mulyadi, Aras Mulyadi; Yoswaty, Dessy
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 5, No 1 (2018): Wisuda April Tahun 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTRhizophora apiculata  the dominant mangrove vegatation species growing in Cawan Island, Indragiri Hilir regency, Riau. R. apiculata as one of the spesies in mangrove has considerable CO2 inhibition potential. Beside estimating carbon in R.apiculata standing, soil organic carbon was also analyzed conducted at different depths. This research was conducted in September-November 2017, used survey method, analysis of biomass using allometric, the size of the stand diameter as independent variable obtained by non destructive sampling, carbon estimation and assessment  CO2 refer BSN (2011). Soil organic carbon was analyzed with Los On Ignation method in Marine Chemical Laboratory Fishries and Marine Faculty, University of Riau. Average biomass, carbon content, CO2 R. apiculata uptake were 45,51 ton / ha, 21,39 ton C / ha, 78,43 ton CO2 / ha, respectively. The average distribution of soil organic carbon deposits at depths of 0cm - 15cm, 15cm - 30cm, 30cm - 50cm, 50cm - 100cm and> 100cm respectively were 275.63 ton C / ha, 275.83 ton C / ha, 277 , 29 ton C / ha, 562.90 ton C / ha and 271.95 ton C / ha. In each soil layer, the depth of 50cm - 100cm larger. R. apiculata standing carbon and soil organic carbon have positive regression result with linear regression equation y = 1,2759x - 2101,2 with terminated value (R2) equal to 0,1569 and value (r) with the same value  0,40 then the soil carbon carbon deposits with standing carbon deposits have substantial relationships. Keywords: Mangrove, Soil, Biomass, Carbon
REGENERASI ALAMI SEMAI Rhizophora Apiculata DI KAWASAN INDUSTRI PERMINYAKAN DAN KAWASAN NON INDUSTRI PROVINSI RIAU Syahrial, Syahrial; Sustriani, Yeni; Susammesin, Verid Aria; Taher, Desi Purnamasari; Atikah, Nur; Lubis, Khairul Mukmin; Ilahi, Ilham; Mulyadi, Aras; Amin, Bintal; Hamidy, Rasoel; Siregar, Sofyan H
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.165 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.2.208-217

Abstract

Hutan mangrove menyediakan berbagai pelayanan ekologi, namun saat ini sedang mengalami tekanan dari aktivitas manusia seperti industrialisasi di wilayah pesisir. Kajian regenerasi alami semai populasi Rhizophora apiculata telah dilakukan diantara kawasan industri perminyakan dan kawasan non industri Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerapatan regenerasi semai alami R. apiculata tertingginya berada di kawasan non industri (Stasiun 4) dan kerapatan semai alami terendahnya berada di kawasan industri perminyakan (Stasiun 1, 2 dan 3). Selain itu, faktor kualitas perairan masih dalam batasan toleransi bagi kehidupan regenerasi semai alami R. apiculata dengan suhu perairan tertingginya berada di Stasiun 3, salinitas (Stasiun 4), pH (Stasiun 1), DO (Stasiun 4) dan potensial redoks (Stasiun 1). Selain itu, berdasarkan analisis keterkaitan kualitas perairan terhadap regenerasi semai alami R. apiculata mengunakan PCA, pada Stasiun 2, 3 dan 4 dicirikan oleh parameter suhu dan DO. Sementara Stasiun 1 dicirikan oleh parameter potensial redoks dan pH.
KEANEKARAGAMAN HAYATI MANGROVE SEJATI DI PULAU MIANGAS Syahrial, Syahrial; Karsim, Nanang; Lubis, Khairul Mukmin
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.192 KB)

Abstract

Keanekaragaman hayati tumbuhan mangrove Indonesia tersebar di seluruh wilayahnya, dimana sebagian telah diketahui manfaatnya, sebagian baru diketahui potensinya dan sebagian lagi belum dikenal sama sekali baik itu jenis, manfaat maupun potensinya. Salah satu kawasan atau wilayah yang belum terekspos keanekaragaman hayatinya adalah ekosistem mangrove di bagian Utara Indonesia khususnya Pulau Miangas. Kajian keanekaragaman hayati mangrove sejati di Pulau Miangas telah dilakukan pada bulan September 2015. Hal ini bertujuan sebagai upaya eksplorasi, pelestarian, pengelolaan dan dasar evaluasi ekosistem mangrove kedepannya, sehingga biodiversitas Indonesia tetap terjaga. Pengumpulan data kondisi vegetasi mangrove dilakukan dengan membuat transek garis dan plot. Transek garis ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove terluar) dengan arah tegak lurus garis pantai sampai ke daratan dan dibuat petak contoh (plot) dengan ukuran 10 X 10 m2. Hasil penelitian menunjukan bahwa spesies mangrove sejati yang tumbuh dan berkembang di hutan mangrove Pulau Miangas adalah Lumnitzera littorea, Bruguiera cylindrica, Rhizophora stylosa dan Xylocarpus moluccensis. Kerapatan dari masing-masing spesies tersebut adalah L. littorea 856 ind/ha, B. cylindrica 21 ind/ha, R. stylosa 26 ind/ha dan X. moluccensis 1233 ind/ha. Sementara Indek Nilai Penting (INP) spesies L. littorea adalah 277.25%, B. cylindrica 14.79%, R. stylosa 7.95% dan X. moluccensis 300.00%.